
" gila.. gue pikir rumah mereka kayak istana kebanyakan sultan-sultan, tapi sumpah ini nyaman banget.."
seorang perempuan sedang menatap kagum ke seluruh area halaman rumah Leo juga Grace. Dia berdiri di teras rumah yang sederhana namun nyaman seraya memandangi beberapa tanaman bunga hias yang tampak subur tumbuh di dekat pagar.
ceklek.. suara pintu membuat perempuan tersebut membalikkan badan kearah pintu tersebut. di sana, di ambang pintu sudah berdiri tuan rumah yang tengah bertolak pinggang.
keduanya nampak sama terkejutnya. dan perempuan itu memilih menyapa duluan.
" hi.. pagi bos.. " ucapnya cengengesan tanpa dosa. sepagi ini dia sudah bertamu di rumah orang.
Grace yang tadinya melotot kaget, kini mengerjapkan mata juga sedikit bernafas lega sebab dugaannya salah. sosok perempuan dihadapannya ternyata orang yang Grace kenali.
" elo..? darimana lo tau rumah gue..? " tanyanya heran.
Perempuan itu menggaruk kepalanya, " dari si Megan.. " sahutnya masih cengengesan.
Grace mengerutkan dahinya bingung, " Megan..? "
perempuan itu menganggukkan kepala, " yah, dia minta gue buat temenin lo Grace.. "
" ngapain dia nyuruh lo buat nemenin gue? emang gue kesepian apa.."
" yaps, katanya takut lo kesepian makannya gue kesini.. "
Grace masih berdiri di ambang pintu belum mempersilahkan perempuan di hadapannya untuk masuk.
jika biasanya Grace akan tersentuh dengan sedikit perhatian sahabatnya yang menghawatirkan dirinya kesepian. tetapi entah mengapa kali ini Grace merasa tersinggung juga terabaikan oleh sahabatnya.
" lagian kenapa bukan tuh anak aja yang kesini, emang dia kemana? gak mungkinkan pagi-pagi udah ke kedai.. "
sebenarnya pertanyaan dari Grace tidak perlu di jawab oleh perempuan itu, sebab Grace sudah tahu jawabannya. Dia sudah menebak jika sahabatnya pasti memilih menjaga Silvie di rumah sakit.
sementara perempuan itu tampak gugup menelan ludahnya susah payah. " anu, itu si Megan.. "
" gimana sayang, mau di sirem.. apa mau di hajar..? "
suara Leo di belakang Grace membuat perempuan itu bernafas lega, merasa terselamatkan.
" apaan sih, gak lucu tau gak.. " sahut Grace ketus, sementara Leo terkekeh menanggapinya.
" pagi Tuan Leonard.. " sapa perempuan yang masih berdiri itu.
Leo mengangguk, " pagi.. kak? " ucapannya menggantung sebab tidak tahu nama perempuan itu, lebih tepatnya Leo memang tidak pernah mengingat hal yang tidak penting untuknya. tetapi dia tahu perempuan tersebut merupakan kakak seniornya di kampus yang dekat dengan Grace.
perempuan itu tersenyum sumringah seraya mengasongkan tangannya, " Viola, nama gue Viola.. gue sahabatnya Grace.." ucapnya penuh percaya diri.
seketika Viola langsung menurunkan kembali tangannya sebab Leo tidak menyambut dan tampak tidak minat sama sekali. terlebih saat mendapat tatapan tak suka dari Grace membuat Viola urung mengajak Leo bersalaman.
Sementara Leo walaupun tidak minat menatap Viola sekaligus menyambut uluran tangannya itu, tetap bersikap sopan dengan mengangguk seraya tersenyum tipis menanggapi Viola.
Leo tersenyum menatap istrinya yang mode judesnya sedang on. tadi Dia sudah mendengar percakapan Grace dengan Viola.
Leo sangat menghargai niat baik Megan yang menyuruh Viola untuk menemani Grace, yah walaupun pada akhirnya istrinya itu akan merasa tersinggung kembali.
dan melihat Viola, Leo merasa perempuan itu tidak buruk juga untuk menjadi teman istrinya. dia bisa melihat kepolosan pada perempuan itu hanya dari mendengar ucapannya saja.
" berangkat dulu yah.. baik-baik di rumah.. " ucapnya seraya mengecup kening Grace.
" hmm, hati-hati.. " sahut Grace seraya mencium punggung tangan Leo, kemudian suaminya itu mengusap pucuk kepala dengan lembut sebelum meninggalnya.
sementara Viola yang melihat interaksi manis di hadapannya hanya bisa meringis menggigit jarinya. ternyata menikah muda tak seburuk apa yang di bayangkannya selama ini. nyatanya Viola bisa melihat hal yang langka pada pasangan tersebut. yah, Dia jarang sekali melihat kemesraan Leo dan Grace di kampus.
" Oh God.. kasih hamba jodoh segera, hamba pengen kayak mereka.. " batin Viola menjerit.
" woy.. gak baik liatin laki orang lama-lama gitu.. " celetuk Grace seraya melambaikan tangan tepat di depan wajah Viola yang turut menatap kepergian mobil Leo.
" siapa yang ngeliatin laki lo? gue lagi ngeliat mobilnya, bannya ada yang kempes apa enggak.. velgnya cakep, btw beli dimana..?"
__ADS_1
Seketika Grace langsung menggeleng terkekeh mendengar Viola yang mengelak, sungguh tidak berbobot sekali alasan temannya itu.
" kuy masuk.. lo mau bengong aja di situ..? "
Viola mengangguk antusias, dia sudah tidak sabar ingin melihat susana di dalam, lebih tepatnya Ia sudah pegal lama-lama berdiri di teras gara-gara Grace tak kunjung menyuruhnya masuk.
Violapun mengikuti langkah Grace yang masuk ke dalam rumahnya.
" Grace.. Tuan Leonard dingin dingin bisa hangat dan so sweet juga yah.. " ucap Viola yang sudah duduk di sofa ruang tamu.
Viola kembali mengingat kejadian dimana Leo turun tangan mengatasi masalah Grace di kampus. satu yang masih terngiang-ngiang di benaknya, yakni tindakan manis dari seorang Leonard terhadap istrinya. dan itu membuat jiwa jomblo Viola meronta-ronta.
" Tuan.. Tuan.. Diakan junior lo juga kak.. " protes Grace.
Viola terkekeh " ya abisnya laki lo vibes CEO kalo pake setelan rapi begitu.. bawannya pengen manggil Tuan Muda aja.."
" Ya emang Dia CEO.. "
" CEO Grimes High Gear yah Grace.. " sahut Viola cengengesan.
" no.. bukan itu, tapi PT. AMANDA property.. "
seketika Viola tercengang,
" itukan anak dari perusahaan Lesmana Grup yang baru dan lagi trending, majunya pesat banget..".
" ya itu Lesmana nama bokap Gue kak.. makannya nama perusahaan itu AMANDA, Anak Mantu Damai.. "
Lagi-lagi Viola di buat tercengang mendapat fakta baru. pemilik rumah yang disambanginya ternyata anak dari pemilik perusahaan raksasa tempat ayahnya bekerja.
dan apa itu tadi? Viola terkekeh pelan mendengar arti dari perusahaan yang Leo pimpin. sungguh unik. itu hokki apa males mikir nyari nama?
" kak.. woy.. ngapain bengong..? " panggil Grace membuat Viola mengerjakan matanya.
" gila.. ternyata lo beneran Sultan Grace, bokap gue yang cuma seorang pegawai biasa di Lesmana grup aja, gue udah sombong.. "
" gue kalo jadi lo udah pamer Grace.. lo mau sombong juga pantes.. " lanjut Viola.
Grace menghela napas dalam-dalam, dia tidak ingin berlama-lama terjebak dalam pembahasan itu.
" lo mau minum apa kak..?" tanyanya mengalihkan.
" sekalian sarapan boleh gak Grace? gue belum sempat soalnya.. " sahut Viola cengengesan tanpa dosa.
Grace menggeleng terkekeh melihat kepolosan dari Viola. itu alasan dirinya dengan mudah menerima Viola sebagai teman dekatnya.
" boleh, kuy.. ikut gue.. " ucapnya seraya menarik lengan Viola agar mengikutinya ke dapur.
setelah tiba di dapur, Grace membuka tudung saji di atas meja makan. Dia senang jika harus menjamu temannya dengan baik.
sedang Viola terbelalak kala tudung saji tersebut terbuka. di sana sudah tersaji beberapa masakan lengkap dengan nasi hangat.
" Grace.. roti, roti gak ada. selai selai gitu..? " ucapnya dengan suara pelan. Dia tidak habis pikir dengan sarapan ala keluarga Grace.
Grace terkekeh, " sorry kak.. kayaknya gue kehabisan roti, soalnya kita udah biasa sarapan makanan berat kayak gini biar kenyang.. "
Viola mengangguk paham,
" yaudah deh, kayaknya enak juga.. " kemudian dia menyendok nasi lengkap dengan lauknya.
Gracepun ikut duduk berhadapan dengan Viola. Dia tampak antusias memperhatikan Viola sedang makan.
" kayanya gue juga bakal biasain sarapan pake nasi kaya lo Grace.. " ucap Viola di tengah kunyahannya.
" gue bakalan minta mak gue masak pagi-pagi, ini enak banget siapa yang masak Grace..? "
" gue lah.. " sahut Grace menepuk dada bangga. memang pagi ini Ia menyempatkan diri memasak untuk Leo sarapan sebab merasa sudah lama tidak bergelut di dapur. Grace juga ingin menyenangkan suaminya.
__ADS_1
" gila.. masakan lo enak banget sumpah dah, pantesan laki lo bucin abis.. Lo bisa ngenyangin suami, kan dari perut naik ke hati.. "
" elah.. lo makan sambil ngoceh gitu entar kesedak baru nyaho.. "
Viola mengangguk pasrah setelah mendapat ultimatum dari Grace, Ia pun melanjutkan kembali menyantap makanannya tanpa mengeluarkan suara.
lagi, Viola merasa beruntung dan tepat menjadi teman Grace.
ah lebih tepatnya Dia merasa keren bisa dekat dengan Grace.
wanita yang memiliki beberapa kemampuan dan juga circle yang tak main-main itu tidak pernah menunjukkan sifat sombongnya.
saking asyiknya Viola sarapan sambil menunduk cekikikan membayangkan dirinya yang keren, dia tidak menyadari Grace sudah tidak ada di hadapannya.
" lah kemana tuh anak? " gumamnya seraya celingak-celinguk.
pandangannya tertuju ke arah pintu kaca yang terbuka dan menampilkan sosok Grace yang tengah bermain dengan si kecil di gazebo tepi kolam.
Violapun segera menghabiskan makannya, kemudian mengakhirinya dengan meneguk segelas air putih. Dia tidak sabar untuk menghampiri Grace.
" ini anak lo Grace..? "
Grace mengangguk tersenyum " Cio, ini aunty Viola.. temen mami di kampus.. "
Si kecil tersenyum menatap sang Ibu yang mengajaknya berinteraksi. sorot mata yang masih suci itu selalu menyejukkan siapapun yang melihatnya.
" ih Cio ganteng banget sih, gemes aunty sama Cio.." ucap Viola geregetan.
Grace terkekeh kala melihat interaksi antara Viola dengan si kecil. Dia membiarkan temannya berperan sebagai pengasuh untuk Cio.
Hingga Siang menjelang Viola pun pamit karena ada jam kuliahnya siang ini.
Sementara Grace sudah menyiapkan makan siang untuk Leo, Ia berencana memberi kejutan untuk suaminya. Dia akan meminta Viola mengantarkannya ke kantor Leo terlebih dahulu.
" Lo tau kan kak alamatnya..? " tanya Grace memastikan.
" elah.. siapa sih yang gak tau perusahaan yang lagi trending..? " sahut Viola cengengesan. Dia sama sekali tidak keberatan jika harus mengantar Grace terlebih dulu sebelum ke kampusnya. ini adalah suatu kehormatan untuknya.
Setelah tiba di depan kantor Leo, Gracepun turun dari mobil dengan di bantu Viola yang memasang stroller untuk si kecil.
" thanks kak.. " ucap Grace yang sudah berdiri di depan Lobby gedung tersebut.
Viola mengangguk tersenyum seraya melambaikan tangan. kemudian Ia melajukan mobilnya keluar dari area gedung tersebut. nanti Dia akan bercerita sekaligus pamer kepada sang ayah, dimana dirinya berteman dekat dengan putri tunggal Bos ayahnya. bahkan Viola akan memamerkan bahwa dirinya pernah menginjakkan kaki di perusahaan yang sedang trending itu. Ya Walaupun sebatas Lobby, tetapi Dia sudah merasa keren karena orang yang di antarnya merupakan istri dari Tuan Leonard.
Setelah kepergian Viola, Grace pun masuk ke dalam bersama si kecil yang berada di stroller. Dia sudah tidak sabar ingin melihat ekspresi Leo saat kedatangan dirinya bersama si kecil yang tiba-tiba. tak apa Grace kerepotan membawa makan siang beserta kelengkapan si kecil. Hari ini Dia ingin memperbaiki hubungannya dengan Leo agar lebih harmonis.
" mba.. tolong panggilin suami saya.. " ucap Grace pada resepsionis.
" maaf Nona, Tuan sedang keluar.. "
" hah..? sejak kapan mba..? emangnya dia ada jadwal meeting di luar yah..? "
" tadi meetingnya di laksanakan di sini Nona, sekitar pukul sepuluh Tuan Leonard keluar.. "
" yaudah deh, saya nungguin di ruangannya aja.. " sahut Grace pasrah.
" mari saya bantu Nona.. " ucap Resepsionis itu. Dia tidak tega melihat Nona mudanya kerepotan.
.............
Grace bersama si kecil sudah berada di ruang kerja Leo. kamar yang berada di dalamnya sudah di sulap oleh Leo, dimana di sudut kamar yang luas tersebut terdapat playground untuk si kecil nantinya.
jam menunjukkan pukul tiga sore, tetapi Leo belum juga kembali ke kantornya. tentu saja Grace kesal, masakannya belum tersentuh sedikitpun. tadi Dia memilih tidur siang bersama si kecil setelah menyuapinya. bahkan setelah dirinya bangunpun Leo tidak ada di sana.
" Lo kemana sih.. " gumamnya kesal. akhirnya Grace pun menyerah, Dia mencoba menghubungi suaminya. tetapi saat hendak menelpon, dia melihat notifikasi masuk di grup chat kelasnya. dimana salah satu teman sekelasnya tengah menjenguk Silvie dan membagikan potret kondisi Silvie sekarang.
Ada hal yang membuat Grace merasa geram. dalam potret tersebut, dia melihat sedikit punggung pria yang sangat di kenalanya. ya, dari pakaiannya saja Grace sudah tahu siapa Pria tersebut.
__ADS_1
" sialan... lo emang gak penting Grace, lo bodoh Grace.. "