
Leo dan Grace kini tengah makan malam bersama di meja makan yang minimalis. keduanya sangat lahap memakan makanan yang sangat mereka suka.
"Le.. "
"Hemm... "
"Lo ngerasa aneh gak sih sama istrinya Daddy..? "
"Aneh kenapa..? "
"Ya gue heran aja dia tadi belanja naik angkot.. Bi Surti aja kalo belanja pasti di kawal.. "
Grace merasa heran dengan Ibu sambungnya yang selalu berpenampilan sederhana dan tidak banyak bicara terlebih waktu Grace menginap di sana Anita selalu mengasingkan dirinya di dapur.
"Hemm.. udah gak usah dipikirin... " ucap Leo santai seraya menyuapi Grace.
Sebenarnya Leo juga merasa aneh dengan gelagat Anita terlebih Ia mendapati Anita tidak sekamar dengan bapak mertuanya, namun Leo tidak ingin menceritakannya pada Grace takutnya Grace terlalu banyak pikiran.
Biarkan saja semua terungkap seiring berjalannya waktu, toh Grace selama ini diam tidak mempermasalahkan alasan ayahnya menikahi Anita sebelum Ibu kandung Grace meninggal.
Leo juga merasa jika Grace perlahan sudah mulai peduli dengan Ibu sambungnya, Ia juga berpikir jika Anita tidak ada niatan jahat terhadap keluarga Grace.
Namun sekali lagi Leo menyimpannya dalam diam tidak ingin menyinggung perasaan istrinya.
"Leo jangan makan itu.. "
Grace menepis tangan Leo yang sedang mengambil sepapan pete membuat Leo mengerutkan dahinya heran.
"Kenapa..? Lo juga suka kan..? " tanya Leo heran mengingat Grace pernah memakan pete waktu makan bersama di panti.
"Silahkan makan aja pak.. tapi nanti gak jadi ya.. "
Ucap Grace kesal mengingat kejadian tempo hari makan pete di panti. sepulangnya dari sana Leo meminta jatah ada yang berbeda rasa saat berciuman, beruntung mereka makan pete yang terbilang masih muda jadi tidak terlalu bau, sementara yang di hadapannya sekarang pete yang sangat tua dari kejauhan saja sudah tercium aromanya.
Leo terkekeh
"Iya.. Gue gak makan.. " ucapnya pasrah daripada tidak mendapat jatah pikirnya.
Mereka telah selesai dengan makan malamnya bertepatan saat ponsel Leo berdering tanda panggilan masuk. Leopun segera mengangkat telpon dari karyawannya di Cafe, sementara Grace bergegas merapihkan bekas makan malam.
tak lama Leo menghampiri Grace setelah selesai berbincang di telpon dengan karyawannya.
Leo memeluk Grace yang tengah mencuci piring.
"Sayang .. Ngapain? Kan ada bibi.. "ucapnya seraya mengecup tengkuk leher Grace.
"Kan gue udah bilang selagi gue bisa ngerjain gak usah terlalu ngandelin bibi.. Bibi cuma ngebantu.. Lagian gue udah nyuruh bibi istirahat dikamarnya kasian capek... "
Ucap Grace nyerocos masih asyik dengan aktivitasnya.
Seringai di wajah Leo, "Udah gak sabar ya.. Nyuruh bibi tidur duluan.. "
Suara Leo mulai berat seraya menciumi leher Grace membuatnya bergidik geli, kemudian Grace menoleh,
"Gak usah ngeres.. " ucapnya seraya mengulas muka Leo dengan busa sabun.
Namun Leo seolah tidak perduli kini Ia mendudukkan Grace di atas meja samping tempat cuci piring,
Hasratnya menggebu tatkala menyusuri leher Grace, deru napasnya yang memburu membuat Grace beberapa kali merintih.
mendengar rintihan Grace Leo membekapnya dengan m*l*m*t ganas bibir Grace yang ranum , tidak lupa tangan nakalnya menyibak baju Grace menjelajah sampai dititik kesukaannya.
"Leo.. jangan disini.. " bisik Grace seraya mendorong kepala Leo yang mulai nakal dengan mainan kesukaannya.
Tanpa pikir panjang Leo menggendong Grace membawanya kekamar untuk menuntaskan hasratnya yang menggebu.
***
"Leo lo bohongin gue.. ?" lirih Grace pada Leo yang sudah ambruk selepas mencapai puncaknya bersama.
Leo mengerutkan dahinya seraya bangkit lalu berbaring di samping Grace.
"Gue gak bohongin lo.. janji.. Gue gak minta nambah. . " timpal Leo santai seraya memeluk Grace.
"Iya gak nambah.. tapi sekalinya maen lama.. Lo gak jadi buang tuh obat kan? Lo minum tuh obat kan..? "
Grace kesal sebab permainan yang di gawanginya berdurasi cukup panjang.
Leo hanya terkekeh geli semakin mengeratkan pelukannya.
"Dasar stress.. " gumam Grace masih terdengar oleh Leo.
"Siapa yang minum obat sayang? gue strong dari sananya.. " ucap Leo bangga dengan ketangguhannya.
"Cih.. pantes minta mulu.. " timpal Grace memunggungi Leo.
__ADS_1
"Justru kalo sering ngelakuin ngilangin stres.. " elak Leo
"Alesan.. Tidur ..!!! Gue gak mau besok telat.. " titah Grace dengan ketus.
Leopun langsung diam menurut seraya membawa Grace ke dalam dekapannya.
aroma tubuh Leo menjadi candu bagi Grace membuatnya tidur dengan tenang.
****
Pagi hari keduanya merasa segar untuk menjalani aktivitas kembali. namun ada saja drama diantara pasangan yang unik ini, seperti pagi ini Leo mendominasi banyak bicara daripada Grace.
"Dompet jangan lupa dibawa.. "
"hemm"
"Hape jangan sampe lowbat.. "
"Hemm.. "
"Pake celana yang bener kalo naik motor jangan yang rombeng.. Percuma pake jeans kalo bagian lutut rombeng begitu.. Ganti..!!! "
Grace meninju udara kearah Leo sebelum beranjak mengganti celananya yang lebih tertutup.
Kini keduanya tiba disekolah tepat saat upacara akan segera dimulai.
Grace segera berlari menuju lokernya untuk mengenakan seragam lengkapnya sementara Leo mulai bergabung dengan barisan.
Selepas mengenakan seragam lengkapnya Grace bergegas kelapangan, semua mata tertuju padanya mengingat kejadian hari kemarin yang masih tranding di media sosial video Grace dan Leo melawan anak astro juga video Linda cs diciduk polisi.
"Gak salah gue ngefans sama pasangan itu.. Jago beladiri.. "
"Ka Grace sabuk apaan ya..? Jago bener bikin K. O lawannya.. "
"Sabuk pelangi kali.. "
"Gila lo.. tapi gue kali ini berasa nonton film laga anjir .. "
"Noh liat mak lambe gak tau malu masih bisa masuk.. "
"itu karna kebaikan idola kita.. "
Grace mencuri pandangannya ke arah barisan kelas Leo, namun bukannya Leo yang didapat malah Linda yang melirik.
"Sial.. "
Waktu istirahat tiba, terlihat beberapa penggemar sedang menanti Linda cs yang dipanggil ke ruang Bk. sementara Grace cs tengah asyik menyantap makanannya bersama Leo cs di kantin.
Leo benar-benar tidak ingin Grace lepas dari pengawasannya.
"Grace.. Ko lo lepasin gitu aja sih tuh kunti?"ucap Silvie kesal diangguki Megan.
"Udahlah guys.. Gue males bahas masalah ini.. "
Timpal Grace santai dengan kunyahan nya.
"Yaudah kalo gitu bahas yang lain.. Jadi begimana itu Si Leo dadanya sampe totol totol merah.. "
Timpal Ari cengengesan.
"Ukhuk.. Ukhuk.. "
Seketika Grace tersedak,
Megan menepuk-nepuk pundaknya, Silvie menyodorkan minum
Sementara Leo dan Exel terkekeh.
"Eits.. gak kena.. "
Ejek Ari seraya berdiri,
Rupanya Ari sudah antisipasi dari injakan maut Grace.
"Sial.. "
"Duduk lo.. "
Ari pun menurut duduk kembali.
"Mangap Lo.. "
Titah Grace pada Ari,
Leo menatap tidak suka ia menyangka jika Grace akan menyuapi Ari.
__ADS_1
"Me.. Suapin noh cowok lo.. Kasih makan yang banyak biar otaknya ga ngeres.. "
Kesal Grace sementara Leo bernapas lega.
Megan menuruti Grace menyuapi Ari.
"Yang banyak bie.. Biar otak gue gak ngeres.. "
Ucap Ari santai sementara Megan bersemu.
Silvie melongo tak percaya,
"Me.. jangan bilang lo bedua udah jadian.. ?"
Selidik Silvie di angguki oleh Megan.
"Yah.. Nasib gue gimana..? " rengek Silvie tanpa menghiraukan Leo cs.
"Ehem.. El.. Peka dong peka.. " Ledek Grace pada Exel membuat yang lain terkekeh terkecuali Silvie dan Exel yang gugup.
"Benih cinta kini jadi cinta.. "ucap Silvie gugup menyatakan perasaannya.
Exel hanya mengangguk dengan wajahnya yang dingin nan datar.
"Apaan lo El yang jelas.. Keterlaluan lo kalo nolak cewek langka kaya Dia.. "
Grace mengompori Exel sementara yang lain menahan tawanya.
Silvie menggeleng merasa malu
"Stop Grace..
" Gue suka sama lo Sil.. " Exel memotong ucapan Silvie
Sontak semuanya melongo sementara Silvie membuang mukanya lalu menampar pelan pipinya. mimpaikah ini?
Exel meraih tangan Silvie untuk digenggamnya.
"Gue mau lo jadi cewek gue.. "
Exel menaikan satu alisnya menatap ke arah Silvie meminta tanggapannya,
Silviepun mengangguk pelan seraya menggigit bibir bawahnya.
Ingin sekali rasanya saat ini Silvie jingkrak jingkrak kalo bisa salto sekalian.
brakk... Grace memukul meja membuat semuanya tersentak kaget.
"Sahhh.. Udah jadi lo bedua. "
Curang sekali Grace padahal Silvie hanya mengangguk, berbeda dengan Exel saat mengangguk masih dimintai penjelasan.
"Pajak-pajak.. " ucap Ari cengengesan.
"Cih.. Lo bedua juga belom bayar pajak" Grace hakim yang sok bijak.
Merekapun melanjutkan makannya, tak lama terdengar suara riuh dari arah luar kantin.
"Ada apaan ? "
Tanya Grace heran.
"Itu lambe turah dibully ade kelas.. " ucap salah satu teman Grace.
Grace cspun bergegas keluar diikuti Leo cs,
mereka mendapati Linda Cs basah kuyup bau busuk dari telur yang dilempar oleh para penggemar panatik.
"Stop..! "
teriak Grace menatap tak suka para penggemar.
"Gapapa Grace.. Kita emang pantes dapetin ini semua.. Ini Gak sebanding dengan lo yang suka gue jahatin.. "
Ucap Linda menunduk.
"Huh.. Rasain lo.. Emang pantes.. "
Cemoohan cemoohan dari para penggemar membuat Grace merasa geram.
"Bubar lo semua... " teriak Grace pada para penggemar membuat semuanya menunduk dan langsung membubarkan diri.
Leo mengacak gemas rambut atas Grace.
Sekali lagi ia merasa kagum dengan Grace yang berlapang dada menerima begitu saja orang-orang yang menyakitinya.
__ADS_1