
"Selamat pagi jiwa-jiwa penuh optimis!"
Grace menggeliat merentangkan tangannya sedikit menguap.
"Ko gue bisa pindah kesini sih? "
Gumamnya tak mendapati Leo disampingnya.
Suara gemercik air dari kamar membuyarkan lamunannya, seringai jahat diwajah Grace.
"Mumpung dia lagi mandi.. "
Grace bangkit dari tempat tidur dengan langkah pelan menuju meja dimana terdapat tas sekolah Leo, Ia melakukan sesuatu pada isi tas Leo sambil sesekali melirik pintu kamar mandi takut-takut Leo keluar.
"Kebetulan tugas dari Bu Susi.. Rasain Lo.."
Gumam Grace sambil menahan tawanya.
Ceklek.
Leo keluar dari kamar mandi seperti biasa hanya bertelanjang dada, Gracepun sudah mulai terbiasa dengan pemandangan yang berada dihadapannya.
"Mandi sono.. Berangkat bareng gak..?"
Ucap Leo tanpa curiga.
"Ogah.. "
Jawab Grace ketus sambil melengos menuju kamar mandi.
" Yaudah gue duluan.. " teriak Leo berharap Grace mau berangkat bareng dengannya.
"Bodo..!!!"
Grace tak kalah beteriak dari dalam.
"Cih masih ngambek.. "
Leo menggeleng terkekeh, Iapun lekas mengenakan seragam sekolahnya dan bergegas berangkat sekolah.
___
Di perjalan menuju sekolah Leo merasa cemas takut terlambat karena jam pertamanya ialah mata pelajaran Bu Susi yang kemarin memberinya tugas di jam kedua.
Leo mengetahui rumor Bu Susi yang tidak mau mentolerir siswanya jika terlambat.
"Gak kaya biasanya macet begini.. Kenapa sih Pak..?"
Tanya Leo pada supirnya.
"Anu den.. Sepertinya di depan ada kecelakaan"
Jawab sang supir .
Tuk.. Tuk.. Tuk..
"Den.. Itu sepertinya non Grace"
Ucap supir pada Leo yang tengah fokus dengan ponselnya.
Leopun membuka kaca mobilnya,
"Ayo bareng gue.. Tar lo terlambat.. "
Ajak Grace setelah membuka kaca helmnya.
Leopun keluar dari mobilnya, karena memang merasa waktu susah mepet.
"Ayo naik.. "
Grace menyodorkan helm cadangannya pada Leo.
"Gak gue aja yang bawa? "
Leo menawarkan diri untuk mengendarai motor Grace, lebih tepatnya dirinya tidak ingin terlihat seperti pecundang yang dibonceng oleh perempuan.
"Gak usah.. Udah lo naik cepetan..! "
Timpal Grace ketus
Akhirnya Leopun naik dengan pasrah di belakang sebab memang membutuhkan pertolongan dari Grace.
baru saja Leo mengenakan helmnya, dengan sengaja Grace langsung tancap gas.
Sontak Leopun terhentak dengan reflek tangannya mencengkram pinggang Grace dengan kuat.
"Lo udah gila..?"umpatnya kesal.
Namun Grace diam tak menanggapi ucapannya yang kurang jelas karena suaranya bergelut dengan angin.
__ADS_1
Grace membawa motornya dengan kecepatan tinggi ngebut zigzag, sedikit melawan arah dan melewati jalan tikus sampai tiba di sekolah .
"Lo tiap bawa motor kebut-kebutan gitu..? "
Tanya Leo ketika sudah sampai diparkiran sambil menyodorkan helm pada Grace.
Grace tersenyum licik penuh kemenangan
"Kenapa.. Lo khawatir..? Atau lo ketakutan tadi gue bonceng? Payah lo.. " Ucapanya dengan nada mengejek
Leo menggeleng mendengus kesal, berlalu begitu saja malas harus meladeni Grace.
"Leonard..!!! "
Teriak Grace memanggil Leo, Leopun menoleh membalikan badannya.
"Shuit.. Shuit.. "
Grace menggesekan ibu jari dan telunjuknya ke arah Leo bak penggemar kepada Idolanya.
"Apaan.. Saranghae?? "
Tanya Leo malas mengira-ngira.
"Idih.. Geli gue Lo ngomong begitu.. "
timpal Grace bergidik geli.
Leo menghela napas mencoba sabar menghadapi Grace
"Ya terus apaan? "
"Duit.. "
Grace menengadahkan tangannya sambil cengengesan.
Leo menghela napas dalam-dalam, memang sudah seharusnya dirinya bertanggung jawab penuh atas diri Grace yang kini menjadi istrinya, namun ada saja ide jahil Leo membuat Grace kesal, Leo menyodorkan selembar uang biru pada Grace membuat mata Grace membola dan wajah cemberut kesal
"Hahh segini lagi.. ? Gue kan udah bonceng lo ekspres kilat.. Tambahin..!!! "
"Pamrih lo.. ? "
timpal Leo sok cool, padahal dirinya mencoba menahan tawanya sukses membuat Grace kesal.
Grace malas menanggapi Leo , Iapun berlalu meninggalkan Leo dengan selembar uang di tempel di dahinya.
"Bokap lo bangkrut Grace? Sampe lo jadi kang ojek.. "
"Ko lo pada tau sih..?
Ucap grace santai berlalu sambil megantongi uangnya.
Dikejauhan Leo menggeleng melihat tingkah Grace yang nyeleneh tapi menggemaskan.
___
Selepas Grace mengenakan seragam lengkapnya, Iapun masuk ke kelasnya dihampiri oleh Silvie yang tanpa permisi mengambil tasnya lebih tepatnya mengambil buku tugas Grace.
"Grace gue belom satu lagi, susah banget anjir.. "
Ucap Silvie sambil membuka bukunya.
"Ya elah sil.. Santai ajah napa.. Bu susi kan jam kedua.. "
Megan menimpali.
Silvie melongo tak percaya dengan apa yang ada di buku tugas Grace.
"What.. !!! Grace, sejak kapan tulisan lo rapih benget begini? "
Ucapnya seraya menunjukan buku tersebut pada Grace.
Grace dengan malas menoleh, seketika wajahnya terlihat mulai panik
"Hah..!!! Anjir Mampus.. "
Sementara di kelas lain semua murid sedang gelisah menanti kedatangan Bu Susi .
"Le.. Minjem buku tugas lo dong, gue belum kelar nih.. "
Pinta Ari
"Ambil aja.. "
Jawab Leo santai yang tengah menyandar di depan pintu kelas.
Buahahaha.. Ari tertawa keras.
"Le sini dah bentar.. "
__ADS_1
"Apaan..?"
Tanya Leo penasaran menghampiri Ari.
"Sejak kapan selera lo kek begini? .. "
Bisik Ari sambil menunjukan buku tugas Leo di dalam tasnya, Ari masih menjaga image Leo.
Leopun mengambil buku tersebut lalu segera membuka sampul bukunya yang bergambar hello kitty, meremasnya dan membuang sekenanya.
___
Waktu bergulir, bel berbunyi menandakan waktunya istirahat.
"Kuy kantin.. "
Ajak Silvie diangguki Megan
Gracepun mengikuti kedua sahabatnya, perasaannya tak tenang, terlebih dirinya tak mendapati Leo di kantin.
Grace merasa bersalah terhadap Leo, menurutnya Ia terlalu berlebihan menjahili Leo mengganti sampul buku tugasnya dengan sampul Hello Kitty bahkan ketika melakukannya Grace merasa merinding geli sebab itu bukan seleranya sendiri.
Sedangkan Leo diam-diam membantunya menyelesaikan tugasnya dengan benar saat Ia terlelap semalam.
ting.. pesan masuk
Hubby :
"Temui gue di parkiran..
Sekarang!!! "
Grace tak membalasnya namun Ia langsung beranjak meninggalkan kedua sahabatnya di kantin.
"Guys.. Gue cabut bentar ya.. Ada urusan.. "
Grace buru-buru pergi hendak menghampiri Leo di parkiran.
"Mau kemana tuh anak..? "
Tanya Megan heran.
"Mau malak lagi kali.. "
Silvie cekikikan.
___
Sesampainya di parkiran, Grace mendapati Leo tengah menunggunya di depan mobilnya.
"Naik.. "
Titah Leo seraya membukakan pintu untuknya.
Grace tidak protes sama sekali, Ia duduk dibelakang bersama Leo di sampingnya.
Mobilpun melaju keluar dari area sekolah.
Ditengah perjalan Grace memecah keheningan
"Le.. Sorry, Gue udah kelewatan.. Dan makasih lo udah mau ngerjain tugas gue yang belum selesai.."
Ucapnya gugup menoleh ke arah Leo, namun Leo diam tak menjawab, Leo malah menggenggam erat tangan Grace, menatap Grace dengan tatapan yang susah untuk diartikan.
"Dia gak marah..? "
Batin Grace penuh tanda tanya.
Tak lama mobil memasuki kawasan Elit.
"Hah ko gue di bawa kesini? Dia bener-bener marah dan mau mulangin gue? "
Grace bergelut dengan pikirannya.
"Le.. Ko kita kesini? "
Tanya Grace penasaran ketika sampai di pekarangan rumahnya.
Lagi lagi Leo tak menjawab, hanya bisa menatap nanar Grace, kemudian Ia turun dan membukakan pintu untuk Grace.
Grace mengerutkan dahinya,
"Ko banyak orang Le..? Pake tenda segala, Lagi ada pesta? Wah.. Jangan-jangan Nyokap gue udah balik.. Ayo Le buruan.."
Grace buru-buru lari masuk ke rumahnya.
Deg.
"Mommy.. "
__ADS_1
Grace terkulai lemas beruntung tertahan oleh Leo.