
Sejenak Grace diam terpana dengan pemandangan dada bidang Leo yang kini ada dihadapannya.
Celetak..
Sentilan keras tepat di kening Grace yang tak lain pelakunya ialah Leo.
Grace hanya meringis menahan sakit.
"Belum sehari jadi suami udah KDRT aja.. "
Gerutu Grace sambil mengusap ngusap keningnya.
Leo menyunggingkan senyuman
"Lap tuh air liur lo mau jatuh.. "
Timpalnya sambil melemparkan handuk kecil bekas mengeringkan rambutnya ke muka Grace ,
"Dasar cowok rese.. ".
Grace membalas dengan melemparkan bantal sekenanya ke arah Leo sambil berlari menuju kamar mandi,
Sesampainya di kamar mandi grace mencuci mukanya dengan kasar, menatap dirinya di pantulan cermin yang berada di depannya.
" Bodoh.. Bodoh.. Mata gue udah gak suci.. Ahhh sial.. "
Grace menggerutu kesal seraya memukul kepalanya sendiri,
kemudian ia bergegas membersihkan diri, Selesai mandi grace menyambar handuk yang menggantung
"Ah sial.. Pake lupa lagi."
Grace membuka pintu kamar mandi menyembulkan kepalanya keluar dan mengedarkan pandangannya,
ia mendapati Leo tengah duduk di sofa yang berada di sudut kamar dengan ponsel di tangannya.
"Ehem.. Shut.. Shut.. " Grace memanggil Leo seenaknya.
Leo hanya mendongakkan kepalanya menatap Grace.
" Gue lupa bawa baju ganti.. "
Leo menggeleng sambil menunjuk koper milik Grace yang tak jauh dari pintu kamar mandi.
Grace melongo tak percaya bagaimana bisa kopernya sekarang ada di hadapannya,
kemudian dengan cepat Grace mengambil kopernya dan langsung menutup pintu kamar mandi dengan rapat.
Dengan tergesa-gesa Grace memakai baju yang biasa ia gunakan untuk tidur, kaos longgar berwarna putih dan celana kolor bermotif bendera Amerika,
Seketika ia tersadar dengan penampilannya
" Ah.. Mulai sekarang gue harus terbiasa memakai ini buat jaga jaga"
Gumam Grace sambil menatap baju dalamnya yang menggantung di tangannya.
"Idih Grace.. Bisa bisanya lo mikirin macem-macem "
Grace memukul kembali kepalanya sendiri sambil cengengesan.
Dengan langkah pelan Grace berjalan keluar dari kamar mandi.
Ia mendapati Leo yang sudah berbaring di tempat tidur dengan mata yang terpejam.
Grace melangkah menghampiri Leo
Tuk.. Tuk..
Grace menusuk nusukan jarinya ke punggung Leo.
Leo hanya membalikkan badannya tanpa suara dengan mata yang sedikit membuka.
" Emhh Gue tidur dimana..? "
Tanya Grace gugup
Leo mengangkat dagunya menunjuk sofa yang tadi ia duduki, sontak Grace menggeleng menolak. membayangkan rasa pegal jika dirinya tidur di sofa tersebut.
"Idihh.. Ogah banget gue tidur disitu, lo aja sono.. "
Grace menggerutu sambil merebahkan dirinya di tempat tidur dan buru-buru masuk kedalam selimut.
Leo hanya diam tak menjawab, ia kembali membalikkan badannya memunggungi Grace.
Hening hanya suara jam dinding yang terdengar.
Grace kembali bersuara dibalik selimut
"Emh lo udah tidur..?"ucapnya kembali gugup
Tak ada jawaban dari Leo namun Leo menarik selimut yang menutupi seluruh badan Grace dengan kuat seolah ingin merebutnya dari Grace.
Grace sontak bangkit dan kembali merebut selimut tersebut.
" Awas lo kalo macem - macem..
Gue gak segan-segan buat teriak.. " Ucap Grace dengan nada mengancam, sementara Leo kini tersenyum licik
" Gausah GR lo.. Lagian kalo gue macem-macem gue berhak atas diri lo. Silahkan lo teriak.. Yang ada lo bakalan malu.. " timpal Leo dengan nada mengejek.
" Ah sial.. " Umpat Grace yang kembali masuk kedalam selimut menutupi wajahnya yang malu, Sementara Leo mengulum senyum penuh kemenangan.
Akhirnya mereka terlelap sampai dini hari Leo terjaga dari tidurnya ketika merasakan berat dan sesak di dadanya,
dan benar saja ketika Leo membuka matanya ia mendapati kaki mulus Grace yang berada di dada hingga lehernya.
__ADS_1
"nih cewek gocan banget.. "
Leo mencoba memindahkan kaki Grace dari atas dadanya dengan kasar, namun Grace masih pulas dengan tidurnya.
Leo bangkit dari baringannya seraya bersandar , tangannya mencoba meraih gelas yang berisi air minum di atas nakas yang berada di dekat Grace.
Ia mengambil gelas namun sesuatu benda ikut terbawa ,
benda itu tak lain ialah baju dalam Grace yang sedari tadi menjuntai di atas nakas yang diletakkan sembarang oleh pemiliknya tanpa sadar dari tidurnya.
Leo menggeleng tak percaya dengan benda yang berada di genggamannya.
"Lumayan.. " Gumamnya.
Sekilas ia melirik pemilik benda tersebut yang tengah terlelap
"Cantik.. Tapi barbar.. Hah..dan apa itu bajunya..??? "
Leo menggelengkan kepalanya sambil terus mengamati Grace yang tidur tidak ada anggun anggunnya.
***
Jam menunjukkan pukul setengah delapan pagi, sinar matahari masuk menembus jendela kamar.
Merasa silau, dengan malas Leo bangun dari tidurnya yang kurang nyenyak karena terganggu dengan tidur Grace yang tidak bisa diam seperti anak kecil tendang sana tendang sini.
Leo bergegas menuju kamar mandi untuk membersihkan diri, selepas mandi ia memakai bajunya dengan kaos santai dan celana pendek.
Kemudian Ia keluar kamar melangkah menuruni anak tangga mengedarkan pandangannya seperti mencari seseorang, namun yang Ia dapati hanya Esih asisten rumah tangganya yang tengah mengelap guci kesayangan majikannya.
"Mamah kemana bi..? " Leo bertanya sambil duduk di mini bar .
"Nyonya katanya teh mau olahraga sama nona muda den.. " Jawab Esih
"Cih Nona Muda" Batin Leo.
"Aden mau sarapan..? "Tanya Esih seperti ke anaknya sendiri
Leo hanya menganggukkan kepalanya.
" Ini den silahkan di makan atuh.. ".
Esih menyodorkan sepiring nasi goreng kepada Leo, dengan lahap Leo memakan nasi goreng tersebut, mungkin rasanya terlalu lezat atau karena merasa lapar secara Leo sepulang dari acara pernikahannya sama sekali belum makan.
" Enak banget bi.. Tumben..??? " Leo bertanya sambil masih mengunyah.
"Anu den.. Eta teh si Non yang masak sebelum pergi sama nyonya sengaja katanya buat aden.. "
Jawab Esih cengengesan
"Ukhukk.. Ukhukk.. "
Tiba-tiba Leo batuk mendengar jawaban dari Esih bahwasanya Grace yang memasak nasi goreng untuknya.
Canda Esih sambil menyodorkan segelas air putih kepada Leo.
Setelah minum dan menghabiskan makanannya Leo bergegas menuju kamarnya, Ia memilih bermain game di ponselnya guna mengisi kekosongan.
" Ternyata cewek barbar bisa masak enak juga.. "
Gumamnya sambil menggeleng tak percaya dengan apa yang dipikirkannya.
Ceklek ..
suara pintu terbuka.
Dan masuklah Grace dengan setelan olahraga beserta handuk kecil melingkar di lehernya dengan rambut yang di ikat kuat seperti ekor kuda,
Leo hanya melirik sekilas.
"Udah bangun lo.. "
Tanya Grace basa basi, namun kali ini tidak seperti biasanya Leo menjawab antusias.
" Udah mandi juga.. "
"Siapaa?? " Grace sok penasaran
"Gue lah.. " timpal Leo bangga menepuk dada
"Yang nanyaaa..!!! "
Grace berteriak sambil melarikan diri ke kamar mandi.
Leopun tidak mau kalah
" Lo gak usah repot masak buat gue.. Kaya masakan lo enak aja.. "
Ejek Leo setengah berteriak.
Grace yang telah melepaskan seluruh pakaiannya, merasa geram dengan ejekan Leo, Iapun memutuskan keluar dari kamar mandi hanya dengan lilitan handuk yg menutupi tubuhnya.
Dengan tergesa-gesa Grace melangkah ke arah Leo.
Leo hanya bisa menatap tanpa berkedip susah payah menelan ludahnya.
Bagaimana tidak Leo laki-laki normal dengan melihat cewek dihadapannya terlebih Grace hanya mengenakan handuk diatas lutut tentu kelelakiannya sudah pasti berontak.
Bughh..
Satu bantal mendarat di muka Leo yang melongo diam tak melawan.
"Gak usah kepedean lo, gue mau masakin lo karna nyokap lo yang nyuruh.. Bukannya Terimakasih lo malah ngatain masakan gue gak enak.. Abis juga kan lo makan.. "
Grace kembali melangkah menuju kamar mandi, sesekali Grace menjulurkan lidahnya kepada Leo yang tengah menatapnya.
__ADS_1
Leo menggeleng melihat tingkah absurd dari Grace.
"Sial jantung gue rasanya mau meledak gara-gara tuh cewek barbar.. "
***
Grace berendam di bak mandi dengan busa yang memenuhinya, dirinya kembali mengingat pesan dari sang Ibu, bahwasanya dirinya harus patuh terhadap suaminya.
"Cih.. Gimana gue mau patuh sama orang yang nyebelin kaya gitu..
Ahh.. Lama-lama gue bisa gilaa.. "
***
Siang berganti malam, Keluarga Hendri tengah makan malam bersama, suasana sangat hangat yang kini dirasakan dan dirindukan seorang Grace.
"Lahap banget kamu makannya..?"tanya Deti pada putranya dengan nada meledek
" Abisnya enak banget mah.. " timpal Leo sambil mengunyah.
Grace yang mendengar sebuah pengakuan dari mulut Leo yang penuh dengan makanan rasanya dia ingin tertawa puas mengejek Leo, namun dia masih bisa mengontrol, dirinya hanya senyum menutup mulutnya.
"Ya jelas enak lah.. Istri kamu yang masak penuh cinta.. " Timpal Hendri sama mengejeknya
seketika Leo menghentikan aktivitasnya ketika mendengarkan penjelasan dari sang ayah, sekilas Ia melirik Grace yang kini tengah menjulurkan lidah ke arahnya
"Sial.."
Gumam Leo yang baru menyadari kebodohannya mengakui masakan istrinya memang sangatlah lezat.
Leo menghela napas mencoba tenang
" Mama ga usah nyuruh Grace buat masak, Kan ada Bi Esih mah.. "
Ucapnya kembali menyantap makanannya.
" Duhh.. Anak mama so sweet banget sih.. Iya deh mama ga nyuruh Grace masak lagi .. "
Deti pura-pura sedih.
" Eh.. Mah gapapa ko Grace masak, lagian Grace senang apalagi Leo mau makan masakan Grace sampe habis." Sedikit sarkastik buat Leo,
Sang mertua menanggapi dengan senyum kemenangan dan anggukkan.
"Oh iya Le.. Papa udah urus surat kepindahan sekolah kamu, masih untung pihak sekolah mau mencabut hukuman kalian, kamu nanti bisa sekolah bersama Grace biar bisa jagain dia.. "Hendri yang sok serius padahal kang lawak.
" Makasih pah.. " Hanya itu yang bisa di ucapkan Leo
"Dan satu lagi.. Papa juga udah urus keberangkatan kalian ke Labuan bajo untuk berbulan madu sekalian liburan sekolah..besok pagi kalian berangkat!! "
" Labuan bajo.. Aaa kepengen bangettt.. Tapi sayang bukan sama Megan dan Silvie."
Grace mendengus kesal membayangkan mimpi buruknya nanti di sana.
"Kamu kenapa nak.. Kamu keberatan liburan ke Labuan bajo atau mau mamah cariin tempat lain? " Tanya Deti.
"Grace gapapa mah.. Grace mau banget pergi kesana., selama ini Grace gak bisa pergi jauh jauh, harus jagain mommy.. "timpal Grace gugup menunduk.
"Udah sayang , sekarang waktunya kamu bersenang-senang.. Mommy kamu juga pasti seneng dengar kamu mau pergi liburan , apa lagi pulang-pulang bawa kabar cucu.. Pasti Like itu... "
Ucapan Deti membuat anak dan menantunya mati gaya.
" Tuhh Le.. Denger mama kamu cakap.. Udah gak sabar tuhh mau cucu.. Tunjukkan taringmu Le.. Jangan kecewain papa..
Semangat.. Hajar terus.. !!! "
Hendri menyemangati putranya.
Plak..
Tangan kekar Hendri tiba-tiba di pukul oleh Deti
"Ishh papa.. Kalo ngomong.. Suka benerr.. Hehe.. " timpal Deti cekikikan
Terlihat Leo sangat grogi dengan muka yang pucat, sementara Grace memilih tidak memikirkan perkataan kedua mertuanya, justru Ia merasa damai berada ditengah-tengah keluarga yang penuh dengan kehangatan.
***
Selesai makan malam Leo kembali ke kamar di ikuti Grace di belakangnya.
Setelah sampai di kamar Grace langsung ambruk di tempat tidur, Ia berguling-guling ke sana kemari tanpa menghiraukan keberadaan Leo yang tengah memperhatikan tingkah nyelenehnya.
"Puas lo.. Seneng.. ?? " Ucap Leo mengejeknya.
Sambil masih asyik berguling-guling Grace menanggapi Leo
"Senenglahhh.. Masakan gue dimakan suami tercinta.. "
Dengan reflek Grace menutup mulutnya kemudian memukul bibirnya berulang-ulang mengutuk kebodohannya sendiri, niatnya mau mengejek Leo malah keceplosan.
tanpa sadar senyum merekah dari bibir Leo ketika mendengar pernyataannya,
Grace kemudian bergegas hendak ke kamar mandi karena malu, langkahnya terhenti ketika Leo mencekal lengannya dan membisikkan sesuatu
"buka aja daleman lo.. Daripada lo buka sendiri pas lagi tidur .. "
Seketika wajah Grace memerah karena malu, ia langsung pergi kamar mandi.
"Bodo amat lah.. Toh semalem gue gak diapa-apain"
Dan benar saja Grace kini memakai kaos polos putih tanpa b*a didalamnya dan celana kolor bermotif kartun Spongebob SquarePants kesukaannya.
Dengan hati-hati Grace menaiki tempat tidur dengan kedua tangan yang menyilang menutupi dadanya dan langsung buru-buru masuk kedalam selimut dan memaksa matanya untuk terpejam.
BERSAMBUNG..
__ADS_1