
Grace menatap para anggota yang beranjak meninggalkannya di pintu gerbang kampus. Dia memejamkan mata sesaat seraya menghela napas panjang, kemudian membuka kembali matanya dan tersenyum lebar.
Mungkin akan ada hal yang terjadi pada dirinya sekarang. Grace tidak bodoh, walaupun fungsi ponsel baginya hanya untuk komunikasi dan bermain game, akan tetapi Grace tidak tertinggal berita yang tengah hangat saat ini. berita yang didapatnya di situs web kampus mengenai hal buruk tentang dirinya itu.
Grace mengangkat dagu dengan angkuh. dia siap menghadapi apapun yang akan terjadi nantinya. dia harus kuat saat Leo tidak ada disampingnya.
" huhh.. it's okay.. hanya perlu tutup mata dan telinga.. semua akan baik-baik saja.. "
gumamnya ketika melangkah menuju kelasnya. jelas sekali tatapan dari semua orang tertuju untuk Grace si pemeran utama dalam berita yang tengah hangat itu.
" lo baik-baik aja kan..? " tanya Viola yang menghampiri dan langsung merangkul bahunya.
Grace mengangguk dan tersenyum " I'm okay.. " kemudian memejamkan mata, dia benci melihat Viola yang menatapnya dengan prihatin.
" lo gak nyesel temenen sama gue..? " tanyanya.
" iya gue nyesel.. " sahut Viola seraya memajukan bibirnya kesal, " nyesel karna baru temenan sama lo.." lanjutnya dengan sewot.
namun perkataan Viola terdengar jujur dan tulus bagi Grace. memang selama ini jumlah teman Grace sudah tak terhitung mengingat dirinya yang humble tidak pilih-pilih kawan dari kalangan manapun, walaupun ada sebagian sebagai penjilat yang memanfaatkan kerendahan hatinya.
Bisikan dan cemoohan yang dilontarkan untuk dirinya, tidak dihiraukan oleh Grace. terlebih dia malas untuk meladeni mulut jahat dari perempuan-perempuan yang biasa menelan gosip tanpa tahu kebenarannya.
sampai pada akhirnya langkah Grace terhenti kala mendengar ucapan kotor dari seniornya.
" bagi linknya dong cantik.. " perkataan yang tidak pantas bagi seorang mahasiswa kedokteran yang tingkatnya lebih tinggi dari Grace.
Pria itu menghampiri Grace yang tengah menatapnya tajam, seolah bangga akan ucapannya barusan di depan teman-temannya tanpa memperdulikan perasaan Grace yang menggebu.
" anak beasiswa yah.. bisa dong gue ikut nyicip.. lo mau bayaran berapa..? "
bughhh.. bogeman mentah pada rahang pria tersebut membuatnya keleyengan.
bughh... belum sempat pria itu menyeimbangkan tubuhnya, Grace sudah menyikut kepala belakangnya.
pria itu langsung terkapar setelah memuntahkan cairan dari mulutnya. sementara para kawannya melongo seraya menelan ludah paksa. gadis yang mereka remehkan ternyata bukan gadis sembarangan.
" Lo pada mau punya nasib kayak dia..? " ucap Grace seraya menginjak kuat barang pusaka pria yang sudah tak sadarkan diri itu.
glek.. mereka dengan kompak menggelengkan kepada seraya menutup asetnya masing-masing dengan tangannya.
begitupun dengan yang lain. mereka jelas menonton adegan maut barusan dan sempat merekamnya. langsung saja mereka menghapusnya setelah mendapat tatapan ancaman dari Viola.
Viola menepuk dada bangga, berteman dengan Grace tidak buruk juga, ini aji mumpung baginya. mungkin setelah ini orang-orang akan lebih segan terhadapnya. Viola merasa dirinya terlihat keren saat mendampingi Grace berjalan.
" Gue harus traktir lo makanan mahal yang pasti belom lo rasain.." ucap Viola.
Grace terdiam, Ia melirik sekilas pada Viola. gadis di sampingnya ini benar-benar polos, dia masih mengira Grace dari kalangan biasa.
" okeh.. ide bagus, sekalian bungkus boleh..? " sahut Grace di susul gelak tawa.
tingkah polos dari Viola membuat Grace sejenak bisa melupakan masalah yang membebani pikirannya.
πΏπΏπΏ
Leo terlihat buru-buru keluar dari gedung tempatnya bekerja. dia melangkah sangat cepat menuju mobilnya sambil menatap layar ponsel miliknya.
blug.. Leo menutup pintu mobilnya dengan kasar. dia membiarkan asisten pribadinya mengemudi. mengingat pikirannya sedang kacau dan takutnya terjadi sesuatu yang tidak diinginkan selama perjalanannya.
Leo mendesah saat kembali menatap layar ponselnya. di sana menujukan aksi Grace menghajar seorang pria dengan brutal.
belum juga Leo menyelesaikan masalah berita palsu tentang istrinya, Grace sudah membuat masalah baru di kampusnya.
meskipun Leo sedikit menyayangkan sikap barbar Grace, tetapi Leo lebih setuju pria tadi mendapat pukulan dari Grace yang dirasa kurang setimpal dengan ucapan kotornya.
hanya saja Grace tidak mengetahui siapa yang di pukulnya. Pria tersebut merupakan putra dari salah satu dekan di kampusnya. dan itu membuat PR Leo sebagai penanggungjawab atas Grace semakin bertambah yang pastinya merepotkan.
" anda baik-baik saja tuan.. " tanya asistennya seraya melirik Leo lewat pantulan kaca spion depan. bosnya terlihat tengah gusar.
Leo hanya mengangguk seraya tersenyum tipis.
" *amazing Grace.. "
__ADS_1
πππ
Grace saat ini sedang menunaikan hajatnya memenuhi panggilan alam di salah satu bilik toilet. Dia merasa sedikit lega dengan ketidakhadiran Wilson yang selalu merepotkannya.
ya, saat ini Wilson tengah fokus menyembuhkan Lolita yang katanya akan di jadikan istri oleh dosen gila tersebut.
Grace yang tengah anteng bermain game di toilet tersebut, seketika konsentrasinya terganggu kala mendengar suara para mahasiswi yang sedang bergosip tentang dirinya di luar.
" gila.. ini gila, nyampe ke rektor anjirr.. "
" auto D. O.. "
deg.. Grace mengepalkan tangannya dengan kuat sekuat jiwanya yang selalu berusaha baik-baik saja.
Gracepun keluar dari bilik tersebut setelah mereka pergi. kemudian Grace membilas wajahnya. Dia menatap dirinya sendiri di pantulan cermin lebar di hadapannya.
Grace menelan ludahnya susah payah, ada perasaan sesak di setiap tarikan napasnya. tanpa aba-aba buliran bening jatuh begitu saja tak tertahan lagi.
Bagaimanapun juga dia hanya perempuan biasa, sekuat apapun dirinya terlihat dari luar. akan tetapi kali ini Grace sudah tidak tahan lagi. entahlah Ia sendiri tidak tahu mengapa akhir-akhir ini mentalnya terasa lemah.
" lo harus bisa Grace.. lo baik-baik aja.. " batinnya seraya membilas kembali wajahnya guna menghapus air mata yang mengalir tadi.
" disini lo rupanya, gue cariin dari tadi.. " ucap Megan ngos-ngosan.
Grace mengerutkan keningnya kala mendapati Megan yang menatap dirinya dengan sendu.
Megan membasahi bibirnya sebelum menyampaikan sesuatu pada Grace, " lo baik-baik aja kan..? " tanyanya ragu.
" menurut lo..? " jawab Grace sewot disusul kekehan dari Megan.
Megan tahu jika sahabatnya yang satu ini paling benci mendapat pertanyaan seperti barusan. oke..Grace selalu baik-baik saja.
" semua di suruh kumpul di aula.. ini perintah dari rektor langsung.. "
Grace menaikan sebelah alisnya, " ada rektor juga..? " suaranya hampir bergetar, bibirnya memaksa untuk tersenyum kala Megan mengangguk pelan.
Grace menghela napas panjang untuk menghilangkan rasa sesak di dadanya, " oke.. ayo kita kesana.. " ajaknya seraya merangkul bahu Megan.
Bagaimanapun juga Grace harus segera menyelesaikan masalahnya. Ia bukan pengecut yang harus bersembunyi.
Sial.. sepertinya Grace dan Megan adalah orang terakhir yang memasuki gedung sangat luas itu.
terlihat di depan podium sudah ada beberapa jajaran orang penting termasuk Rekor kampusnya. bahkan ada beberapa wartawan media yang standby di berbagai penjuru bak konferensi pers saja.
Suasana hening juga tatapan horor mengarah pada keduanya yang melangkah mencari tempat duduk. hingga lambaian tangan dari Viola membuat keduanya mudah mendapat bangku kosong.
Pembicaraan pun di mulai langsung oleh Rektor yang membahas perihal berita yang sangat sensitif juga aksi pemukulan yang baru saja terjadi pada putra salah satu dekan.
dan itu jelas berpengaruh untuk nama baik kampus.
Megan dan juga Viola duduk menghimpit Grace. keduanya menggenggam tangan Grace untuk menguatkan gadis yang tampak tenang itu.
di balik wajahnya yang tenang, pikiran Grace tengah bergelut. bagaimana jika dirinya benar-benar di keluarkan dari kampus. Dia memikirkan perasaan orang yang disayanginya akan kecewa terhadapnya.
mendengar teriakan histeris sesaat sebelum mendapat teguran dari Rektor membuat Grace mendongak penasaran.
deg..
Grace melebarkan matanya kala mendapati Aldo tampak duduk tenang di depan sana. sang Presma terlihat baik-baik saja. sepertinya Grace kurang memberi pelajaran pada Presma bajingan itu.
" oh.. shitt.. sakit sialan.. " gumam Megan meringis kesakitan kala tangannya di remas kuat oleh Grace. begitupun dengan Viola yang turut merasakan sakit luar biasa, dia hanya mampu berteriak dalam diam.
sang Rektor menghela napas sejenak setelah puas memberi pencerahannya berbentuk khutbah yang sangat panjang barusan.
" baiklah, untuk meluruskan masalah ini, tanpa mengurangi rasa hormat..kami persilahkan Tuan Leonard sebagai pemilik tunggal kampus ini untuk menyampaikan suaranya.. "
deg..
Lagi, Grace terbelalak melihat Leo berdiri dengan gagah di depan sana dengan setelan jas yang membuat Leo terlihat berwibawa.
bodoh..Grace melupakan sesuatu, bahwa suaminya itu pemilik mutlak kampus ini.
__ADS_1
" bodoh lo Grace.. bego.. bego.. "
sementara para audience begitu terkejut melihat siapa sosok pemilik kampus yang selama ini membuat mereka penasaran.
teriakan histeris kembali terdengar bahkan sulit untuk di hentikan, terutama dari para mahasiswi yang memang mengagumi Leo sebelumnya.
Pria yang mereka kagumi yang biasanya berpenampilan sederhana, kini berwibawa dan aura ketampanannya semakin meningkat. terlebih saat wajahnya terkena kilatan-kilatan cahaya kamera membuat karismanya semakin terpancar.
" Selamat siang semuanya.. "
aaa...
alih-alih menjawab sapaan dari Leo, mereka malah kembali berteriak. Suara yang membuat mereka penasaran, akhirnya bisa terdengar juga.
Sementara Grace memutar bola matanya jengah mendengar teriakan mereka. padahal sudah jelas Leo tidak ada niatan tebar pesona. sikapnya selalu dingin. dan Grace beruntung akan hal itu, setidaknya Leo hanya menunjukkan sikap hangatnya hanya kepada orang yang dia sayangi termasuk dirinya.
" saya tidak akan memulai sebelum kalian tenang.. " suara tegas dengan tatapan dingin membuat suasana langsung hening.
" para jajaran petinggi kampus yang saya hormati.. " Leo membungkuk hormat kepada orang-orang yang direbutnya.
" selain sebagai pemilik juga sebagai mahasiswa di kampus ini.. ijinkan saya meluruskan masalah yang tengah menimpa saudari Grace Permata Puri sebagai bentuk tanggungjawab saya selaku suaminya.. "
sontak para audience terlonjak kaget mendengarnya, sementara Grace langsung menunduk kala wajahnya terpampang jelas pada layar besar di depan sana sebab kamera langsung menyoroti dirinya bersamaan dengan Leo yang menatapnya hangat.
Leo tidak ingin membuang-buang waktu, lantas Ia pun menyerahkan semua kronologis permasalahan tersebut pada Aldo yang sengaja dia paksa untuk sembuh.
Bukannya Leo tidak pandai merangkai kata untuk sekedar berpidato. buktinya Dia sangat pintar mengambil hati klien di dunia bisnisnya. hanya saja Leo tidak suka dirinya berlama-lama berdiri dan mendapat tatapan menggelikan dari para Audience.
kini Aldo sudah berdiri dengan tegap seperti biasa saat dirinya hendak menyampaikan pidato sebagai seorang Presma pada anggota organisasinya.
Aldo menghela napas panjang kemudian Ia menuturkan secara detail kronologis permasalahan ini tanpa mengurangi atau melebihkan. bahkan dirinya yang menyukai dan terobsesi dengan Leo, itu Aldo sampaikan dengan tenang. dan kata maaf terucap untuk mengakhiri pembicaraannya.
Aldo membungkukkan badan kepada semua jajaran penting di hadapannya sebelum dirinya di jemput oleh pihak yang berwajib.
Hari ini adalah hari kehancuran bagi Aldo. sebagai seorang Presma yang harusnya menjadi panutan, dirinya malah membuat beberapa pihak kecewa dan pastinya mencoreng nama baik kampus.
begitupun dengan orang yang sempat mengagumi dirinya itu, langsung menjadi penghujat.
" huuuhhh.. pantes aja dia nolak mentah mentah ciwi-ciwi.. "
Sementara si pemeran utama terus saja menunduk malas. bahkan Ia tidak menyadari akan Aldo yang sudah pergi mendapat pengawalan dari polisi. Grace tidak sudi jika harus melihat wajah bajingan itu.
Grace berdecak kesal sebab Viola sedari tadi mengguncang bahunya. gadis polos ini lagi-lagi merasa bangga dan keren bisa berteman dengan istri pemilik kampus ini. alih-alih marah sebab merasa tertipu dengan Grace, Viola malah semakin berlagak sombong setelah mendapat fakta mengejutkan barusan.
" Grace.. gue tarik ucapan gue yang tadi.. "
" hahhh..??? "
" itu soal gue yang mau traktir lo.. masa kaum duafa kek gue traktir Sultan kayak Lo.. "
Grace mengangguk cepat, Ia terlalu malas untuk sekedar menanggapi gadis polos disampingnya, sementara Megan terkikik geli melihat ekspresi sahabatnya.
OMG..! seruan teriakan kala melihat Leo turun dari podium dan melangkah ke arah tempat dimana Grace duduk menunduk saat ini. setiap langkah Leo tak luput dari tatapan para audience, terlebih kamera terus saja menyoroti dirinya.
sementara Grace tidak menghiraukan teriakan histeris itu, Dia lebih fokus memikirkan bagaimana caranya menjelaskan semua ini baik kepada orangtua maupun kedua mertuanya. mengingat selama acara ini berlangsung tidak lepas dari kamera wartawan yang pastinya akan menjadikan ini bahan berita nantinya.
deg.. Grace terkesiap kala tangannya mendapat sentuhan dari Leo yang berjongkok dihadapannya.
" Sorry.. " ucapnya dengan lirih. Grace merasa tidak enak terhadap Leo yang mengharuskannya mengambil keputusan untuk menunjukkan siapa Leo sebenarnya. Dia tahu selama ini baik dirinya maupun Leo tidak suka jika latarbelakang mereka terekspos dan menjadi konsumsi publik.
" Hey.. ngomong apaan si Grace.. ini semua kewajiban gue sebagai suami lo.. " sahut Leo yang masih setia berjongkok itu.
Grace mengangguk lalu mendongak membalas tatapan hangat suaminya. Dia seolah kehilangan kalimat yang hendak di ucapkan, jantungnya terasa berdebar lebih kencang hingga rasanya ingin sekali wanita itu berlonjak kegirangan atas tindakan romantis suaminya.
" bangun le.. " Grace tak ingin berlama-lama membiarkan Leo menjadi pusat perhatian.
dan jangan lupakan mereka yang terbelalak menelan ludahnya susah. mereka sudah salah sasaran menjadikan Grace sebagai bahan hujatan.
kebanyakan dari mereka membuat list kesalahan terhadap Grace dan harus segera mendapatkan maaf darinya.
Daebak..!!!
__ADS_1