Malu Malu Kucing

Malu Malu Kucing
part 123


__ADS_3

" bangun Grace.. ini udah jam berapa? entar telat " ucap Leo kesal. ini kesekian kalinya Ia berusaha membangunkan Grace, tetapi istrinya itu tak kunjung bangun juga.


" Grace..!!! "


kini Leo meninggikan suaranya setengah berteriak, tetapi tidak membuat Grace terbangun dari tidurnya yang terlelap.


" ck.. " Leo berdecak kesal melihat Grace malah semakin mendengkur keras.


ditariknya selimut yang menutupi tubuh Grace dengan kasar sampai istrinya itu membuka mata perlahan sambil menguap tanpa dosa.


" jangan tidur lagi Grace.. " Leo menepuk pelan pundak Grace, tapi sayangnya sang istri malah menutup kembali matanya berniat melanjutkan tidurnya.


Leo mulai kesal. hari ini Dia ada jadwal rapat penting di kantornya. sama dengannya, Grace juga ada presentasi di kampusnya pagi ini.


Leo tidak mau istrinya itu terlambat. padahal yang semalam bergadang adalah dirinya yang mengerjakan tugas Grace yaitu menyiapkan bahan untuk istrinya presentasi. dan yang membuat Leo semakin kesal ialah Grace yang ingkar akan janji memberi upah kepadanya berupa servis plus-plus semalam, dengan santainya istrinya itu malah tidur lebih dulu tanpa menunggunya menyelesaikan tugas tersebut.


Leo mensejajarkan wajahnya dengan wajah Grace.


" gak bangun gue tinggal nih.. "


kemudian dia mendekatkan bibirnya dan..


" shiiittt.. " Leo meringis berlebihan seraya menyentuh bibinya yang baru saja digigit kuat oleh istrinya.


sementara Grace mengerjapkan matanya kuat-kuat, sebelum akhirnya dia terkekeh melihat Leo tersiksa.


" sorry, gue pikir rendang sapi.. " ucapnya cengengesan tanpa dosa.


" ck.. makannya bangun jangan mimpi mulu, lo mau bolos? hari ini kan lo presentasi.. "


seketika raut wajah Grace langsung berubah panik,


" anjirrr mampus.. " ucapnya seraya menepak dahinya frustasi.


kemudian wanita itu segera bangkit dari tempat tidurnya meninggalkan Leo yang menahan kesalnya.


Lagi-lagi Leo bekerja sendiri, dia merapihkan tempat tidur yang berantakan itu. padahal tadi dirinya juga yang memandikan si kecil sekaligus menyuapinya. bahkan Leo masih sempat menyiapkan sarapan untuk mereka berdua.


walaupun ada Lilis juga Ratna sebagai pegawai rumahnya, tetapi Leo sama sekali tidak keberatan mengerjakan beberapa pekerjaan mereka. hanya saja kali Leo sedang kesal pasal janji istrinya semalam.


" ck, entar malem lo harus bayar tiga kali lipat "


setelah semuanya selesai merekapun bersiap dengan Leo yang mengantar Grace terlebih dulu ke kampusnya. kemampuan Leo dalam mengemudi juga kecepatan Grace dalam melahap makanannya, membuat mereka selamat dari kata terlambat.

__ADS_1


Setibanya di kampus, Leo hendak turun untuk membukakan pintu Grace, tetapi tertahan sebab di cekal oleh istrinya membuat Leo menaikan sebelas alisnya heran.


" kenapa? " tanyanya bingung.


" gak usah, biar gue turun sendiri. Lo gak usah turun.. " sahut Grace. wanita itu tentu tidak mau Leo keluar dengan penampilan seperti sekarang yang nantinya menjadi bahan cuci mata para mahasiswi. cukup Leo yang berperan sebagai mahasiswa saja untuk mereka tatap secara gratis, selebihnya Grace merasa tidak rela.


Leopun mengangguk pasrah, walaupun dirinya tak tahu mengapa Grace melarangnya keluar, dia hanya menurut saja.


dan kini bergantian, di saat Grace hendak membuka pintu, Leo dengan cepat menahannya.


" enak aja main cabut.. " ucapnya membuat Grace menyerit heran. kemudian Leo mengetuk bibirnya seraya tersenyum nakal. rupanya pria itu menginginkan amunisi energi sebelum mereka berpisah.


ketika Leo akan melancarkan aksinya, tiba-tiba Ia terhenti kala sebuah mobil melewati mobilnya. sejenak Leo menghela napas kemudian menoleh ke arah Grace yang tampak baik-baik saja.


" walaupun dia sahabat lo, tapi please kali ini dengerin gue Grace. lo gak usah nyiksa diri buat deketin dia lagi-"


" ya enggak lah.. menurut lo selama ini gue ngejar-ngejar si kermi gitu? " sela Grace sewot. Dia jelas mengelak tidak mau mengakui bahwa dirinya mengharapkan Silvie kembali. Grace tidak mau jika Leo terlalu memikirkan masalah dirinya dengan Silvie.


" lagian yah lo ngedadak bawel tau gak, gue lagi makan lo ngoceh aja.. lagi di jalan ngoceh lagi kek radio butut.. " lanjutnya masih sewot membuat Leo berdecak.


" ck, merembet kemana-mana.. "


" dah gue cabut dulu.. " sela Grace seraya meraih tangan Leo untuk diciumnya. segera Grace keluar sebelum mendengar kembali wejangan dari suaminya itu.


" yah wanita selalu benar.. " gumam Leo mengamati kepergian istrinya. lalu Ia kembali melajukan mobilnya keluar dari area kampus tersebut.


Ketika Grace berjalan menuju kelasnya, tiba-tiba Silvie datang dari arah belakang hendak mendahuluinya. namun entah setan apa yang merasuki wanita itu sehingga bisa berbuat kejam dengan menabrakkan bahunya ke punggung Grace, membuat ibu hamil itu terkejut reflek memegang perutnya yang terasa nyeri.


Megan yang kebetulan baru tiba di sana segera menghampiri kedua sahabatnya yang tengah saling menatap itu.


" Gila lo Sil.. " ucap Megan seraya menatap sahabatnya dengan wajah kesal.


Sementara Silvie malah terkekeh pelan sambil menunjuk keduanya dengan jari telunjuknya,


" kalian yang udah gila.. " ucapnya setengah berteriak, kemudian jarinya menunjuk tepat di depan wajah Grace.


" termasuk lo Grace, puas lo udah bikin hidup gue hancur.. " lanjut Silvie dengan sinisnya.


" gak usah berlagak jadi korban lo.. lo sendiri yang bikin hidup lo kayak gini.. " Megan menimpali dengan penuh emosi. bahkan wanita hamil itu tak segan mendorong bahu Silvie. katakanlah ini sebagai bentuknya melindungi Grace.


" gak..!!! ini semua gara-gara si Grace gue kehilangan semuanya.. " sahut Silvie tak terima.


Megan mengeraskan rahangnya dengan mata yang mulai memanas penuh emosi.

__ADS_1


" Me.. " Grace mencekal lengan Megan yang mengepal kuat itu.


" gak usah di ladenin anying.. gak guna tau gak.. " lanjut Grace seraya menatap Megan membuat sahabatnya itu mengangguk.


" lo bener Grace.. " sahut Megan menyunggingkan senyumannya. kemudian Dia menatap Silvie yang tengah meradang itu dengan tatapan sinisnya sebelum Ia mengajak Grace berjalan bersama meninggalkan Silvie.


" lo berdua bener-bener yah.. " umpat Silvie kala melihat kedua sahabatnya melenggang begitu saja.


" lo gak papa kan Grace..? " tanya Megan cemas. sementara Grace menanggapinya dengan gelengan kepala.


setelahnya tidak ada lagi percakapan di antara keduanya. walaupun begitu, baik Grace maupun Megan sama-sama mengkhawatirkan satu sama lain. sejujurnya keduanya sama-sama heran dengan sikap Silvie yang berubah drastis. dalam diamnya mereka juga menginginkan utuhnya kembali persahabatan yang sudah di bangun sejak dulu.


Ego dan gengsi yang memperburuk keadaan, terlebih dua diantara mereka tengah mengandung yang pastinya mengalami labilnya emosi.


Seperti biasa Exel sibuk dengan pekerjaan barunya selagi tidak ada jadwal kuliah. dan seperti biasa juga Ari akan datang ketika jam makan siang. sohibnya itu selalu datang dengan rantang yang di jinjingnya. padahal Exel sudah melarangnya, namun Ari tidak pernah mengindahkannya.


kini keduanya sudah duduk di cafe milik Leo. bahkan para pegawai di sana sudah memaklumi mereka yang makan dengan membawa bekal dari rumah.


" lo jangan kejongjonan El.. " ucap Ari seraya mengamati Exel yang tengah melahap makan siangnya.


Sementara Exel diam tak menanggapi membuat Ari menggeleng seraya menghela napas panjang.


" jangan kelamaan diemin bini lo, itu malah memperburuk keadaan. harusnya lo ngalah El, coba lo rangkul dia.. yang namanya cewek tuh maunya di bujuk.. " lanjut Ari terdengar lembut dan pelan.


kali ini Ari berperan sebagai penasihat untuk sohibnya. Dia terkesan dewasa, sementara Exel malah terlihat labil dengan pemikirannya.


" sekali lagi lo bahas masalah gue, ini terakhir lo nganterin makan siang buat gue.. " sahut Exel ketus.


" ck.. serah lo.. cuma lo harus mikirin orang lain yang jadi korban keegoisan lo berdua.. "


Lagi-lagi Exel terdiam merenung. bahkan selera makannya seketika hilang begitu saja. dan diamnya Exel membuat Ari seperti punya tenaga untuk kembali melanjutkan ceramahnya.


" jangan lo mikirin kita sama sahabat bini lo.. coba lo pikir perasaan orang yang penting di hidup lo.. emak lo El.. emak lo.. "


deg.. tiba-tiba Exel merasakan sesak di dadanya kala mendengar ucapan Ari barusan. sudah lama Exel tak mengetahui kabar ibunya. terakhir kali saat mengetahui sang ibu yang kehilangan napsu makannya akibat memikirkan Exel yang tak kunjung kembali.


" apa gue egois.. ah sial, lo emang brengsek El.. " gerutunya didalam hati.


Sampai sebuah mobil yang tak asing bagi Exel berhenti di area bengkel membuat atensi keduanya mengarah ke sana.


Seseorang turun dari mobil tersebut dengan membuka kacamata hitamnya. Dia mengembangkan senyumannya kala menangkap sosok Exel.


" ternyata kamu kerja disini El.. "

__ADS_1


__ADS_2