
" Sayang come on, bukan itu maksudnya.. " teriak Leo mengejar Grace yang langsung melengos pergi dari sana sambil menggendong si kecil Lucio.
Leo menghela napasnya kasar, Ia mengutuk kebodohannya yang kembali keceplosan karena terlalu terbuai dengan obrolan perantara itu. Dia tidak sengaja membawa kondisi Megan dalam obrolannya. padahal Dia sendiri yang mewanti-wanti kepada semua orang agar Grace jangan tahu dulu pasal kondisi sahabatnya, mengingat istrinya itu tidak boleh banyak pikiran.
" Mba tolong mandiin Cio.. mau saya ajak pergi.. " titah Grace yang kebetulan berpapasan dengan Ratna di dapur. dan tanpa memperdulikan Leo yang mendekat ke arahannya, Grace langsung merebut baby Gwen yang masih dalam gendongan suaminya itu.
" Gwen mandi sama mami yah.. " ucap Grace tersenyum hangat kepada baby Gwen, tidak untuk Leo. wanita itu menunjukkan sikap dinginnya terhadap suaminya karena di buat kecewa.
ini kali pertamanya Grace memandikan baby Gwen, membuat Leo setia mengamatinya, ah lebih tepatnya mengawasi karena khawatir istrinya itu ceroboh sebab nampak terburu-buru.
" Gwen mau ketemu sama temen baru hemm? " ucap Grace ketika tengah mendandani bayinya, tak lupa Ia memakaikan aksesoris yang di belinya kemarin.
Leo terus saja mengikuti setiap pergerakan Grace. baru saja Ia merasa ada kemajuan, tetapi langsung berantakan akibat ulahnya sendiri.
" Grace apa sebaiknya Gwen di rumah aja.. " ucap Leo pelan nan hati-hati.
sementara Grace sama sekali tidak menjawab, Dia malah meletakkan baby Gwen di tempat tidur dimana Leo duduk di tepiannya. secara tidak langsung Dia menitipkan baby Gwen kepada Leo.
" cantiknya mami tunggu di sini yah, mami mandi dulu bentar, gak lama ko.. " Grace segera bergegas menuju kamar mandi untuk membersihkan diri.
sekitar tiga menit kemudian, pintu kamar mandi terbuka membuat Leo terkesiap dan menatap heran ke arah sana. jika saja keadaan seperti biasa, sudah pasti Leo akan mengomeli Grace. dimana durasi istrinya itu yang katanya mandi, dirasa terlalu cepat. memang sudah biasa jika durasi mandi istrinya itu terbilang cepat jika dibandingkan dengan wanita-wanita pada umumnya, bahkan dengan Leo sendiripun Grace kalah selangkah dalam urusan membersihkan diri. sepertinya Grace hanya membersihkan sisa percintaan semalam, pikirnya. ck..
" Gwen juga aman kali sama papinya.. " celetuk Leo sedikit sarkastik. Pria itu berpikir jika terburu-burunya Grace karena tidak percaya dengan dirinya dalam menjaga baby Gwen.
Grace sama sekali tidak menyahuti, bahkan wanita itu tampak cuek mengenakan pakaiannya di hadapan Leo sehingga suaminya itu bisa melihat jelas jejak kepemilikannya di sekujur tubuh polos itu. padahal dikamar itu tersedia walk-in closet, namun Grace lebih memilih mengenakan pakaiannya di area tidur, sama seperti Leo juga.
setelah selesai mengenakan pakaiannya, lantas Grace segera mendekat kearah baby Gwen dan hendak merebut kembali bayinya itu yang tengah berada di gendongan Leo.
sementara Leo menggeleng ketika melihat penampilan Grace, dimana istrinya itu mengenakan kaos polos di lengkapi jaket berbahan jeans, setelan khas Grace ketika hendak mengendarai motor sportnya.
" jangan pake baju gituan dulu napa, coba yang bahannya lebih soft dikit.. " mode cerewet Leo on jika menyangkut kenyamanan anaknya. bukan Leo tidak suka dengan penampilan Grace, apalagi sekarang badan wanita itu kembali ramping dengan mudahnya. hanya saja ini perihal kenyamanan bayinya jika nanti di gendong Grace.
sementara Grace memajukan bibirnya sebal kala Leo menegur penampilannya, menurutnya paling tidak suaminya itu menegur atau mengingatkannya ketika Ia memulai mengenakan pakaiannya, bukan sudah selesai seperti ini.
__ADS_1
tapi pada akhirnya Grace menurut juga. wanita itu segera mengganti pakaiannya sesuai saran Leo. kini Ia mengenakan dress di bawah lutut yang berbahan kain lembut dan tentunya ramah untuk bayinya.
Leo menggeleng terkekeh melihat Grace mati-matian tidak meminta bantuannya. dimana istrinya itu tampak kesulitan mengaitkan kancing belakang. kemudian Dia meletakkan bayinya di tempat tidur dan menghampiri istrinya.
" seganas-ganasnya gue gigit bibir lo, perasaan gak pernah bikin lo sariawan.." sarkas Leo mengingat istrinya itu sulit sekali berbicara dengannya. kemudian Leo membantu mengaitkan kancing tersebut dengan menyingkapkan rambut panjang Grace terlebih dulu.
" bukan gue gak bolehin lo make baju begituan, tapi paling gak lo harus tau sikonnya, misalnya ngampus baru boleh.. " Leo mengerti akan Grace yang pasti sudah sangat merindukan penampilan sebelum istrinya itu hamil.
" ini juga rambut ujungnya lumayan tajem, kalo kena matanya Gwen gimana.. " omel Leo kembali. Pria itu meraih sisir dan mengingatkan rambut Grace yang kini tengah berdiri di depan cermin.
sementara Grace tidak protes sama sekali, Dia malah mengamati perlakuan Leo dengan rambutnya dari pantulan cermin. suaminya itu nampak mencium berulang kali rambutnya, dan Grace sama sekali tidak keberatan.
tetapi ada satu hal yang membuat Grace merasa tak nyaman, yakni beberapa jejak kepemilikan di lehernya jadi kelihatan. lantas Gracepun segera mengambil foundation untuk menyamarkan jejak tersebut. sialnya barang itu sudah habis membuat Grace mendengus kesal.
Leo terkekeh melihat itu, seolah mengerti apa yang dipikirkan Grace, " udah biarin aja, lo malah keliatan tambah seksi, mau gue tambahin hemm? " Leo sudah gila, Dia benar-benar melakukannya di lahan yang masih kosong hingga jejaknya itu terlihat lebih segar kontras dengan jejak-jejak semalam yang sebagian hampir pudar.
sementara Grace membola, dia benar-benar kesal sekaligus heran dengan sikap Leo kali ini. biasanya suaminya itu tidak suka jika lehernya di lihat dan dinikmati orang lain. apalagi ini dipenuhi jejak.
Leo terkekeh santai, tentu saja dia tidak masalah kali ini, toh yang akan di temuinya juga sahabatnya. malah Leo sengaja hendak pamer kepada mereka.
.
.
.
keduanya kini sudah dalam perjalanan menuju rumah Ari dan Megan. dimana Grace memangku baby Gwen, sementara si kecil Lucio berada di pangkuan Leo yang tengah mengemudi. ini kali pertamanya mereka melakukan perjalanan dengan formasi lengkap, bahkan tanpa di temani Ratna pengasuh anak-anaknya.
" biar lo gak molor.." itulah alasan Leo mengapa tidak mengajak Ratna.
Leo kini akan mengikuti permainan yang diciptakan Grace yang entah apa masalah istrinya itu selalu mendiamkannya. Dia hanya mengambil sisi baiknya, ah lebih tepatnya keuntungan, dimana Grace yang tidak pernah protes alias selalu menurut apa yang diucapkannya. misalnya tadi menyuruh Grace yang nampak tak sabaran supaya sarapan dulu. atau keuntungan yang lainnya, yang semalam.. ehem..
.
__ADS_1
.
" waw.. amazing Grace.. " Ari, Pria itu di buat terkejut membelalakkan matanya melihat sosok Grace yang sudah berdiri di depan pintu ketika Ia hendak berangkat ke kedainya.
" ck, biasa aja keless, lo kayak liat setan aja.. " protes Grace sebal. " katanya si Megan sakit, ko lo tinggalin sih, anak bini lo siapa yang jagain..? "
sontak Ari langsung tersenyum kikuk dan saling adu tatap dengan Leo yang kini berdiri di belakang Grace. Ari seolah meminta bantuan Leo agar terselamatkan dari omelan wanita di hadapannya.
beruntung, si kecil Lucio mengasongkan tangannya ke arah Ari sambil berceloteh meminta Pria itu menggendongnya. Ari sedikit merasa lega karena si kecil sudah menyelamatkannya.
" yah Grace, kalo gue gak jualan. siapa yang ngempanin anak bini gue? " ucap Ari sok melas sambil melotot ke arah Leo. Dia kesal dengan sohibnya itu yang tidak mengabarinya dulu.
" gak usah sok miskin anying.. " sahut Grace melengos ke dalam karena Ari tak kunjung mempersilahkan masuk.
" busset dah, bini lo ramah banget Le.. " bisik Ari pada Leo, sementara sohibnya itu mengangkat bahunya acuh dan ikut nyelonong masuk juga membuat Ari menggeleng berdecak kesal.
" Cio jangan ikut sableng juga yah.. " celetuk Ari sambil mengusap kepala Lucio.
sebelum memasuki kamar Megan, Grace mengasongkan baby Gwen ke tangan Leo lebih dulu.
" Me.. Megan.. " teriak Grace. wanita itu seperti lupa jika Megan sudah memiliki bayi saking semangatnya bertemu sahabatnya.
" Grace.. " lirih Megan yang sedang berbaring di ranjang bersama bayinya nampak terlelap di sampingnya.
Grace tersenyum haru dan langsung memeluk Megan dengan erat. kemudian Dia melirik bayi di samping sahabatnya.
" ya ampun ganteng banget.. "
" siapa dulu dong yang ngadonin.. " celetuk Ari menepuk dada bangga, tapi Grace malah berlagak ingin muntah. wanita itu juga merasa kecewa juga kesal kenapa Ari bisa tega meninggalkan anak istrinya di rumah.
" katanya lo sakit Me..? sakit apaan? " tanya Grace tanpa mempedulikan Ari.
" asam lambung.. nyolong-nyolong makan nangka dia.. " sahut seseorang diambang pintu membuat Grace menoleh ke arah sana.
__ADS_1
deg..
.