
Hari mulai senja, lembayung telah berkibar membuat langit berwarna jingga.
Semua rencana nyaris sempurna, tidak lupa do'a yang di pimpin oleh pemuka agama untuk kesembuhan sang mertua di amini anak anak yang tak berdosa.
Tiga pemuda yang berhati mulia, berkarya mencipta canda dan tawa.
"Jangan berebut ya.. Semua pasti kebagian ko.. Kalo kurang bilang sama abang.. "
Ucap Leo seraya membuka boks yang berisi keperluan anak-anak panti.
"Makasih bang Leo.. Kami semua sayang bang Leo.."
Para anak panti berhambur memeluk Leo.
"Eh.. Sama abang bedua gak ada yang sayang nih..? "
Goda Ari cengengesan.
"Makasih bang Ari dan bang Exel.. Kami juga sayang bang Ari sama bang Exel.. "
Kini para anak panti beralih memeluk Ari juga Exel, Keduanyapun menyambut pelukan dari mereka seraya mengusap pucuk kepala secara bergantian.
"Belajar yang rajin.. Biar Ibu bangga.. "
Ucap Exel lembut.
"Iya bang.. bang kalo milik abang yang mana? Kan aku udah tau miliknya bang Leo.. "
Ucap Farhan cengengesan melirik kedua sahabat Grace, sementara Exel menanggapinya dengan tersenyum tenang.
"Emh.. Bocil jangan mikirin cinta cintaan.. Belajar yang bener.. "
Ari menimpali seraya mengacak rambut farhan.
"Iya bang iya.. Abang malu ya kalo masih jomblo..?"
Ucap Farhan menjulurkan lidahnya ke arah Ari sambil melarikan diri.
Semuanya terkekeh melihat tingkah Farhan, sementara Ari dan Megan salah tingkah ketika pandangannya tak sengaja bertemu.
"Nak.. ajak temennya makan dulu atuh... mumpung masih anget.."
titah Siti kepada Leo.
Leopun mengangguk, kemudian mengajak kedua sohibnya dan Grace cs ke sebuah pendopo yang terletak di halaman belakang panti yang menyuguhkan pemandangan alam yang Indah nan sejuk di mata.
Grace cs terbelalak ketika sampai di pendopo dimana di sana sudah tersaji nasi liwet dan lauk yang sederhana di atas tikar yang tergelar.
Ketiganya saling sikut mengikuti Leo cs yang mulai duduk bersila.
"Sini sayang.. "
Ucap Leo pada Grace seraya menepuk lantai di sampingnya. Gracepun menurut duduk disamping Leo dengan cekatan Ia menyendokan nasi untuk Leo.
"Sepiring berdua aja.. biar romantis.. "
Ucap Leo pelan.
"Romantis apaan? Ogah.. yang ada gue gak kenyang.. "
Timpal Grace dengan suara lantang membuat Leo mendengus kesal, sementara yang lainnya mencoba menahan tawa.
"Sil.. malah bengong lo.. Makanan kesukaan lo ini.. "
Ledek Grace seraya menunjuk makanan yang tersaji di acungi jempol oleh Megan yang kini terkekeh.
"So jaim lo.. "
Timpal Megan melempar lalapan ke arah Silvie yang gugup sebab duduk berdekatan dengan Exel.
"Ehem.. Lo suka nasi liwet juga..? "
tanya Exel mencairkan kegugupan Silvie.
Silviepun mengangguk pelan.
"Di makan.. Nasi liwet bikinan Bu Siti paling enak.. "
Ucap Exel kembali seraya menyendokan nasi untuk Silvie membuatnya menampar pelan pipinya, berasa mimpi dengan perlakuan Exel terhadapnya.
"thanks.. "
Ucap Silvie gugup bersemu.
Exel hanya mengangguk tersenyum.
"Sil.. Pete Sil.. Ikan asin.. Sambel noh.."
Ledek Grace kembali menunjuk ke arah makanan dengan dagunya.
"Tau lo Sil so anggun lo.. Biasanya kalap lo kalo liat Pete.. "
Timpal Megan terkekeh tak habis pikir dengan Silvie yang makannya pelan-pelan salah tingkah.
"awas lo bedua.. "
gumam Silvie masih terdengar oleh semua yang menahan tawanya.
"Le sohib sohib lo anak Sultan kan ya?" bisik Grace pada Leo.
Grace merasa heran dengan Leo cs yang makan makanan sederhana dengan lahap tanpa ada canggung makan pakai tangan, tetapi Grace sendiri tidak bercermin bahwa dirinya bersama dengan kedua sahabatnya juga sangat menyukai makanan sederhana tersebut.
"Hmm kenapa.. Lo heran..? Justru ini menurut kita makanan mewah.. "
Jawab Leo santai sudah bisa menebak pikiran Grace.
Gracepun hanya manggut-manggut paham.
"mangkanya entar lo gak usah ribet masakin gue makanan mewah, Lo masak telor ceplok pake kecap juga gue makan... "
Timpal Leo kembali seraya menyuapkan nasi kemulut Grace tanpa penolakan dari Grace.
"Cih.. itu mah elonya aja ngajak gue ngirit.. dasar medit.. "
Timpal Grace di tengah kunyahannya.
Sontak kedua sahabat dan sohib Leo terkekeh dengan tingkah Leo juga Grace.
Leo mendengus kesal,
"Itukan seumpamanya.. " ucap Leo kembali menyuapkan nasi ke mulut grace, namun Grace menggeleng menolak.
"Makan yang banyak.. " titah Leo seraya mengambil lalapan untuk Grace
"Kenapa..? Gue rese kalo laper..? "
Sarkas Grace kesal membalas memasukan lalapan di sertai sambal yang banyak tanpa penolakan dari Leo.
Kini Leo menggenggam tangan Grace menahan rasa pedas dari sambal tersebut.
"Maksud gue lo makan yang banyak, apalagi sayuran sama buah.. Biar.." ucap Leo menggantung membuat yang lainnya penasaran terlebih Grace.
__ADS_1
" Biar apa..? " tanya Grace penasaran
"Biar cepet punya anak dari gue.. "
Jawab Leo santai, sontak semua melongo tak terkecuali Grace yang memukul pelan tangannya.
"Udah gila lo.. Lo udah ngotorin pikiran mereka tau.. "
Timpal Grace kesal, sementara semua terkekeh.
"Cih.. Mereka udah gede kali, Kenapa..? lo gak mau punya anak dari gue..?Kemaren lo ngelarang gue pake peng.. "
Grace langsung membekap mulut Leo dengan tangannya.
"Sialan lo Leonard... bener bener gak waras.. "
Gumam Grace masih terdengar oleh semuanya yang masih terkekeh.
"Lo bedua gak ada romantisnya.. gimana mau cepet punya anak.. "
Ucap Ari cengengesan.
"Diem lo.. !!!"
Ucap Grace dan Leo kompak menatap tajam ke arah Ari.
Ari tersentak kaget seperti biasa Ia akan menyembah Grace juga Leo.
"Ampun.. Ampun.. "
Ucap Ari gelagapan, membuat Semua menahan tawanya.
____
Setelah selesai makan, mereka bercengkrama dengan Siti juga anak anak panti, terkecuali Grace yang selepas makan mengasingkan diri.
Kini Grace berdiri memandang alam di sekitar dengan tatapan kosong lurus ke depan.
Hembusan angin meniup rambutnya yang indah menghalangi wajahnya, membuatnya beberapa kali menyekanya.
Gracepun mengusap-usap lengannya menyilang karena merasa dingin dengan udara disana.
Leo menghampiri Grace, Ia merasa tidak enak dengan Grace karena sedari tadi sudah bersikap menyebalkan.
"Sorry.. "
Lirih Leo seraya menutup tubuh Grace dengan jaketnya.
"Hmm.. "
Jawab Grace singkat masih menatap kosong kedepan.
"are you okey..? " tanya Leo seraya meraih tangan Grace untuk di genggamnya dengan erat.
"gapapa, Gue cuma kepikiran bokap aja.. "
Jawab Grace yang kini menoleh ke arah Leo.
"Daddy pasti baik-baik aja, di sana juga ada mamah sama papah jagain... "
ucap Leo santai menatap Grace penuh arti.
"Lo serius..? " tanya Grace tak percaya.
Leo hanya mengangguk mengiyakan.
Kini Grace berhambur memeluknya. Leopun menyambut seraya mengusap lembut punggung Grace membuatnya nyaman.
"Le.. " lirih Grace yang masih di dekapan Leo.
hembusan napas Leo menghangatkan jiwa dan raga Grace.
"Kebaikan apa lagi yang lo sembunyiin dari gue..? " ucap Grace yang masih betah berada di dekapan Leo.
Leo mengurai pelukannya, lalu meraih wajah Grace. Ia mengerutkan kedua alisnya tak mengerti dengan ucapan Grace.
"Setiap tindakan yang lo lakuin bikin gue makin cinta sama lo, makin gak mau kehilangan lo dari hidup gue. . "
Ucap Grace sejujur jujurnya seraya menatap lekat manik mata Leo.
Leo membalas tatapan Grace dengan hangat dan wajahnya semakin mendekat hendak menciumnya,
"Tapi lo kadang ngeselin.. " lanjut Grace membuang mukanya.
Leo yang tadinya kecewa sebab tidak jadi mencium Grace, kini terkekeh mengacak gemas pucuk kepala Grace dan membawa kembali ke dalam dekapannya.
Gracepun tidak menolak sebab Ia merasa benar-benar nyaman berada di dekapan suaminya.
"Le.. Lo beneran pengen cepet punya anak dari gue..? Apa gak kecepetan kita kan masih sekolah.. "
Ucap Grace polos. Ia merasa tidak enak dengan Leo terlebih terhadap kedua mertuanya yang selalu membahas tentang cucu.
"Udah gak usah lo pikirin, bukan berarti gue gak mau.. kalo gue sih sedikasihnya mau kapanpun itu gue siap.. "
Ucap Leo seraya mengelus lembut rambut Grace, Ia mengerti apa yang di pikirkan oleh Grace. Leo tak ingin jika Grace merasa terbebani dengan permintaan orangtuanya.
Gracepun mengangguk tanpa bersuara.
Pemandangan tersebut tak luput dari perhatian kedua sahabat Grace juga sohib Leo.
"Pasangan terabsurd sepanjang masa.. "
Ucap Silvie di angguki ketiganya.
"Pada gesrek emang.. Kadang ribut kadang romantis.. "
Timpal Ari terkekeh.
"Tapi mereka bedua emang cocok sih menurut gue.. "
Ucap Megan di angguki ketiganya.
Leo bersama Grace menghampiri mereka.
"Kuy.. Cabut.. "
Ajak Grace merangkul kedua sahabatnya.
"Grace sorry kayanya kita gak bisa kerumah lo sekarang buat bantu lo pindahan deh.. gue mau langsung istirahat aja lagian ini udah mau gelap.. "
Ucap Silvie melas.
"Kekenyangan lo.. Sosoan jaim lo.. Kalap juga.. "
Timpal Megan di acungi jempol oleh Grace.
"Kalap gue kalo disendokin terus sama abang El.. "
bisik Silvie pada Grace juga Megan.
"ngeles lo.. bilang aja lo doyan.. "
__ADS_1
timpal Megan cekikikan.
"gapapa sih Grace kalo lo gak keberatan, gue nginep di rumah lo.. "
Ucap Silvie cengengesan, namun langsung menutup mulutnya tatkala Leo menatapnya tak suka.
"Iya deh iya gue pulang, nau bobo cantik. "
Ucap Silvie gugup sementara Megan terkekeh.
"Iya gapapa guys.. Lagian juga gue pindah cuma bawa baju sama keperluan yang penting.."
Timpal Grace menenangkan kedua sahabatnya.
"Kirain tar kita bantu gotong lemari ke sofa ke.. Kasur.. "
Ucap Silvie cengengesan.
_____
Merekapun bergegas pulang setelah sebelumnya berpamitan dengan Siti juga para anak panti.
Sesungguhnya mereka benar-benar merasa betah berlama-lama disana tetapi besok masih harus bersekolah.
"Grace.. Kita cabut duluan ya.. "
Ucap Megan yang telah menaiki mobil Exel bersama Sivie juga Ari.
"Hemm.. Hati-hati guys..
Eh lo bedua...!!! jangan lupa anterin temen gue nyampe rumahnya, awas aja kalo lo pada ajak mampir ke tempat macem-macem.. Gue hajar tar lo.. "
Ucap Grace mengancam dengan menatap tajam kearah Ari juga Exel.
Keduanyapun menganggukkan kepalanya dengan kompak, sementara Silvie dan Megan menutup mulut menahan tawanya.
Exel segera melajukan mobilnya setelah mendapat sikutan dari Ari yang mengisyaratkan harus segera pergi untuk menghindar dari ocehan Grace.
Leo menghampiri Grace yang tengah asik tertawa.
"Ada apaan sih..? " tanya Leo keheranan.
"ada Singa yang berubah jadi kucing manis.. " Jawab Grace santai.
"Udah ayo.. "
Ucap Leo menarik lengan Grace menuju mobilnya.
____
Leo dan Grace telah sampai di rumah barunya setelah menempuh perjalanan yang cukup jauh dan lumayan melelahkan.
"Grace.. bangun udah nyampe.. "
Ucap Leo seraya membukakan sabuk pengaman Grace, namun Grace sama sekali tak membuka matanya.
"Gak bangun.. Abis lo.. " bisik Leo di telinga Grace.
Leo sebenarnya bisa saja menggendong Grace ke kamarnya, hanya saja Ia merasa benar-benar sangat lelah.
Gracepun langsung membuka matanya setelah mendengar ancaman dari Leo.
"Ayo.. " Ajak Leo seraya membukakan pintu mobilnya untuk Grace.
"Le.. Kopernya.. "
"Biar sama saya aja non.. "
Ucap Asisten rumah tangganya yang baru.
Gracepun mengulas senyuman ke arahnya.
"Saya Lilis non pembantu baru disini.. "
"Saya Grace bi.. Hemm.. Saya kedalam duluan ya.. "
Grace benar-benar merasa lelah, Ia segera menyusul Leo yang sedari tadi sudah berlalu ke kamarnya.
"Hmm.. pantesan pada kinclong begini.. kerjaan bi lilis... Gue harus bilang makasih sama dia besok.. Sekarang bener-bener lelah bestie .. "
Gumam Grace saat melangkah menuju kamarnya melihat rumahnya sudah rapih bersih dan wangi.
Sebelumnya Grace membayangkan jika dirinya dan Leo harus melakukan operasi bersih rumahnya terlebih dahulu, namun sekarang Grace merasa lega terlebih ia merasa benar-benar sangat lelah untuk saat ini.
Grace mendapati Leo tengah tengkurap di tempat tidurnya yang masih mengenakan seragam sekolah. Iapun menghampirinya seraya berbaring disampingnya.
Tuk.. Tuk..
Grace menusuk-nusuk punggung Leo dengan jarinya.
"Hmm.. Yang bener kalo mau mijitin.. "
Ucap Leo yang terpejam.
"Siapa yang mau mijitin lo.. Orang mau nyuruh lo mandi.. "
Jawab Grace ketus.
"Iya entar gue mandi.. tapi tolong pijitin gue dulu, badan gue beneran pada pegel.. Lo si enak tidur.. "
Ucap Leo mencoba membuka matanya.
"Ogah.. Lagian ngapa gak minta gantian buat nyetir?"
Timpal Grace ketus seraya bangkit dari tempat tidurnya.
Seringai di wajah Leo,
"Oh gak mau? Yaudah kalo gitu gue mau nyuruh bibi .. "
Ucap Leo dengan nada memancing membuat Grace kembali naik ke atas tempat tidur lebih tepatnya Ia kini berada di atas punggung Leo.
"sebenernya aku juga cape sayang.. "
Ucap Grace seraya memulai memijat punggung Leo, kecemburuannya membuat Ia lupa telah menggoda Leo.
Benar saja Leo kini terpancing dengan kata-kata Grace, rasa lelahnya seolah hilang begitu saja.
Leopun langsung membalikan badannya membuat Grace ambruk di atas dadanya.
Kini dua pasang mata saling menatap ,
deg...
deg..
deg..
Grace merasa gugup wajahnya bersemu merah, Iapun memjamkan matanya saat wajah Leo mendekat.
Fyuhh..
__ADS_1
Satu tiupan mampu menghipnotis seorang Grace
"Lo udah godain gue Grace.. "