Malu Malu Kucing

Malu Malu Kucing
part 84


__ADS_3

" masuk.. "


titah Leo menahan kesal, sedangkan Grace terkekeh melihat raut wajah suaminya.


ceklek..


pintu ruangan tersebut terbuka dan menampakkan seseorang yang sangat ingin di ketahui oleh Grace,


membungkuk hormat, pria bersetelan rapih tersenyum ramah,


" klien sudah menunggu di ruang rapat tuan.. "


" hmm, saya segera kesana.. " sahut Leo kembali ke mode datarnya.


" baik Tuan, saya permisi.. " pria tersebut membungkuk lalu meninggalkan ruangan tersebut.


selepas kepergian pria tersebut, lantas Leopun beralih memandangi Grace kembali,


" kenapa mukanya cemberut..? " tanyanya pada Grace.


" lo ko gak bilang kalo sekertaris baru lo cowok..? " tanya Grace kesal, malunya bukan main, sebab dirinya sempat berpikir yang tidak tidak.


Leo terkekeh mengacak gemas rambut Grace dan beralih mengecup keningnya.


" gue meeting dulu bentar.. semangatin dong.. " bisiknya seraya menoel dagu Grace.


Leo tau saat ini Grace tengah malu setelah mengetahui siapa sekertaris barunya, maka dari itu Ia lebih memilih mengalihkan lebih tepatnya Ia sedang malas meladeni ocehan Grace sebab dirasa waktu untuk rapat sudah mepet.


cup.. sebuah ciuman mendarat di pipi Leo membuatnya terbelalak.


" semangat papi.. " bisik Grace sengaja dengan nada menggoda membuat Leo semakin gemas terhadapnya.


jika saja tidak di kejar waktu juga Grace tidak berhalangan, sudah dipastikan saat ini juga Leo sudah menerkam Grace tanpa ampun.


...*******...


sementara di tempat lain, Exel saat ini sedang menemui Wilson di kampus untuk menanyakan perihal masalah Grace yang keracunan kemarin.


bukan tanpa alasan Exel maju selangkah dari pada Leo, sebab selain rasa solidaritas tinggi, Exel juga merasa turut terlibat dalam masalah yang belum terpecah ini.


Exel juga tidak ingin melibatkan atau sekedar bertanya pada istrinya yang nantinya akan menjadi heboh. baru saja di kasih tahu jika pemilik kampus adalah Sohibnya, Silvie sudah heboh gatal sekali ingin membagikannya di media sosial, begitupun dengan sosok Wilson yang ternyata merupakan sepupu dari Leo, membuat Silvie nyaris pingsan.


" kalo menurut gue sih yang iri banyak, entah itu iri kalo tuh anak deket sama gue atau si anak sialan itu.. " ujar Wilson menjawab pertanyaan Exel mengenai orang yang membenci Grace.


" hmm.. itu udah biasa buat si Grace.. " sahut Exel nampak berpikir, jika yang merasa kagum sudah pasti banyak, sedangkan yang iri atau tidak suka, selama ini jarang, jika pun ada hanya satu dua itupun terang-terangan menyuruh Grace menjauhi Leo maupun Wilson.


" kok lo peduli banget sama tuh anak.. apa jangan jangan.. "


Wilson langsung bungkam saat Exel menatapnya tajam seraya berdecak,


" ngaco lo.. selain dia sahabat bini gue, dia udah gue anggap kayak adek gue sendiri.. yang ada lo kali bang.. " sahut Exel sewot.


" kok lo tau El..? " goda Wilson sukses membuat Exel berdecak kesal.


" jangan gila lo.. lo belum tau sepak terjang si Grace.. dan gue gak bakalan biarin lo buat nikung sodara lo sendiri.." sahut Exel kesal tak segan mencengkram kerah Wilson, sementara Wilson malah terkekeh.


" sesayang itu lo sama adek El.. " sahutnya di susul gelak tawa.


" gue bercanda kali.. bisa di bunuh gue sama tuh anak sialan.. " lanjutnya bergidik membayangkan Leo yang tak kalah seram dari Exel jika sedang marah.


" itu lo tau.. " sahut Exel masih sewot.


sementara Wilson menggeleng terkekeh menanggapi Exel,

__ADS_1


" cowok sekeren dan sepintar gue.. "


" tapi jomblo.. " sela Exel songong membuat Wilson berdecak.


perbincangan antara dua umat yang dingin itu terus berlangsung, tentunya dibumbui dengan perdebatan sampai Exel memutuskan untuk pergi ke ruangan kontrol CCTV kampus untuk mengetahui siapa yang sudah meracuni Grace kemarin.


Exel sudah tentu memiliki akses bebas untuk mengontrol CCTV seluruh penjuru kampusnya.


berbekal keterangan dari Wilson tadi malam, kini Exel mengecek kamera CCTV yang menyoroti kantin tempat dimana terakhir Grace makan sebelum keracunan.


sayangnya kamera yang menyoroti meja Grace cs sedang rusak, sedangkan yang lainnya menyoroti kericuhan yang terjadi di mana Siska sedang membully salah satu juniornya.


" akhgrrrr.. " Exel mengacak rambut frustasi.


...----------------...


Leo sudah selesai rapat bersama beberapa kliennya.


walaupun ini bukan kali pertama perusahaannya memenangkan tender, tetap saja semua berdecak kagum sekaligus bangga terhadap Leo yang terbilang masih baru di sana namun kinerjanya tidak dapat di ragukan lagi.


mungkin ini berkat dari doa orang-orang yang menyayanginya, termasuk istrinya yang selalu menyemangati seperti hari ini, sebuah kecupan memberikan energi untuknya.


dan itu sangat berpengaruh bagi para pekerja di gedung tersebut, yang turut bahagia melihat pemimpinnya tak hentinya tersenyum di setiap kesempatan.


semoga saja setiap hari Tuan Leonard bersikap seperti ini.


ceklek..


Leo masuk kedalam ruang kerjanya seraya melonggarkan dasi yang melekat dilehernya.


Ia tampak semangat menghampiri kedua malaikat yang sedari tadi menunggunya selagi rapat.


" ceroboh.. " gumamnya saat mendapati pintu kamar terbuka lebar.


deg..


bagaimana tidak, Leo di suguhkan dengan pemandangan gunung kembar terekspos begitu saja.


sedangkan sang empu tengah terlelap selepas menyusui si kecil.


ini kesekian kalinya Grace ceroboh jika menyusui si kecil dengan posisi miring sampai ketiduran seperti sekarang, tak jarang malah sambil bermain ponsel, sampai pernah satu waktu ponsel jatuh dari genggamannya nyaris menimpa kepala si kecil.


ceroboh bukan..?


Leo menghampiri keduanya duduk di pinggir ranjang. seulas senyuman terbit dari bibirnya tatkala memandangi kedua malaikat tengah terlelap begitu tenang dan damai.


Grace menggeliat hingga posisi tubuhnya menjadi terlentang membuat gunung kembarnya semakin menyembul menggoda seseorang yang kini susah payah menelan ludahnya.


plak..


tangan kanan Leo mendapat pukulan keras, sedangkan yang sebelahnya di cengkeram erat oleh Grace.


" kasar banget sih.. gue cuma mau benerin baju lo.. " kilah Leo meringis berlebihan, sudah jelas tangannya memang nakal.


" sorry.. " lirih Grace meraih tangan Leo yang menjadi korbannya, lalu di elusnya dengan lembut.


sementara Leo bersorak dalam hatinya, melihat wajah bersalah dari Grace, juga muka polos khas orang baru bangun tidur membuat Leo semakin gemas saja.


cup.. Leo melanjutkan aktivitas yang tadi sempat tertunda itu, dan Grace sama sekali tidak menolaknya.


keduanya semakin larut dalam permainan ciuman yang panas, hingga membuat si Jonny semakin mengeras, terlebih Grace yang lupa menutup kembali si kembar yang saat ini tengah dalam genggaman Leo.


keduanya melepaskan tautan setelah merasa kehabisan oksigen,

__ADS_1


" tanggungjawab Grace.. " bisik Leo melas membuat Grace melotot sempurna.


" gue kan lagi dapet.. " sahut Grace gelagapan melihat singa lapar dihadapannya sekarang.


sementara Leo menyeringai, senang sekali melihat raut wajah polos dari Grace.


diraihnya tangan Grace lalu menuntunnya pada si Jonny yang mengeras dibalik celananya.


Leo menaikturunkan kedua alisnya mengisyaratkan apa yang harus dilakukan oleh Grace untuk melepaskan hasratnya.


Grace hanya bisa menghela napas pasrah menuruti kemauan suaminya. siapa suruh Grace masuk ke kandang singa lapar 🤭.


nyeri, satu kata dari Leo jika hasratnya tak tersalurkan membuat Grace mau tak mau membantu melepaskan hasratnya itu. banyak jalan menuju roma jika Grace sedang berhalangan seperti sekarang.


" anjirr.. gue udah kek j*l*ng CEO.. "


batin Grace yang sedang melaksanakan tugasnya itu.


setelah meraih puncak kenikmatan, dengan tanpa dosanya Leo terlelap di samping si kecil membuat Grace berdecak kesal.


Tak lama Grace pun turut berbaring di samping Leo yang memunggunginya,


" gue minta upah boss.. " bisiknya di telinga Leo membuatnya sedikit membuka mata.


" hmm, apa..? " sahut Leo.


" beliin gue helm V*ldt X Berluti.. " jawab Grace enteng.


sontak Leopun terbelalak mendengar permintaan dari Grace itu, helm yang sangat mahal harganya sudah mengusik ketenangan si ogah rugi.


" gila.. itukan mahal Grace.. gak ada visornya buat apaan? helm lo udah banyak, ada yang belom dipake juga malah.. minta yang laen aja napa, cireng kek batagor kek.. "


" dih apaan upah servis dari gue disamain harga cireng.. " sahut Grace ketus.


" bukan gitu, minta yang berfaedah dikit bisa kan.. "


" itu juga berfaedah buat lindungin otak encer gue.. "


" yang laen yaa sayang.. "


" yaudah.. beliin gue makanan enak, gue laper.. "


" gitu dong.. ini baru namanya nyonya Leonard.. "


🌿🌿🌿


Leo yang sedang menggendong si kecil dibuat bergidik geli melihat beberapa makanan berat tersaji di atas meja, dimana Grace dengan lahap menyantap satu persatu makanan tersebut.


" kuy mukbang boss.. " ajak Grace ditengah kunyahannya membuat Leo menggeleng cepat.


" jangan pedes-pedes Grace, kasian Cio.. " ucap Leo tatkala melihat Grace dengan rakus menuangkan sambal kedalam mangkuknya.


" hmm.. oh ya Le, kita nginep di rumah mamah yah.. pasti dia seneng.. " ucap Grace yang pastinya ingin menghindari Ratna.


Leo hanya mengangguk setuju tanpa menaruh curiga sedikitpun.


" Cio gumoh, pasti enek yah liat mami makan.. sama papi juga.. " ucap Leo terkekeh saat si kecil mengotori kemeja kerjanya, sedangkan Grace mengangkat bahu acuh malas meladeni ledekan dari Leo, ia lebih memilih menghabiskan semua makanannya.


Leo ingin membersihkan mulut si kecil dengan tisu basah yang selalu tersedia di dalam tas milik Grace, saat hendak mengambilnya, pandangannya teralihkan oleh benda pipih yang asing baginya dan sudah pasti itu bukan milik Grace.


" ini apa Grace.. "


deg..

__ADS_1


__ADS_2