
Selamat pagi, bangun dari mimpi..wujudkan mimpi jangan tidur lagi..!!!
Grace menggeliat merentangkan kedua tangannya. Ia terkejut melihat Leo masih terlelap di sampingnya dengan tangan yang memeluknya erat.
"Gue pikir gak pulang.. "
Grace bergegas menuju kamar mandi membersihkan diri dan bersiap untuk pergi ke sekolah tanpa menghiraukan Leo yang masih terlelap.
Seketika langkahnya terhenti, Grace menyeringai kembali masuk ke kamarnya untuk membangunkan suaminya.
"setidaknya gue masih peduli sama lo.. "
Senyum jahat dari bibirnya menatap Leo yang masih terlelap, Iapun segera melangkah pergi.
Beberapa menit kemudian Leo terbangun, lebih tepatnya Leo terkejut dengan bunyi alarm lagu "Sweet Child O'Mine by Guns N'Roses"
yang keluar dari speaker bluetooth dekat sekali dengan kupingnya yang sengaja di atur oleh Grace.
Leo bergegas ke kamar mandi sambil menggosok gosokan kupingnya yang terasa pengang karena ulah istrinya.
***
Sesampainya di kelas Grace di sambut oleh kedua sahabatnya.
"Woy.. Senyum-senyum lo tar disangka gak waras lo.. "
Ledek Megan.
"Anjir.. Yang ada orang diabetes ngeliat senyum gue yang manis.. "
Timpal Grace songong.
"Beneran gila lo.. Udah baikan lo sama doi..?"
Tanya Megan.
"Noh yang gila.. "
Jawab Grace seraya menunjuk Silvie yang tengah anteng dengan ponselnya sambil cekikikan.
"Yeh.. Itu mah dari dulu udah akut.. "
Timpal Megan di acungi jempol oleh Grace.
"Lo pada ngomongin gue..? "
Tanya Silvie melirik kedua sahabatnya.
"Baper.. Eh bucin.. "
Ledek Megan.
"Dih biarin.. bucin gue sama abang El.. "
Timpal Silvie masih asyik dengan ponselnya.
"Alah.. Palingan elo yang chat brebet panjang lebar si Exel jawab seperlunya.. "
Ledek Megan kembali di acungi Jempol oleh Grace.
"Gapapa keless.. Segini juga menurut Gue.. Bikin klepek-klepek"
Timpal Silvie sambil menunjukkan ponselnya kepada kedua sahabatnya.
"Anjir.. So sweet apaan.. Bales iya iya doang.. "
Ejek Grace terkekeh
"Resse lo pada.. "
Silvie cemberut
"Iya deh.. Berjuanglah bestie..!!! "
Grace menyemangati kedua sahabatnya.
***
Waktu istirahat tiba, seperti biasa Grace cs menghabiskan waktu istirahatnya icip icip makanan di kantin sekolah.
"Woy.. Fokus hape mulu lo.. Makan woy.. "
__ADS_1
Ucap Grace sambil melempar kulit kuaci ke arah Silvie.
"Gak mau ah.. Tar gue gendut.. Abang El ga suka.. "
Jawab Silvie sok manis manja.
"Si anjir gak mau gendut.. Ngapain lo ikut mesen be.. Ge.. "
Timpal Megan merasa greget.
"Biasa.. Yang lagi bucin.."
Grace menimpali.
"Cih anjir baru kemaren juga dikasih nomer udah klepek-klepek lo.. Kaya gue dong tahan harga dulu.. "
Megan keceplosan lalu menutup mulutnya.
"Gila lo berdua bucin Abis.. "
Timpal Grace.
"Ah kaya lo nggak aja.. Noh lo juga curi-curi pandang sama doi.. "
Silvie ga mau kalah di angguki Megan.
Keduanya terkekeh, sementara Grace raut mukanya seketika berubah.saat ponselnya bergetar menerima pesan gambar dari nomor yang tak dikenal.
"Guys gue cabut.. "
Pamit Grace pada kedua sahabatnya yang masih terkekeh curi-curi pandang ke arah meja Leo Cs.
Keduanya hanya mengangguk mengiyakan tanpa menoleh.
***
Jam pelajaran telah usai waktunya untuk pulang.
Kedua sahabat Grace menghampiri Leo cs di parkiran setelah tak mendapati motor Grace.
"Leo.. Si Grace tadi bawa motor gak? "
Tanya Megan di angguki oleh Leo.
Timpal Silvie.
"Emang si Grace kemana? "
Tanya Ari, sementara Leo tak bergeming.
"Itu dia.. Tadi pas istirahat dia cabut duluan.. Gue pikir ke toilet tapi ga balik balik.. "
Jawab Silvie nyerocos.
"Lo masih diem-dieman sama bini lo..? "
tanya Ari pada Leo yang masih tak bergeming.
"Leo.. Lo diem aja dari tadi.. Gue khawatir tau.. "
Ucap Megan setengah berteriak.
"Si Grace kalo ada masalah dia bisa bertindak bar-bar. . Bakar rumah misalnya. "
Ucap Silvie menakuti Leo di angguki Megan.
Tanpa pikir panjang Leo memasuki mobilnya dan langsung tancap gas melaju dengan kecepatan tinggi.
Sementara keempatnya terkekeh melihat kepanikan dari wajah Leo.
Diperjalanan sesekali Leo menelpon Grace, Namun nomor Grace tidak aktif.
"Aaahrrrhgg"
Leo kesal memukul kemudiannya setelah menelpon orang rumah menanyakan keberadaan Grace tetapi hasilnya nihil.
Leo menurunkan kecepatan mobilnya seraya menoleh keluar mencari keberadaan Grace, Iapun kembali melajukan mobilnya ke arah kediaman orangtua Grace.
Sesampainya di depan kediaman orangtua Grace Leo bertanya kepada security tentang keberadaan Grace tanpa masuk kedalamnya.
Leo pikir belum saatnya mengunjungi rumah mertuanya.
__ADS_1
Masih nihil dengan hasilnya,
Leo pun putar balik kembali mencari keberadaan Grace sambil sesekali menelpon kedua sohibnya untuk meminta nomor kedua sahabat Grace.
Ari : "Lo bego le.. Bini lo pake motor lo kan? "
Leo: "iya... Kenapa emang? "
Ari : "akuin dulu kalo lo bego.. baru gue kasih tau dimana bini lo sekarang.. "
Leo : " Sialan lo mau mati..?"
Ari :" Motor lo pake GPS kan? "
Leo :" Elo yang bego.. Kenapa gak dari tadi.. "
Tut.. Panggilan ditutup secara sepihak oleh Leo.
Leopun kembali melajukan mobilnya menelusuri jejak GPS yang Ia tempel di motornya.
Sampai di sebuah bangunan tua Leo menghentikan mobilnya, kemudian melangkah menuju bangunan tersebut.
Pikirannya kacau menebak-nebak antara Grace di culik bahkan mendapatkan pelecehan, atau malah Grace sedang ketemuan bersama pria lain.
Leo menggeleng membuang pikiran negatifnya jauh-jauh.
matanya memicing tatkala mendapati Grace tengah asyik menyemprotkan cat semprot pilok di tembok bangunan tersebut, melakukan seni mural dengan style masker respirator melekat menutup mulut dan hidungnya, tak lupa rambut indah yang terikat tinggi menambah daya tarik seorang Grace membuat Leo terpana dengannya.
Leo tersenyum kagum melihat hasil karya seni mural yang nyaris sempurna .
"Lo kalo gabut begini..? "
Ucap Leo menghampiri Grace yang tengah menuntaskan karya seninya.
Gracepun menoleh terkejut tetapi mencoba tenang.
"Menurut lo.. Gue kalo gabut nonton drakor sambil ngemil gitu. .? "
Ucap Grace masih dengan aktivitasnya.
Leo menggeleng tersenyum dengan tanggapan sinis Grace.
"Bagus.. Gue suka karya Lo.. "
Puji Leo melihat gambar gadis kecil dipangkuan sang ibu.
Leo mengerti, tapi dirinya tak ingin menyinggung perasaan Grace.
"Gue gak butuh pujian lo.. "
Timpal Grace songong.
Leo terkekeh seraya meraih tangan Grace
"Ayo pulang.. Udah mau gelap.. "
"Dikit lagi.. Lagian lo tau darimana gue disini..? "
Tanya Grace yang keheranan dengan Leo yang bisa menemukannya di tempat tersebut, pasalnya kedua sahabatnyapun tak dikasih tahu olehnya.
"Gak penting.. Ayo pulang.."
Ajak Leo kembali, sengaja dirinya tak memberi tahu alasan bisa menemukan keberadaan Grace, biarkan saja GPS yang menempel di motornya untuk antisipasi jika sewaktu-waktu Grace hilang lagi pikirnya.
Gracepun menurut mengikuti Leo.
"Motornya gimana? "
Tanya Grace ketika Leo menyuruhnya masuk kedalam mobilnya.
"Udah gampang.. Ayo.. "
Titah Leo diangguki oleh Grace.
Mobil pun melaju dengan kecepatan sedang.
Hening tanpa suara.
Leo menoleh ke arah Grace, rupanya Grace tertidur.
Leo menatap lekat wajah Grace, Ia merasa lega dengan keadaan Istrinya yang baik-baik saja, walaupun dirinya tau sebenarnya Grace memikul beban dan tak mau berbagi dengannya.
__ADS_1
"I know you srtong girl"
Cup, satu kecupan yang hangat.