
Exel meminta Megan untuk menceritakan apa yang sebenarnya terjadi dengan Grace. kini keduanya sudah berada di salah satu cafe dekat pusat perbelanjaan tadi.
Megan menghela napas panjang sebelum menceritakan kejadian yang menimpa sahabatnya pada Exel. ini kali pertama dirinya berbicara empat mata dengan sohib suaminya.
" terus si Leo gak ngejar bininya..? " tanya Exel yang sedari tadi menangkap ucapan Megan.
Megan menggelengkan kepalanya, " bentar anjirr, lo gak ngasih kesempatan buat gue makan.. "
Ibu hamil itu benar-benar merasa lapar. Dia menyantap makanan yang dipesan oleh Exel dengan lahap, bahkan makanan milik Exelpun turut dimakannya.
Sementara Exel terkekeh melihat cara makan Megan. mulutnya terlihat penuh dengan makanan saat berbicara, bahkan dia mengunyah makanannya dengan cepat.
" kenapa Lo..? baru liat ibu hamil kelaparan? " tanya Megan mendelik ke arah Exel.
Exel menggeleng, " justru gue seneng kalo lo makan banyak, lo mau nambah Me..? " pria itu melirik dua piring di hadapannya yang hampir kosong.
Exel senang jika Megan makan dengan lalap mengingat wanita dihadapannya tengah hamil dan butuh asupan untuk calon anaknya. Dia pun berharap jika Silvie istrinya memliki napsu makan yang bagus seperti kedua sahabatnya.
Megan menggeleng menolak, dia sudah cukup kenyang memakan dua porsi sekaligus.
" Si Silvie masih susah makan El..? " tanyanya di angguki Exel.
" huhh.. bingung gue sama kalian, gue juga gak bisa belain siapa-siapa. intinya ini efek ngidam dua sahabat gue yang membagongkan.. "
ucap Megan sembari menelan kunyahan terakhirnya, kemudian diraihnya minuman yang ada dihadapannya.
Exel tersenyum miring,
" iya sama membagongkannya kayak ngidam lakinya buat dandan kek cewek.. " ucapnya santai membuat Megan melotot tajam.
" dari mana lo tau sialan? "
" lo lupa kalo laki lo mulutnya lemes.. " sahut Exel masih santai dengan tawa mengejeknya.
Megan menggelengkan kepalanya, dia tidak percaya dengan ucapan Exel. Ari tidak mungkin menceritakan aib keluarganya pada orang lain, bahkan suaminya itu yang mengajaknya menyimpan rapat-rapat masalah ngidamnya.
kemudian wanita itu menyeringai, dia harus membalas ejekan Exel.
" iya lemesnya sama kek bini lo, saking lemesnya mulut bini lo gak bisa ngontrol ucapannya.. gak mikirin perasaan orang bahkan sahabatnya sendiri.. "
sontak Exel yang masih tertawa mengejeknya, seketika langsung pudar. Dia terdiam tak mampu menanggapi ucapan Megan yang begitu menusuk tajam.
" dah gue cabut duluan.. " celetuk Megan membuyarkan lamunan Exel.
" gue anter.. "
" gak usah, hati gue gak sekuat si Grace kalo dapet ocehan dari bini lo.. "
Lagi. Exel tak mampu berkata. Dia merenung kala Megan meninggalkannya begitu saja. bahkan wanita itu belum sempat mengucapkan kata terimakasih atas traktiran makan juga gaun yang dibelikannya.
tut...
__ADS_1
" gue minta waktu lo bentar.. "
...*****...
" Leonard, kenapa kamu biarin Grace pulang sendirian.. kalian ada masalah? " tanya Deti dengan mata membola. Siapapun yang salah dalam masalah anak menantunya, tetap Dia merasa kecewa terhadap putranya sebab membiarkan menantu kesayangannya pulang sendirian malam-malam.
Leo tidak menjawab pertanyaan sang Ibu. Dia lelah alias malas meladeni omelan Deti.
Leo memilih pergi ke kamarnya sembari melonggarkan dasi yang masih menggantung di lehernya. Penampilannya nampak sedikit berantakan, bahkan rambutnya terlihat acak-acakan.
" anak itu.. gak like nih.. " gumam Deti yang menatap punggung putranya.
.
.
.
.
Grace meringkuk seperti bayi di ranjangnya, dadanya masih terasa sesak dan sakit jika mengingat kembali bagaimana suami juga sahabatnya mengucapkan kata-kata kejam kepadanya. ini tidak adil untuknya.
ceklek... suara pintu terbuka membuat Grace mengusap air mata yang membasahi pipinya. kemudian dia mencoba memejamkan mata yang pegal karena sepanjang perjalanannya pulang Dia terus menangis.
" Grace.. " Leo sudah berdiri di samping ranjang. Dia mengusap kepala Grace dan menatapnya dengan sendu.
Grace membuka matanya dan menatap Leo dengan kecewa. Dia merasa Leo sudah tidak perduli lagi, suaminya itu tidak mencoba mengejarnya tadi atau mencari keberadaannya, dan tidak menghubunginya sama sekali. bahkan suaminya bisa pulang selarut ini.
" pasti abis dari rumah si kermi.. sial.. kenapa harus sahabat gue yang lo prioritasin Leonard.. " batinnya kesal.
" ngapain minta maaf..? lo gak salah, lo selalu benar.. gue cuma biang onar.. "
sahut Grace ketus saat beranjak dari tempat tidurnya seraya menabrak badan Leo yang masih mematung dengan sengaja.
brakkk... pintu tertutup dengan keras membuat Leo mengusap dadanya.
Leo menatap pintu yang tertutup rapat itu dengan sendu. Grace meninggalkannya tanpa perasaan.
" argghh.. sampe kapan semua ini berakhir.. " Pria itu mengacak rambut frustasi.
tadi sebelum pulang Dia menyempatkan bertemu dengan Exel. sohibnya itu menceritakan ucapan tidak menyenangkan dari Silvie untuk Grace.
" ini semua gara-gara Lo sialan.. " umpatnya pada diri sendiri.
Sementara Grace memilih tidur di kamar si kecil. Dia merebahkan dirinya di sofa sebab tidak ingin mengganggu Deti yang nampak terlelap di samping si kecil.
Grace menghela napas panjang sembari menatap langit-langit mencoba mengenyahkan pikirannya. ditariknya selimut ke seluruh tubuhnya. tak lama dirinya pun terlelap sebab terlalu lelah, terlebih tadi sepulangnya dari belanja wanita itu menyempatkan untuk makan dengan porsi besar.
tanpa Grace sadari, seseorang menatapnya dengan sendu.
" anak mamah kuat.. " gumamnya.
__ADS_1
tadi Deti mendengar dengan jelas suara hentakan pintu, lantas Iapun melarikan diri ke kamar si kecil dan pura-pura tidur.
...*******...
dalam waktu yang sama, Silvie sedang merajuk sebab Exel pulang hingga larut, padahal suaminya itu pergi hanya sekedar mencari gaun untuknya.
" keasyikan jalan sama si Grace pasti.. "
" stop Sil..!!! " Exel sudah tidak tahan. dari tadi Silvie tidak terima semua penjelasannya, istrinya terus menyela setiap kalimatnya.
Silvie mengerjapkan matanya, seumur hidupnya Dia baru mendapatkan bentakan. bahkan kedua orangtuanya pun tidak pernah melakukannya.
" abang berani bentak istri sendiri demi si Grace..? " tanyanya dengan tersenyum ketir. Dia merasa aneh dengan hidupnya.
Exel menghela napas kasar, " makannya dengerin dulu kalo suami ngomong.."
Silvie diam tak menanggapi, namun kupingnya sudah siap mendengar penjelasan dari Exel. jujur, Dia merasa takut saat mendapat tatapan tajam dari suaminya.
walaupun saat ini Silvie tidak memerlukan sosok Exel, akan tetapi Dia takut jika suaminya itu berpaling bahkan meninggalkannya. ah.. perasaan macam apa ini?
" coba Lo yang ada di posisi si Grace, gimana perasaan lo Sil..?" tanya Exel di akhir penjelasannya.
" jadi abang maksa gue buat ngertiin si Grace? abang sendiri gak ngertiin istrinya.. "
Lagi-lagi Exel menghela napas kasar. Silvie memang pantas mendapat julukan lemot. wanita itu kurang bisa mencerna ucapannya hingga menimbulkan kesalahpahaman.
" Serah Lo Sil.. gue capek.. " sahut Exel beranjak meninggalkan Silvie. Dia memberikan kesempatan pada istrinya untuk merenungkan kesalahannya.
walaupun semuanya berdalih atas nama ngidam, tetap saja Exel merasa Silvie sudah keterlaluan.
" gue..? harus minta maaf sama si Grace..? idih ogah amet, yang ada dia bisa besar kepala.. "
...*****...
Keesokan harinya Grace terbangun dari tidurnya sekitar jam sembilan pagi. karena lelah, semalam Dia begitu nyenyak tidur. Grace sukses membuang pikirannya.
Namun tetap saja untuk bersikap normal terhadap suaminya sangat sulit untuk Grace sekarang.
Grace pergi ke kamarnya untuk membersihkan diri supaya lebih segar.
Grace tersenyum kecut saat pintu kamar terbuka dan menampilkan sosok Pria yang masih terlelap. Leo nampak masih kacau, bahkan suaminya itu masih mengenakan kemeja lengkap beserta dasinya.
Diapun melangkah menuju kamar mandi dengan cueknya melewati tempat tidur.
Leo terbangun sebab mendengar suara gemercik air dari dalam kamar mandi. tak lama pintu pun terbuka memperlihatkan sang istri keluar hanya dengan lilitan handuk sepaha saja.
Grace melirik sekilas kearah Leo yang tak henti memperhatikan setiap gerakannya. Iapun tersenyum sinis dan cuek mengenakan pakaian di hadapan suaminya.
" sial.. sengaja banget goda gue.." Leo mengumpat kesal di dalam hatinya kala melihat Grace seperti sengaja menggodanya. dimana wanita itu tampak seksi menaikan sebelah kakinya di bangku rias saat tengah mengoleskan lotion.
buru-buru Leo bergegas ke kamar mandi sebab kepalanya terasa nyeri akibat barang pusakanya memberontak meminta dikeluarkan. tidak lucu jika ditengah masalah yang belum selesai Leo meminta Grace untuk melepaskan hasratnya.
__ADS_1
Sementara Grace yang melihat Leo beringsut pergi ke kamar mandi dari pantulan cermin, kini menyeringai tersenyum devil.
" mampus.. rasain lo.. solo karir sono.. "