Malu Malu Kucing

Malu Malu Kucing
part 13


__ADS_3

Hari silih berganti, yang dinanti tak kunjung kembali.


Hendri dan Deti tak menampakkan diri, mereka sengaja memberi ruang terhadap anak dan menantunya untuk lebih menjaga satu sama lain, dan biarkan cinta mengalir dengan sendirinya.


Waktu berlibur sekolah telah usai, tahun ajaran baru, semangat baru terlebih untuk siswa menanti siswi angkatan baru atau lebih tepatnya mencari gebetan baru.


Berbeda dengan Grace yang kurang bersemangat karena harus satu sekolah dengan suami yang menyebalkan yaitu Leo.


pagi-pagi sekali Grace berangkat sekolah ,


"Loh Non.. Gak bareng Den Leo..? "


Tanya supir pribadi Leo yang tengah mengelap mobilnya.


" Hee.. Ngga Pak saya mau bawa motor aja, udah lama gak bawa motor "


Jawab Grace ngeles mencari alasan.


Grace telah sampai disekolah,  masuk ke kelasnya , duduk melamun pikirannya kacau.


"Grace.. Pagi-pagi udah ngelamun aja lo.. "


Tanya Megan yang baru sampai.


"Hmm gue kangen nyokap Me.. " Jawab Grace lemas.


"Guys guys .. Kalian tau 5ga ada murid baru seangkatan sama kita, tiga cowok tampan.. "


Ucap Silvie heboh sambil mengatur napasnya.


"Bukannya satu ya..? " Grace keceplosan.


"Lo tau Gak Grace salah satunya itu babang tampan.. Aaa.."


Ucap Silvie penuh semangat.


"Iya gue tau, tapi gue gak peduli. " Jawab Grace acuh.


"Yah, tapi sayang mereka di IPA dua, ke enakan tuh si Linda dikelasnya ada cogan.. " timpal Silvie cemberut.


" Gak bisa di biarin.. " Grace menggepalkan tangannya.


"Apanya yang gak bisa dibiarin Grace? "


Kini Megan yang bertanya.


"Eh gapapa.. Udah yu ke lapangan.."


Ajak Grace pada kedua sahabatnya yang kebingungan.


Upacara segara dimulai, riuh suara para murid tatkala melihat kehadiran Leo Cs berjalan dengan gaya yang cool slow motion membuat para Sisiwi bersorak terpesona dengan ketiganya.


Grace cs pun tak kalah mempesona, semua terkagum-kagum, bahkan siswa angkatan barupun pada terpana dengan kecantikan Grace cs, siswi angkatan barupun tidak ada apa-apanya .


Upacara di mulai, Grace melirik Leo dari kejauhan, begitupun Leo curi-curi pandang terhadapnya.


namun bukan Grace saja yang salah tingkah, tetapi semua siswi yang berada di dekat Grace juga merasa salah tingkah.


__


Upacara telah selesai, semua murid memasuki kelasnya masing-masing.


Di kelas IPA satu, Bu Susi Guru mata pelajaran Kimia terkenal sebagai guru Kiler, baru mendengar suara ketukan sepatunya saja semua murid sudah berkeringat dingin, tak terkecuali dengan Grace Cs meskipun nilainya di atas rata-rata tetap saja merasa pelajaran Bu Susi Horor.


"Gila baru hari pertama masuk aja udah ngasih tugas numpuk begini..


mana besok harus dikumpulin lagi. "


Kesal Silvie ketika pelajaran Kimia sudah selesai dan berganti mata pelajaran sampai bel waktu istirahat berbunyi.


***


Kriiiing suara bel .


"Guys Kantin yuk.. " Ajak Silvie pada kedua sahabatnya.


"Ayo Grace.. " Ajak Megan


"Kalian duluan aja, tar gue nyusul.. " Jawab Grace melas.


" Lah Lo mau kemana Grace.. ?


Tanya Megan melihat Grace beranjak.


" Gue buang oli dulu..!!!"


Teriak Grace meninggalkan kedua sahabatnya.


"Gitu tuh.. Kalo jiwa otomotifnya kumat, buang air dikata buang Oli.. "


Ucap Silvie cekikikan.


Selepas dari toilet Grace mengedarkan pandangannya mencari seseorang,  tak lama Ia melihat Leo tengah berjalan sendirian menuju toilet.


"Woy.. Shuit shuit.. "


Panggil Grace songong ke arah Leo,


namun Leo tak menoleh sama sekali, bukan berarti Leo tak mendengarnya, Leo pikir ini panggilan kesekian kalinya dari para siswi yang sedari tadi menggodanya.


Leopun masuk ke salah satu bilik toilet,  Grace mengikutinya dan menunggu di depan toilet, untungnya tidak ada orang sama sekali.


Selepas urusannya di toilet, Leo keluar namun langkahnya terhenti oleh Grace yang menghalangi jalannya.


"Minggir.. !"

__ADS_1


Leo bergeser ke kiri, Grace tak mau kalah menghalanginya begitupun saat Leo bergeser ke kanan.


"Minggir.. ! " ucap Leo mulai kesal


"Gak mau.. " Grace tidak mau kalah.


Leo menghela napasnya


"Mau Lo apa..? "


Tanyanya mencoba menahan kesabarannya.


"Gue mau makan.. Bagi duit dong, duit gue abis hee bokap gue ga ngirim-ngirim"


Jawab Grace cengengesan.


"Kenapa gak lewat pesan aja, ngapain nyamperin Gue..? "


Tanya Leo sok kesal, padahal sangat senang dengan kehadiran Grace. Leo juga tahu diri sekarang Grace merupakan tanggungjawabnya.


"Gue gak punya nomor lo.. " timpal Grace santai.


"Sini Hape Lo.. " Leo menengadahkan tangannya


Gracepun memberikan ponselnya pada Leo.


Leo mengetikkan nomornya di ponsel Grace dan menekan tombol panggilan sampai Ponselnya bergetar.


"Tuh nomer gue, jangan kasih orang lain" Ucap Leo datar


"Ih pede banget lo.. "


Sebenarnya Grace juga tidak rela memberikan nomor Leo pada oranglain.


"Ehmm duitnya.. ? "


Grace menengadahkan tangannya bak anak kecil meminta uang jajan.


Leopun memberikan selembar uang biru pada Grace.


Grace mendengus kesal


" Hah.. Segini mana cukup..? " ucap Grace cemberut,


"Gak mau..? Yaudah sini.. " timpal Leo santai, senang sekali bikin Grace kesal.


Gracepun terpaksa menerimanya dan berlalu meninggalkan Leo dengan menghentakkan kakinya seperti anak kecil.


Leo hanya menggelengkan kepala dan tersenyum melihat kelakuan Grace bak anak kecil yang menggemaskan.


Grace terkejut saat keluar ada kedua sohib Leo, namun dirinya berlalu begitu saja.


"Itu bukan anak kelas sepuluh kan yang bisa nyasar ke toilet..? "


Tanya Ari heran saat Leo menghampirinya.


"Tapi tuh cewek oke juga.. iya gak Bro.. ?" Ucap Ari cengengesan.


"Yoi Ri.. " Exel Menjawab semangat.


"Kuy siapa cepat dia dapat..! "


Ucap Ari kembali penuh semangat diacungi jempol oleh Exel tanda setuju.


" Udah yuk ke kantin.. " Ajak Leo mengalihkan, namun percayalah Leo sangat ingin menghajar kedua sohibnya saat itu juga.


___


"Lama banget lo buang Oli.. Berapa Leter? "


Silvie bertanya sambil cekikikan.


"Gue abis minta duit.. " Grace keceplosan.


"Minta duit sama siapa..? "


Tanya Megan penasaran.


"Itu si Leo anak baru.. "


Lagi-lagi Grace keceplosan.


"Hah.. Lo udah tau namanya Grace? And.. Sejak kapan lo jadi kang palak.. "


Tanya Silvie ikut heran.


Gracepun kembali salah tingkah


"Sejak.. "


"Misi neng..ini makanannya.. "


pedagang menyodorkan sepiring makannya kemudian pergi.


"Lo berdua yang pesen? "


Tanya Grace pada kedua sahabatnya.


"Nggak.. Gue gak tau lo mau makan apaan.. Si Megan juga gak pesen. "


Silvie menjawab sambil mengunyah makanannya.


"Fans lo kali Grace.. "


Timpal Megan santai.

__ADS_1


ting, pesan masuk di ponsel Grace.


"Dimakan makanannya..Lo resse kalo lagi laper.. "


Grace mengedarkan pandangannya, Ia mendapati Leo di sudut kantin yang tengah dikerubuti siswi-siswi yang ingin mengajaknya berkenalan.


Grace menghela napas kasar mungkin merasa cemburu.


"Thanks hubby.. 😛 "


Di kejauhan Leo tersenyum merekah membaca pesan balasan dari Grace terlebih melihat Grace memakan makanannya dengan lahap. Sama halnya Grace juga merasa bahagia dengan tindakan Leo terhadapnya.


"Grace ngapain lo senyum-senyum..? "


Tanya Megan keheranan.


"Gapapa.. Makannya enak"


Jawab Grace sok acuh.


"Guys tau gak.. Ternyata bokapnya babang tampan pemilik yayasan, dia juga siswa paling berprestasi di sekolahnya dulu.. Amazing"


Ucap Silvie bangga memuji Leo.


"Be aja.. "


Grace acuh.


"Hati-hati lo Grace.. "


Ucap Megan menggoda.


"Idih.. Mana mungkin gue suka sama cowok rese kaya dia"


timpal Grace kepedean.


"Ko elo nyambung kesitu sih.. Maksud gue hati-hati entar peringkat Lo kegeser.. "


Jelas Megan membuat Grace seketika kikuk tak berkutik.


"Udah yuk cabut gue kenyang nih.. "


Grace mengalihkan pembicaraan.


Dasar Grace bodohnya nampak kalau membahas tentang Leo.


***


Hari berganti malam, Dua insan tengah sibuk belajar dan mengerjakan tugas sekolahnya.


Leo mengerjakan tugas sekolahnya di meja belajar, sedangkan Grace mengerjakan di sofa sudut kamar dengan posisi tengkurap kaki terangkat goyang-goyang, tak lupa headset melekat di kupingnya dan mulutnya tak henti bersenandung ria.


"Awh.. "


Grace mengusap kepalanya setelah mendapatkan lemparan penghapus dari Leo.


" Berisik Lo.. "


Kesal Leo sedari tadi memanggil Grace tak di hiraukan.


Gracepum melepaskan headsetnnya


"Suka-suka gue.. " Umpatnya seraya melempar bantal sofa ke arah Leo, lalu keluar kamar meninggalkannya.


"Kemana tuh anak.. Ngambek.. "


Gumam Leo mengulum senyuman.


Tak lama Grace masuk lagi membawa nampan berisi minuman dan cemilan.


"Ehm.. le.. Lo aus gak..? "Ucap Grace tak seperti biasa lebih tepatnya ada maunya, Iapun menaruh isi nampan dihadapan Leo.


Leo menatapnya heran, Grace memang mudah berubah mood pikirnya tapi kali ini Ia merasa curiga dengan tingkah Grace.


"Ehm Le.. Tolong kerjain yang ini dong gue kurang mudeng.."


benar saja, Grace menyodorkan tugas dari Bu Susi.


"Dasar males, kerjain sendiri..! " timpal Leo dengan nada mengejek.


"Dih.. Mentang-mentang banyak yang tergila-gila. . Cogan, pinter, tajir... "


Grace nyerocos tanpa jeda


"Merembet mulu lo.. Maksud gue, lo kerjain sendiri, kalo gak ngerti baru gue bantu jelasin caranya.. "


Jelas Leo dengan kesabarannya.


"Ehm.. Kak Leo.. Aku boleh tanya gak..? Ini caranya gimana ka Leo yang Ganteng? "


Grace dengan gaya adik kelas yang tadi siang dikantin.


"Tar dulu, gue belum kelar.."


Jawab Leo acuh, padahal sungguh Ia tak tahan dengan tingkah Grace.


"Nyebelin.. Mentang-mentang Followers IG lo tambah banyak.. "


Lagi-lagi Grace meracau kemana-mana, sementara Leo hanya menggelengkan kepala melihat Grace merajuk kini membawa bantal dan guling ke sofa dan menghempaskan tubuhnya.


Setelah selesai dengan urusannya, Leo menghampiri Grace yang tengah terlelap, Iapun membereskan peralatan sekolah Grace yang berantakan.


Kemudian Leo menggendong Grace dan memindahkannya ke tempat tidur, membaringkannya dengan perlahan, Grace hanya menggeliat  masih terlelap.


Leo mengusap rambut Grace, memandangi wajah istrinya yang terlelap dengan damai.

__ADS_1


Cup.


Satu kecupan mendarat di kening Grace,  Leopun ikut berbaring di sampingnya  sampai terlelap.


__ADS_2