Malu Malu Kucing

Malu Malu Kucing
part 43


__ADS_3

Setelah selesai dengan kegiatannya, semua anggota bergegas beristirahat sejenak di penginapan yang telah disiapkan Leo cs.


Grace dengan rasa lelahnya memasuki kamarnya bersama kedua sahabatnya, meskipun semua tahu tentang status pernikahan dirinya dengan Leo tetapi Grace memilih satu kamar bersama kedua sahabatnya.


"Guys.. kuy liat sunset.. " Ajak Silvie penuh semangat diangguki oleh Megan.


"Lo bedua aja sono.. Gue ngantuk.. " ucap Grace seraya membaringkan dirinya ditempat tidur.


"Gak asyik lo.. " timpal Silvie menarik lengan Megan.


"Grace.. Lo gapapa kan ditinggal sendirian? tanya Megan merasa tidak enak.


"Hmm" Jawab Grace seraya membenamkan wajahnya di bantal.


Kedua sahabatnya bergegas keluar kamar, seketika langkahnya terhenti saat melihat Leo berdiri mematung di depan pintu.


Megan menyikut Silvie yang melongo untuk segera pergi.


selepas kepergian kedua sahabat Grace, Leo masuk menghampiri Grace yang tengah berbaring dengan mata terpejam


"Sayang.. "


"Hmm"


"Sakit..? "


"Gue ngantuk.. "


"Gak mau main bentar..? Ombaknya lagi bagus.. " Leo mengusap lembut rambut Grace.


Kembali teringat Grace yang ceria bermain ombak saat berliburan berkedok bulan madu dengannya.


"Gue ngantuk Leo.. sini temenin gue.. " Grace menarik lengan Leo dengan mata yang masih terpejam.


"Ayo keluar.. Nanggung ini masih sore.. " bisik Leo ditelinga Grace membuat Grace melenguh.


Seketika Grace membuka matanya, tidak lucu rasanya melakukannya walaupun dirinya saat ini menginginkannya, namun waktu dan tempat tidak mendukung.


"Ya udah gue cuci muka dulu.. "


Grace beranjak ke kamar mandi untuk mencuci mukanya, lalu mengganti pakaian dengan tidak tahu malunya didepan Leo. beruntung Leo masih bisa mengendalikan hasratnya.


Merekapun menghampiri yang lainnya bermain di pantai,


"Mau ngejar ombak lagi..? " Goda Leo.


Grace menggeleng, "Gue disini aja.. Udah sono kalo lo mau maen.. " timpal Grace malas.


"Yaudah gue kesana dulu ya.. " ucap Leo seraya mengusap rambut atas Grace.


"Hmm.. Have fun.. "


Grace yang tengah tiduran di kursi panjang terkejut saat kedua sahabatnya menghampirinya


"Gue kira lo lagi asik-asik.. " goda Silvie mengingat Leo menemui Grace dikamarnya.


"Ngeres lo.. " timpal Grace menoyor kepala Silvie sementara Megan terkekeh.


Ketiganya kini asyik bermain pasir seperti masa kecil kurang bahagia, seketika rasa kantuk Grace hilang tatkala saling melempar banyolan dengan kedua sahabatnya.


"Daebak.. damage nya kena banget.. " ucap Silvie melihat Leo cs tengah bermain voli pantai melawan anak Astro.


"Jangan lama-lama ngeliatin laki gue Sil.. Gue tau laki gue gantengnya gak ketulungan.. Sampe lo gak ngedip gitu. " ucap Grace songong.


"Sialan lo.. Gue lagi liatin abang El tau .. " elak Silvie tak mau mengakui.


"Ayang semangat ayang..!!!"


Megan berteriak menyemangati Ari, sontak semua melongo tak percaya pasalnya Megan tidak pernah menunjukkan kebucinannya terhadap Ari.


Silviepun tidak mau kalah, "Ayo abang El.. tunjukan pesonamu.. "


Berbeda dengan kedua sahabatnya, Grace malah meneriaki Iyan


"semangat Iyan.. Kalo kalah sapu emak melayang.. "


Grace benar-benar terobsesi dengan Iyan, Sontak semua tergelak terkecuali Leo yang berharap jika Grace menyemangatinya seperti kedua sahabatnya menyemangati pasangannya.


Leo mendengus kesal bertepatan saat Grace berteriak kesekian kalinya, Leo mendapat operan bola dari Exel, tanpa pikir panjang Leo melakukan Smash yang keras kearah Iyan.


beruntung iyan mampu menepis nya walaupun ke sembarangan arah membuat skor Leo Cs bertambah yang penting Ia selamat pikirnya.


Semua menggeleng dengan kelakuan Grace dan Leo. terlebih dengan Grace yang terobsesi sekali dengan Iyan membuat Leo kesal terhadapnya.


,,,,,,


Hari mulai petang, merekapun menyudahi permainannya.


Grace dengan wajah tanpa dosa menghampiri Leo. "Sayang.. hebat deh mainnya.. " ucap Grace seraya menggoyangkan lengan Leo.


"Yang hebat gue apa anak itu..? " timpal Leo membuang mukanya.


"Suamiku yang terhebat..!! "


Grace mulai bergelendotan di lengan Leo sementara Leo mendengus kesal,


"terus yang tadi itu apa..? '' Leo masih membuang mukanya tak tahan dengan Grace yang menggemaskan.


"Bukan apa-apa sayang.. Noh si Silvie yang duluan ngeliatin mulu suamiku yang paling tampan.. " elak Grace.


"Ngapain lo pake teriakin tuh anak..? "


Kesal Leo seraya melepaskan tangan Grace yang masih bergelendotan.


"ya karna gue suka aja sama tuh bocah.. " timpal Grace santai tanpa dosa.


"Suka lo bilang..? " Leo menatap Grace dengan tatapan yang sulit untuk diartikan sementara Grace dengan santainya mengangguk mengiyakan, maksud Grace suka bukan berarti tertarik dengan Iyan.


Melihat Grace menanggapinya dengan mengangguk Leo bergegas pergi meninggalkan Grace.


"Leo.. !!! "


Grace mengejar Leo yang berjalan cepat sekali.


hap..


Grace melompat ke punggung Leo seraya melingkarkan tangan dan kakinya.


Semua yang disana tergelak melihat Grace berada di gendongan Leo.


"turun Grace.. " ucap Leo pelan, Ia merasa malu sebab ditertawakan oleh teman-temannya.


"Gak mau.. Gue mau turun kalo lo udah gak ngambek.. " ucap Grace menumpukan dagunya di pundak Leo.


"Hemm.. "


"Hemm apa..? udah gak ngambek.. ?" tanya Grace memastikan

__ADS_1


"Iya.. udah turun berat tau ga.. " elak Leo padahal seneng.


Gracepun turun dari gendongan Leo, Kini Ia meraih tangan Leo mengajaknya melihat matahari tenggelam diujung pandang hamparan lautan.


Keduanya kini menikmati senja dengan bahagia menyaksikan matahari yang seolah tenggelam ditelan lautan.


hembusan angin laut menyapu rambut Grace yang dibiarkan tergerai, beberapa kali Leo menyekanya, Ia memang suka sekali dengan rambut Indah Grace, walaupun malu mengakui keindahan rambut grace dengan mengatainya jelek, tetap saja rambut Grace suka sekali menjadi sasaran saat Leo merasa gemas terhadapnya.


"Le.. " lirih Grace seraya menyandarkan kepalanya dibahu Leo.


"Hemm. Kenapa sayang..? " Leo merangkul bahu Grace.


"andai mommy masih ada.. pasti dia bahagia ngeliat gue sama lo sekarang.. "


Grace kembali mengingat Kepura-puraannya saat berlibur dengan Leo mengirim banyak sekali poto mereka yang seolah-olah bahagia kepada Ibunya.


"Mommy udah bahagia grace.. dia udah gak sakit lagi.. sekarang tugas kita mendoakannya.. Jalani apa yang ada.. Gue selalu ada buat lo.. "


ucap Leo seraya mengelus lembut rambut Grace.


Ucapan Leo sungguh menyejukkan hati grace


"Hmm.. Mommy emang gak salah milih lo buat jagain gue, lo terlalu sempurna buat gue yang tidak ada apa-apanya.. "


Ucap Grace sejujur jujurnya. Ia sering mencurahkan kebahagiannya di pusara Ibunya, membanggakan kebaikan dan kehebatan suaminya pada Sang Ibu.


"No Grace.. gue sempurna karna ada lo yang nyempurnain hidup gue... Begitupun gue akan terus berusaha buat bahagain lo.. nyempurnain hidup lo.. Lo itu segalanya buat gue.."


Leo menatap lekat manik mata Grace yang kini mulai berkaca-kaca karena terharu mendengar ucapannya, tanpa aba-aba Grace langsung berhambur kedalam dekapan Leo. air mata bahagia tak dapat terbendung lagi.


Leo pun dengan senang hati menyambut Grace masuk kedalam dekapannya.


"Gimana gue gak ngerasa serakah leo.. Lo itu terlalu sempurna buat gue.. " lirih Grace membenamkan wajahnya didada bidang Leo.


Leo meraih wajah Grace, menatapnya dalam-dalam


"Lo yang udah sempurnain hidup gue Grace .. " ucap Leo seraya memegang wajah Grace dengan kedua tangannya, menatapnya penuh arti.


Gracepum membalas menatapnya


"Belum Leo.. Gue belum nyempurnain hidup lo.. " batin Grace.


Kembali Ia memanjatkan do'anya yang sangat ingin dikabulkan oleh sang Pencipta.


Cekrek..


Satu tangkapan dari kejauhan memotret pemandangan yang romantis berlatarkan tenggelamnya matahari dengan sempurna mengalahkan indahnya senja saat ini.


"aaaa.. Gila.. romantis banget sih mereka.. " Ucap silvie yang berhasik memotrenya.


"Ehem.. " rupanya exel tersinggung.


Exel memang kurang bersikap romantis terhadap Silvie , namun semakin dingin sikap Exel semangkin tergila-gila Silvie terhadapnya.


***


Hari mulai gelap,


Leo mengajak Grace kembali ke penginapan


"Seneng main pasirnya..? " goda Leo


Grace hanya mengangguk antusias.


"Yaudah.. mandi sana.. tar gatel.. " titah Leo seraya mengusap pucuk kepala Grace.


Leopun mengangguk mempersilahkan Grace masuk kedalam kamarnya.


Grace membersihan dirinya mandi dengan air hangat, jika saja badannya tidak kotor dengan pasir Ia berniat tidak mandi saat ini sebab dirinya merasa tidak enak badan.


Selepas mandi dan mengenakan pakaiannya Grace menghampiri kedua sahabatnya yang tengah merias diri.


"Me.. Lo bawa balsem ga..? " tanya Grace.


"Lo kenapa Grace..? Gue bawanya minyak angin.. " timpal Megan seraya mengambilkan minyak angin untuk Grace.


"Badan gue gak enak.. Kayanya masuk angin.. " jawab Grace menggerak-gerakkan badannya kekanan kekiri.


"Lo sih grace pake sosoan bawa motor jaket ngablak begitu.. tadi juga gak makan.. Masuk angin kan lo.. "


Silvie nyerocos masih asik merias diri.


"Brisik lo.. sini urutin punggung gue.." ucap Grace kesal.


"Dih ogah.. Tar tangan gue bau minyak angin.. " timpal Silvie mendelik sementara Megan terkekeh.


"Yaudah sini sama gue grace.. gak mau dikerokin aja..? " ucap Megan menenangkan, sementara Grace langsung menggeleng,


"Gak.. !!! sakit bege kalo dikerok.. " Grace bergidik ngilu.


"Anjir.. Suhu takut dikerok.. Payah lo.. " ejek Silvie cekikikan.


"Sialan lo sil.. Kaya lo berani aja.. " timpal Grace tak mau kalah.


"Udah-udah, ribut mulu lo bedua.. Sini Grace buka baju lo.. "


Ucap Megan menghampiri Grace yang duduk dipinggiran ranjang.


Gracepun menurut seraya membuka kembali baju atasnya.


Silvie terbelalak melihat tubuh atas Grace yang polos dari pantulan cermin.


"Anjay.. sikembar tambah gede aja.. " ledek Silvie cengengesan,


sementara Megan menggeleng dengan ucapan ngeres Silvie.


"Yoi.. Kesukaan ayang ini.. " Timpal Grace tak mau kalah, lebih tepatnya tak tahu malu.


"Omes lo bedua.. " ucap Megan seraya memulai mengurut punggung Grace.


Grace beberapa kali bersendawa mengeluarkan angin membuat kedua sahabatnya tertawa geli.


____


seletelah selesai dengan aktivitas dikamarnya dengan penuh keributan, mereka bergegas pergi ke tempat yang sudah disiapkan untuk makan malam bersama.


Grace cs menghampiri yang lainnya yang sudah berkumpul di gazebo yang sangat luas.


Grace menghampiri Leo dan duduk disampingnya. Grace diam tak bergeming seraya menatap hidangan didepannya.


"Nasi liwet sayang.. makan yang banyak ya.. " ucap Leo membuyarkan lamunan Grace.


"hemm.. "


"Sil.. Udah gak jaim kan lo?" ledek Grace pada Silvie.


"Resse lo.. noh makan yang banyak.. biar sendawa lo eksotis.. "

__ADS_1


timpal Silvie melemparkan pete ke arah Grace membuat semua menahan tawanya.


"Sialan lo sil.. lo juga kalap kan kalo makan beginian.. " Grace membalas melemparkan pete ke arah Silvie.


Semua terkekeh dengan tingkah keduanya, terkecuali Megan yang merasa kesal


"Lo bedua ribut mulu.. Sini, biar gue yang makan.. So jaim lo sil.. Lo juga Grace.. Makan yang banyak jangan sampe gue kerok beneran ya.. "


Ucap Megan nyerocos seraya melahap petenya dengan rakus membuat semua tergelak dengan tindakan Megan yang tidak ada anggun anggunnya saat ini.


"Lo emang jodoh gue bie.. Sama-sama pencinta pete.. " ucap Ari cengengesan


Leo yang mendengar ucapan Megan merasa cemas


"Lo sakit ? " tanya Leo menggenggam tangan Grace.


"Gue cuma masuk angin.. " jawab Grace santai.


"Yaudah makan.. dari tadikan belom makan.. " titah Leo seraya menyuapi Grace, namun Grace menggeleng menolak membuat Leo mengerutkan dahinya tak paham.


"Gue mau itu Le.. " ucap Grace menunjuk piring Iyan.


Leo menghela napas, lagi lagi Iyan.


"Ini kan sama Grace.. semua sama .. " ucap Leo masih sabar


"tapi gue mau punya bocah itu Le.. " rengek Grace kembali menunjuk piring Iyan.


"Emang apa bedanya..? tuh anak juga makan yang sama kaya yang kita makan"


timpal Leo yang mulai kesal.


"Pokoknya gue mau punya tuh bocah.. "Grace kembali merengek.


"Terserah.. !!! lo emang suka kan sama tuh anak.. " Ucap Leo geram.


dengan tidak tahu malunya Grace menghampiri Iyan tanpa memperdulikan ucapan Leo.


Grace meminta piring iyan,


Iyanpun merasa ragu melirik ke arah Leo.


Leo hanya mengangguk mengijinkan daripada Grace tidak makan sama sekali pikirnya.


Leo tambah geram dan kesal pasalnya Grace bukan hanya meminta piring Iyan tetapi Grace juga meminta Iyan menyuapinya.


Iyan gemeteran bingung melirik kearah Grace dan leo secara bergantian,


Iyanpun menuruti Grace mengingat Leo hanya memalingkan mukanya terlebih Iyan memang lebih takut dengan Grace.


Leo benar-benar kesal terhadap Grace, Ia mendiamkan Grace tanpa menghampirinya atau sekedar menegurnya saja enggan Ia lakukan untuk saat ini.


____


Selepas makan semuanya menghabiskan waktu bermain di tepi pantai dengan api unggun yang menyala menghangatkan suasana.


Yang bermain kartu, yang bermain Ludo sampai saling melemparkan candaan membuat suasana semakin hangat ditengah dinginnya malam ditepi pantai.


Grace sama sekali tidak merasa berdosa terhadap Leo, Ia seolah tak perduli dengan Leo yang mendiamkannya.


Grace kini asyik bersenandung ria dengan gitarnya,


Ia begitu senang sebab kedua sahabatnya mulai akrab dengan Linda cs.


"Grace.. Gue request lagu dong.. " Ucap Linda mengakrabkan diri.


"Hemm.. boleh.. Mau lagu apaan? Asal Jangan lagu cabe-cabean.. "


Ucap grace santai memeluk gitarnya,


Sontak semua terkekeh.


"Lagu Slank aja.. terlalu manis.. " ucap Megan.


"Nah cakep tuh.. " timpal Silvie diangguki semuanya.


Grace mengangguk mengiyakan. menghela napas, jari jemarinya mulai memetikkan nada pada senar gitarnya, bibirnya yang indah mulai mengeluarkan suara membuat semua mengikutinya untuk bernyanyi.


Ku ambil gitar dan mulai kumainkan..


Lagu lama yang biasa kita nyanyikan..


Tapi tak sepatah kata..


Deg..


"Sial.. "


batin Grace menatap tak suka ke arah Leo.


"Grace.. mau kemana lo..? "ucap Megan melihat Grace beranjak berdiri.


"Mau tidur.. gue ngantuk.. " teriak Grace yang sudah berjalan dengan cepat.


"Yah.. tuh bocah.. Lagi asik nyanyi juga.. " ucap Silvie kesal.


"Sil kayanya.. gara-gara itu deh Si Grace cabut.. " ucap Linda Menunjuk kearah Leo.


"Anjir.. kawal guys.. kawal.. " ucap Silvie mengepalkan tangannya.


"Kawal... kawal... Sikatttt.. " timpal Megan menggebu-gebu.


_____


Ditempat lain,


Leo bercengkrama bersama kedua sohibnya juga anggota yang lainnya.


"Le.. gue mau minta maap buat anak gue yang udah lancang nyuapin istri lo.. " ucap Soni gugup.


"Iya bos.. tadi sekali suapan doang ko.. Sumpah.. abis itu suhu makan sendiri sampe nambah.. "


Iyan gelagapan menundukkan kepalanya.


Leo menyunggingkan senyuman


"Lain kali lo jauh-jauh dari pandangan dia.. " ucap Leo menepuk bahu Iyan.


"Siap bos..! jadi gue dimaafin nih..? " tanya Iyan masih gugup.


Leo mengangguk mengiyakan


"Dia begitu menggemaskan.. " ucap Leo melihat kearah Grace cs.


"Lo emang beruntung bro.. Dapet paket komplit. " ucap Exel menepuk bahu Leo diangguki olehnya.


"Hey.. Kalian disini juga.. "

__ADS_1


__ADS_2