
Menuju detik-detik pergantian tahun Grace memanjatkan doanya yang setiap saat Ia memintanya kepada Sang Pencipta
"Tuhan.. tolong kabulkan Doaku.. "
batin Grace.
Riuh suara semuanya menghitung mundur menantikan pergantian tahun.
namun seketika penglihatan Grace terasa buram, Ia merasa langit yang dilihatnya berputar dengan cepat, sampai Grace sudah tidak bisa menopang badannya sendiri.
Blughhhh..
Leo yang terkejut melihat Grace tidak sadarkan diri buru-buru menghampirinya, sama halnya yang lainpun turut panik menghampiri Grace.
Leo bergegas membawa Grace ke ruang tengah dan langsung membaringkannya di sofa.
Hendri dan Deti memanggil dokter pribadinya untuk segera datang kerumahnya.
Semua terlihat panik tak terkecuali Leo yang sedari tadi mencoba menyadarkan Grace yang terbaring dengan memberinya minyak angin.
Sesal terasa di dirinya, Ia merasa tidak becus menjaga Istrinya sendiri.
dokterpun datang dengan langkah tergesa-gesa, dan langsung memeriksa keadaan Grace.
dalam keadaan panikpun seorang Leo masih bisa mengomeli kedua Sohibnya beserta ayahnya sendiri.
"Jaga mata kalian.. Cuma gue yang berhak.. "
ucap Leo melirik kedua sohibnya tatkala dokter memeriksa bagian perut Grace membuat yang lainnya menggeleng sementara kedua sohibnya bergidik.
"Keliatan aja kagak.. "
bisik Ari pada Exel yang menyikutnya untuk diam.
Tak lama Grace sadar dari pingsannya, Ia membuka matanya perlahan dan langsung mendapati suaminya yang tersenyum ke arahnya.
"Leo.." lirih nya.
Leo menghujani pucuk kepala juga seluruh wajah Grace dengan kecupan tanpa memperdulikan orang di sekitarnya.
" Sayang. . makasih.. " ucap Leo dengan lirih dan mata yang berkaca-kaca seraya terus menghujani Grace dengan kecupan.
Grace mendorong dada Leo seraya bangkit untuk duduk,
"Leo malu, lagian lo lebay banget kayak gue baru sadar dari koma aja.. "
ucap Grace ketus membuang mukanya membuat yang lainnya terkekeh tak terkecuali dokter yang memeriksanya.
"Ehem.. Sayang jaga cucu mamah yaah.. "
ucap Deti tersenyum bahagia dan mata yang berbinar membuat Grace mengerutkan dahinya merasa belum paham.
"Yups Grace.. Jagain calon ponakan kita yah.. " ucap Silvie cengengesan.
"Selamat ya bestie.. sebentar lagi lo jadi seorang Ibu.. "
timpal Megan tersenyum ke arah Grace.
Grace terdiam mencoba mencerna ucapan dari mertua juga kedua sahabatnya,
Iapun langsung menatap Leo meminta penjelasan,
"Le..? " lirih nya menatap Leo, benarkah yang di katakan mereka?
Leo mengangguk membenarkan bahwa Grace sekarang tengah mengandung benihnya.
" Makasih sayang.. "ucapnya pelan dengan lembut.
bukannya menjawab Grace malah langsung menghambur memeluk Leo, lebih tepatnya Ia melompat memeluk Leo bergelayut melingkarkan tangan dan kakinya merasa kegirangan.
Grace benar-benar tidak perduli dengan orang disekitarnya, Ia terus menghujani wajah Leo dengan kecupan.
Semua terkekeh dengan tingkah agresif Grace
"Anjay.. Yang lebay sekarang siapa ya? "
Sarkas Silvie cekikikan
"Bodo.. " timpal Grace acuh melanjutkan aktivitasnya.
"Sudah nak.. kasian Itu Leo nya.. "
Ucap Sang dokter yang terkekeh geli melihat tingkah Grace.
Gracepun turun dari gendongan Leo, karena baru sadar ada orang yang asing baginya, tentu membuatnya merasa malu.
"Dokter saya benar-benar hamil kan..?" tanya Grace pada Dokter memastikan.
"Panggil saja tante Ester sayang.. Dia sepupu papah.. "
ucap Deti menimpali.
"Iya tante.. Jadi gimana saya beneran hamil kan? "
tanya Grace kembali.
__ADS_1
Ester terkekeh merasa gemas dengan Grace, "Iya nak.. sudah memasuki tiga minggu, dijaga yah masih rentan.. "
Ucap Ester mengingatkan dengan santai
Grace mengangguk patuh di ikuti Leo, harus di jaga titik!.
"Hemm.. Pantesan roti Jepang gue masih numpuk nganggur.. "
Ucap Grace santai.
"Ck.. Anak IPA gak paham siklus menstruasi.. "
sarkas Leo.
"Lah lo sendiri.. Udah tau gak pernah libur kenapa gak ingetin gue..? "
Ucap Grace tanpa mempedulikan sekitar yang sedari tadi menahan tawanya.
"Gue jelas seneng lah kalo gak ada libur.. "
timpal Leo santai.
"Gila lo bedua kagak ada akhlak, depan bonyok lo pada gak malu.. "
ucap Ari bergidik di angguki temannya.
"Tau loh Grace bodoh emang, gak ngerti siklus menstruasi.. "
Silvie ikut menimpali di acungi jempol oleh Megan.
"Sudah sudah kalian itu ribut mulu.. Istirahat sana.. "
Ucap Deti menengahkan.
"Baik tante.. "
Ucap mereka kompak.
"Kalo gitu aku pamit ya mba.. "
Ucap Ester di angguki Deti
"Leo tahan dulu ya.. kandungan Istrimu masih rentan.. "
Ucap Ester menepuk bahu Leo.
"Apanya yang ditahan tan..? "
Tanya Leo sok polos mendapat sikutan dari Grace.
timpal Ester terkekeh.
"Tante ingetin Grace juga dong.. "
Ucap Leo santai mengingat akhir akhir ini memang Grace yang selalu memintanya.
"Loh.. Ko gue sih.. ?" ucap Grace tak terima.
"Sudah.. Tante pulang dulu.. Lama-lama bisa gila liat kalian ribut terus.. "
timpal Ester melengos pergi, tidak akan ada habisnya jika meladeni pasangan muda yang sama sama gila ini. Ester sudah rela membuang waktu pergantian tahun hanya untuk melihat ke absurdan keponakannya.
sementara yang lainnya menggeleng terkekeh seraya membubarkan diri tanpa memperdulikan kelanjutan pesta tahun baru. mereka dengan legowo menerimanya demi si Jabang.
___
Leo dan Grace kini memasuki kamar dengan perasaan bahagia.
seperti biasa Leo membaringkan tubuhnya di sofa sebelum Grace menyuruhnya.
"Leo.. ngapain tidur disitu..? Lo gak mau meluk anak lo.. "
ucap Grace dengan nada menggoda, anak di jadikan alasan, padahal dirinyalah yang menginginkan pelukan Leo. tentunya aroma tubuh Leo sudah menjadi candu untuk Grace.
"hemm.. tapi jangan goda gue Grace.. "
timpal Leo seraya menghampiri Grace yang sudah berbaring di tempat tidur dan menepuk-nepuk space di sampingnya.
Leo benar-benar mencerna ucapan Ester untuk tidak melakukannya selama usia kandungan Grace masih rentan.
Sementara Grace malah merasa ingin selalu melakukannya,
"Iya.. sini peluk.. " ucap Grace sok pasrah.
Leopun melingkarkan lengannya diperut Grace dan mengelus pelan perutnya.
Kini tanggung jawabnya bertambah.
Ia benar-benar merasa sudah siap menjadi seorang ayah.
Grace terkekeh geli dengan usapan Leo di perutnya,
"Lo udah godain gue Leo.. "
ucapnya santai mendapati tangan Leo yang mulai nakal naik ke atas menemui benda kesukaannya.
__ADS_1
"No Grace, Gue lagi ngusap anak gue.. "
elak Leo seraya menurunkan kembali tangannya.
"Gapapa kali kalo pelan-pelan.. " bisik Grace seraya membalikkan badannya menghadap ke arah Leo.
Memang Grace lebih menginginkannya.
Leo yang tergoda oleh Grace, dengan senang hati menyambutnya.
"Janji pelan-pelan.. " bisiknya diangguki Grace.
Pertempuranpun berlangsung mengawali hari di tahun baru dengan penuh peluh. dasar pasangan labil, iya iya doang.. ke goda dikit kebablasan.ðŸ¤
___
Siang hari keduanya baru keluar dari kamarnya, mereka tidak mendapati temannya sebab sudah pulang sedari tadi.
"Leo.. apa gak sebaiknya kalian tinggal disini dulu, biar mamah bisa jagain Istri kamu.. "
Ucap Deti yang tengah menyiapkan makan Siang
"Leo sih terserah Grace mah.. "
timpal Leo santai melirik Grace.
"Eh gapapa mah kita pulang aja.. lagian Grace juga ngerasa baik-baik aja ko.. "
Ucap Grace gugup, memang benar adanya Grace merasa baik-baik saja. sementara Leo yang merasa kesehatannya terganggu hanya menganggapnya sakit biasa.
Deti tidak bisa memaksa anak menantunya, terlebih dengan Grace yang memiliki sifat keras kepala, Ia tak ingin menambah beban pikiran untuk menantunya.
"Yasudah.. tapi kalo ada apa-apa hubungi mamah ya.. "
Ucap Deti pasrah.
"Iya mah.." jawab keduanya dengan kompak.
" Makan yang banyak biar sehat.. "
Ucap Deti seraya menyendokan makanan untuk menantunya.
Gracepun dengan senang hati menyantap makanannya dengan lahap.
Setelah selesai makan keduanya kini tengah duduk santai di ayunan taman belakang.
Leo merasa bersyukur dan bahagia sebab Grace benar-benar telah menyempurnakan hidupnya.
"Sayang.. Makasih.. "
Entah untuk keberapa kalinya Leo mengatakannya pada Grace.
Mengelus kepala Grace dan mencium pucuknya seraya memanjatkan doa di dalam hatinya untuk istri juga calon anaknya. Leo sendiri tidak percaya jika Tuhan mempercayainya dan akan menjadikannya sebagai seorang Ayah di usianya yang terbilang masih muda.
Siap!!! satu kata untuknya sekarang.
Grace benar-benar merasa nyaman bersandar di bahu Leo,
"Makasih mulu lo.. Emang lo gak ikut andil apa bikinnya? "
timpal Grace ketus sembari melingkarkan tangannya di perut Leo.
Leo terkekeh melihat tingkah Grace antara ucapan dan tindakan sangatlah tidak sinkron.
"Oh ya.. Lo gak kasih tau Daddy? pasti Dia seneng.. "
Ucap Leo penuh semangat.
"Oh iya gue lupa.. saking senengnya gue.. "
Gracepun merogoh ponselnya di saku celana dengan sedikit kesusahan membuat Leo menghela napas dalam-dalam,
"Nih pake hape gue aja.. Lo harus biasain pake yang longgar longgar grace.. "
Ucap Leo seraya menyodorkan ponselnya pada Grace.
"Duh calon ayah.. perhatian banget sih.. "
timpal Grace kepedean seraya menyambar ponselnya dari tangan Leo.
"Bukan gitu, Kan enak gue lebih gampang.."
Ucap Leo santai menaikturunkan kedua alisnya, sementara Grace memutar bola matanya jengah.
Tut..
Tut..
"Hi Dad.. Gimana kabarnya..? "
"Daddy baik-baik aja sayang.. Kalian berdua gimana..? "
Gracepun berceloteh mencurahkan perasaan bahagianya bak anak kecil mengadu kepada sang Ayah.
Bram tergelalak mendengar celotehan Grace, Iapun merasa sangat bahagia sebab sebentar lagi akan menyandang status sebagai seorang kakek.
__ADS_1
Di kejauhan berdiri seseorang yang berkaca-kaca penuh haru dan bersyukur dalam hatinya seraya mendoakan kesehatan yang mengandung dan yang di kandungnya.