
" halo.. apa yang terjadi? halo.. halo.. " tut.. tut.. tut..
" kenapa pah..? " tanya Deti bingung kala melihat Hendri menunjukkan wajah khawatirnya selepas menerima panggilan barusan. Siapa yang menghubunginya malam-malam begini?
" papah juga gak tau mah, bi Lilis barusan telepon katanya gawat-"
" ya ampun pah, udah tunggu apalagi kita harus cepet kesana.. gimana kalo mereka dalam keadaan bahaya.. " sela Deti ketar-ketir penuh kecemasan. Dia takut hal buruk terjadi di rumah Leo. apalagi di sana tidak ada seorangpun pria dewasa mengingat putranya sudah tiga hari berada di luar kota tengah mengurusi pekerjaannya.
" hmm bersiaplah-"
" ishh.. papah nih gak like.. buruan siapin mobil.. " sela Deti kembali sambil melengos terburu-buru ke luar rumah. lantas Hendripun mengikuti sang istri dan mulai melajukan mobilnya menuju kediaman Leo.
.
.
.
" cepetan dikit pah.. papah mau mereka gak selamat hah.." ucap Deti kesal sebab mobil yang dikemudikan suaminya dirasa kurang cepat.
" kita juga harus selamat mah-"
" gak like.. mana skillmu hemm? payah.. " gumam Deti tersenyum meremehkan, dan seketika matanya membulat sempurna kala mobil tersebut melaju dengan kecepatan tinggi.
" yaa.. pah, slow down.."
tidak ada sahutan dari Hendri, Pria tua itu malah menyeringai menaikan sebelah alisnya kala melirik Deti yang tampak komat-kamit sambil memasang sabuk pengaman yang belum sempat dipasang tadi.
Hendri sama sekali tidak menghiraukan ketakutan yang ditunjukkan oleh Deti, jelas Ia merasa tertantang akan ejekan istrinya itu. jiwa mudanya seolah menggelora saat ini, dia ingin membuktikan kepada wanita disampingnya jika dirinya tidak sepayah itu. dan ya, tak heran semua sifatnya Ia turunkan kepada sang putra, termasuk skill mengemudi.
" pah.. liat itu mobil si- "
" gak usah ngalihin deh mah.. " sela Hendri membuat Deti kesal dan bahkan tak segan memukul lengannya dengan kasar.
" papah nih.. liat itu mobil besan kita tau.. "
Hendri langsung menajamkan penglihatannya ke arah mobil yang ditunjuk oleh istrinya barusan. mobil yang melaju tak kalah kencang dengan mobil yang Ia kendarai. dan itu membuat Hendri menyunggingkan salah satu sudah bibir atasnya.
Ya, pria tua itu merasa semakin tertantang. Ia yakin jika mobil tersebut dikendarai oleh besannya tanpa sopir pribadi seperti dirinya. kemudian Hendri berusaha menyalip mobil tersebut dan begitu mendekat, dengan santainya Ia menyalakan Klakson dan membuka jendela seolah menantang sang besan untuk balapan dengannya.
" ck.. dasar begundal-begundal tua, gak inget umur.. " gumam Deti yang semakin merekatkan cengkeramannya.
pada akhirnya kedua mobil tersebut saling menyalip dengan kecepatan tinggi membelah jalanan yang lenggang dimalam itu dan melupakan tujuan awalnya.
biarkan dua pria tua merasakan bernostalgia, mengenang masa lalu dimana keduanya merupakan sahabat namun rival di jalanan. jika Hendri mendapat istri yang satu frekuensi dengannya, berbeda dengan Bram yang mendapat istri selembut Sarah, begitupun dengan istri yang sekarang tak kalah lembutnya, bahkan Grace putrinya sering memanggilnya ibu peri.
.
.
.
blughhh.. blughhh.. suara pintu mobil ditutup dengan kencangnya dan disusul dengan mobil satunya yang tak kalah kencangnya.
" payah.. " celetuk Bram tiba-tiba seraya tersenyum meremehkan khusus kepada Hendri yang menantangnya namun akhirnya kalah juga.
" ck, menang karna nyerobot aja bangga sekali bung.. " kilah Hendri yang tak menerima kekalahan. tadi Dia hampir tiba duluan, namun mobil Bram menerobos begitu saja ketika dirinya menunggu satpam komplek untuk membuka portal.
Bram menggeleng terkekeh kala melihat raut wajah besannya yang nampak kesal itu. apa tadi.. nyerobot? bukan balapan namanya kalau tidak nyerobot.
" woah kompak sekali kalian.. " celetuk Grace yang tiba-tiba sudah berdiri di teras hingga membuat kedua pria tua yang tengah baradu tatap itu langsung beratensi padanya.
" kalian kenapa..? " tanya Grace kepada dua wanita yang baru saja turun dari mobilnya masing-masing. Grace sebisa mungkin menahan tawanya kala melihat keduanya yang melangkah sempoyongan dengan penampilan yang nyaris berantakan termasuk rambut yang macam rambut singa.
" gara-gara dua begundal tua tuh.. balapan gak ingat umur " sahut Deti seraya menunjuk pelaku yang membuatnya mual malam ini.
__ADS_1
sementara Anita, Dia hanya bisa mengangguk membenarkan ucapan Deti. wajah pucat dan kepala yang sangat pusing membuatnya tidak sanggup menimpali mereka.
sontak saja Grace tergelak, terlebih saat melihat Bram yang langsung menepuk dada dengan satu tangannya, sementara tangan yang lain memberi jempol terbalik untuk Hendri. dan itu cukup membuat Grace yakin jika ayahnyalah yang memenangkan balapan tersebut.
" bokap gue nih bos.. " celetuk Grace seraya merangkul ayahnya dan tersenyum meremehkan kepada seseorang yang berdiri diambang pintu.
" wait.. wait.. kapan pulang Leonard? " tanya Deti kesal kala baru menyadari akan kehadiran putranya juga di sana.
" tadi siang mah.. " timpal Grace santai tanpa dosa membuat keempatnya melongo tak percaya. sementara Leo diam tak bersuara, namun dia segera menghampiri mereka dan langsung menyalami satu persatu.
" terus yang darurat itu apa hmm? " tanya Deti heran sekaligus kesal. pasalnya kabar tadi membuat dirinya hampir gila. dan lihatlah, keempatnya bahkan kurang persiapan. yaps, mereka masih mengenakan piyama tidur juga sendal rumahan.
" darurat pengen pacaran mah.. " sahut Grace santai namun sukses membuat Deti mendelik sebal.
Deti enggan menimpali lagi sebab Dia tahu betul jika menantunya itu selalu punya jawaban. Dia jelas menyerah ketika Grace selalu membawa-bawa kata perjodohan tanpa berkenalan dulu, lebih tepatnya "pacaran dulu".
" yaudah ayo masuk.. entar masuk angin.. "
" ck.. kita udah lebih dari masuk angin keles.. " sela Deti ketus dan langsung melengos masuk kedalam bersama Anita yang dirangkulnya.
" nyokap gue nih bos.. "
...***...
Setelah berpamitan dengan para orangtua yang terpaksa ke rumah mereka malam begini, akhirnya Leo dan Grace pun bisa " berpacaran.. " berduaan diluar tanpa gangguan kedua anaknya.
keduanya kini menikmati semilir angin malam di jalanan. dimana mereka menunggangi motor sport baru milik Grace yang akhirnya joinan juga dengan Leo.
penampilan keduanya sangat nyentrik, pakaian ala anak motor dan juga helm full face yang menambah kesan keren pada keduanya.
" makasih.. " ucapan Grace untuk kesekian kalinya kepada Leo.
dan Leo, Dia hanya bisa mengangguk menyahutinya. dia bisa apa jika Grace sudah sebahagia ini. padahal hanya makan angin saja. sengaja Leo melajukan motornya pelan supaya benar-benar menikmati suasana malam minggu ini. di raihnya tangan Grace yang melingkari perutnya, kemudian Ia kecup dengan lembut.
" vibesnya udah kek orang pacaran belum yah..? " celetuk Grace dengan polosnya dan mampu membuat Leo terkekeh pelan.
" mau ke sana gak Grace..? " sela Leo pura-pura tidak mendengar apa yang diucapkan oleh Grace barusan. kebetulan motor yang dibawanya melewati lapangan yang tengah digelar pasar malam, sehingga Leo bisa mengalihkan pikiran Grace.
beruntung sekali Grace langsung mengangguk dengan cepat dan melupakan pembahasan barusan. dan itu membuat Leo bernapas lega.
kemudian Leo membelokkan motornya dan memarkirkannya di tempat yang sudah disediakan oleh pengelola. sontak saja keduanya menjadi pusat perhatian para pengunjung yang lain. baru melihat motornya saja membuat yang lainnya terbelalak apalagi ketika keduanya melepaskan helmnya, membuat mereka tak percaya bisa-bisanya pasangan sekeren dan setajir itu sudi menikmati malam minggu di pasar malam biasa.
setelah melepaskan helm dan juga sarung tangan Grace, Leo kemudian menggenggam tangan istrinya mengajak untuk melangkah berdampingan dengannya.
" mau naik bianglala..? " tawar Leo kala melihat Grace yang mendongak dengan tatapan yang tak beralih dari salah satu wahana tersebut.
Grace mengangguk dengan lucu membuat Leo mengacak rambutnya gemas.
" tapi beli dulu cotton candy.. "
" gulali, permen kapas Leonard.. " bisik Grace ketika melihat wajah kebingungan Leo. dia pikir suaminya itu tidak mengerti arti cotton candy, kenyataannya Leo memang tidak tahu permen apa yang dimintanya itu. lantas Gracepun menunjuk salah satu stand yang menjual permen tersebut dengan aneka bentuk.
Leopun mengangguk paham dan langsung mengajak Grace ke stand tersebut.
" satu bang.. " ucap Leo sambil menunjuk salah satu contoh bentuk permen itu. dan itu membuat Grace berbinar, karena apa yang ditunjuk Leo itu sesuai dengan keinginannya.
setelah membeli permen kapas, keduanya kemudian langsung menaiki wahana yang di tunjuk Grace tadi. didalam sangkar sana, Leo hanya bisa memandangi wajah ceria Grace yang tengah memakan permen kapasnya.
" cantik.. " ucapnya lembut membuat wajah Grace seketika merona dan langsung menyumpal mulutnya dengan segumpal permen kapas.
" gembel.. " sahut Grace memajukan bibirnya salah tingkah. dan Leo hanya menggeleng terkekeh sambil menelan habis permen yang di disuapi Grace barusan.
" kuy selvi.. " ajak Leo sambil mengarahkan ponselnya tepat ketika sangkar yang dinaiki keduanya berada di atas.
Grace mengangguk antusias, jarang sekali mereka berswafoto. apalagi setelah kehadiran kedua anaknya, ponsel mereka dipenuhi poto dan juga video momen malaikat-malaikat mereka.
__ADS_1
.
.
.
" mau naik apalagi hmm? komedi puter..? "
Grace menggeleng menolak membuat Leo menaikan sebelah alisnya bingung.
" kita maen itu aja yuk.. " sahut Grace seraya menunjuk stand yang menyediakan beberapa permainan. lantas Leopun mengangguk setuju.
para penjaga stand disana dibuat ternganga kala melihat sepasang kekasih yang memiliki skill hebat. ya, baik Leo maupun Grace nampak asyik memainkan beberapa permainan, seperti saat ini keduanya sangat lihai melemparkan ring ke dalam botol. satu persatu hadiah yang didominasi dengan boneka lucu sudah mereka dapatkan.
" woah.. liat hadiahnya.. kuy gass.. " seru Grace saat pandangannya tak sengaja melihat salah satu permainan yang hadiahnya jam tangan dan beberapa ponsel. namun bukan hadiahnya yang membuat Grace tertarik, Dia lebih tertantang dengan permainan tersebut. dimana cara bermainnya yakni harus bisa membuat botol kaca yang tergeletak menjadi berdiri sempurna dengan dibantu alat seperti alat memancing.
" udah entar orang bangkrut kasian.. " sahut Leo setengah berbisik membuat Grace menggeleng terkekeh.
" coba aja dulu, kuyy adu skill.. "
Leo hanya bisa mengangguk pasrah, Dia tidak ingin merusak mood Grace di momen langka ini. kemudian keduanya pun mencoba permainan tersebut.
" woah.. modal ceban dapet android.. " seru Grace kegirangan saat dirinya dan Leo berhasil menaklukkan permainan tersebut hanya dalam selangkah saja.
aktivitas keduanya tentu saja tak lepas dari para pengunjung lainnya yang memang sedari tadi tertarik dengan pasangan serasi itu. sekarang mereka malah mendapat kejutan dengan melihat keahlian keduanya. dan itu juga tak luput dari kamera ponsel masing-masing yang mengabadikan momen sepasang kekasih itu.
namun ada beberapa oknum yang merasa mereka harus segera enyah dari area sana. siapa lagi kalo bukan para penjaga stand permainan yang dibuat ketar-ketir dengan ulah pasangan itu.
" tenang bang.. kita cuma penasaran doang ko.. " celetuk Grace pada penjaga stand yang nampak cemas itu hingga seketika langsung tersenyum kikuk.
Keduanya melenggang pergi meninggalkan stand tersebut tanpa membawa hadiah yang sudah di dapat tadi. hanya boneka kelinci kecil yang Grace bawa karena teringat akan kesukaan kedua anaknya.dan juga sebotol minuman isotonic untuk melepas dahaganya.
" orang kaya kalo gabut bahaya juga yah.. "
.
.
.
" woah layar tancap.. let's go.. " seru Grace seraya menarik lengan Leo agar mengikutinya. dan Leopun pasrah mengikuti semua keinginan Grace. padahal Leo sudah kelelahan terlebih dirinya baru pulang dari luar kota, namun apa daya demi kebahagiaan Grace, dia rela melakukan apapun.
ayo kita kencan.. itu ajakan Grace sore hari tadi, wanita itu terbawa suasana dengan apa yang sudah ditontonnya selama Leo di luar kota, tiada lain tiada bukan yakni drama romantis dari negara ginseng yang Grace tonton secara maraton.
sekarang keduanya sudah duduk bersila di atas tikar yang disediakan oleh pengelola sambil menonton film yang terpampang di kain putih yang membentang di sana. hanya Grace yang nampak berminat dengan tontonan tersebut, sementara Leo, Dia hanya menemani sambil membukakan kulit kacang rebus untuk istrinya.
kehadiran Leo dan Grace di sana seolah menjadi magnet para pengunjung yang notabenenya anak muda, dan tentu saja itu adalah keberkahan bagi pengelola. dimana biasanya pemutaran film layar tancap sangat kurang diminati karena filmnya didominasi film lawas, namun sekarang lihatlah.. separuh lapangan sudah di penuhi para kaum muda yang sudah duduk bersila apik nan tertib. namun bukannya layar didepan yang mereka lihat, melainkan sosok Leo dan Grace yang jadi pusat perhatian mereka.
" hentikan kanda.. " celetuk Grace cosplay ala adegan di layar sana ketika Leo hendak menyuapinya kembali.
Leo menggeleng terkekeh sambil mengacak gemas rambut Grace. " minum dinda.. " bisiknya sambil menyodorkan botol minuman.
.
.
.
Leo melihat jam yang melingkar di pergelangan tangannya. malam semakin larut, dua judul film sudah diputar disana. semakin larut semakin sensitif saja genre yang diputar, hingga membuat para penonton berteriak histeris kala layar di depan menyuguhkan adegan berciuman.
sementara sepasang kekasih langsung memalingkan pandangannya hingga dua pasang manik mata tak sengaja saling menatap.
" ehem.. "
Grace kembali terbawa suasana dengan tontonannya. adegan itu, ingin sekali Grace melakukannya saat ini juga dengan Leo. apalagi setelah berjauhan tiga hari tentu saja membuat Grace ingin melepaskan kerinduannya. Dengan segenap keberanian, dia mendekatkan wajahnya dengan wajah Leo. dan..
__ADS_1
" MISBAR..!!! "