
" loh, udah mau berangkat nak? bukannya masih lama? " tanya Anita menatap heran pada putrinya yang tiba-tiba berpamitan kepadanya juga Deti.
" Grace mau ke bengkel dulu bu, mah.. " sahut Grace mencoba meyakinkan keduanya.
" itu apa sayang? " tunjuk Deti pada kantong besar yang menggantung di tangan Grace.
" oh, ini onderdil mah, pesenan langganan Grace, tadi baru nyampe.. "
.
.
.
.
.
Grace tidak bohong, Ia benar-benar pergi ke bengkel sebelum ke kampus, akan tetapi niatnya ke bengkel bukan urusan pekerjaannya, melainkan Grace ingin bertemu dengan Exel di sana untuk membahas paket misterius yang diterimanya tadi.
tidak mungkin mereka berdua bertemu di rumah, terlebih ada Anita juga Deti di sana yang takutnya akan berpikir yang tidak-tidak, atau malah akan merasa cemas mengingat jiwa keingintahuan Deti sangat tinggi terhadap masalah anak menantunya.
.
.
.
.
Exel langsung berdiri dengan raut wajah yang cemas kala Grace memarkirkan motornya di halaman bengkel.
Exel sudi mengulur jadwalnya di kantor hanya untuk menemui Grace, dan tentunya tanpa sepengetahuan Silvie yang pasti akan banyak bertanya dan heboh.
" masuk El.. " ajak Grace menuju ke dalam bengkelnya.
" apa gak sebaiknya di sini aja Grace, atau di cafe sebelah.. "
timpal Exel ragu, merasa tidak enak dengan kehadirannya yang biasanya ada Leo, tentu menjadi tanda tanya bagi para montir disana.
" no.. di ruangan gue aja.. " sahut Grace dengan langkah buru-buru.
" tapi Grace.. "
mengerti akan kecemasan Exel, Grace pun menghampiri orang yang di percayanya yakni kepala montir,
" bang.. kita berdua mau bicara di ruang kerja gue, lo pada jangan mikir macem-macem yah.. "
ucap Grace tegas membuat sang kepala montir menahan tawanya.
" Siap boss.. "
sementara raut wajah khawatir dari Exel seketika berubah, Ia langsung menepak dahinya. ada-ada saja dengan ucapan Grace itu.
.
.
.
" El.. woy..!!! " panggil Grace pada Exel yang berdiri mematung menatap seluruh penjuru ruangan kerja Grace yang dirasa berubah.
memang setelah kepemilikan bengkel tersebut beralih ke tangan Grace, Exel belum lagi menginjakkan kaki di ruangan tersebut. maka dari itu Ia merasa asing dengan dekorasi ruangan itu yang berubah drastis.
" elah El.. lo kesini cuma mau bengong, simpen dulu pujian lo El.. gue tau karya gue emang gak pernah gagal.. "
ucap Grace songong membuat Exel berdecak seraya mendudukkan dirinya di hadapan Grace.
" lo bener El.. kita terlalu santai sama hiatusnya orang itu.. "
ucap Grace dengan lirih seraya mengeluarkan kotak paket dari kantong yang di jinjingnya tadi.
Exel menautkan alisnya bingung.
" lo buka aja El.. " titah Grace.
__ADS_1
lantas Exelpun membuka kotak paket tersebut hingga tangannya gemetaran juga bola mata yang memanas. dan itu ekspresi yang sama ketika Grace membuka paket tersebut tadi dirumahnya.
" brengsek.. " umpat Exel geram melihat isi kotak tersebut,
dimana isinya berupa boneka bayi yang kepalanya sengaja putus berlumuran noda merah, beserta selembar surat bernada ancaman untuk keluarga Grace.
sejenak Exel menatap Grace, kemudian Ia menetralkan kekesalannya dengan mengambil napas dalam-dalam.
Exel mencoba untuk tentang dan berpikir jernih, Ia tahu Grace pandai menyembunyikan kecemasan juga kepanikan dengan ekspresi dibuat setenang mungkin itu, dan itu membuat dirinya juga ingin terlihat baik-baik saja di depan Grace.
" gue tau lo berani Grace.. lo kuat.." ucapnya dengan tenang.
Grace menghela napas kasar,
" sekarang gue bener-bener harus bikin perhitungan sama si pengecut itu El.. masalahnya ini menyangkut keselamatan anak gue El.. "
ucap Grace lirih seraya menundukkan kepalanya dengan tangan mengepal.
" sampe sekarang belum ada petunjuk siapa si pengecut itu.. " lanjut Grace dengan mata menggebu-gebu.
Exel segera menghapus air mata yang jatuh tanpa aba-aba di pipi Grace.
" lo bukan cewek lemah Grace.. mana jiwa barbar lo..? " goda Exel.
" anjir.. barbar juga gue seorang ibu El.. " sahut Grace ketus disusul kekehan dari Exel.
" bentar.. bentar Grace.. " ucap Exel nampak berpikir saat memperhatikan isi kotak tersebut, dan pandangannya beralih pada selembar surat yang langsung diraihnya.
" kenapa El..? " tanya Grace penasaran.
" ini kertas thermal Grace.. " sahut Exel menunjukkan surat tersebut di tangannya.
alih-alih merasa apik menulis surat tidak dengan tulisan tangan yang pasti mudah ditelusuri. sayangnya si peneror lengah mengetik surat pada kertas thermal yang malah menjadi satu petunjuk bagi si cerdik Exel.
Grace tampak berpikir mengingat sesuatu hingga matanya melotot sempurna.
brakkk.. Grace menggebrak meja dengan keras membuat Exel yang tengah berpikir langsung terkejut mengelus dada.
" cewek itu.. " ucap Grace penuh semangat.
" siapa Grace..? " tanya Exel penasaran.
deg.. minimarket, Aldo
" lo yakin Grace..? " tanya Exel yang tampak ragu diangguki oleh Grace.
" hmm, gak juga sih.. tapi gue ngerasa janggal aja sama tuh cewek, penampilan di kampus yang lugu beda sama kalo dia lagi kerja.. " timpal Grace.
" ada lagi alasan yang bikin lo yakin sama tuh cewek Grace..? "
tanya Exel masih ragu dengan tuduhan Grace.
Gracepun menceritakan kejadian dirinya yang tersiram kuah panas oleh gadis tersebut, juga kejadian saat dirinya tengah makan bersama di kantin sebelum dirinya keracunan, dan ada gadis tersebut satu meja bersamanya.
" soal lo keracunan, gue udah cek CCTV kantin, tapi kamera yang nyorot meja lo waktu itu rusak.. yang ada kamera nyorot keributan senior.. "
brakk.. Lagi-lagi Grace mengejutkan Exel.
" nah itu dia El.. pas keributan tuh tante girang, gue sama yang lainnya pada berdiri ikutan nonton, kecuali tuh cewek yang gak kepoo.. "
sela Grace begitu yang yakin bahwa Lolita yang sudah menaruh racun pada makannya saat dirinya bersama para sahabat lengah.
ada rasa menggelitik di perut Exel mendengar Grace menyebut seniornya itu tante girang.
Exel kembali berpikir, " terus kenapa gue ikut di teror sama tuh cewek..? "
" mungkin karena bini lo yang suka ngatain dia cewek cupu..
_ nah, baru inget gue namanya Lolita, si kermi enak banget manggilnya Lol tolol.. "
Exel terkekeh mendengar itu.
" kok lo bisa nuduh dia gitu Grace..? "
" jangan salah El.. bisa aja kan dibalik penampilannya yang cupu..
__ADS_1
" ternyata suhu.. " sela Exel terkekeh.
" bukanlah anjirr.. bisa jadi dia itu saiko.. " sahut Grace begitu yakin.
sementara Exel menggeleng terkekeh mendengarnya, sepertinya Grace turut termakan drama yang juga ditonton baru-baru ini oleh Silvie mengenai psikopat.
" mungkin senior yang lo sebut tante girang itu yang nyuruh Grace..? " ucap Exel memancing reaksi Grace sebab dirinya benar-benar masih ragu akan tuduhan Grace yang tak sesuai dengan versi Exel sendiri.
" bisa jadi El.. dia sengaja bikin keributan biar kita lengah, dia juga sering ngajak gue ribut malah terang-terangan nyuruh gue jauhin laki gue.. fix si Siska.."
Exel manggut-manggut menanggapi ocehan Grace,
" tepat.. " sahut Exel singkat.
" yoi.. gue tepat kan nuduh tuh tege dalangnya..? " timpal Grace menepuk dada bangga.
" tepat lo bodoh Grace.. "
" Exel sialan.. lo jauh-jauh dateng kesini bukanya bikin gue tenang, malah ngatain gue bodoh.. "
umpat Grace kesal.
" udah.. lo serahin semuanya sama gue.. sekarang ayo gue anterin lo ke kampus.."
" gak.. "
" jangan keras kepala Grace, gue gak segan bilang semuanya sama laki lo.. "
.
.
.
.
Exel mengikuti motor Grace yang menolak untuk diantaranya. tentu Exel melakukan itu untuk keamanan Grace.
sebelumnya Exel sudah menginstruksikan para anggota untuk mengawasi kediaman Grace dari kejauhan, sebab tak ingin membuat kedua besan kebingungan jika mereka harus berjaga didepan rumah Grace.
Setibanya di kampus, Grace di sambut oleh Megan yang menunggunya di parkiran.
" kenapa lo...? " tanya Grace heran melihat raut wajah Megan yang cemas.
" si Silvie Grace.. "
" kenapa tuh anak..? "
" belom nyampe juga dari tadi.. ditelpon juga gak aktif aktif.. "
deg..
" Grace lo mau kemana..? "
teriak Megan kala melihat Grace berlari ke arah gerbang kampus.
" El.. Exel.. " teriak Grace pada Exel yang sudah melajukan kembali motornya.
melihat Grace dari pantulan kaca spionnya, Exelpun berhenti seraya membuka helmnya.
dan Grace berlari menghampirinya sampai membungkuk ngos-ngosan.
" atur napas dulu Grace sebelum lo ngakuin kalo lo bodoh.. " ucap Exel terkekeh.
" Silvie El.. " ucap Grace terbata membuat Exel menautkan alisnya bingung.
" kata si Megan bini lo belom nyampe juga El.. ditelpon dari tadi gak aktif. . "
deg..
tanpa pikir panjang, Exelpun tancap gas meninggalkan Grace disana. sementara Grace menatap kepergian Exel dengan sendu.
" lo bener El.. gue bodoh.. gue bodoh udah libatin lo dalam masalah gue.. ".
.
__ADS_1
.
.