Malu Malu Kucing

Malu Malu Kucing
part 44


__ADS_3

Sebelumnya saat Grace sedang asyik bersenandung dengan teman-temannya sesekali Grace mencuri pandang ke arah Leo.


Seketika permainannya terhenti tatkala mendapati Nadia duduk disamping Leo.


Tanpa pikir panjang Gracepun langsung meninggalkan tempat tersebut.


Niat hati ingin melabrak Nadia tetapi Grace tidak ingin mengganggu kesenangan semua temannya. Iapun memutuskan untuk pergi ke kamarnya .


Disisi lain,


Kedua sohib Leo menatap tak suka ke arah Nadia yang tiba-tiba duduk di samping Leo, sementara Leo menatap kosong ke depan tanpa menghiraukan kehadiran Nadia yang berada disebelahnya.


Kedua sahabat Grace menghampiri Leo sementara Linda Cs menghampiri Nadia,


entah apa yang akan dilakukan Linda pada Nadia kedepannya, Nadia begitu menurut mengikuti langkah Linda cs meninggalkan yang lainnya di sana, mungkin Nadia pikir Linda masih mengakrabkan diri dengannya mengingat Linda merupakan sepupu Soni.


Linda Cs berniat memberi perhitungan terhadap Nadia atas instruksi Megan dan Silvie, rupanya jiwa onar dari Linda Cs masih melekat dan berguna untuk saat ini.


"Leo.. Samperin noh si grace ngambek .. " ucap Megan kesal.


"Tau.. Lagian ngapain sih tu cewek bisa disini..? " timpal Silvie geram.


"Jangan bilang lo sengaja ajak tuh cewek biar si Grace cemburu.. Lo mau bales si Grace Le.. Tega lo.. "


Megan tiba-tiba nyerocos mengalahkan Silvie.


Leo menghela napas menyunggingkan senyuman,


"Kayanya lo bedua emang jodoh Ri.. " ucap Leo datar, mengingat Megan menjadi lebih suka banyak bicara sama seperti Ari.


"Yoi bro.. saling mengimbangi.. " timpal Ari cengengesan membuat Megan mendengus kesal


"Cih.. Lo malah ngebahas yang laen.. Si Grace noh ngambek..!!! " ucap Megan dengan suara lantang seraya menarik tangan Silvie yang sedari tadi diam melongo meninggalkan Leo cs disana.


____


Megan dan Silvie kini telah sampai di kamar penginapan menyusul Grace disana.


Keduanya bergidik geli mendapati Grace yang tengah terlelap dengan posisi jauh dari kesan feminim.


"Ini nih.. Gue males sekamar sama tuh anak.. bisa abis kita kena tendangannya.. " ucap Silvie kesal sementara Megan terkekeh.


"Ehem.. "


Suara deheman Leo yang mematung dengan tatapan dingin membuat keduanya menoleh gugup bersamaan.


"Anjir.. Pawangnya dateng juga.. " gumam Silvie masih terdengar oleh Leo, sementara Megan langsung menyikutinya untuk diam.


"Lo bedua pindah kamar sono.. " titah Leo dengan mata menyalang kearah keduanya.


"i.. i.. iya.. Leo, Kita pindah.. " Ucap Megan menyikut Silvie.


"Btw.. Si Grace masih suka gocan Le..? " tanya Silvie santai mendapat injakan dari Megan.


"Gak kalo sama pawangnya.. " sarkas Leo menekankan mereka agar segera keluar dari kamar tersebut, keduanyapun tergesa-gesa keluar meninggalkan Leo juga Grace disana.


Leo menghampiri Grace yang tengah terlelap setelah kepergian Megan dan Silvie.


Leo membenarkan posisi tidur Grace yang sedari tadi tidak beraturan, lalu Ia turut berbaring disampingnya dan membelai rambut indahnya, menatap wajahnya yang terpejam tanpa dosa.


Beberapa kali Leo menghujani wajah Grace dengan kecupannya.


"Sorry.. " lirihnya ditelinga Grace membuatnya menggeliat.


"Lo tega Leo.. gak ngerti perasaan gue.. " Grace mulai meracau dengan mata yang masih terpejam membuat Leo menggeleng menahan tawanya, sudah tidak heran memang.


"Lo mau bales gue kan deket-deket sama tuh cewek.. Lo pasti seneng kan bisa berduaan sama tuh cewek.. "


Grace masih meracau, sementara Leo menahan tawanya seraya menyiapkan ponselnya untuk merekam Grace yang sedang mengigau sewaktu-waktu bisa jadi bahan mengolok nya.

__ADS_1


"Cih.. Katanya gue sempurna buat lo.. tapi apa..? "


"Leonard.. Kurang apa gue sama lo.. lo minta gue kasih..Lo gak minta gue tawarin.. "


Leo semakin gemas terhadapnya.


Grace mulai terisak, "Gue tau gue belum bisa nyempurnain hidup lo Leo.. gak kurang gue udah berusaha.. Gue selalu minta sama Tuhan buat hadirkan anak ditengah-tengah keluarga kita.."


Deg..


Leo menjatuhkan ponselnya, dan Ia langsung memeluk Grace. Leo tidak habis pikir rupanya selama ini Grace sudah siap dengan kehadiran anak ditengah keluarga kecilnya. Bahkan doa yang khusus Grace panjatkan sama seperti doanya, namun Leo tidak pernah membahas mengenai anak, Ia juga mengingatkan orangtuanya agar tidak menyinggung perihal anak saat berbincang dengan Istrinya.


Sekali lagi Leo tidak Ingin jika Grace terlalu berpikir keras tentang anak hingga membuatnya tertekan dan terbebani.


"Grace.. gue disini.. " ucapnya pelan seraya membelai pipi Grace yang mulai basah karena air mata yang mengalir dengan sendirinya.


"Sayang.. Hey, bangun dulu.." ucap Leo seraya menggoyangkan tubuh Grace. Ia tak ingin Grace berlarut dalam kesedihannya sampai meracau seperti ini.


Grace menggeliat, perlahan membuka matanya mendapati Leo yang tersenyum menatapnya.


Grace beberapa kali mengedipkan matanya mencubit lengan Leo untuk menyakinkan.


"Gue gak lagi mimpi kan..? " ucapnya menatap Leo.


Leo menggeleng menyodorkan minum untuknya, Gracepun menerima dan langsung meneguk nya sampai habis.


"Gue disini Grace.. " ucap Leo pelan seraya membelai lembut rambut Grace.


"Tapi.. temen-temen gue gimana Le..?" tanya Grace tidak enak dengan kedua sahabatnya.


"Gak penting.. Sekarang gue mau nemenin lo.. " ucap Leo seraya membawa Grace kedalam dekapannya.


Grace menolak seraya mendorong pelan dada bidang Leo, "Bau tuh cewek.. mandi dulu sana.. " ucap Grace seraya memunggungi Leo.


Leo terkekeh semakin gemas dengan Grace yang sedang cemburu.


"Dingin sayang.. "bisiknya di tengkuk leher Grace.


"tapi gue mau lo yang angetin.. " Goda Leo memancing seraya melingkarkan tangannya diperut Grace dan mulai nakal menjelajah mencari mainan kesukaannya. Namun Grace menepis tangannya,


"mandi dulu..! " ucap grace ketus.


Leo menghela napas


"Okeh...! "


Leo pun dengan terpaksa membersihkan dirinya walaupun merasa dingin namun demi hasratnya tercapai Ia rela menuruti perintah Grace.


Selepas membersihkan diri Leo bergegas menghampiri Grace ditempat tidur,


sengaja Leo bertelanjang dada hanya mengenakan kolor untuk memudahkan pikirnya.


"Leo.. Jangan peluk-peluk.. gerah gue.. " ucap Grace menepis tangan Leo yang memeluknya.


Leo mendengus kesal mengacak rambut kasar. Iapun berbaring tanpa menyentuh Grace,


sia-sia sudah mandi menahan rasa dingin pikirnya.


"Leo lo tidur disana.. Jangan deket-deket gue.. Lo bau.. " ucap Grace menunjuk sofa panjang dekat pintu kamar.


Leo mencoba mencium aroma tubuhnya sendiri, merasa konyol padahal sudah jelas Ia baru membersihkan diri, bahkan aroma tubuhnya sudah menjadi candu dan bisa menjinakkan Grace hingga bisa terlelap dengan nyenyak.


"Udah sono.. " titah Grace tanpa dosa.


Leopun menurut bergegas pindah ke sofa dengan terpaksa mulai memejamkan matanya sampai keduanya benar-benar terlelap.


___


Dinihari Leo terjaga sebab Grace membangunkannya.

__ADS_1


"Leo.. Lo jahat.. " rengek Grace. menggoyangkan lengan Leo.


Leo mencoba mencerna ucapan Grace seraya memukul pelan kepalanya.


"Kenapa lo gak mau tidur di samping gue.. Ayo pindah Leo.. "


Grace merengek seraya menarik tangan Leo agar pindah ke tempat tidur.


Leo pun menurut beranjak ketempat tidur dan membaringkan dirinya di samping Grace.


Grace menyamping menghadap kearahnya "Lo gak mau peluk gue..? " ucap Grace seraya membenamkan wajahnya di ketiak Leo menarik paksa tangan Leo agar mendekapnya.


Leo merasa heran dengan sikap aneh Grace, sudah jelas dirinya ditolak mentah-mentah oleh Grace yang mengatainya bau tapi sekarang malah Grace merengek meminta Leo memeluknya sampai mau menghirup aroma tubuhnya.


"Grace.. " ucap Leo pelan masih sabar.


"hemm.. " Grace asyik dengan ketiak Leo.


"Lo laper..? mau makan gak..?" tanya Leo kembali dengan jargon Grace rese kalau lagi lapar.


Grace mendongak menatap Leo penuh arti "Iya.. Gue mau makan lo.." bisik Grace dengan nada menggoda.


Seringai di wajah Leo, rupanya Grace menginginkannya. dengan senang hati dan semangat Leo mengukung Grace memulai melampiaskan hasratnya yang sempat tertunda tadi, rasa kantukpun sudah hilang.


Kini keduanya berpacu menghabiskan sisa malam saling memberi kehangatan disaat orang lain tengah terlelap.


___


Malam berganti pagi,


semuanya tidak menyia-nyiakan kesempatan melihat matahari terbit terkecuali kedua insan yang masih terlelap, lebih tepatnya baru memejamkan matanya.


Entah berapa kali mereka mengulang permainannya.


Matahari mulai naik, Grace dan Leo baru keluar dari kamarnya untuk menghampiri anggota yang lainnya di gazebo tepi pantai.


Semua terbelalak melihat kedatangan mereka yang terlambat.


"roman romannya ada yang abis bertempur nih.. " ejek Ari membuat semua menahan tawanya.


"Nyenyak sekali bobonya bestie.. " ejek Silvie di anggukki Megan.


"Yoyoy.. Kalo sama pawangnya gak bakalan gocan.. " timpal Megan cengengesan.


"Brisik lo pada.. minggir gue mau sarapan.. " ucap Grace ketus.


"Hahh.. Sarapan lo kata..? Woy.. Liat jam berapa sekarang..? " ucap Silvie kesal.


"Anjay.. Kira-kira berapa ronde ya sampe telat sarapan.. " Ejek Ari kembali.


"Suhu dilawan..! " timpal salah satu anggota.


Grace memutar bola matanya jengah, sementara Leo tetap santai dan tenang.


"Lo pada mau tau berapa ronde gue bertempur..? " ucap Grace menantang,


Sontak semua mengangguk kompak penasaran.


"Sinih.. Gue bikin lo pada K.O dulu.. " ucap Grace santai mengepalkan tangannya ke udara membuat semuanya menggeleng bergidik.


"Ampun suhu ampun.. " mulai tidak waras menyembah Grace dengan kompak.


Leo menggeleng tak habis pikir dengan kelakuan konyol temannya.


selepas sarapan yang terlambat, Leo bergegas mengumpulkan Seluruh anggota untuk berbaris di depan Gazebo.


Kini semua berbaris dengan rapih memperhatikan kearah depan , dimana Leo beserta Exel dibelakangnya berdiri tegap gagah berani dengan sorotan mata yang dingin.


Leo memberi pengarahan dan Instruksi untuk semua anggota sebelum kembali pulang agar melakukan operasi bersih disekitar pesisir pantai dengan memunguti sampah-sampah di sana.

__ADS_1


Semua kompak mengangguk patuh terkecuali Grace yang sedari tadi terdiam melihat wajah Leo yang serius memberikan instruksi menambah karisma nya semakin terpancar membuat Grace terpesona untuk kesekian kalinya, terlebih dengan perintah Leo yang berisikan kebaikan membuat Grace semakin tergila-gila terhadapnya.


__ADS_2