
Sebelumnya saat di tempat pesta Leo berlari mencoba mengejar mobil yang ditumpangi Istrinya.
Pria tersebut melihatnya dari kaca spion menyeringai menambah kecepatan laju mobilnya, sementara Grace tidak mengetahui jika Leo mengejarnya karena sedari tadi Grace menundukkan kepalanya.
"Arrghh... "
Leo menendang ke udara, mengacak rambutnya sendiri, mengutuk kebodohannya kenapa mengejar Grace hanya dengan berlari.
___
Ditempat lain,
"El.. Itu yang lo bilang mantannya si Leo? "
Tanya Megan menunjuk ke arah Nadia dengan dagunya.
Exel hendak menjawab namun dipotong oleh Ari.
"Yoi.. Tuh cowok yang bawa si Grace juga yang udah rebut Si Nadia dari si Leo.. Nyampe kiwkiw.. " Timpal Ari cengengesan.
"Gila emang.. Bisa kacau ini.. " Megan menimpali.
"Ikut gue.. " Ajak Exel menarik lengan Ari.
"Mau kemana..? " Tanya Ari keheranan, begitupun dengan kedua sahabat Grace yang heran dengan raut wajah Exel kini.
"Mau maenan baru gak lo..? "Ucap Exel masih menarik lengan Ari.
"Apaan anjir..?" Aripun pasrah mengikuti Exel berjalan ke arah Linda Cs yang tengah tertawa penuh kemenangan.
"Impas guys.. " Ucap Linda kepada temannya.
"Gue rasa belum.. " Exel menatap Linda dengan tatapan tajam dan dingin membuat Linda cs membeku seketika.
"Exel.. "Linda terpana dengan ketampanan Exel, memang sejak Leo Cs pindah ke sekolahnya Linda menaruh hati pada Exel.
Exel menyunggingkan bibirnya, tanpa basa-basi Exel menggendong Linda ala bridal style membuat semuanya terkejut, tetapi tidak dengan Linda malah mengalungkan tangannya ke leher Exel seraya menatapnya tanpa berkedip.
"Abang El.. " teriak Silvie kesal melihat Exel menggendong Linda.
Exel menghela nafas kasar, mengisyaratkan Ari menggantikannya.
"Kuy beresin... " Ari yang paham maksud Exel mengajak teman yang lainnya untung menggotong Linda.
"Lepasin.... Gila lo semua.. " Teriak Linda berontak, namun tak ada satu orang pun yang menghiraukannya.
Bjuarrrr..
Linda pun tercebur ke kolam renang, tak ada satupun yang mau menolongnya berbeda dengan Grace, Linda malah mendapatkan sorakan dan cemoohan dari semua tamu undangan.
"Rasain lo... "
"Emang enak lo... "
"Kasian gak ada yang nolongin... siapa suruh jadi orang jahat.."
Linda mengusap wajahnya dengan kasar, memukul-mukul air kolam, sementara di kejauhan Exel menyunggingkan bibirnya.
"Sorry Daf.. Udah bikin kekacauan.. " Ucap Exel merasa tidak enak dengan Dafa.
"It's okay... Gue suka cara lo.. " Timpal Dafa seraya menepuk bahu Exel.
"Aaaaa.. Abang El.. aku padamu.. "
Jerit Silvie , semetara Megan terkekeh sambil menoyornya.
"Udah kaya cacing kepanasan lo sil... "
____
Dikediaman, Leo tengah menatap Grace dengan tatapan penuh arti. sementara Grace masih gugup tetapi bertahan untuk membalas tatapan Leo.
"Gue mau lo malam ini.. " Bisik Leo ditelinga Grace.
deg.. maksudnya apa? apa Leo meminta haknya malam ini? jika Grace menolak tidak ada alasan lain, memang sedari awal dirinya sudah mengatakan siap untuk memberikan hak pada Leo sebagai suaminya. terkesan menjilat ludah sendiri jika Grace menolak apalagi Grace bukanlah seorang pengecut.
Grace menggelengkan kepalanya dengan cepat membuat Leo mengerutkan dahinya,
"Why..? Belum selesai..? " Tanya Leo heran sembari menunjuk daerah intim Istrinya.
Grace masih saja menggeleng seraya melirik ke arah pintu yang masih terbuka lebar.
Leo pun menoleh ke belakang dimana di sana berdiri kedua orangtuanya yang sedang melongo.
"Sial.. " Leo mendengus kesal menghampiri orangtuanya .
"Papah pikir kalian saling hajar... "
Ucap Hendri terbata-bata, yang tadinya melarang Deti menghampiri anak menantunya, tapi kini Hendri sendiri yang mengajak Deti untuk segera menghampiri mereka karena keributan menjadi hening. Hendri pikir jika anaknya akan menyakiti Grace atau bahkan sebaliknya Grace yang menyakiti Leo.
__ADS_1
Leo menghela napas kasar menganggap kedua orang tuanya mengganggu momen saja
"Kita baru mau memulainya." Ucapnya kesal dengan sorotan tajam.
"Ok.. Lanjutkan...bye bye "
Timpal Deti gugup seraya melambaikan tangan ke arah Grace yang berdiri dibelakang anaknya, lalu Deti menarik paksa Hendri yang masih mematung untuk segera meninggalkan tempat tersebut yang sedang memanas.
Leopun segara menutup pintu dengan rapat bahkan Leo langsung menguncinya.
Grace terkekeh melihat kedua mertuanya yang malah salah tingkah, seketika Grace langsung terdiam dan gugup kembali ketika Leo mulai menghampirinya lalu menghimpitnya sampai tersandar di dinding.
"Mau lanjut..? " Bisik Leo di telinga Grace membuatnya semakin gugup tak menjawab, namun pandangannya tak lepas dari sorot mata Leo bak binatang buas siap memangsa. beberapa kali Grace susah payah menelan ludahnya siap tidak siap memang harus siap pikirnya.
Leo mengangkat dagu Grace kemudian mendaratkan bibirnya juga ********** membuat Grace memejamkan matanya menikmati, jika di pikirannya Leo akan memperlakukannya dengan kasar, tetapi kali ini Leo sungguh memperlakukannya dengan lembut.
Gracepun mulai mengimbanginya saat lidah Leo mulai masuk menulusuri langit-langit mulutnya sampai tak sadar Leo menuntunnya seraya merebahkan Grace ditempat tidur.
Leo melepaskan tautannya, menatap wajah cantik Grace yang kini bersemu merah, lalu menyusuri setiap inci wajah Grace dengan kecupan.
"Lo selalu cantik Grace.. " Bisiknya seraya menyusuri leher jenjang Grace membuatnya melenguh terlebih saat Leo menciptakan mahakarya di lehernya.
"Le.. kenapa bisa berubah..?" ucap Grace dengan terbata melirik sesuatu yang menonjol dibalik celana Leo, sementara Leo mengulum senyuman melihat Grace sungguh benar-benar polos jika mengenai hal yang berbau sensitif.
"Dia udah gak sabar buat kenalan sama lo"
Seringai dari wajah Leo membuat Grace gugup. untuk saat ini Grace benar-benar seperti pengecut, nyalinya menciut tatkala melihat Leo sudah bertelanjang dada.
"Lo udah siap..? " Suara Leo mulai berat, tentu Leo akan memastikan jika Grace benar-benar sudah siap tanpa paksaan darinya.
Gracepun menganggukkan kepalanya tanda bersedia dan juga sudah siap,
"Lakukan.. Gue milik lo malam ini dan seterusnya.. " Ucap Grace dengan tenang, memang sudah seharusnya Leo mendapatkan haknya terlebih setelah mendapat kepastian tentang perasaan Leo terhadapnya.
Leo kembali menatap Grace lebih dalam dan kembali menciumnya, mengirup aroma tubuh Grace.
"Nikmati grace, gue mau malam ini berkesan buat kita.." suara serak Leo yang kini tangannya mulai nakal pada gundukan kembar milik Grace yang sudah pasti akan menjadi mainan kesukaannya.
Gracepun menikmati setiap sentuhan yang di lakukan oleh Leo, deru napas Leo menyapu leher jenjangnya menyusuri setiap inci tubuh polosnya yang entah sejak kapan bajunya teronggok di lantai.
" Thanks Grace.. " Lirih Leo di angguki oleh Grace.
mereka melawati sisa malam yang berkesan dengan saling memberikan kehangatan yang di dasari cinta yang baru mereka lakukan seumur hidupnya.
_____
Mentari mulai tinggi, namun kedua insan yang sedang dimabuk asmara masih terlelap. entah berapa kali mereka melakukannya sepanjang malam.
Grace terbangun dari tidurnya ketika ponselnya berdering panggilan telepon dari kedua sahabatnya. Beruntung mereka tidak melakukan panggilan video, bisa jadi bahan bulan-bulanan jika mereka melihat pemandangan saat ini dimana dirinya bersama Leo tengah sama-sama polos di balik selimut.
Megan : "Grace.. Lo semalem gapapa kan? Sorry... "
Grace :" Gue baik-baik aja guys.. "
Megan : " Syukur deh kalo ga kenapa napa "
Silvie :" Kuy lah nonton.. "
Megan : "cakep tuh.. Lo grace..? "
" Gue.. Emhhpp" Grace melenguh tatkala Leo mencium tengkuknya dan tangan nakalnya melingkar meremas dengan ganas bukit kembar Grace.
Megan :" Grace lo kenapa, Lo sakit?
Silvie :" Pasti gara-gara ulah si Linda semalem.. tenang Grace si Linda udah dapet balesan.. "
Megan :"yoi Grace.. Dibayar kontan anjir sama Sohib sohib Laki lo... "
Silvie :" Grace ko lo diem aja sih..? Lo beneran sakit..
"Kita lagi quality time.. "
Kini Leo yang menanggapi mereka, sontak keduanyapun terkejut.
"Sorry le.. Gue lupa kalo si grace udah punya Laki.. "
tut..
Leo menutup panggilan secara sepihak kemudian melemparkan ponsel Grace ke sembarang arah membuat Grace membulatkan matanya seraya membalikkan badan ke arah Leo.
"Kenapa..Masih mau? " Ucap Leo menantang, seringai di wajahnya membuat Grace langsung menggelengkan kepalanya.
"Lo gila.. pada rentek tulang gue.. " Ucap Grace kesal.
"tapi lo suka kan.. Gimana? Gue cukup tangguh kan? "
Tanya Leo bangga berhasil memperdaya istrinya beberapa ronde.
"Gue mau mandi. .. " ucap Grace cari aman seraya melepaskan tangan Leo yang melingkar di tubuhnya. tetapi saat Grace hendak melangkah terasa nyeri pada daerah intimnya. "awh.. " Grace meringis kesakitan membuat Leo langsung panik.
__ADS_1
"kenapa Grace? " tanya Leo penuh kecemasan, sementara Grace menggeleng dengan cepat
"gue gapapa, sedikit nyeri aja.. ". jelas Grace terlalu Gengsi untuk mengakui ketangguhan Leo yang sudah memperdayainya hingga kesakitan seperti sekarang.
Leo baru tersadar jika karena ulahnyalah Grace meringis seperti itu, " biar gue gendong ya.. " ucap Leo sok care menghampiri Grace yang sekarang tengah duduk di tepi ranjang berlilitkan selimut ditubuhnya.
"Leo, kamprett lo.. pake baju lo..! " teriak Grace sambil memejamkan matanya yang baru saja melihat tubuh polos Leo.
seringai di wajah Leo yang menahan tawanya "apaan si lo, kayak baru liat aja" ucap Leo pura-pura kesal, memang Grace terlihat bodoh saat ini, sudah jelas semalaman keduanya sama-sama polos. dasar Grace..
"ayo gue bantu lo ke kamar mandi, ini juga kan ulah gue.. " ucap Leo kembali meraih tangan Grace, namun dengan segera Grace menepisnya seraya beranjak berdiri. "ck.. lebay lo.. segini mah cetek, gue udah biasa keless kesakitan bedarah kalo jatoh lagi ngetrack.. " ucap Grace songong membuat Leo terkekeh melihat Grace berjalan dengan tertatih berselimut bak pinguin.
" iya deh gue lupa kalo istri gue ini lain dari pada yang lain, barbar" ucap Leo setengah berteriak menekankan kata barbar.
"terserah lo binatang buas!!! " timpal Grace tak kalah berteriak yang kini sudah di dalam kamar mandi.
Selepas membersihkan diri dan mengenakan pakaiannya Leo mencari keberadaan Grace, Ia mendapati pintu balkon kamarnya terbuka, rupanya Grace tengah berdiri mematung disana.
Grep...
Leo memeluknya dari belakang, sontak Grace terkejut meskipun mereka sudah melakukan hal yang tertahan selama ini tetap saja Grace masih gugup.
"Ngapain disini..? " Tanya Leo dengan dagunya bertumpu pada pundak Grace.
"Bosen.. " Jawab Grace singkat, sebenarnya Grace sedang memikirkan menghabiskan akhir pekan dengan bersepeda namun ini terlalu siang pikirnya.
" Yaudah.. Gue mau ajak lo kesuatu tempat.. " Timpal Leo yang masih memeluknya.
"Hah.. Kemana..? " Tanya Grace penasaran.
"Nanti lo juga tau.. " Jawab Leo seraya mengurai pelukannya.
"Le.. " Lirih Grace.
"Hmm .. "
"Makan dulu tapi.. Gue laper.. " Ucap Grace sambil membuang mukanya, sementara Leo terkekeh, Grace begitu menggemaskan di matanya.
"Capek ya.. Semalem saling hajar..? "
Godanya membuat wajah Grace kembali bersemu merah.
______
Setelah sarapan yang kesiangan, Gracepun bergegas pergi menghabiskan akhir pekannya bersama suaminya yang entah kemana Leo akan mengajaknya.
Diperjalanan Grace tertidur, memang benar apa yang dikatakan oleh Leo jika Grace mudah sekali tertidur kalau naik mobil.
"Grace.. Bangun kita udah nyampe.. " ucap Leo pelan seraya menggoyangkan bahu Grace.
Gracepun terbangun mengucek matanya seraya mengedarkan Pandangannya.
"Kita dimana Le..? " Tanya Grace penasaran.
"Ayo.. "
Leo membukakan pintu mobilnya seraya mengulurkan tangannya, Gracepun meraih tangannya dan turun dari mobil mengikuti langkahnya.
"Ini rumah siapa? " Tanya Grace memandang rumah bernuansa putih minimalis namun cukup luas.
"Buat Lo.. Sorry gak gede kaya rumah lo.. "
Ucap Leo merendah padahal Leo sendiri anak Sultan.
" lo mau buang gue Le..? " Tanya Grace gelagapan membuat Leo terkekeh seraya menyentil kening Grace.
"Bodoh.. Mana mungkin gue buang orang yang spesial dihati gue... "
ucap Leo yang mulai pandai membual, sementara Grace menaikan kedua alisnya masih kurang paham.
Leo menghela napas
"rumah ini buat keluarga kecil kita.. Gue mau suatu saat nanti gue pulang kerja istri dan anak gue nyambut gue disini... "
Ucap Leo seraya melangkahkan kaki di teras rumah tersebut.
Grace mengangguk paham, matanya berbinar menatap Leo, jantungnya terasa mau meledak mendengar penyataan suaminya.
Cup...
Grace mencium bibir Leo sekilas membuat Leo terkejut juga senang dengan tingkah Grace yang menciumnya tanpa diminta.
"Emh.. Kalo gitu boleh dong gue ikut andil dekor ni rumah.. "
Ucap Grace yang kini tengah masuk ke dalam rumahnya.
"No.. No.. No.. "
Timpal Leo reflek, Ia membayangkan jika Grace yang mendekorasi setiap ruangan di rumah yang baru rampung bangunnya berbau otomotif sama seperti kamar Grace yang pernah Leo kunjungi.
__ADS_1