
Hari ini harinya Grace.
Leo sudah meluangkan waktunya untuk mengurusi masalah Grace yang memang merupakan tanggungjawab dia sebagai seorang suami.
Setelah semua urusan mereka selesai, keduanyapun memutuskan untuk pulang.
Tatapan kagum sekaligus iri dari beberapa penghuni kampus mengiringi langkah keduanya.
Penampilan mereka jelas sangat berbeda, dimana Leo yang berpenampilan formal nan berwibawa sedangkan Grace terkesan urakan dengan pakaian khasnya.
dan itu membuat para penghuni kampus yang sedari tadi beratensi pada keduanya semakin minat dan antusias menjadikan Leo dan Grace sebagai topik perbincangan.
*Definisi King and Queen beda vibes..
Vibes CEO sama Ketua Geng Motor*.
Grace nampak tak nyaman melangkah bersama Leo disampingnya menuju parkiran. Ia sadar akan penampilannya yang kontras dengan Leo.
sementara Leo terlihat cuek merangkul pinggang Grace, membuat wanita itu gugup terus menunduk, terlebih kamera ponsel dari beberapa penggemar baru mereka terus menyorotnya.
" are you okay..? " tanya Leo dengan suara yang pelan.
Grace mengangguk cepat kemudian mendongak seraya tersenyum seperlunya.
" insecure gue.. " batinnya.
Leo terlihat sedang berpikir, " gimana kalo kita mampir dulu ke kedai si Ari..? "
Lagi, Grace menanggapi dengan anggukan. dan itu membuat Leo menyerit heran dengan sikap istrinya. apakah ada yang salah dengan dirinya?
Grace merogoh kunci motor dari saku jaketnya, kemudian menyodorkannya pada Leo. namun Leo menggeleng menolak.
mengerutkan keningnya bingung, " kenapa..? katanya mau mampir ke kedai.. assisten lo juga udah cabut duluan kan.. " akhirnya Grace pun mengeluarkan suaranya.
" Lo yang bawa.. " jawab Leo singkat.
Grace melebarkan matanya, pria di hadapannya sekarang terlihat angkuh sesuai dengan penampilannya.
" nyebelin.. tadi apaan birtingging jiwib intik istrinyi, prett.. "
" hmm.. anggep aja ini upah gue barusan.. " sahut Leo santai membuat Grace semakin berdecak kesal. Leo benar-benar menyebalkan.
" Ck.. jadi lo gak ihklas nih, jaim banget lo soksoan tanggungjawab buat istrinya.. " ucap Grace sewot.
Sementara Leo tak menanggapi sama sekali, dan dengan santai dirinya mengenakan helm dan sudah mendahului duduk di jok belakang.
Grace mendengus kesal melihat tingkah suaminya yang kembali kumat itu,
" oke fine..!!! gue jadi kang ojek buat Tuan Muda Leonard.. " ucapnya seraya menghidupkan mesin motornya.
Leo menahan tawanya melihat raut wajah Grace yang jengkel dengan dirinya. dia suka sekali membuat Grace kesal yang pasti terlihat menggemaskan baginya.
Sementara mereka yang sedari tadi menonton pasangan tersebut hanya bisa menggigit jari teriak histeris melihat keduanya berboncengan.
" bisa mati muda gue liat keuwuan mereka.. "
" Ya Tuhan.. sisain satu aja cowok kek Leonard.. "
...--------------...
Sementara di tempat lain. Lolita yang sudah sadar, kini dirinya tengah berbaring seraya menyaksikan tayangan yang berlangsung di kampusnya.
Gadis itu tersenyum kala melihat cuplikan adegan romantis Leo dan Grace di sana. ada perasaan lega di dadanya, tetapi perasaan bersalah terhadap mereka masih mendominasi pikirannya.
Lolita merasa aksi nekatnya yang pasang badan untuk Grace belum sepadan dengan sikap jahatnya selama ini. terlebih tidak ada nama dirinya di sebut di sana, padahal sudah jelas Ia terlibat di dalamnya.
" gue gak pantes dapet maaf dari mereka.. " gumamnya begitu lirih.
" kata siapa? "
__ADS_1
deg.. gadis itu terkesiap kala mendengar suara bariton dari arah pintu.
" pak Wilson.. " Lolita menelan ludahnya susah dan langsung menunduk saat Wilson berjalan mendekatinya.
" sebelum kau meminta maaf, mereka sudah memaafkanmu lebih dulu.. " ucap Wilson yang kini sudah berdiri di samping ranjang gadis itu.
" keliatannya saja urakan, tapi sebenarnya mereka selalu lapang dada.. so jangan terlalu cepat menilai orang.. "
Gadis itu mengangguk paham dengan ucapan Wilson yang memang benar adanya.
" gimana..? sudah mendingan..? "
glek.. Lagi-lagi Lolita susah menelan ludahnya, napasnya terasa sesak. dia tidak berani mendongak ke arah pria yang sudah duduk di ranjangnya itu.
" terimakasih.. " ucapnya pelan. hanya itu kata yang mampu keluar dari mulutnya. Lolita terlalu canggung dengan idola para mahasiswi di kampusnya.
Wilson mengangguk. tatapannya tak lepas dari gadis yang menunduk itu. gadis yang selalu berpenampilan sederhana dan polos namun tidak mengurangi kecantikannya.
" untuk sementara, kau harus tinggal disini sampai benar-benar sembuh.. "
deg.. tinggal disini? gadis itu teringat sesuatu.
Lolita mendongak dan melihat Wilson yang sedang menatapnya. sontak Lolitapun langsung mengalihkan pandangannya.
sementara Wilson masih setia mengamatinya seraya menyunggingkan senyuman. dia merasa senang melihat gadis dihadapannya itu salah tingkah.
" saya harus pulang pak.. Nenek sama adik saya pasti mencemaskan saya.. "
glek.. Lolita tercekat kala tangan dingin Wilson meraih tangannya dengan lembut.
" mereka sedang dalam perjalanan kesini.. " ucap Wilson yang tak lepas menatap Lolita. Dia sengaja membuat Lolita gugup salah tingkah.
Lolita di buat terbelalak mendengar ucapan Wilson barusan. Dia semakin gusar memikirkan orang yang disayanginya jika tahu kondisinya saat ini.
Melihat kegundahan pada gadis itu, lantas Wilson pun mengusap lembut tangan yang digenggamnya. Ia sendiri tidak mengerti mengapa bisa seberani ini menyentuh tangan wanita, pasalnya selama ini dirinya selalu bersikap dingin dengan lawan jenisnya. tapi gadis dihadapannya seolah mengubah dirinya begitu cepat.
" jangan khawatir.. semua akan baik-baik saja.. "
" saya sudah tidak punya siapapun selain mereka.. " Lolita langsung menutup mulutnya rapat. bisa-bisanya dia mengucapkan itu tanpa aba-aba.
" setelah ini kau akan mempunyai yang lainnya.. " sahut Wilson santai seraya setia menggenggam tangan Lolita yang semakin gugup dibuatnya.
Lolita menoleh sejenak ke arah Wilson seraya mengerutkan kening tak paham.
" ada seseorang yang akan bertanggung jawab denganmu juga keluargamu.. sebagai pendamping hidup juga pelindungmu.. "
Lolita semakin di buat bingung dengan ucapan Wilson, otaknya terlalu lelah jika harus menelaahnya. terlebih pria itu semakin erat menggenggam tangannya membuat Lolita semakin gugup.
Wilson menghela napas panjang, " dan orang itu adalah saya.. " dia menoleh kembali menatap manik mata Lolita yang kini melebar sempurna.
" saya akan nikahi kamu.. "
glek.. Lolita hampir tak sadarkan diri kala mendengar ucapan Wilson barusan.
Gadis itu terkekeh pelan. bisa-bisanya Wilson mengatakan itu, seolah dirinya dalam kondisi terdesak membutuhkan pertanggungjawaban dari seorang pria.
" bapak bercanda atau iba sama saya..? " tanyanya seraya terkekeh. Lolita nampak memukul kepalanya, apakah dirinya sedang berhalusinasi? lantas Iapun berusaha mengenyahkan pikiran bodohnya.
" Saya serius mau nikahi kamu, saya akan minta sama keluargamu setibanya disini.. "
sahut Wilson dingin dan langsung melepaskan genggamannya seraya memalingkan wajahnya. Sial.. senyuman gadis itu membuat Wilson merasa salah tingkah.
tanpa keduanya sadari, seulas senyuman terpatri dari seseorang yang sedari tadi berdiri di ambang pintu memperhatikan interaksi mereka.
.
.
.
__ADS_1
.
.
.
...********...
Grace dan Leo sudah tiba di kedai milik Ari. beberapa menu makanan tersaji dan memenuhi meja keduanya.
Leo juga Ari di buat bergidik menelan ludah kasar kala melihat Grace makan dengan rakusnya.
" anjir udah kayak seleb mukbang aja lo Grace.. " celetuk Megan turut mendudukkan diri di sana.
" hmm.. kenyang kenyangin dah mumpung di bayarin bos.. " sahut Grace seraya melirik Leo yang setia memperhatikannya.
Leo yang tadinya merasa lapar, seketika langsung kenyang kala melihat Grace nyerocos dengan mulut yang dipenuhi makanannya.
" kunyah yang bener Grace, baru masuk udah di telen aja.. " tegur Leo seraya menggeleng.
Sementara Grace nampak cuek tak mengindahkan ucapan suaminya. Dia semakin lahap dan rakus memasukkan satu-persatu menu kedalam mulutnya.
pikiran tentang kedua orangtua juga mertuanya yang sudah pasti mengetahui masalahnya membuat Grace mengalihkannya pada makanan.
Grace sendiri tidak mengerti mengapa dirinya akhir-akhir ini memiliki mental yang lemah dan nyalinya semakin menciut.
" Grace.. " panggil Megan seraya menepuk tangan Grace yang tiba-tiba memandang lantai dengan tatapan kosong.
seketika Grace langsung terkesiap " eh iya, kenapa? "
" gue mau cerita, tapi ngeliat lo ngelamun kayak banyak pikiran gak jadi deh.. takutnya nambahin pikiran lo.. "
Grace memajukan bibirnya kesal, " anying.. lo bikin gue penasaran malah nambahin pikiran gue bego.. " sahutnya ketus seraya menoyor kepala Megan dengan gemas.
Sementara Ari dan Leo terkekeh melihat tingkah istri mereka.
Grace berdiri lalu mengguncang tubuh Megan " buruan apaan..? jangan bikin gue penasaran.. " ucapnya sewot membuat Megan terkekeh senang sekali membuat sahabatnya kesal karena penasaran.
Grace menghela napas kasar seraya mendudukkan kembali badannya. entah mengapa jiwa penasarannya semakin memuncak. Dia memandang Megan yang masih terkekeh itu dengan tatapannya yang tak ramah. Sahabatnya itu sangat menyebalkan.
Megan menghentikan tawanya, " oke oke gue cerita.. sabar dong.. "
Sementara Grace memutar matanya jengah. Dia nampak sudah tak minat dengan apa yang ingin diucapkan Megan. wanita itu memilih kembali melanjutkan makannya dengan rakus.
" gue hamil.. "
buarrr.. tiba-tiba Grace menyemburkan makanan yang sedang di kunyahnya. Dia melotot mendengar ucapan Megan barusan, bahkan Leo yang menyodorkan minum pun tak disadarinya.
Megan menelan ludahnya susah kala melihat ekspresi wanita dihadapannya saat ini,
" iya tau, gue latah pas denger si kermi hamil jadinya gue iseng cek juga.. "
Megan mengerutkan keningnya melihat Grace yang masih setia dengan ekspresi terkejutnya.
Megan membasahi bibirnya merasa tidak tepat waktu untuk bercerita pada wanita yang baru saja mendapat masalah itu,
" sorry kalo waktunya gak tepat.. bukannya kabar baik harus segera di sampein yah.."
Grace menggeleng seraya mengerjapkan matanya berulang kali. mendengar kata latah dari Megan, membuat Grace teringat sesuatu yang selalu di abaikannya selama ini.
Ya, Grace teringat dirinya belum mendapatkan tamu bulanannya juga sampai sekarang. dan dia tidak pernah mengenal alat pencegahan kehamilan selama berhubungan dengan suaminya.
" Cio mau punya adek.. " ucapnya lirih seraya menunduk.
Megan menaikan alisnya bingung, kemudian dia mengangguk paham.
" yah.. Cio bakalan punya adek dua sekaligus.. " sahutnya antusias di angguki setuju oleh Leo dan Ari.
Grace kembali menggeleng dengan cepat,
__ADS_1
" tiga anjirr.. gue baru ngeh kalo telat dapet, apa gue hamil juga.. "
" hahhh..!!! "