Malu Malu Kucing

Malu Malu Kucing
part 18


__ADS_3

Bel tanda belajar telah usai, waktunya untuk pulang.


"Le.. Gue sama Ari cabut duluan ya.. Tar gue sharelok tempatnya"


Ucap Exel menepuk bahu Leo.


"Hmm.. "


Merekapun pergi dengan menaiki mobil Exel.


Sementara di tempat lain,


"Guys.. Nongkrong yuk.. Udah lama gak nongkrong.. "


Ajak Silvie.


"Males gue.. "


Grace bukannya menolak, tapi dia kurang bersemangat jika tidak punya pegangan, terlebih Grace yang selalu mentraktir kedua sahabatnya.


"Males apa mau kangen-kangenan lo sama doi.. "


timpal Silvie meledek.


"Apaan shi lo.. Yaudah lo pada maen ke rumah gue aja, hmm maksud gue ke rumah Leo.. "


Ajak Grace cari aman.


"Wahh boleh tuh boleh.. "


Ucap Silvie sangat bersemangat.


"Emang Si Leo ngizinin Grace..? "


Tanya Megan.


"Belom sih.. Tapi dia gak keberatan gue ngasih tau statusnya sama lo bedua.. "


timpal Grace santai.


"Kalo gitu lo minta ijin dulu Grace, kalo perlu minta ijin mau nongkrong aja.. Gak enak gue kalo maen kerumah si Leo, tar apa kata bonyoknya..? "


Megan menyarankan.


"Iya pasti gue minta ijin, "


Sesampainya mereka di parkiran, terlihat Leo tengah berdiri di samping motor Grace.


"Panjang umur, noh yang di omongin lagi jagain motor lo Grace.. "


Ucap Megan menunjuk ke arah Leo.


"Ehem.. Ehemm.. Samperin sono.. Kita tungguin disini.."


goda Silvie cekikikan.


Gracepun menghampiri Leo.


"Ada apa..? "


" Gue pinjem motor lo bentar.. "


"Lah gue naik apaan? Lagian lo mau kemana sih pake motor segala.. ? "


"Tar lo naik mobil, bentar lagi nyampe.. Gue ada urusan.. "


"Yaudah iya, tapi isiin bensin ya.. Yang penuh.. "


"Iya, sini kunci sama STNKnya.. "


Gracepun memberi kunci beserta STNKnya pada Leo,


"Oh ya.. Le gue boleh ajak temen gue kerumah gak? "


"Mau ngapain..? "


"Sebenernya mereka ngajak nongkrong, lo tau sendiri kan gue gak megang duit, Ya gue iseng ngajak ke rumah.. Gimana??? "


"Yaudah lo ajak aja ke rumah, daripada nongkrong diluar.. "


"Bilang aja lo takut gue pintain duit.. "


Leo menghela nafas kasar seraya menyodorkan kartu ATM kepada Grace.


"Nih lo pegang, jangan boros boros, itu buat keperluan lo.. lo boleh gunain buat ngejamu temen lo dirumah, asal jangan nongkrong diluar.."


"Ko lo jadi bawel..? Kenapa gak boleh nongkrong diluar. ? "


"Boleh tapi harus sama gue.. "


"Hmm iya iya.. Betewe ni pinnya berapa? "


Tanya Grace seraya mengangkat Kartunya.


"Tanggal pernikahan kita.. "


timpal Leo santai, seketika Grace rasanya seperti ingin terbang melayang.


"Yaudah .. Cabut sono.. "


Ucap Grace salah tingkah menggit bibir bawahnya.


Seringai diwajah Leo melihat Grace salah tingkah


"Lo gak mau cium tangan gue lagi.. ?"


Ucapanya seraya menaikan sebalah alisnya.


Gracepun mendekat dengan gugup, diraihnya tangan Leo, kemudian ia menciumnya.


"Makasih suamiku, Hati-hati dijalan.. "


Ucap Grace manja, Ia sendiripun geli mendengarnya


"Anjir geli.. Lidah gue gatel.."


Leo tersenyum merekah mengacak rambut atas Grace dengan gemas, Iapun mulai melajukan motornya meninggalkan Grace.


Semua tingkah keduanya tak luput dari perhatian kedua sahabatnya, merekapun menghampiri Grace.


"Cie.. Mau dong gue di usap kepalanya sama babang tampan.. "


Ucap silvie manja.


Grace memutar bola matanya jengah mendengar rengekan Silvie.


"Gimana lo di kasih ijin gak..? "


Tanya Megan penasaran.


"Ngga boleh Kalo nongkrong.. Dia suruh kalian maen ke rumah aja.."


Jawab Grace santai.


"Cie.. Posesif.. "


Ejek Silvie cekikikan.


"Udah yuk pada naik noh mobilnya udah nyampe.. "


Ajak Grace malas meladeni Silvie.


"Kuy kebetulan gue gak bawa motor.. "


Silvie menimpali.


"Lah motor gue gimana dong..? "


Megan kebingungan.


"Tunggu bentar.. "


Grace menghampiri supir pribadi Leo.


"Emh pak, bisa bawa motor temen saya gak? Mereka mau main ke rumah.. "


"Bisa non, tapi mobilnya siapa yang bawa..? "


"Biar saya aja yang bawa.. Tenang pak SIM saya lengkap hehee.. "


Grace cengengesan.


"Yaudah non hati-hati ya"


"Siap.. "


Grace pun menaiki mobil di belakang kemudi.


"Me lo kasih sono tuh kunci sama STNK lo.."


Kedua sahabapun duduk di jok belakang.


___


Ditengah perjalan.


"Grace puter musik dong.. " Pinta Silvie.


"Jangan ntar lo kepanasan.. " Grace cengengesan.


"Lah ngapa emang..? "


Tanya Silvie heran


"Isinya religi semua.. " timpal Grace santai.


"Sialan lo.. Lo pikir gue setan.. " Silvie cemberut.


"Beruntung lo grace dapet suami religius.. "


Megan menimpali.


"Oh ya.. Btw si Leo ko bawa motor lo.. Mau kemana dia.." Tanya Silvie berubah moodnya.


"Kepo lo Sil.. "


Timpal Megan.


"Dia ada urusan, makannya nyuruh lo bedua main kerumah.. "


Jawab Grace bangga.


___


Mereka telah sampai di kediaman Leo.


"Yuk masuk.. Gak ada siapa-siapa.. "


Ajak Grace.

__ADS_1


"Lah mertua lo kemana Grace..? "


Tanya Silvie.


"Keluar kota.. Lo pada mau minum apa?"


"Apa aja.. Oh ya Grace nyokap si Leo yang waktu itu meluk lo di pemakaman..? "


Tanya Megan


"Hhhmm iya.. "


"Beruntung lo Grace, keliatannya mertua lo sayang banget sama lo, ya biar kata nyokap lo udah gak ada, dia bisa jadi gantinya nyokap lo.. Eh..


Nggak maksud gue lo bisa anggap mertua lo kaya ibu kandung lo.. "


Silvie mulai gelagapan.


"Gapapa guys.. Santai aja, kalian pasti udah tau kabar itu.. Si Linda aja udah tau."


Jawab Grace santai.


"Serius lo.. Si Linda tau..? "


Tanya Megan heran.


"Ya elah gak usah heran, diakan biang gosip.. "


Timpal Silvie.


"Iya Si Linda hampir nampar gue.. Untung ada.. "


Grace seketika menutup mulutnya


"Babang tampan.. "


Timpal Silvie cengengesan


Gracepun menganggukkan kepalanya mengiyakan ucapan Silvie.


"Gilaa.. diapain tuh ama suami lo..? "


tanya Megan penasaran.


"Udah ah.. Gue ambil minuman dulu buat lo bedua.. "


Grace pun bergegas ke dapur.


***


Ditempat lain Leo baru sampai di sebuah cafe.


"Wiihh.. Motor baru bro..??? "


Tanya Exel yang menghampirinya.


"Bukan.. Punya Istri gue.. "


Jawab Leo bangga.


"Anjay.. Istri.. "


Ejek Ari cengengesan.


"Berisik lo.. Om lo udah nyampe El..? "


Tanya Leo pada Exel.


"Udah.. Ayo dia udah nungguin di dalem.. "


Ajak Exel.


Merekapun bergegas masuk ke dalam kemudian berbincang membahas tentang suatu rencana dengan pamannya Exel.


Setelah urusan selesai paman Exel pun pergi dari Cafe tersebut, tetapi tidak dengan mereka bertiga yang masih asyik menghabiskan waktunya.


Sementara di rumah, kedua sahabat Grace telah pulang karena hari mulai petang.


Pesan masuk,


Mine :


"Pulang bawain kebab.. Yang JUMBO.. "


Hubby :


"Boleh, tapi bensin gak full ya. "


Grace mendengus kesal membaca pesan balasan dari Leo.


Mine :


"Emoticon tinju.."


Leo menggeleng terkekeh membaca balasan pesan dari istrinya.


"Lah.. Ngapa tuh anak, senyum-senyum sendiri.. "


Tanya Ari heran.


"Tau.. Lo kenapa Le..? "


Tanya Exel sama herannya.


"Gapapa.. Dia minta dibeliin kebab"


Jawab Leo santai sambil mengantongi kembali ponselnya.


Ari menduga.


"So tau lo Ri.. Bukannya ngidam biasanya yang asem-asem? Sodara gue lagi hamil kerjaannya makan mangga muda mulu.. "


Exel menimpali.


"Lah elo yang so tau, emang lo pikir yang hamil ngidamnya makan asem-asem doang.. Bisa aja minta yang laen, kaya seblak, martabak.


Nah kaya si Grace minta di beliin kebab bisa jadi dia lagi ngidam.. "


Ari nyerocos.


"Lo bedua emang sok tau, gak mungkinlah si grace hamil.. "


Timpal Leo yang jengkel dengan perdebatan kedua sohibnya.


"Lah ko gak mungkin..? Bini lo mandul Le.. "


Tanya Ari tidak disaring.


"Tutup mulut lo.. "


Leo menatap tajam Ari.


"Anjir.. Iya iya.. Santai Le.. Gue cuma bercanda, lagian lo bilang gak mungkin, lah emang kenapa..? Wah apa jangan-jangan lo belum unboxing..?? "


Lagi-lagi Ari tanpa filter.


"Hmm"


Leo mengangguk mengiyakan.


"What..!!! Serius Lo belum unboxing? gila lo.. cewek secantik dan seseksi kaya si Grace lo anggurin.. "


Ari keheranan.


"Mau gue robek mulut lo..? "


timpal Leo kesal dengan sorotan tajam.


"Bukan begitu, maksud gue cewek sesempurna dia lo anggurin, yang laen pada ngantri, lah elo tinggal.. "


Ari terdiam ketika Leo menatapnya kembali dengan tajam.


Leo menghela nafas tenang,


"Gue nunggu dia siap.. "


"Siap gimana..? Nunggu dia godain lo..? Menjajakan diri di ranjang gitu.. "


Lagi-lagi Ari mengoceh membuat Leo kesal.


"Ri.. Kayanya mulut lo emang harus gue robek.. "


Ucap Leo mengancam, tapi tidak bersungguh-sungguh.


"Maksud si Ari, lo gak usah nahan diri Le.. Pasti lo pahamlah.. "


Exel mencoba menenangkan menepuk bahu Leo.


Leopun mengangguk mengerti ucapan Exel.


"Anjir giliran Si Exel lo nurut.. Gak asik lo.. "


Protes Ari.


"Lagian lu kalo ngomong kagak di filter asal nyablak.. "


Exel menimpali.


"Gue cabut duluan.. Udah mau malem.."


Ucap Leo berdiri dari duduknya.


"Buru-buru amet lo.. "


Tanya Exel.


"Mau praktek kali.. "


Ari cengengesan seketika terdiam saat Leo menatapnya tajam.


"Ya elah bro.. Perasaan gue salah mulu dah.. Udah di filter ini.. "


Ari keheranan.


Leo pun berlalu pergi meninggalkan kedua sohibnya.


***


Grace merasa cemas karena hari sudah gelap namun Leo tak kunjung pulang.


"Kemana tuh anak.. Katanya bentaran doang,"


Gumam Grace yang tengah mondar mandir di ruang tamu.


Tak lama suara mobil masuk ke halaman rumahnya.


Penjaga membukakan pintu utama, grace terkejut langsung menghampiri Leo yang tengah dipapah oleh kedua sohibnya.


"Ko bisa begini si..? "

__ADS_1


Tanya Grace membuka sepatu Leo dan meletakan kakinya di atas sofa tanpa menghiraukan keberadaan kedua sohib Leo.


"Tunggu bentar.. "


Gracepun begegas mengambil peralatan untuk mengompres luka lebam Leo.


Ia pun kembali dengan tergesa-gesa, kemudian mengompres luka memar yang berada di sudut bibir Leo.


"Aw.. "


Leo meringis, sementara kedua sahabatnya terkekeh.


"Ko lo bisa bonyok begini si..? "


Tanya Grace heran.


"Dia tadi di keroyok geng Astro pas jalan pulang.. "


Ari yang menjawab.


"Lah elo bedua kemana..? "


Tanya Grace dengan tatapan tajam ke arah Ari dan Exel.


"Anjir seremnya sama kaya Si Leo"


Bisik Ari pada Exel.


"Tadi Si Leo pulang duluan.. Kita nemuin dia udah begini.. "


Ucap Exel gelagapan.


"Iya tadi si Leo buru-buru mau beli kebab "


Ari langsung menutup mulut ketika Leo dan Grace dengan kompak menatapnya tajam.


"Anjir.. Keluar kandang Macan masuk kandang Singa.. "


Gumam Ari.


"Cih.. Gue udah gak selera makan kebab.. "


Ucap Grace ketus sambil terus mengobati luka Leo.


"Sorry, motor lo rusak.. "


Ucap Leo pelan menatap Grace.


"Hmm.. "


"Iya motor lo ancur parah Grace, ulah geng Astro.. "


Ucap Ari masih gemeteran.


"Hmm iya biarin aja.. Mau gue buang tuh motor.. "


Maksud Grace Ia ingin membuang kenangan dari Ayahnya.


"Motor Lo rusak, Lo biasa aja..? "


Tanya Ari Keheranan.


"Ya terus gue harus nangis histeris gitu? ahhh motor gue.. Lebay lo.. "


Ucap Grace santai, membuat Ari dan Exel bergidik.


"So kaya lo.. "


Ucap Leo pada Grace.


"Lah emang gue kaya.. "


timpal Grace nyolot.


"Kaya tapi minta duit sama gue mulu.. "


Leo tak mau kalah sama nyolotnya.


" Lah.. Elo kan suu.. "


Grace langsung tersadar menatap satu persatu kedua sohib Leo yang kini sedang gemetaran melihat pertengkaran dihadapannya bak anjing dan kucing.


"Heh.. Siapa nama lo..? "


Tanya Grace menunjuk Ari.


"Gggguuuee.. Ari.."


Jawab Ari gelagapan.


"Boleh gak gue minta duit sama lo..? "


Tanya Grace.


Aripun mengambil dompet di saku celananya, namun terhenti tatkala Leo mencegahnya.


"Ri.. Lo mau mati sekarang.. ? " Ucap Leo menatap tajam Ari.


"Lo.. Siapa nama Lo..? "


Tanya Grace kembali menunjuk Exel.


"Lo mau mati juga El..? "


El bergidik merinding saat Leo menatapnya tajam.


"Udah El cabut yok.. Laki bini gak ada yang beres.. " Ucap Ari merangkul Exel.


Exel hanya bisa diam tak berani menimpali, nyalinya menciut tak seperti biasanya bisa menenangkan.


Grace menyunggingkan sudut bibirnya.


"Enak aja cabut.. Bantuin temen lo ke kamar.. "


Titah Grace pada kedua Sohib Leo, membuat keduanya kompak menghampiri Leo.


"Ayo Le.. Nyawa gue cuma satu.. "


Ucap Ari gelagapan, sementara Leo menahan tawanya melihat kepanikan kedua sohibnya.


Setelah mengantar Leo ke kamarnya mereka bergegas turun kebawah namun Grace mencegahnya.


"Tunggu.. !!!"


Teriak Grace.


"Ampun Grace.. Nyawa gue cuma satu, gue pengen kawin dulu.. "


Ucap Ari ketakutan.


Grace terkekeh,


"Apaan si lo.. Gue cuma mau bilang makasih.. Lo bedua tau nama gue? Terus tau kalo gue Istrinya Leo? "


Keduanya kompak mengangguk.


"Sejak kapan..? "


Tanya Grace penasaran.


"Sejak kemaren kita kesini pas lo sakit, lo bedua di kamar pel.."


Exel langsung membekap mulut Ari.


"Kita cabut dulu ya.. Tenang.. Aman ko.."


Ucap Exel masih membekap mulut Ari.


"Hmm.. "


Gracepun kembali ke kamarnya masih terkekeh membayangkan kepanikan kedua Sohib Leo.


Leo memicingkan matanya melihat tingkah Grace.


"Eh.. Lo gapapa? "


Tanya Grace gugup menghampiri Leo yang terbaring di tempat tidur.


"Sedikit nyeri.. "


Ucap Leo seraya menunjukkan bibirnya.


"Sorry yang tadi. . "


Ucap Leo kembali menatap Grace penuh arti.


"Iya gapapa.. Maafin gue juga.."


Jawab Grace santai


Seketika Grace kembali teringat tingkah kedua sohib Leo.


"Temen lo lucu.. Gue pikir Lion, nyatanya Kitty, "


Ucapnya seraya tertawa, Leopun ikut terkekeh.


"Aw.. "


Leo meringis.


"Masih sakit..? "


Grace menyentuh bibir Leo dan meniupnya, seketika Leo malah menyambutnya dengan menautkan bibirnya pada bibir indah Grace membuatnya membulatkan mata hendak melepaskan tautan bibirnya, namun dengan cepat Leo menarik tengkuk Grace yang kini gugup memejamkan matanya.


Tak lama Grace Kemudian melepaskan ciumannya.


"Sorry Le.. Ini pertamakali buat gue.. " Lirih Grace.


"Hmm.. Sama , sorry Grace kalo gue udah maksa lo .. " timpal Leo dengan lirih menatap Grace yang gugup.


Grace hanya mengangguk sebab masih gugup,  Leopun mendekapnya seraya membelai rambut indahnya.


Grace sama sekali tak menolaknya, dirinya merasa bersalah terhadap Leo mengingat ucapan kedua sahabatnya perihal hak dan kewajiban sebagai pasangan suami istri.


Grace mendongak menatap Leo dengan nanar, begitupun dengan Leo yang menunduk membalas tatapannya.


"Emmhhh Le.. Kalo lo minta hak lo, gue siap ko.. "


Ucap Grace gugup lalu memalingkan wajahnya.


Leopun tersenyum mendengar ucapan kemudian dirinya mengecup kening Grace.


"Udah.. tidur besok sekolah.. badan gue juga pada nyeri.. "


Ucapnya mengusap punggung Grace.


Gracepun mengangguk mengiyakan, kemudian Grace memeluk Leo sampai terlelap.


"Hhh udah siap.. Tapi ngantuk berat.. "

__ADS_1


Batin Leo seraya mengecup kening istrinya.


__ADS_2