
"Matahari mulai terbangun dari peraduannya, memancarkan sinarnya yang menghapus titik-titik embun di dedaunan, menghangatkan tubuh dari udara dingin, dan membakar semangat baru di hari yang baru."
Quotes penyemangat Grace di pagi hari saat menggeliat.
matanya langsung terbelalak saat melihat Leo yang baru saja keluar dari kamar mandi,
beberapa kali Ia menelan ludahnya, lagi lagi terpesona dengan tubuh kekar Leo yang hanya dibalut handuk.
Bruk.. Handuk mendarat dengan sempurna diwajahnya.
Leo menyunggingkan senyuman,
"Mandi..." titah Leo berhasil membuyarkan imajinasi Grace.
Grace mendengus kesal seperti dejavu, terlebih mereka bermalam dikamar yang bersejarah untuk keduanya saat menyatakan perasaan satu sama lain.
"Resse lo.. " timpal Grace seraya bangkit dari tempat tidur. sementara Leo terkekeh melihatnya, sama halnya dengan Grace, dirinya pun merasakan dejavu.
ting.. pesan masuk di ponsel Grace membuat aktivitas Leo terhenti.
Leopun mengambil ponsel Grace yang tergeletak di atas nakas karena rasa penasarannya.
Ia mengerutkan dahinya saat membaca sekilas isi pesan tanpa membukanya,
📩081xxxxxxxxx
"Morning honey..Thanks buat waktunya.. 😘"
seketika Leo terdiam membeku setelah membaca sekilas pesan tersebut. harus percaya atau tidak, sepertinya dirinya akan membuktikan dengan melihat reaksi Grace nanti.
Tak lama Gracepun keluar dari kamar mandi bersamaan dengan Leo melemparkan ponselnya ketempat tidur tanpa berucap.
Grace terhenyak seraya mengambil ponselnya.
Ia pun membuka pesan tersebut lalu menyunggingkan senyuman.
Grace merasa sudah terbiasa dengan pesan-pesan seperti ini dari para kumbang yang menginginkan cintanya.
"Sial.. bahkan dia terlihat senang.. " batin Leo.
"Leo.. bantuin.. " Grace merengek sebab kesusahan mengenakan rok sekolahnya.
Leopun menghampiri tanpa bersuara seraya membantu Grace mengenakan roknya.
Grace memutar badannya untuk menghadap ke arah Leo.
cup..
"makasih sayang.. " bisiknya seraya mencium pipi Leo, namun Leo diam tak menanggapinya membuat Grace heran.
Keduanyapun keluar kamar menuruni tangga, terlihat Deti tengah menyiapkan sarapan untuk keduanya.
"Sarapan dulu sayang.. " ucap Deti pada anak dan menantunya.
"Disekolah aja mah.. " timpal Leo datar acuh tak acuh seraya mencium tangan Deti melengos keluar.
sementara Grace yang sudah duduk merasa tidak enak terhadap Deti yang sudah menyiapkan sarapan untuknya, Iapun berinisiatif mengambil kotak makanan di rak piring lalu menempatkan sarapannya dikotak tersebut.
"Grace makan dimobil aja ya mah.. takut Leo telat upacara.. " ucap Grace seraya mencium tangan mertuanya dan berpamitan untuk berangkat.
"baru semalem terhura.. ribut lagi.. Gak like ini.. batin Deti melihat kepergian Grace.
Grace memicingkan mata mendapati Leo sudah duduk manis didalam mobilnya dengan kaca tertutup.
Iapun mengetuk kaca jendela mobilnya "Lo keterlaluan banget Leonard, jangankan bukain pintu buat gue, malah nyuruh gue nyetir.."
Ucap Grace kesal, namun Leo diam tak menyahuti malah asyik memainkan ponselnya.
"Pindah..!!! Gue mau sarapan.. "
Ucap Grace kembali seraya mengangkat kotak makanannya di depan muka Leo.
Leopun bergeser di depan kemudi tanpa satu katapun terucap.
"Ya ampun Leo.. bisa gak sih lo keluar dulu kalo mau pindah.. " ucap Grace keheranan dengan tingkah Leo. dan lagi-lagi Leo diam seribu bahasa.
"Bener-bener nih anak.. Ngeselin banget.."
gumam Grace melirik Leo yang terlihat cuek.
Di tengah perjalanan Grace mulai memakan sarapannya, ekor matanya melirik Leo yang masih fokus mengemudi.
"Le.. sarapan dulu, entar kan lo harus upacara.. "
ucapnya pelan seraya menyodorkan sendok ke arah mulut Leo, namun Leo menggeleng menolak masih setia diam seribu bahasa.
"sabar-sabar.. " batin Grace mengelus dadanya.
Grace tidak pantang menyerah menghadapi sikap aneh Leo, karena menurutnya mood Leo saat ini berkaitan dengan hal yang berbau ngidam. Ia harus berusaha mengembalikan mood Leo.
"Satu suap aja Leo.. "
Grace kembali ingin menyuapi Leo, namun kali ini Leo bukan hanya menggeleng, melainkan menepis sendok yang berada ditangan Grace dengan kasar.
Grace menghela napas dalam dalam seraya memalingkan wajahnya kearah jendela dan kembali melanjutkan sarapannya dengan tangan yang bergetar juga matanya yang mulai berkaca-kaca sebab baru kali ini Leo berlaku kasar terhadapnya.
"Kesambet apaan sih tuh anak..? sabar Grace, Lo harus jaga kewarasan demi anak lo.. "
batinnya seraya mengusap lembut perutnya.
Leo melirik sekilas kearah Grace dan mendapati Grace tengah mengelus perutnya, membuat dirinya kembali merasa bersalah terhadap Grace.
Tetapi entah mengapa pikiran dan perasaannya seolah bergelut, apakah Leo juga harus mengalami "mood swings" seperti Ibu hamil muda lainnya, mengingat Ia yang mengalami ngidamnya.
Mobilpun tiba disekolah.
Grace menoleh kearah Leo, berharap Leo akan membukakan sabuk pengamannya, sayangnya Leo masih cuek terhadapnya. jangankan untuk melakukan ritual mengisi energi, bahkan Leo langsung keluar dari mobilnya begitu saja tanpa membukakan pintu untuk Grace.
dengan langkah tergesa, Grace menyusul langkah Leo. Iapun berhasil meraih tangan Leo lalu menciumnya.
"Le.. Gue gak ikut upacara ya.. " ucapnya pelan berharap sekali Leo mengelus kepalanya seperti hari hari sebelumya, namun sayangnya lagi-lagi Leo tak menanggapinya. bahkan Leo langsung melengos begitu saja.
Grace tersenyum getir melihat kepergian Leo. dirinya mencoba bersabar dan tenang untuk mengahadapi sikap Leo seperti sekarang mengingat Leo yang mengalami ngidamnya, tentunya Grace harus memakluminya.
Upacara berlangsung tanpa kehadiran dua Siswa yang sangat diidolakan seluruh penghuni sekolah.
Jika Grace menghabiskan waktunya sendiri dikelas dengan membaca buku , beda halnya dengan Leo yang kembali merasa mual dengan badannya yang mulai melemah, menghabiskan waktunya bersama kedua sohib yang setia menemaninya di UKS.
Seluruh peserta upacara mencari keberadaan sosok kedua Idolanya saling berbisik
"Kasian ya Kak Leo.. "
"Tega bener kak Grace.. "
"Gue gak nyangka Kak Grace kek gitu.. "
"Buat gue aja kak Leo .. "
Selama jam pelajaran berlangsung Grace cs merasa heran dengan sikap semua teman sekelasnya yang melihat Grace dengan tatapan yang sulit untuk diartikan.
Dengan rasa penasarannya Silvie memberanikan diri untuk membuka ponselnya di tengah jam pelajaran berlangsung.
matanya melongo melihat pesan grup kelas di aplikasi hijau yang menunjukkan "berita viral Sugar Baby sedang mengandung" dengan poto Grace sedang memeluk pria dewasa yang tertera di sana.
Silvie pun langsung memberi tahu Megan dengan menyikutnya sebab takut ketahuan oleh Guru yang masih menerangkan materi didepan.
___
Tiba waktu Istirahat.
Kedua sahabat Grace mencoba memberitahu pasal berita tentangnya yang tengah hangat diperbincangkan oleh seluruh murid disekolah.
Grace menghela napas dengan tenang mencoba tidak memikirkannya selagi Leo masih percaya terhadapnya.
Ia pun dengan santai melangkah ke kantin di ikuti oleh kedua sahabatnya tanpa menghiraukan orang disekitarnya yang sedari tadi berbisik meliriknya.
ting.. satu pesan dari nomor yang tidak dikenal mengirimkan beberapa poto, membuat langkah Grace terhenti sejenak dan langsung meninggalkan kedua sahabatnya begitu saja.
"Grace.. Lo mau kemana..? " ucap Silvie panik seraya mengejar Grace di ikuti oleh Megan yang sama paniknya.
Grace memasuki kelas 12Ipa2 namun tak mendapati Leo bahkan kedua sohibnya pun tidak ada di sana.
"Lin.. Lo liat si Leo gak? " tanya Grace pada Linda yang sedang asyik berbincang dengan temannya.
"Gue denger sih dia mabar ditaman belakang.. " jawab Linda dengan gugup.
__ADS_1
"Ok.. Thanks..! "
Grace pun melangkah dengan cepat menuju taman belakang sekolah diikuti kedua sahabatnya bersama Linda yang merasa khawatir dengan kondisi Grace.
Kedua sohib Leo mengajaknya ke taman belakang bukan tanpa alasan, mereka Ingin mengalihkan perasaan Leo mengingat berita yang tengah viral tersebut.
Grace menghampiri Leo cs yang sedang asyik dengan ponselnya masing-masing.
"Leo.. " ucap Grace dengan lirih, membuat ketiganya langsung menghentikan aktivitasnya.
"Gue mau ngomong sama lo.. " ucap Grace dengan pelan setia menggenggam ponselnya dan mencoba untuk menahan air matanya agar tidak keluar.
"Gak perlu.. " timpal Leo dengan wajah yang dingin tanpa menatap Grace.
"Leo.. gue mau ta.." ucapan Grace terpotong oleh Leo yang mengangkat tangannya mengisyaratkannya untuk berhenti.
" Semua udah jelas Grace.. " ucap Leo dengan santai menatap Grace dengan acuh.
sementara yang lainnya hanya bisa memperhatikan keduanya tanpa bersuara.
"Maksud lo..? " tanya Grace mulai bergetar,
Leo menyunggingkan salah satu sudut bibirnya menatap Grace dengan jijik,
"mendingan lo pergi dari hadapan gue sekarang.. " ucapnya dengan santai, membuat Grace melangkah mendekatinya meminta penjelasan,
"Lo ngusir gue Le..? " tanya Grace dengan wajah yang mulai memerah dan matanya masih membendung buliran cairan yang siap untuk jatuh.
sayangnya itu tidak berati apa apa untuk Leo yang malah menatapnya dengan sorotan yang tajam,
"Kalo iya kenapa? Pergi..!!! " Leo membentak Grace membuat yang lainnya ikut tersentak. bahkan Exel ingin sekali untuk melerai, tetapi lengannya di cekal oleh Ari mengisyaratkan belum waktunya untuk ikut campur.
sementara Grace diam masih bertahan berdiri di sana dan berani membalas menatap Leo yang penuh dengan emosi.
"Cih..bahkan gue ragu siapa ayahnya.. " ucap Leo santai menatap jijik ke arah perut Grace.
Bugghhh..
Satu bogeman mentah mendarat dengan sempurna di pipi kiri Leo membuatnya langsung tersungkur ke tanah.
semua terkejut dengan ucapan Leo yang keji serta tindakan Grace.
"Brengsek..!!! " lagi-lagi Grace meninju Leo hingga darah segar mengalir dari sudut bibirnya.
Leo menyunggingkan senyuman seraya menyeka luka dengan jempolnya.
"Pergi..!!! " Leo kembali berteriak membuat yang lainnya tersentak langsung menghampiri keduanya hendak melerai. dimana Ari dan Exel mencoba membantu Leo untuk berdiri, begitupun dengan kedua sahabat Grace yang mencekal lengannya sebab Grace hendak menghajar Leo kembali.
"Fine.. Gue pergi..!!! " Grace tak kalah berteriak menatap Leo dengan tajam dengan raut wajah yang emosi.
"Jangan harap lo bisa temuin gue lagi Leo, Silahkan lo bersenang-senang sama tuh cewek.!
Gue benci sama lo Leonard..Gue benci..!!! "
Ucap Grace dengan napas yang tersengal.
kemudian Grace bergegas meninggalkan tempat tersebut di ikuti kedua sahabatnya.
Leo langsung terdiam mendengar ucapan Grace, tetapi dirinya tidak berusaha untuk mengejar Grace sebab ego masih menguasai jiwanya.
"Le.. Gue heran sama lo, semudah itu lo percaya, lo yang udah kenal lama si Grace, bisa-bisanya lo ngebentak bini lo sendiri, Inget Le.. Si grace lagi hamil anak lo.. "
Ucap Ari dengan suara lantang menatap tak suka sohibnya.
sementara Exel mengerutkan dahinya saat mendapati ponsel Grace yang tergeletak di tanah, Iapun langsung meraihnya.
Betapa terkejutnya saat Exel membuka ponsel Grace, matanya melongo tak percaya melihat beberapa poto Leo bersama Nadia.
dari Leo memapah Nadia masuk kedalam hotel sampai poto Leo tengah tidur bersama Nadia di kamar hotel tersebut.
Exel segera menghampiri Leo dan mencengkram kerah seragamnya dengan kuat,
"An*ing lo... Lo orang paling brengsek yang gue kenal, bisa-bisanya lo ngalihin kesalahan lo sama bini lo sendiri.. "
ucap Exel menggebu-gebu dengan cengkramannya yang kuat membuat tubuh Leo bergetar tak mampu berucap.
Ari merasa penasaran mengambil ponsel Grace yang dilemparkan oleh Exel barusan.
Ia pun tak kalah terkejutnya dengan Exel.
"Goblok.. Lo bener-bener tega sama bini lo, Kita bedua aja percaya sama si Grace.. Lo udah nyakitin dia, Lo emang brengsek Leo.. Lo bukan Leonard yang kita kenal.."
"Gue emang cowok brengsek, Gue bukan suami yang pantas buat dia.. "
Ucap Leo menunduk bergetar, matanya memerah dan berkaca-kaca, membuat Exel melepaskan cengkeramannya dan mencoba untuk tenang,
"Le.. Jawab dengan jujur, lo bener-bener ngelakuinnya sama tuh cewek..? "
ucap Exel dengan nada mengintrogasi. sementara Leo hanya diam tak bergeming sedikitpun sebab bingung harus menjawab apa.
Ari merasa geregetan menghampiri Leo dan bergantian mencengkram kerah seragamnya,
"Jawab bangsat..!!! "
ucapnya dengan penuh emosi.
Leo menggeleng frustasi,
"Gue gak tau... Gue gak tau.. "
Kini Leo mulai terisak, perasaan bersalahnya kembali menghantuinya.
"Maksud lo gimana Le..?
coba lo jelasin.. "
Ucap Exel mencoba berpikir dengan jernih dan tenang.
"Gue gak inget sama sekali El. .
gue gak sadar waktu itu.. "
Ucap Leo sesenggukan.
"Tunggu.. Kenapa lo bisa sama si Nadia Le..? "
Timpal Ari mulai melepaskan cengkeramannya.
"Lo bedua juga pasti gak bakalan tinggal diem kalo liat cewek malem-malem digangguin orang.. "
Ucap Leo dengan terbata-bata.
"Gue nolongin dia sebagai perempuan biasa, gak liat dia siapa buat gue.. "
Leopun menceritakan kejadian saat dirinya pulang dari bengkel.
Leo melihat Nadia yang tak sadarkan diri tengah dipapah oleh dua pria dewasa. Ia pun bergegas menolongnya dengan menghajar kedua pria tersebut tanpa ampun.
Setelah kedua pria tersebut melarikan diri, Ia pun memapah Nadia yang mulai sadar dan menunjukkan hotel padanya dengan beralasan Nadia sedang bermalam bersama keluarganya di sana.
Sesampainya di hotel, Leo sudah tidak ingat apa-apa.
Ia pun terkejut saat sadar Nadia sudah tidur disampingnya.
Walaupun keadaannya hanya bertelanjang dada waktu itu, tetapi Leo belum bisa menyimpulkan kejadian yang sebenarnya.
___
sementara di tempat lain, Silvi juga Megan berusaha mengejar Grace sampai pintu gerbang sekolah.
"Grace.. Tunggu..!! "
Ucap Silvie ngos-ngosan.
"Grace biarin kita temenin lo, Gue tau lo lagi kacau Grace.
please.. Kita gak mau lo kenapa-napa"
Ucap Megan menenangkan mengelys pundak Grace.
Grace mengulas senyuman kepada keduanya,
"Thanks Guys, tapi Gue pengen sendiri.. tolong ngertiin gue.. " ucapnya dengan lirih.
Keduanya pun menghambur memeluk Grace yang suasana hatinya sedang kacau.
__ADS_1
"Okeh Grace, gue tau lo gak bakalan bertindak nekat, but.. Setidaknya lo kasih tau kemana tujuan lo.. "
Ucap Megan terisak.
"Gue mau pulang Me..Gue cuma butuh waktu sendiri.. "
Timpal Grace meyakinkan.
"Benerkan lo.. Cuma mau pulang..? "
Ucap Silvie memastikan di angguki oleh Grace.
"Ok.. tapi lo harus janji sama kita, lo gak boleh berbuat nekat.. "
Ucap Megan meraih wajah Grace yang sendu.
"Bodoh.. Lo pikir gue mau bunuh diri, Lebay lo bedua.. "
Timpal Grace mencoba menghibur kedua sahabatnya dengan menoyor keduanya.
"Iya iya gue tau lo gak selebay itu..
Apalagi sekarang ada debay diperut lo.. "
Timpal Silvie mulai tersenyum.
"Yaudah gue cabut ya.. "
Pamit Grace dengan wajah sumringah.
Keduanya pun mengangguk memandang Grace yang sudah menaiki taksi.
___
"Kayanya ada yang gak beres.. " ucap Ari di angguki oleh Exel.
"Gue bisa bungkam mulut si Nadia.. "
Timpal Linda menghampiri ketiganya seraya menyodorkan ponselnya pada Ari.
"Yups.. Si Nadia udah lama jadi simpenan om-om.. "
Ucap Linda melihat Leo cs yang menunjukkan wajah terkejut melihat beberapa poto Nadia sebagai wanita penghibur.
Exel menyunggingkan senyuman,
"Ayo kita beresin..!!! " ucapnya menatap kedua sohibnya juga Linda yang mengangguk setuju.
"Gue Ikut..!!! " ucap Leo segera bangkit.
"Bego.. Lo kejar sono bini lo.. Biarin ini kita yang urus.. "
Ucap Ari geregetan dengan kebodohan Leo.
Ketiganyapun bergegas keluar menggunakan mobil Exel,
sementara Leo memisahkan diri untuk mengejar Grace
"Lin.. Lo pada mau kemana..? " tanya Silvie melihat Linda bersama Kedua sohib Leo yang tergesa-gesa menuju parkiran.
"Kuy..!!! "
Ajak Ari pada Megan juga Silvie yang kebingungan.
____
Merekapun telah tiba di SMA Karya Bakti tempat Nadia kini bersekolah.
"Lo pada tunggu disini.. Gue sama si El yang masuk.. "
Ucap Ari membuka sabuk pengamannya.
Ketiganya pun mengangguk kompak menunggu di dalam mobil yang terparkir ditepi jalan dekat gerbang sekolah tersebut.
Riuh suara murid melihat kehadiran Exel juga Ari
"aaa.. mereka kembali.. "
"Si Leo ko gak ikut ya..?"
"Yah gak ada si Leo.. "
"Gapapa.. Mereka juga gak kalah keren.. "
Andre dan Rian yang merupakan anggota Geng Leo menghampiri keduanya.
"Bro.. ada perlu apa kesini..? "
Ucap Andre menyalami ala Lelaki sejati kepada keduanya.
Exel menyunggingkan senyuman,
"Gue ada tugas buat lo bedua.. "
Exel menginstruksikan anggotanya untuk memantau Nadia jangan sampai lepas selagi dirinya menemui pihak sekolah.
Keduanya mengangguk patuh.
"Bagus.. " ucap Exel menepuk bahu keduanya secara bergantian.
Exel pun bergegas menemui pihak sekolah ditemani Ari untuk melaporkan kelakuan Nadia bersama bukti yang berada diponsel Linda.
rupanya Linda dengan sigap merekam pengakuan Leo sedari tadi.
"Si lambe bisa diandelin juga El.. "
Goda Ari cengengesan mengingat Linda pernah menyukaimu Exel.
"Brisik lu.. " timpal Exel ketus.
"Anjay.. Dua juga gapapa El.. Si lambe juga cakep.. "
Goda Ari kembali,
"Buat lo aja.. Lo cocok emang sama-sama Lambe turah.. "
timpal Exel melengos.
____
Selepas menemui pihak sekolah keduanya bergegas masuk kembali ke mobilnya.
Keduanya terkejut mendapati Nadia yang sedang diapit oleh Megan juga Linda.
Nadia mudah sekali dibodohi oleh Andre yang memberi tahu bahwa Leo sudah menunggunya.
"Lo klarifikasi sekarang.. "
Ucap Exel menatap tajam Nadia yang sudah gemeteran.
Nadia pun mengklarifikasi menjelaskan kejadian sebenarnya bahwa Ia dengan sengaja telah menjebak Leo dan mempermalukan Grace dengan berita hoaksnya.
"Anjir.. Lo live Sil.. ?"
ucap Ari menggeleng melihat Silvie mengacungkan ponselnya ke arah Nadia.
"Bege..Guekan nyuruh buat vidioin doang.. "
Ucap Megan kesal.
"Tanggung Anjir.. Biar dia malu sekalian.. "
timpal Silvie santai.
"Yoi.. Biar gak dikira rekayasa.. "
timpal Linda cengengesan.
____
Ditempat lain
Grace tengah bersimpuh di pusara sang Ibu. Ia menangis sesenggukan tanpa berucap.
"Grace mau ikut mommy.. "
__ADS_1
"Begitu mudah lo berpaling dari gue Leo.. "
Ia terkejut saat seseorang menyentuh pundaknya.