Malu Malu Kucing

Malu Malu Kucing
part 167


__ADS_3

Empat orang dewasa tengah antusias mengamati bagaimana lahapnya pasangan suami istri memakan makanan yang dipesan secara tak sabaran tadi.


sesekali keempatnya akan menelan ludah dengan susah. namun bukan berarti mereka tergiur, melainkan geli melihat cara makan dua insan itu yang terkesan rakus dan takut berbagi dengan orang di sekitar. bahkan pasangan absurd itu sama sekali tidak melirik masakan lain yang sudah jelas kelezatannya tidak bisa diragukan lagi.


Yaps, sebelum tiga pegawai pergi makan siang bersama circle ghibah komplek, mereka sudah menyisihkan sebagian masakan lezat itu untuk para sahabat sang majikan.


" ini dalam rangka apa masak kek mau hajatan.. " celetuk Megan menggeleng tak percaya dengan hidangan di hadapannya.


mendengar itu, Grace dibuat berdecak sekilas lalu kembali mengunyah makanannya,


" ribet lo.. makan tinggal makan, anggep aja syukuran kehamilan lo bedua.. sekalian ajak laki lo noh melongo, kagak ngiler apa..? "


" bos kuah santen bosen kali cong.. " sahut Silvie cengengesan. wanita itu lama-lama tak tahan juga untuk tidak menyicip makanan lezat dihadapannya, mengingat setiap hari Ia selalu makan dengan masakan rumahan biasa, itupun Ia dapat dari penjual lauk matang di sekitar rumahnya.


Ari, Pria yang tengah disinggung namanya barusan hanya bisa mengedikkan bahunya acuh. Dia lebih memilih setia mengamati Leo dengan asinan buahnya. Ari ingat betul bagaimana antusias dan sumringahnya wajah sang karyawan yang haram di sebutkan namanya di hadapan Leo.


siapa lagi kalau bukan Iyan Astro. suatu kehormatan bisa terpilih oleh pemimpin tertinggi di geng motornya, Pria itu tak hentinya merapalkan kalimat syukur saat menjalani misinya membuat asinan buah untuk Leo. Iyan bahkan segera memamerkan kepada anggota Astro lainnya melalui pesan grup dengan perasaan bangganya.


" lo beneran gak makan bro, gak laper emang? bini lo aja mulai nyendok noh.. "


itu Exel yang mulai mengeluarkan suara sambil menyendok makanan. jujur saja, Dia tak bisa menampik jika sudah disuguhkan dengan hidangan seperti ini. Sayur bayam libur dulu, ck..


" gue bukan bosen atau gak laper___" celetuk Ari menyahuti membuat yang lainnya menoleh ke arahnya dan menunggu kelanjutan kalimat yang terjeda itu.


" terus..? "


" yah hawanya gak bisa ketelen aja, gue makan enak. sementara anak gue___"


" yaelah, lebay lo.. lagian anak-anak kita pada jalan-jalan sama orang tajir, masa iya dikasih makan oseng toge.. "


mendengar sahutan yang nyaris terkesan santai dari Istrinya sendiri, membuat Ari berdecak kesal. bahkan Megan nampak kelewat santai dan rakus memakan hampir semua menu yang tersaji di sana. padahal jika dipikir, semua menu itu adalah makanan sehari-hari mereka mengingat usaha keduanya memang seputar makanan.


" ck, bisa lo yah santai gitu kagak ada ingetnya sama anak. yang di dalem perut baru segede biji kacang, lo udah lupa si Ray__"


" sotoy lo, siapa yang kagak inget anak__"


" lah elo by, siapa lagi..? "


Leo yang tadinya anteng dengan asinan buah, sekarang beralih menatap pasangan yang tengah adu mulut itu dengan penuh minat. begitupun dengan Grace yang kebetulan sudah menghabiskan sayur bayamnya.


entah itu telepati atau apa, namun keduanya tiba-tiba langsung akur di tengah-tengah pertengkaran pasangan lainnya. mereka begitu menikmati pemandangan langka itu sambil saling adu tatap dan sesekali keduanya menaikturunkan alis.


" anjay.. pasangan alim bisa adu bacot juga.. " bisik Grace disusul kekehan laknat dari Leo. keduanya bahkan enggan untuk melerai pertengkaran itu. kalau boleh menawar, sebaiknya durasinya dibuat selama mungkin.


.


.


.


.


Berbeda dengan pasangan Leo dan Grace, pasangan satu ini sama sekali tidak minat dengan pertengkaran itu. toh bukannya pertengkaran didalam rumah tangga memang sudah biasa terjadi?


tidak, bukan itu yang mereka pikirkan saat ini, melainkan makanan dan makanan saja yang ada di otak keduanya. maka dari itu baik Exel maupun Silvie sama sekali tidak merasa terganggu dengan umpatan-umpatan yang terlontar dari pasangan yang tengah bertengkar. bukankah tidak baik jika menolak rezeki apalagi itu makanan lezat yang langka berada di balik tudung saji rumah mereka?


" anggap aja barter sama sayur bayem paling enak se-jabodetabek, iya kan bang? " bisik Silvie terkekeh di tengah kuyahannya dan langsung mendapat anggukan mantap dari Exel, lebih tepatnya cari aman.


" hmm, bentar lagi go international.. " sahut Exel sekenanya alias pasrah nan penuh dusta. yang penting Silvie bahagia, titik.


.


.


.


.


Kembali ke pasangan yang sedang bertengkar. dimana Megan ternyata tidak mau kalah dengan Ari yang notabennya pandai bersilat lidah. wanita itu tak hentinya menyahuti setiap ucapan Ari.


adu mulut sambil makan, tidak membuat Megan kehabisan kata-kata ataupun tenaga.


begitupun dengan Ari, walaupun pada akhirnya rasa lapar mulai menyerang, namun Pria itu ogah bin gengsi untuk sekedar menyicip makanan-makanan lezat itu. Ari sudah kepalang tersulut sehingga mengesampingkan rasa laparnya.


akan tetapi, walaupun perutnya kosong, percayalah tenaga hanya untuk sekedar mengeluarkan umpatan masih bisa Ari lakukan sampai titik darah penghabisan bahkan sampai Megan menyerah dan bungkam.


" fix si Ray emang kagak salah ngidolain ayahnya bukan bundanya yang kagak ada ingetnya sama sekali.. "

__ADS_1


" what..??? atas dasar apa lo bisa ngomong kek gitu___"


" lah buktinya yang suka ditanyain si Ray itu gue bukan lo by__"


" ya wajarlah bego, hampir duapuluh empat jam dia sama gue, ya kali nanyain orang yang jelas-jelas ada mulu sama dia. lagian si Ray juga nanyain lo palingan nanya kapan lo balik dari kedai, wajar kan? pede abis lo.. "


" ya, ya, ya.. wajar. emang emaknya?nanyain dapet berapa__"


" eh anjirr, kapan gue nanya kek gitu? perasaan gue nanya gimana rame enggaknya_"


" sama aja nanya penghasilan____"


" bedalah__"


" apa bedanya? "


" kagak enak di denger, kek lo nanyain duit yang lo kasih buat gue bakal apaan.. apa enak di denger..? "


" huss, pantang itu. jelas bini kesinggung kalo laki ngasih duit, ditanya buat apaan aja__"


" diem lo Grace..! lo gak di ajak.. "


seketika Ari menutup mulut tak percaya atas tindakan meninggikan suara pada Grace. salahkan saja Grace yang turut menyahuti mereka.


Ari kemudian menatap Grace dengan wajah kikuknya. Ia bahkan sudah siap ancang-ancang menerima kalimat tak kalah pedas dari Grace.


" seseorang, tolong aku. sebagai tuan rumah aku sakit hati sudah dibentak tamu sendiri.. " sahut Grace berlagak terisak dengan menyandarkan kepalanya dramatis di bahu Leo.


Leo juga malah tak kalah dramatisnya dari Grace, Pria itu menyambut Grace sambil tergugu dan berlagak seperti korban. ah bukan lebih tepatnya seperti suami istri yang tengah di tagih hutang nominal besar oleh debt collector kejam.


" wah parah lo, ngegas ampe urat leher mau putus.. " sekarang giliran Exel ikut menimpali dan turut mengambil bagian peran di drama itu.


alih-alih Ari merasa takut, Ia malah merotasi bola matanya malas dengan drama dadakan itu dan malah memperkeruh keadaan saja.


" ck, lo keracunan sayur bayem Grace..? " ucapnya dengan nada mengejek.


" apa lo bilang..? " si pembuat sayur bayam akhirnya mengeluarkan suara tak terima sampai bangkit dari duduknya dan mengacungkan garpu yang dia pegang ke arah si biang ejek.


Exel dengan sigap meraih tangan Silvie agar duduk kembali sambil menenangkannya.


selama ini Exel mati-matian menahan agar tidak menyinggung apapun mengenai masakan satu-satunya yang bisa istrinya masak, namun dengan santainya Ari mengatakan jika masakan istrinya beracun. maka dari itu tatapan tajam Ia layangkan khusus untuk sohibnya yang satu ini. Sialnya yang di tatap lagi-lagi mengedikkan bahunya acuh.


" bener yang di bilang si kunyuk bang..? "


Tiba-tiba saja perasaan grogi dan takut menyerang Exel secara bersamaan. keringat dingin keluar dari setiap pori-pori wajahnya kala mendapat tatapan maut yang tak kalah tajamnya dari tatapan miliknya tadi. daun telinga bergetar melebar seolah siap menantikan hujanan suara cempreng khas istrinya.


" Abang..!!! "


Exel menggeleng brutal dan terlihat seperti pecundang. tidak salah memang kedua sohibnya mengejek Exel si paling takut istri, buktinya Pria tampan satu ini hanya bisa menganga penuh ketakutan dengan nyali yang semakin menciut.


sementara yang lainnya dengan kompak menutup telinga dan membuka mulut, sudah siap dan hatam menirukan kalimat yang akan keluar selanjutnya dari mulut Silvie.


" Abang jahat, abang tega..!!! "


Well, sudah bisa di tebak sekarang giliran pasangan mana yang akan bertengkar? Yaps, sudah pasti pasangan pewaris tunggal Tuan Shaw dan Om Berwin.


bedanya, Exel akan mengalah dan tidak ikut tersulut. Pria itu malah cenderung membujuk agar istrinya bisa sedikit menurunkan nada bicaranya.


Sialnya, dua sohib laknat akan selalu menganggap bahkan mengklaim jika Exel berada di bawah Kungkungan istri alias Susis.


.


.


.


.


.


.


dan begitulah seterusnya pertikaian di meja makan akan berlanjut hingga berganti-ganti kubu dan sekutu. sampai mereka kelelahan dengan sendirinya bertepatan dengan kepulangan tiga dara yang sudah kenyang dan puas berjumpa dengan circle ghibahnya.


...***...


tak terasa waktu petang dan hari hampir gelap.

__ADS_1


Enam sekawan baru selesai dengan segala aktivitas bermainnya. entah itu main game online bersama, berenang menantang terik matahari. sampai melakukan permainan yang lagi ngehits ala kaum muda yakni Turth or dare.


Intinya mereka melewati dan menikmati hari tak terduga nan langka ini dengan kerandoman tingkah masing-masing diantara mereka bebas dari gangguan.


ya, selain melupakan pertikaian di meja makan, mereka juga seolah lupa jika sudah memiliki anak.


by the way, yang di sebut orang "tajir" oleh Megan tadi itu tiada lain tiada bukan yakni orang tua mereka guys..


sebab para orang tua bisa kompak mengambil alih cucunya begitu mendengar kabar Silvie dan Megan tengah mengandung bersamaan.


dan tanpa Grace dan Leo ketahui, sebelumnya orangtua mereka juga sudah mengetahui tentang kabar kehamilan itu bahkan sudah menduga jika gerak gerik dan tingkah aneh Leo dan Grace, diyakini para orangtua ada sangkut pautnya dengan kehamilan Silvie dan Megan.


sehingga pada akhirnya orangtua berinisiatif menyelamatkan cucu-cucunya dari hal buruk yang kemungkinan akan terjadi akibat tingkah aneh itu.


" lo pada nginep aja elah.." rengek Grace seraya menarik tangan kedua sahabatnya yang hendak berpamitan pulang. dan itu terhitung hampir sepuluh kali Grace memohon membuat orang yang akan pulangpun menggeleng jengah.


.


.


.


Sementara Ari dan Exel sedari tadi saling melirik satu sama lain seolah tengah berdiskusi.


Ya, mereka berdiskusi mengenai tingkah yang ditunjukkan Leo yang tiba-tiba itu. dimana Pria itu diam seribu bahasa dengan bibirnya yang merenggut lucu. tidak lupa dengan tangan yang menyilang di dada bak anak kecil yang sedang merajuk.


" lo aja yang bujuk, geli gue.. " bisik Ari tepat di dekat kuping Exel.


" yang bunting bukan bini gue doang kalo lo lupa.. "


" ish.. bukannya ademin gue, malah bisik-bisikkan.. " celetuk Pria yang sedang merajuk duduk di sofa,


melihat itu, satu diantara orang yang berbisik barusan malah semakin merinding geli. jangan sampai para anggota tahu dan melihat tingkah pemimpinnya yang menggelikan. bisa turun harga diri sohibnya itu.


" dosa apa om Hendri sampe punya anak modelan begini.. "


" El, omelin itu si kunyuk.. "


tanpa babibu, Exel langsung menoyor kepala Ari sehingga sohibnya itu berdecak kesal.


" sekarang Leo ganteng anaknya papa Hendri mau apa? "


lagi, Ari dibuat merinding geli bahkan hampir ingin muntah mendengar bujuk rayu dari bibir manis Exel. jujur saja, Ia ingin segera terlepas dari situasi seperti ini dan hidup dengan normal dan damai.


" pake nanya, gue mau lo pada nginep__"


" emang kalo kita nginep apa gak ganggu lo kiwkiw__


__anying, lo demen banget dah nempeleng batok otak encer gue.. "


" otak encer, ya encer mikir jorok.. " sahut Exel si pelaku yang menimpuk gemas kepala Ari barusan.


" elah, ngomong jorok juga gue liat situasi kali, emang ada anak kecil di mari? ___


__kekekek, lo bener El.. gue setuju" ucap Ari terkekeh kala melihat Exel dengan santainya menunjuk Leo dengan dagunya.


bibir yang tengah merenggut lucu malah semakin maju saja ketika mendengar ejekan yang menyinggungnya barusan.


" aduh gemasnya, sampe gue pengen ngaretin tuh bibir... " ejek Ari santai tanpa dosa, asal jangan menyinggung dan menyebut nama Iyan, hukumnya haram.


" bacot lo.. mau gak..? "


Exel dan Ari menghentikan kekehannya dan kembali saling melirik dengan ekspresi berlagak serius. hingga pada akhirnya mereka menganggukkan kepalanya pasrah.


" iya dah kita nginep... "


Sial, tak hanya Exel yang terhipnotis dengan ekspresi Leo, Aripun sama. entah mengapa perasaannya langsung menghangat ketika melihat binaran bahagia yang terpancar dari sorot mata yang biasanya menatapnya tajam itu.


Ari tidak buta, dia baru saja melihat sorot mata suci dari mata Leo, sesuci bayi baru lahir. dan itu membuat jantungnya berdebar. apakah sebahagia itu perasaan sohibnya ketika keinginannya terpenuhi?


maka dari itu, Ari bersumpah pada dirinya sendiri akan menuruti apapun keinginan Leo, meskipun permintaanya aneh-aneh. itu semua demi bisa melihat binaran suci dari sohibnya seperti sekarang.


" sialan, gue pikir karma instan cuma pribahasa doang.. spek malaikat di depan gue woyyy.. "


.


.

__ADS_1


.


bersambung..


__ADS_2