Malu Malu Kucing

Malu Malu Kucing
part 120


__ADS_3

" heh kok bisa..? " ucap Grace terbata seraya melirik piring yang berada di tangan Exel, benar-benar habis tak tersisa membuat dirinya merasa malu.


" sorry.. " lanjutnya nyengir kuda seraya mengacungkan tangan membentuk huruf V.


" hmm gak papa, lagian lo lebih butuh amunisi.. " sahut Exel, di jelas tidak keberatan jika Grace menghabiskan makanannya mengingat Ia juga sudah merasa kenyang.


" gue masakin yah, lo kan belom makan.. " ucap Grace seraya bangkit dari duduknya, namun Ia terhenti kala ponselnya berdering.


Grace berdecak kesal kala meraih ponselnya. Leo, pria yang sedari tadi menerornya dengan mengirimkan pesan, sekarang malah menghubunginya melalui sambungan videocall.


" ck.. gue ajak so sibuk, sekarang kangen kan lo.. " umpatnya seraya mengangkat panggilan tersebut.


sementara Exel juga Lilis yang melihatnya, kini menggeleng dengan kelakuan Grace.


panggilan videopun tersambung menampilkan sosok pria yang tampan dan gagah mengenakan setelan jas tengah duduk di kursi kebesarannya.


" hmm..? " sapa Grace sok malas, padahal Wanita itu tengah menahan gejolak di dadanya kala melihat pesona suaminya itu.


" si El udah makan..? " tanya Leo membuat Grace berdecak kesal.


" sialan.. yang di tanyain malah sohibnya.. " batinnya. Grace merasa malu di hadapan Exel juga Lilis karena sudah percaya diri jika Leo merindukannya.


Grace mengarahkan ponselnya ke arah Exel tanpa menjawab pertanyaan suaminya barusan.


" udah makan Lo? " tanya Leo kepada Exel. membuat pria tersebut merasa tersentuh.


" ud-"


" belum, tadi nasi uduknya gue abisin.. " sela Grace cengengesan membuat Leo menggeleng.


" ck..ko bisa? " tanya Leo sok heran. ya, tadi istrinya itu sudah makan dengan porsi banyak saat sarapan bersamanya. Leo sudah tidak heran lagi dengan kerakusan Grace, mengingat kehamilan yang sekarang membuat napsu makan istrinya itu meningkat.


" bisa den, soalnya di suapin den-" seketika Lilis memukul mulutnya sendiri kala mendapat tatapan tajam dari Grace juga Exel.


" bi Lilis lemes banget.. " gerutu Grace di dalam hatinya. Leo pasti marah sebab cemburu membuat Grace merasa riwayat hidupnya akan habis saat ini juga.


" maafin bibi-"


" gak papa bi.. " sela Leo terdengar lembut membuat Lilis mendongak.


" aden gak marah sama non Grace kan..? " tanya Lilis begitu polos membuat Grace menepuk dahinya frustasi.


" pake nanya lagi.. " batin Grace merasa geregetan dengan tampang Lilis yang tanpa dosa itu.


" biarin aja, mungkin maminya Cio lagi manja sama abangnya.. " sahut Leo santai.


Sementara Grace tidak percaya begitu saja dengan sikap tenang Leo. Dia tahu suaminya itu pasti cemburu. jangankan terhadap Exel, bahkan Leo bisa cemburu dengan si kecil hanya karena berbagi benda kenyal kesukaannya saja.


" ya sekali-kali bolehlah gue cosplay jadi Silvie yang suka di suapin sama papinya Cio.. " celetuk Grace santai tanpa dosa, Ia sendiri tidak sadar bisa berucap seperti itu. yang jelas Grace ingin mendahului Leo, sebelum suaminya itu marah.


Leo hanya diam tak menanggapi. Pria itu jelas merasa tertampar dengan kalimat ajaib yang di lontarkan Grace. padahal meskipun Ia sedikit merasa cemburu, namun kali ini Ia memang benar-benar tidak merasa keberatan dengan apa yang di lakukan istri juga sohibnya itu. bahkan Leo merasa lega sebab Grace sudah bersikap seperti biasa lagi terhadap Exel.

__ADS_1


Leo kini beralih memandang Exel yang tampak murung. mungkin sohibnya itu merasa tersinggung dengan ucapan Grace.


" lo udah rapih El.. "


" yoi, baru sehari jadi duren bodong udah banyak fans aja.. " dengan santainya Grace menimpali seraya terkekeh.


" duren bodong? " tanya Leo bingung. pria itu tampak menaikan sebelah alisnya membuat Exel mendesah kesal.


" gue mau cari kerja.. " sela Exel ketus. tadinya Ia berniat menyimpan sendiri rencananya. tetapi mendengar ejekan dari Grace membuatnya keceplosan. terlebih sohibnya pasti menanggapi hal yang sama gilanya dengan Grace.


" hmm.. ke kantor gue aja.. " ajak Leo di angguki setuju oleh Grace.


" ogah, gue udah males pake jas sama dasi.. " sahut Exel santai. nampaknya pria itu merasa trauma jika harus berkecimpung di dunia perkantoran lagi. mengingat selama ini hasil kerja kerasnya sama sekali tidak di lihat baik oleh mertua maupun ayahnya.


" emang lo ngarep posisi apaan pake ngebayangin jas sama dasi, di kantor gue lagi ada lowongan OB noh.. " ucap Leo dengan nada bercanda membuat Exel lagi-lagi berdecak kesal.


" si El maunya yang ekstrim kali.. " celetuk Grace santai.


" hmm, extrim yah? " sahut Leo nampak berpikir, kemudian pria itu menjentikkan jarinya.


" ada El, kebetulan urgent... " lanjutnya sok serius membuat Exel mendongak antusias.


" apaan? " tanya Exel tak sabaran, seketika raut wajahnya kembali masam kala Leo membalikkan kameranya menyoroti dinding kaca di ruangannya yang menghadap langsung ke luaran sana.


" facede cleaning El, kan enak sambil climbing.. " sahut Leo santai.


" kenapa? abang takut? nyalimu lemah bang.." celetuk Grace mengejek kala melihat Exel yang terdiam.


" ya minimal kaya si kunyuk lah, usahanya nyantai.. " lanjutnya.


" nyantai lo bilang? itu yang lo liat bego.. " sela Leo kesal. bisa-bisanya Exel meremehkan perjuangan Ari yang benar-benar merintis usahanya dari nol.


" maksud gue setelannya nyantai.. " kilah Exel seraya menggaruk tengkuknya.


Leo menghela napas panjang. Dia mencoba mengalah pasrah menghadapi Exel. Ia tak mau jika sohibnya itu terlalu banyak pikiran juga merasa terbebani.


" yaudah di bengkel aja.. "


" ogah, besik gue bukan disitu. kemampuan gue jauh sama lo berdua.. " timpal Exel santai.


Sementara Leo menggelengkan kepalanya,


" terus lo maunya kerja apa bego? lagu lo mau nyari kerja, gue ngasih peluang, lo malah ogah-ogahan.. yaudah lo jualan cilok aja dah, gue modalin gerobak.. " ucapnya kesal.


" ogah, gue mending ngasuh Cio gak papa gaji separo.. "


" najis, itu emang mau lo sialan.. udah lo jualan aja.. "


" yaudah iya gue mau kerja di bengkel, tapi gak sekarang.. "


" ck. nawar lagi.. "

__ADS_1


" gue mau main sama Cio dulu hari ini.. "


" serah lo.. sekalian adek lo jagain.. "


" Loh ko gue? " sela Grace tak terima.


" siap.. Grace aman tanpa jangkauan anak emak.. " timpal Exel terkekeh. pria itu tahu kekhawatiran sohibnya.


lagi. iyan anak emak jadi korban.


...***...


" rasanya lumayan, bang El pasti suka.. " ucap Silvie. wanita yang sedari pagi berkutat di dapur dengan berbekal tutorial di ponselnya. bahkan Dia menolak para pelayan yang ingin membantunya.


Silvie memasak untuk Exel walaupun Ia sendiri ragu apakah suaminya itu akan menyukai bahkan menerimanya, yang jelas Silvie akan berusaha mencuri perhatian suaminya.


ya, semalam Silvie sudah memantapkan hatinya untuk memperjuangkan kembali rumah tangganya. meraih kembali cinta Exel yang sudah Ia sia-siakan selama ini.


bahkan semalam Silvie langsung menyuruh seseorang untuk mengetahui dimana keberadaan Exel. dia ingin tahu tempat tinggal suaminya itu.


setelah semuanya selesai, Silviepun bersiap berangkat menuju tempat keberadaan suaminya.


sepanjang perjalanannya, wanita itu tampak bersemangat setelah mengumpulkan keberanian untuk meminta maaf kepada Exel.


" dulu aja confess duluan, masa nyali lo ciut sil.." Tiba-tiba Silvie terkekeh geli mengingat kenangan dulu dirinyalah yang mengutarakan perasaannya terhadap Exel.


.


.


.


.


" daerahnya bener kan? hadehh keder gue kalo baca map.. " Silvie tampak celingukanan mencari letak rumah Exel dengan berbekal pengunjuk arah di ponselnya.


" kayanya udah deket nih.. parkir di sini aja kali ya.. " gumamnya.


setelah berhasil memarkirkan mobilnya di area lapang, Silviepun melangkah sumringah dengan kantong berisikan masakan menggantung di lengannya.


" abang El bakalan terkejut nih.. " ucapnya terkekeh seraya mengamati satu persatu rumah di area pemukiman tersebut.


" rumahnya cat putih, gimana sih? rumah disini rata rata semuanya cat putih. cih gak bisa di andalin tuh orang.. "


deg.. langkah Silvie terhenti kala matanya tak sengaja melihat seseorang yang dicarinya tengah bercengkrama dengan orang yang dibencinya saat ini.


Silvie merasakan jantungnya berdetak kencang. tangannya mengepal kuat menatap kedua insan itu dengan sorotan tajam.


interaksi antara suami juga sahabatnya terlihat begitu hangat, terlebih ada si kecil Cio di tengah-tengah mereka. bahkan Dia bisa dengan jelas melihat Exel tertawa begitu lepasnya saat menggoda si kecil.


" seandainya gue gak kehilangan anak kita.. " gumamnya tersenyum ketir. kemudian pandangannya beralih menatap wanita yang sudah pasti akan semakin dibencinya.

__ADS_1


" gue benci sama lo Grace.. "


__ADS_2