Malu Malu Kucing

Malu Malu Kucing
part 25


__ADS_3

Sesampainya di sekolah Grace sarapan di kantin setelah sebelumnya mengenakan seragam lengkapnya.


Kedua sahabatnyapun menghampirinya.


"Woy.. Disini lo rupanya.."


Ucap Silvie mengejutkan Grace.


"Kaget anjir.. Untung gak keselek.. "


Timpal Grace sambil mengunyah.


"Grace .. Gimana udah baikan sama doi..? "


Tanya Megan.


Grace hanya menggelengkan kepalanya.


"Lo itu salah paham.. Eh lo jelous Grace..? "


Tanya Silvie terkekeh.


"Iya gue cemburu.. Puas lo bedua.. "


timpal Grace salah tingkah.


"Nih dengerin gue.. Waktu itu si Leo lagi janjian sama Om nya abang El.. nah.. tuh cewek kebetulan nyamperin.. Bentaran doang ko Grace.. "


Ucap Silvie menjelaskan.


"Bentaran doang sok akrab banget tuh cewek.. "


Timpal Grace kesal.


"Anjir.. Lo bener-bener jelous.. Iya sih sebenernya tuh cewek mantannya si Leo.. But don't worry..


Si Leo bener-bener udah move on. Benci banget malah.. "


Ucap Silvie mencoba menenangkan.


Grace diam tak menimpali, namun ada perasaan sedikit lega. Grace masihasyik dengan sarapannya.


"Ngapain lo megang megang bibir segala? "


Megan terkekeh melihat grace meraba-raba bibirnya.


"Tenang Grace. . Si Leo juga baru pertama ciuman..Katanya dulu si Leo menjaga banget hal begituan sama mantannya.. eh mantannya malah selingkuh pake ngelakuin begituan lagi.. Si Leo sendiri yang ngelabrak ... "


Jelas Silvie nyerocos.


"Anjir udah dijaga kehormatannya.. Eh.. Nyeleweng.. "


Megan menimpali.


"Sotoy lo bedua.. "


Timpal Grace ketus.


"Lah gue tau dari sumber yang akurat.. dan gue juga percaya"


Ucap Silvie diacungi jempol oleh Megan.


"Maksud lo Exel..? Widih udah jauh lo.."


Timpal grace.


"Emangnya elo , maen lo kurang jauh Grace.. Makanya bodoh.. "


Timpal Silvie tak mau kalah, sementara Megan terkekeh.


"Sialan lo..Lo juga Me sama si Ari? "


Tanya Grace diangguki oleh Megan.


"Bisa begitu lo bedua.. Kalah gue.."


Ucap Grace kesal.


"Lo sama si Leo sama-sama gak peka..Malu-malu kucing.. "


Silvie cengengesan.


"Dahlah... Kuy cabut.. Keburu masuk.. "


Ajak Grace malas.


"Keburu masuk..? Kekenyangan lo.. Makan segitu banyak.. "


Ledek Silvie.


***


Waktu istirahat.


Grace tidak ikut dengan kedua sahabatnya ke kantin Ia merasa masih kenyang sebab sarapan terlalu banyak.Grace memilih pergi ke taman belakang sekolah bermain game online di ponselnya, lebih tepatnya Grace ingin menghindar dari Leo.


"Nice Try... "


Grace asyik dengan ponselnya tak menyadari kehadiran seseorang disampingnya.


"Skill lo oke juga.. "


Ucap Leo seraya melepaskan headset yang melekat di kuping Grace.


Gracepun meliriknya seraya menyunggingkan sudut bibir atasnya.


"Gue Imba.. Emangnya elo hode. . Noob..! "


Ucap Grace songong masih asyik dengan ponselnya.


"Blagu.. Okeh by one.. "


Leo menantang tak Terima dirinya dikatain payah oleh istrinya sendiri.


"Ogah.. ya.. ya.. yah.. gara-gara lo kesini jadi ngelag kan.. "


Ucap Grace kesal sementara Leo terkekeh.


"Apa lo.. Seneng? "


Ucap Grace sinis sementara Leo masih terkekeh.


"Nih.. Biar lo gak bete lagi..! "


Leo menyodorkan semangkok ice cream.

__ADS_1


Grace menerima tanpa menoleh nya.


"Huhh gengsi.. "


Gumam Leo masih terdengar oleh Grace.


"Ngapain sih lo kesini..? "


Kesal Grace seraya menyuapkan sesendok eskrim ke mulut dengan tidak tahu malunya.


"mau negor istri gue.. "


Jawab Leo santai.


"Maksud lo negor gue? "


Ucap Grace kepedean menunjuk dadanya dengan jempolnya.


"Iya negor istri gue lagi pamer paha.. "


Jawab Leo menunjuk kaki Grace yang duduk sila di bangku dengan rok yang sedikit tersibak.


"Lah suka-suka gue dong.. "


Timpal Grace masih asyik memakan eskrimnya.


"Tapi gue gak suka.. "


Ucap Leo datar menatap ke depan.


"Emang hak lo apa?Lagian disini sepi.. "


Grace kembali menimpali seraya mengedarkan pandangan ke sekitar taman, dan memang keadaannya benar-benar sepi.


Leo meraih kedua pundak Grace menghadapkan ke arahnya


"Gue tanya.. Gue siapanya Elo..? "


Tanya Leo kesal menatap Grace dengan lekat, sementara Grace terdiam tak berkutik baru tersadar dari kebodohannya.


"Mampus gue.. "


Gumam Grace ketika wajah Leo mendekat ke wajahnya.


deg.. deg.. deg..


"Bodoh.. "


Leo menyentil kening Grace.


"Sialan.. sakit tau.. "


Grace meringis berlebihan membuat Leo langsung mengusap pelan keningnya.


"Sakit..? "


Tanya Leo dengan cemas, sementara Grace mengangguk dengan wajah yang cemberut.


"Sorry.. "


Ucap Leo dengan lirih seraya mengecup kening Grace.


deg..


"manis.. Eskrimnya.. "


Bisik Leo membuat wajah Grace langsung bersemu merah.


"Dasar.. Gak tau tempat"


Grace mendorong dada bidang Leo.


"Kalo gitu.. Nanti kita lakukan pada tempatnya"


Ucap Leo santai membuat Grace salah tingkah.


"Oh. .ya Gue mau jelasin....."


"Gak perlu, gue udah tau.. dan gue gak peduli.. "


ucap Grace memotong ucapan Leo.


Sementara Leo mengulum senyuman seraya memeluk Grace.


"Thanks.. "


bisiknya diangguki Oleh Grace.


***


Tiba waktu pulang.


"Grace noh laki lo nungguin.."


Ucap Silvie menunjuk ke arah Leo yang tengah menunggu Grace di samping motornya.


"Udah sono samperin gak bae lo diem dieman begitu.."


Titah Megan seraya menepuk bahu Grace.


"Yaudah gue cabut duluan ya.. "


Pamit grace pada kedua sahabatnya kemudian menghampiri Leo.


Leo mengacak gemas rambut atas Grace.


"Sini kuncinya.. Biar gue yang bawa.. "


Pinta Leo  menengadahkan tangannya


"Gak usah, tar kalo lo yang bawa ni motor bisa sial lagi .. "


Ledek Grace terkekeh


"Oh yaudah.. dengan senang hati gue kalo harus dibonceng.. "


Timpal Leo dengan nada memancing.


"Sial.. "


Gracepun langsung memberikan kunci motornya kepada Leo.


Grace duduk dibelakang sengaja menyisakan jarak antara dirinya dengan Leo.


"Lo mau jatuh..? "

__ADS_1


Ucap Leo kembali memancing.


Gracepun pasrah melingkarkan kedua tangannya di perut Leo.


"yes.. yes.. "


Leo melajukan motornya sengaja dengan kecepatan sedang membuat Grace semakin kesal


"Lo bisa bawa motor gak sih.. Lelet bangett"


Ucap Grace  setengah berteriak, namun Leo sengaja pura-pura tidak mendengarnya, Ia malah mengusap lembut tangan Grace yang melingkar di perutnya.


Grace mendengus kesal


" Minimarket depan berhenti dulu.. "


Titah Grace ketus, Leopun mengangguk mengiyakan.


"Sialan lo, giliran gue minta mampir denger lo.. "


Ucap Grace sengaja berteriak dikuping Leo, sementara Leo hanya terkekeh.


Sesampainya di minimarket Grace antusias mengambil beberapa keperluannya, tidak lupa dengan Mie Instan kesukaannya.


"Mie instan mulu.. "


Ucap Leo saat melirik keranjang belanjaan Grace ketika hendak membayarnya di kasir.


"Bodo... Lo mau apa ambil.. "


tawar Grace songong, duit duit siapa pikirnya.


Leo menyeringai


"Gue mau ini .. boleh gak..? "


Ucap Leo seraya mengambil balon beraneka rasa buah-buahan yang terpajang di meja kasir.


"Cih.. Kaya bocil lo... "


Ledek Grace mendelik


"Oh.. Lo gak suka kalo gue nanti pake ini? bagus kalo gitu... "


Timpal Leo santai mengembalikan barang tersebut ketempat semula, sementara Grace mengerutkan kedua alisnya tak mengerti.


"Pake..??? Maksud lo apaan..? Itu permen karet rasa buah-buahan kan..? "


Tanya Grace yang polos.


Leo terkekeh dengan ucapan Grace.


"Ternyata lo polos soal begituan.. Coba lo tanya sama kasirnya.. "


Grace mengangkat kedua alisnya mengisyaratkan bertanya pada kasir yang sedari tadi menyimak percakapannya bersama Leo. Sang kasir pun menggeleng terkekeh.


"Itu sarung ka.. Eh maksudnya pengaman"


Jawab Sang kasir cengengesan


"Sarung apaan? "


Grace masih penasaran.


"Maksudnya itu alat kontrasepsi buat laki-laki kak.."


Jelas Sang kasir masih cengengesan.


Sontak Grace membulatkan kedua matanya, beruntung tidak banyak pengunjung yang melihat mereka yang masih remaja sedang membahas barang tersebut.


Gracepun segera ke luar diikuti Leo dibelakangnya setelah membayar belanjaannya.


"Aisshh.. "


Leo meringis, Grace suka sekali menginjak kakinya.


"Leonard.. Lo bener-bener ngeselin.. Bikin gue malu.. "


Ucap Grace kesal.


"Sorry.. " timpal Leo tanpa dosa.


"Lagian lo ngapain pake sosoan mau beli gituan segala, masih pake seragam lagi.. "


Grace kesal takutnya nanti orang-orang berpikiran buruk dengan mereka.


"Iya sorry.. Gue cuma.... "


Ucapan Leo terpotong ketika seseorang menghampiri mereka.


"Leo... Abis belanja..? Kebetulan ya.. Bisa ketemu.. "


Ucap seorang gadis yang mendapati Leo tengah menenteng kantong belanjaan.


Namun bukannya Leo yang menanggapi melainkan Grace yang menanggapinya dengan sinis.


"Bisa sering kebetulan ya.. "


Sarkas Grace seraya berlalu pergi meninggalkan Leo bersama gadis tersebut.


"Ah sial.. pake lupa lagi.. "


Umpat grace menendang ban motornya.


Leo menghampirinya terkekeh seraya menggantung gantungkan kunci motor di depan muka Grace.


"Sialan.. Siniin konci motor gue Leonard..!"


Umpat Grace berusaha merebut kunci motornya di genggaman Leo, hingga posisi genggaman sengaja berada di balik punggung Leo.


Grep.


Leo mendekap Grace membuatnya terkunci lalu menatapnya dengan lekat, kedua manik saling bertemu.


"Gue suka kalo lo cemburu.. "


Ucap Leo dengan wajah yang serius, sementara Grace langsung memalingkan mukanya.


"Lo beneran gak mau gue pake barang itu? Lo mau cepet punya anak dari gue..?"


Bisiknya di telinga Grace.


Seketika wajah Grace bersemu merah sekujur tubuhnya kaku.


Sementara dikejauhan seseorang tengah mengepalkan tangannya melihat adegan romantis di parkiran minimarket tersebut.

__ADS_1


__ADS_2