Malu Malu Kucing

Malu Malu Kucing
part 56


__ADS_3

Sudah dua pekan lebih Grace bersikap dingin dan mencoba menjauh dari Leo.


Tetapi itu tidak membuat Leo menyerah untuk terus berusaha meraih kembali cinta Grace dengan beribu perhatian walaupun tak di anggap oleh Grace.


Tak hanya Leo yang berusaha menginginkan bersatu kembali bersama Grace, melainkan kedua sohib juga kedua sahabat Grace bahkan seluruh murid dan para penggemar pun turut serta berusaha menyatukan keduanya.


"Kalian lagi.. Kalian lagi.. Gak bosen apa..?"


Ucap Grace jengah melihat para penggemarnya memohon dengan membawakan beberapa bucket snack dihadapan Grace yang baru turun dari mobilnya.


"Kita gak bakalan berhenti kak.. Sampe kakak mau balikan sama kak Leo.. "


"Iya kak.. Please balikan lagi kak.. Kasian kak Leo murung terus.. "


"Kasian juga ponakan kita kak.. "


Grace memutar bola matanya jengah sudah malas menghadapi situasi seperti ini setiap hari sejak dirinya menjaga jarak dengan Leo, para penggemar tidak ada hentinya dan tidak menyerah untuk membujuknya.


"Sampe duit jajan lo pada kering, bonyok kalian bangkrut beliin gue beginian juga tetep gue gak bakalan peduli.. Stop urusin rumah tangga gue, kalian disini buat belajar, bukan ngurusin hidup orang.. "


Ucap Grace menekankan seraya mengembalikan hadiah kepada penggemarnya. dengan rasa kesalnya Iapun melengos meninggalkan mereka yang masih menunduk memohon.


kejam, memang saat ini Grace terlihat kejam, dan Grace sama sekali tidak peduli akan hal tersebut.


"Woy.. Napa muka lo kusut begitu..? " tanya Megan yang menanti Grace bersama Silvie disampingnya.


"Biasa Fans alay.. " timpal Grace sambil mendudukkan dirinya dengan malas.


"Yaelah.. Lagian lo bebel banget gak mau nerima lagi laki lo, kasian tau si Leo penampilannya kaya gak keurus, makan senemunya.. apalagi ngidamnya makin parah, dosa lo Grace.. "


ucap Silvie nyerocos tanpa jeda diacungi jempol oleh Megan, tetapi tidak dengan Grace yang malah tersenyum kecut,


"Sayangnya gue gak peduli tuh.. " ucapnya santai, sementara kedua sahabatnya mulai kesal dengan sikap Grace.


"Gak peduli lo bilang..? Lo udah nyita waktu cowok-cowok kita buat urusin laki lo..!!! " ucap Silvie geram di angguki lagi oleh Megan.


Silvie sengaja berkata seperti itu sengaja menggertak agar Grace tidak di kuasai sikap egoisnya, setidaknya Grace ada sedikit memikirkan nasib percintaan kedua sahabatnya juga.


sayangnya Grace benar-benar tidak peduli, "Gue gak pernah nyuruh mereka.. " timpal Grace dengan enteng membuat kedua sahabatnya harus ekstra sabar terhadapnya.


Silvie dan Megan kompak menggeleng melihat sikap acuh Grace,


,"Anjirr.. Lo emang keras kepala Grace.. Serah lo dah.. "


ucap Silvie sok pasrah namun tak bersungguh,


tentu Silvie tidak akan membiarkan masalah sahabatnya terus berlanjut, sama halnya dengan yang lainnya, dirinya bertekad akan mempersatukan kembali Grace dengan Leo


Tiba waktu istirahat, seperti biasa Grace akan menghabiskan waktu istirahatnya menyantap bekal yang disiapkan oleh Anita ditaman belakang sekolah.


tak lupa kedua sahabatnyapun setia menemaninya.


Ketiganya kini tengah duduk di bangku taman menikmati makan siangnya.


"Grace.. Noh.. Lo liat kelakuan laki lo.. "


Silvie cekikikan menyikut grace menunjuk ke arah Leo cs yang berada dikejauhan sedang melakukan aktivitas membuat rujak buah, dimana Exel dengan telaten membuat sambal rujak sementara Ari sibuk mengupas buah, dan yang mulia Leonard sedang duduk sila dengan wajah yang menggemaskan menanti rujaknya selesai di buat.


"Gila, Segala cobek dibawa.. itu lagi pada gelar tiker.. udah kayak emak-emak lagi piknik anjir.. "


ucap Megan bergidik.


"Ponakan kita emang spesial.. Bisa bikin tiga Singa jadi anak kucing yang menggemaskan.."


timpal Silvie cengengesan membuat Grace juga Megan seperti ingin muntah mendengar kata "menggemaskan" untuk Leo cs.


Grace menahan tawanya saat pandangannya tertuju pada Leo cs dan berhasil menangkap adegan lucu, dimana Leo mengambil sepotong buah lalu dicolek nya sambal yang belum jadi membuat Exel langsung menepis tangannya seraya mengacungkan dan menggoyang kekiri kanan telunjuk di depan mata Leo


"No.. No.. No.. "


Ucap Exel tegas membuat Leo menunduk patuh , tetapi bibirnya mengerucut. kali ini Grace tidak bisa menampik ucapan Silvie. benar.. mereka terlihat begitu menggemaskan, terlebih Leo bak anak kucing menunggu majikannya menyiapkan makanan untuknya.


"Ngapain lo senyam-senyum..? Bukannya kasian laki lo ngidam parah gak tau tempat.. "


Ucap Silvie cengengesan membuyarkan lamunan Grace.


Grace menghela napas, terlalu gengsi untuk membenarkan ucapan Silvie,


"Ngapain gue musti kasian..? Mungkin anaknya mau balas dendam sama bapaknya .. " timpalnya santai dan terkesan songong membuat keduanya terkekeh.


"Yang mau bales dendam anaknya atau emaknya..? " goda Silvie di acungi jempol oleh Megan.


"Udah yuk cabut.. Males gue jadi gak selera makan.. " ucap Grace ketus hendak bangkit, namun tangannya di cekal oleh Silvie menyuruhnya duduk kembali.

__ADS_1


"Tunggu dulu.. Gue mau nyobain rujaknya, apalagi sambal bikinan abang El.. " ucap Silvie merengek dan Megan pun mengangguk antusias sementara Grace menggeleng,


"Ck.. Gue berani taruhan kalo lo bisa makan tuh rujak.. Gue aja istrinya gak pernah dikasih.. Apa lagi lo berdua.. " timpal Grace dengan nada meremehkan.


"Anjay.. Istrinya gitu loh.. " goda Silvie cekikikan diacungi jempol oleh Megan.


"Dah lah males.. " Grace melengos meniggalkan kedua sahabatnya. malas sebab kedua sahabatnya terus saja menggodanya.


bukannya mengikuti Grace, kedua sahabatnya malah antusias menghampiri Leo cs.


"Wihh.. Kayanya enak tuh.. " ucap Silvie melirik rujak yang tersaji seraya menelan ludahnya.


Sontak Leo menatap tajam kedua sahabat Grace, sementara Ari dan Exel dengan sigap menyilangkan kedua lengannya membentuk huruf X mengisyaratkan hanya Leo yang berhak memakannya.


"Ck.. Bener kata Si Grace, istrinya aja gak dikasih, apalagi kita.. " ucap Silvie ketus mendelik.


Leo hampir saja tersedak, "Lo bilang apa tadi..? Istrinya..? " tanyanya memastikan. tentu pendengaran Leo tidak rusak, akan tetapi dirinya hanya ingin memastikan jika Grace berucap seperti yang di katakan Silvie barusan.


"Iya.. Seneng lo..? " timpal Silvie ketus sebab kesal pasal rujak.


Leo mengulum senyuman mendengar ucapan Silvie mengenai pengakuan Grace tentu membuatnya berasa melayang tinggi.


"Si Grace ada..? " tanya Ari penasaran seraya mengedarkan pandangan mencari keberadaan Grace.


"Udah cabut.. Malu dia, malu-malu kucing.. " timpal Megan santai di angguki Silvie.


"Ehem.. berhubung gue lagi seneng, lo berdua boleh makan nih rujak.. "


ucap Leo santai dengan wajah yang sumringah,


Keduanya sahabat Grace melongo, "Sialan lo.. tinggal dua potong baru lo kasih.. "


timpal Megan kesal diangguki oleh Silvie yang sama kesalnya.


Sementara Ari dan Exel menggeleng terkekeh.


"Daripada gak sama sekali.. " timpal Leo santai membuat keduanya geram.


"Dih resee lo.. " timpal Silvie ketus, tetapi di ambil juga potongan buah sisa Leo tadi.


...****************...


Bel berdering menyudahi semua aktivitas belajar.


siapa suruh Grace keras kepala? atau ada rencana lain dari kedua sahabat Grace untuknya?


Grace mengedarkan pandangan mencari seseorang setelah menerima notifikasi di ponselnya yang mengingatkan jadwalnya untuk memeriksakan kandungannya.


sama halnya dengan Leo yang menerima notifikasi tersebut memilih berdiri dikejauhan memantau Grace yang terlihat begitu kecewa sebab untuk kali ini Leo tak menemaninya.


Tak lama Exel menghampiri Grace yang terlihat gusar berdiri disamping mobilnya.


"Kenapa Grace..? Mobil lo mogok..? tanya Exel cemas.


"Enggak El.. " jawab Grace menunduk dan terlihat gugup, membuat Exel menaikan sebelah alisnya penasaran dengannya.


Grace mendongak ke arah Exel dengan gugup "Gue.. Gue.. hari ini jadwal cek kandungan.. " ucapnya ragu seraya memilin ujung seragamnya merasa tidak pantas mengatakannya sebab masih berada di area sekolah.


"Mau gue temenin..? " ucap Exel serius menatap Grace dengan nanar, namun dengan cepat Grace menggeleng menolak membuat Exel terkekeh terlebih ekor matanya berhasil mendapati Leo yang berdiri memantau keduanya.


"Kenapa..? Gue gak bakalan biarin lo jalan sendiri Grace.. "


ucap Exel sengaja memegang kedua bahu Grace sengaja memanasi Leo yang di nilainya lambat untuk meraih kembali cinta Grace.


dan benar saja, Leo mengepalkan kedua tangannya melihat adegan yang membuatnya geram,


"Sialan lo.. Nyari kesempatan.. " umpatnya untuk Exel.


Grace menghela napas seraya menepis tangan Exel yang masih menempel di bahunya,


"Sorry El.. Gimanapun juga si Leo masih sah sebagai suami gue, "


ucapnya gugup kembali menunduk.


mendengar itu, Exel bernapas lega setidaknya Leo masih di anggap oleh Grace.


"Okeh.. Kalo gitu biar suami lo yang nemenin.. " ucapnya santai.


tetapi Grace kembali menggeleng menolak, sementara Exel malah mengulum senyuman,


"Yaudah berarti gue yang nemenin lo.. biar entar disangka gue suami lo.." ucapnya dengan nada memancing.


"Shitt..Lo demen banget nginjek kaki gue.. " Exel meringis mendapat injakan maut dari Grace membuat seseorang bersorak ria melihatnya.

__ADS_1


"Mampus lo.. " gumam Leo dari kejauhan.


Grace menghela napas kasar, "Gila lo.. kalo suami gue tau gimana..? "


Ucap Grace kesal.


Lagi-lagi Exel mengulum senyuman melupakan rasa sakit di kakinya, tentu dirinya tidak akan menyerah begitu saja.


"Okeh.. Biar gue ajak suami lo sekalian, biar lo gak canggung.. Gimana..? "


ucapnya santai,


"Gak.. Gue mau sendiri aja.. "


timpal Grace ketus.


"Dan gue gak bakalan biarin lo jalan sendiri.. " ucap Exel kembali memancing.


"Ok.. Fine.!!! timpal Grace lantang pasrah sebab malas harus meladeni Exel yang pastinya akan terus memaksa.


Memang benar, sebaiknya saat ini Grace di temani oleh keduanya, dari pada harus dengan Exel saja sebab akan membuat dokter kebingungan nantinya jika Exel mengaku sebagai suaminya. sangat tidak lucu bukan?


Exel terkekeh, "Gitu dong.. " ucapnya seraya mengacak gemas rambut atas Grace membuat Leo geram tak tahan untuk mengajarnya saat ini juga.


Exel melambaikan tangan ke arah Leo membuat Grace terbelalak,


" what.. sejak kapan tuh anak di sana?"


batin Grace melihat hendak Leo menghampirinya.


Exel terkekeh melihat raut muka Leo yang menahan kesal terhadapnya.


Exel sendiri tahu jika Leo sudah tidak tahan untuk menghajarnya, tetapi tidak di depan Grace sebab akan memperkeruh suasana.


Grace membuang mukanya saat hendak masuk kedalam mobilnya setelah memberikan kunci kepada Exel,


"Lo dibelakang Grace.. Gue gak mau si Silvie cemburu.. "


elak Exel mengusir Grace yang sudah duduk manis di sampingnya.


"Rese banget lo.. Lo mikirin si Silvie cemburu, lah ngapain lo soksokan mau nemenin gue.. "


timpal Grace kesal seraya keluar dan menutup keras pintu mobilnya membuat Exel terkekeh.


Leo yang tadinya merasa geram terhadap Exel, kini mengangguk sedikit paham dengan maksud sohibnya saat ini. tapi tetap saja tingkah Exel yang berani menyentuh Grace sungguh membuatnya terbakar cemburu.


Gracepun masuk kembali dan duduk di bangku belakang bersama Leo disampingnya. sebenarnya Ia ingin menyuruh Leo untuk duduk bersama Exel di depan, tetapi untuk mengatakan itu enggan Grace lakukan.


Ditengah perjalanan Grace terus membuang mukanya ke arah jendela dengan diam seribu bahasa, sementara Leo tak hentinya menatap Grace yang sangat di rindukannya.


Exel melihat kecanggungan tersebut dari pantulan spion mengulum senyuman,


"Grace.. Mobil lo cakep juga.. " ucapnya memecah keheningan.


"hemm.. tapi nyokap gue lebih seneng naek angkot.. "


timpal Grace masih asyik menatap ke arah luar.


"Massa..? Maksudnya Ibu sambung lo..?" tanya Exel seolah tidak percaya membuat Grace beralih memandangnya,


"Iyalah.. Lo pikir semua Ibu tiri matre..? nyokap gue beda keless.. "


timpal Grace kesal tanpa menghiraukan kehadiran Leo disampingnya yang hanya bisa diam memerhtikan.


"Oh ya..? Gue pikir dia gak berani karena anak tirinya garang kaya lo.. "


timpal Exel cengengesan, sungguh ini sisi lain dari seorang Exel yang biasanya terlihat dingin bak kulkas seribu pintu. bahkan Silvie pun jarang melihat tingkah langka dari Exel.


"Gak usah sotoy lo.. " timpal Grace menoyor kepala Exel dari belakang.


"mampus Lo.. " batin Leo menahan tawanya.


"Lagian lo jadi bawel gini..? Lo bener-bener ketularan si Silvie.. "


ucap Grace kesal seraya menyandar kembali sambil bersidekap dada.


"Bisa jadi.. Soalnya gue cintaaa pake bangett sama temen lo.. "


timpal Exel santai, jika saja Silvie mendengarnya saat ini pasti langsung selebrasi karena kegirangan.


"Bucin lo.. " timpal Grace bergidik.


Sementara Leo tersenyum melihat Grace kembali kejati dirinya yang sangat menggemaskan meskipun bukan dirinya yang memancing tingkah Grace tersebut, melainkan Exel yang mengganti perannya saat ini.

__ADS_1


untuk kali ini Exel sudah berperan besar dan Leo patut berterimakasih terhadapnya.


__ADS_2