Malu Malu Kucing

Malu Malu Kucing
part 163


__ADS_3

" lo mau makan mie..? gak salah..? " ucap Silvie heran kepada Grace, pasalnya mereka baru saja selesai makan malam bersama.


Rumah sederhana yang ditempati Exel dan Silvie kini menjadi ramai dengan kehadiran keluarga sahabat-sahabatnya. tak hanya keluarga kecil Leo yang menginap di sana, keluarga Aripun sama berada di sana juga.


Jika Leo dan Grace pada akhirnya menyerah untuk ikut menginap bersama kedua anaknya, berbeda dengan Ari dan juga Megan, mereka berada di sana karena tidak ingin melewatkan momen berkumpul dengan para sahabat yang sudah jarang terlaksana.


.


.


kembali ke Grace cs yang tengah duduk lesehan di teras rumah itu sambil menyaksikan Leo cs yang sedang bermain dengan anak-anaknya, dimana tiga papa muda itu berlomba mendirikan tenda kecil di halaman.


" ya elah.. apa salahnya sih lo ngejamu tamu, tibang bikinin mie doang.. "


" yoi.. inget, tamu agung cong.. " Megan ikut menimpali kala melihat jelas raut wajah Silvie yang nampak sekali malas bergerak. Dia juga tahu jika Grace hanya mengerjai Silvie yang sedari tadi bermalas-malasan.


Silvie menghela napasnya pasrah, padahal sebelumnya wanita itu sempat merasa senang dengan kehadiran keluarga para sahabat, terlebih mereka datang tidak dengan tangan kosong, sehingga membuat dirinya tak perlu repot-repot untuk menjamu mereka yang katanya tamu agung itu. sialnya ada saja permintaan Grace yang membuatnya mau tak mau harus menurutinya.


sebelumya ada beberapa jenis masakan yang Ari bawa, sementara Leo membawa beberapa jajanan dan masakan siap saji yang dibekukan untuk persediaan Beth anak Silvi dan Exel, itu semua saran dari Grace mengingat sahabatnya yang tak kunjung pandai untuk memasak.


" fine.. lo mau mie apaan? "


" yang paling laku di warung lo.. " sahut Grace sekenanya, sebab mau mie varian apapun rasanya pasti tidak akan enak jika Silvie yang memasakkan untuknya. sekali lagi Dia hanya ingin mengerjai sahabatnya agar mau bergerak, karena Grace memang masih kenyang setelah makan dengan porsi besar tadi. terlebih makanan yang di masak oleh Ari membuatnya kalap.


" yang paling laku indomie soto, goceng ya.. "


baik Grace maupun Megan ternganga dibuatnya, bahkan Grace sampai berlagak mengorek telinganya, memastikan jika Ia tidak salah dengar.


" si kermi perhitungan banget dah.. " Grace berlagak berbisik ke telinga Megan, namun suaranya Ia keraskan sedikit agar Silvie juga mendengarnya.


" bisnis tetaplah bisnis bestie.. warung gue masih buka.. " celetuk Silvie dengan suara yang tak kalah nyaringnya. wanita itu melangkah menuju warung di halaman rumahnya untuk mengambil salah satu varian mie rebus instan yang tersedia di sana. warungnya memang masih buka, karena bisanya Exel akan menutupnya pada pukul sebelas malam.


" tinggal stanby sama hape, vibes lo udah kek mama jaga warung madura mart.. " celetuk Megan mencairkan susana yang tengah tegang itu. apalagi melihat raut wajah kedua sahabatnya yang sinis dan saling lempar kalimat sarkasme membuatnya tak habis pikir, hanya sekedar uang lima ribu bisa menjadi pemicu keributan.


" madura mart apaan.. warung madura tuh penataannya rapih, kek pengidap OCD.. lah ini, roti Jepang di pajang paling depan deket jajanan bocah.. itu lagi persabunan di campur sama kecep saos, gak bau apa.. "


terdengar helaan napas kasar dari Megan, celetukan Ari sungguh membuatnya kesal. niat hati ingin mencairkan suasana, suaminya malah ikut nimbrung sehingga suasana dipastikan akan memanas karena mulut julid itu. rasanya ingin sekali Megan menimpuk Ari dengan sendal, namun itu harus ditahan mengingat ada anaknya disana, karena pada kenyataannya Megan dan Ari selalu bertingkah manis nan alim di hadapan anaknya.


" anjirrr, kok gue baru engeh ya.. " sahut Grace sambil terkekeh memperhatikan penataan warung dihadapannya yang juga menjadi atensi yang lainnya. berbeda dengan Megan, Grace justru seolah mendapat tenaga dari Ari untuk mengejek Silvie. siapa suruh sahabatnya itu perhitungan.


Leo yang memang berdiri paling dekat dengan warung itu, nampak tertarik untuk mengamati secara detail penataannya setelah mendengar celetukan Ari. Pria itu menggelengkan kepalanya seolah tengah sidak di pasar.


" ini harus di perhatiin, jangan nyepelein sisa ketengan.. justru ini tuh keuntungannya.. " ucap Leo sambil meraih potongan sachet sampo yang bercampur dengan sisa renctengan lainnya seperti kopi sachet dan berbagai jenis lainnya.


Leo sama sekali tidak berniat mengejek, dia justru mengingatkan Exel yang kini tengah ditatapnya agar memperhatikan hal kecil itu.


" kalo dibiarin, nanti ketumpuk lagi ketumpuk lagi sampe gak layak jual.. "


Exel yang merasa dirinya tengah dinasehati, hanya bisa mengangguk patuh tanpa niat mencela ucapan Leo yang benar adanya. bahkan celetukan dari Aripun tidak Ia salahkan. padahal sebelumnya warung miliknya itu selalu rapih dalam hal penataan. dikarenakan Silvie yang selalu menjaganya mengingat Exel tidak punya banyak waktu, keadaan warungpun menjadi tak rapih lagi. istrinya itu juga sering kali mengambil barang baru padahal stok lama masih ada, terlalu malas mencari adalah alasannya.


di sana Megan yang tadinya kesal, seketika langsung berubah dengan mengangguk-angguk paham , dia pikir Leo akan sama dengan suaminya yang akan mengejek, nyatanya tidak, Leo justru memberikan pelajaran yang berarti.


sementara Grace? giliran wanita itu yang kesal karena suaminya sudah mengacaukannya, terbukti dengan Silvie yang sudah melarikan diri ke dapur mencari aman.


" gaslah lembur.. " celetuk Ari sambil menaikturunkan kedua alisnya dan langsung di sambut anggukan setuju dari Leo dan juga Exel yang sumringah, tadinya Exel berniat akan menata ulang warungnya di saat dirinya ada waktu luang. namun ide dari Ari membuatnya bersemangat dan juga bahagia memliki sohib seperti mereka yang sangat solid, ya.. walaupun terkadang menyebalkan.


" thanks bro.. "


......... ...

__ADS_1


malam hampir larut, namun mereka masih betah bercengkrama di teras membiarkan para buah hati tertidur di dalam tenda setelah kelelahan bermain. udara cukup sejuk ditengah padatnya pemukiman membuat mereka betah berlama-lama di sana.


sebelum memulai aksi bedah warung, Leo cs nampak ikut nimbrung di teras bersama para istri. kesempatan setelah menidurkan anak-anaknya tidak akan mereka sia-siakan untuk saling melempar candaan.


" jangan lagu melow.. bikin ngantuk anjirr.. “


" kopi dangdut bisa gak lo..? " sahut Grace sewot dan menatap kesal ke arah Ari, pria yang tidak jelas permintaannya. Ari bahkan selalu berhenti di tengah-tengah senadungnya dan seenaknya meminta ganti lagu. beruntung Ia cukup mahir bermain gitar yang berada di dekapannya kini, jadi Ia langsung hapal kunci gitar dari lagu yang Ari pinta hanya melihat sekilas di internet.


Ari menggeleng kekanak-kanakan, " denger aja belum.. "


" ya terus mau lagu apa lagi.. ?"


" Slank.. pandangan pertama.. " Leo ikut menimpali khawatir akan perubahan mood pada istrinya. ya sebenarnya Grace sudah badmood akibat ulah Ari.


" sikattt.. " Exel juga ikut menyahuti walaupun sebenarnya Dia tak tahu akan lagu yang disarankan Leo. sama halnya dengan Leo, Dia juga tidak mau merusak mood Grace.


" ck.. apalagi itu.. gue gak tau.. " celetuk Ari tanpa dosa. Dia bahkan tidak menyadari aura emosi dari wajah Grace yang kini memerah.


" gak tau gak usah nyanyi bego.. " sahut Exel menyela Grace yang sepertinya akan memaki Ari. dengan ramahnya tangan Exel menoyor kepala Ari sehingga sohibnya itu mendelik kesal. tapi Exel tidak perduli, intinya Dia ingin menyelamatkan Grace dari mood buruknya. lebih tepatnya Exel ingin menyelamatkan gitar kesayangannya yang takut menjadi senjata Grace untuk menimpuk Ari si pemicu emosi.


" gue yang bakalan nyanyi.. " celetuk Leo membuat keributan seketika berubah menjadi hening.


" ayo sayang, mainkan.. ini lagu khusus buat lo, cewek barbar yang lancang mencuri hati ini di pandangan pertama-" berlanjut ke lirik lagu tersebut yang pasih di dendangkan oleh Leo.


Grace yang termakan bualan dari mulut Leo, kekesalannya tiba-tiba menghilang begitu saja. Iapun antusias mengiringi Leo, jemarinya tampak lihai memetik senar, telapak tangannya menghentak bagian badan gitar untuk menciptakan perpaduan irama yang sesuai dengan lagu yang dibawakan Leo. Grace juga sesekali menyahuti mengambil alih bagian yang harus di nyanyikan oleh si perempuan.


" daebak.. so sweet. . " seru Megan dan Silvie dengan kompak. selain sedari tadi mereka mencari aman, keduanya juga memang tulus memuji penampilan pasangan tersebut. suara dan iringan gitar yang enak didengar ditambah chemistry yang saling menatap satu sama lain, membuatnya terkesan nyaris sempurna.


sementara Ari berlagak ingin muntah, apalagi setelah mendapat sikutan kasar dari Exel yang memaksa dirinya turut berlarut dalam suasana tersebut. mau tak mau Iapun mengikuti yang lainnya dengan menepuk kedua tangannya mengiringi dua insan itu.


.


.


.


" telat woyyy.. "


Lagi-lagi Exel menoyor gemas kepala Ari, bisa-bisanya sohibnya itu baru kepikiran ke arah sana.


" minimal gue ngerasa gak enak.." sahut Ari santai tanpa merasa dosa.


maaf, Ari malahan yang pertama dan selalu membuat gaduh. dia yang sedari tadi bersenandung ria bersama Grace, lantas mengapa baru merasa tidak enak sekarang? menyebalkan sekali.


" gimana kalo tiba-tiba warga pada demo kesini.. "


damm!!!! entah keberapa kalinya Exel menoyor dan menjitak kepala Ari yang akhir-akhir ini lemot menurutnya. biasanya sohibnya itu selalu bertingkah sok bijak, sekarang lihatlah.. sedikit-sedikit memicu emosi.


bukan Leo cs namanya jika bijaknya diwaktu yang sama, pasti ada yang menyebalkan salah satunya seperti Ari saat ini. mereka kompak bijak jika sedang menjalankan kegiatan darma berbagi itupun dihadapan para anggota, selebihnya ketiganya hanyalah cowok tengil yang sering kekanak-kanakan.


" kalo mau protes udah dari tadi keles.. " Megan menimpali sambil menunjuk api unggun kecil dekat tenda, jika warga keberatan akan kegaduhan yang mereka buat, mengapa tidak sedari mereka menyalakan api unggun?


" tenang.. Emak Lela yang punya kawasan.. " sahut Silvie santai menjawab kebingungan yang nampak di wajah mereka hingga akhirnya mereka mengangguk paham.


" pantes anak lo kaga ada bau-bau cucu Tuan Takur.. apalagi cara ngomongnya-"


" ala emak banget.. "


disana Exel hanya tersenyum tipis menanggapi celetukan Ari dan Grace. Dia sudah siap akan hal ejekan seperti ini. Exel juga tidak menyalahkan siapapun, karena keadaan yang membuat anaknya terpaksa berbaur dengan sekitar. terlebih hampir seluruh waktu anaknya dihabiskan dengan emak Iyan.

__ADS_1


" cucu emak emang laen.. " sahut Silvie disusul kekehan renyah dari yang lainnya.


" coba kalo si Grace yang ngomong kek gitu, auto manyun semalaman.. " sarkas Ari melirik Leo tanpa dosa. dan kali ini Exel menyetujui ucapannya, Leo memang masih merasa cemburu jika melihat kehadiran sosok Iyan Astro berbarengan dengan Grace. apalagi Lucio yang selalu akrab dengan Iyan, sungguh membuat Leo memanas.


Iyan yang sempat hadir disana pun terusir halus oleh tatapan tajam dari Leo juga kalimat ultimatum dari Ari, " cabut, kalo besok masih mau liat matahari terbit.. "


" tapi gue sih makasih banget sama Emak si Iyan.. udah nganggep anak gue kayak cucunya sendiri, ya.. biar kata ngomongnya kasar, kagak ada Inggris-inggrisnya.. tapi anak gue bisa anteng berbaur sama lingkungan sekitar.. "


" maksud lo apa pake lirik lirik gue.. " Leo yang merasa tersinggung akhirnya ikut menimpali kalimat yang terlontar dari mulut Exel. menurutnya sohibnya itu sedang menyindir caranya mendidik anak-anaknya. cih menyebalkan sekali.


" anak-anak gue ngomong kek gitu kebanyakan nonton konten orang luar di yusuf.. bukan kita yang ngajarin.. " kali ini Grace yang menyahut, dia sama tersinggung dan tak terima dengan sindiran Exel.


" gak heran gue..-"


" apa?? lo mau bilang kalo anak gue berantem mulu gak pernah akur karna ngikutin emak bapaknya.. iya hmm? "


" gue gak bilang gitu.. "


" ck.. anak lo anteng karna didikan emaknya si Iyan. bukan karna lo berdua.. "


" oh ya..? Cio sama Gwen siapa yang didik dong..? lima orang dewasa yang satu atap-"


" ishhh... sejak kapan sih mulut lo julid Exel..? "


.


.


.


" malah adu mekanik parenting-"


" diam lo Aep.. lo gak di ajak.. "


disana Ari yang tadinya ingin melerai perdebatan antara Grace dan Exel pun seketika terdiam sejenak. tapi ada sedikit perasaan hati yang senang bersorak ria. jarang sekali Dia melihat dua insan yang mengklaim sebagai adik kakak itu bertengkar hanya karena masalah anak. hmm, menarik..


" siapa yang minta diajak? lagian gue gak pernah tuh ngeluh masalah anak.. enjoy aja.. "


kompor sekali Ari ini hingga membuat Megan tak segan menyikutnya. bukannya melerai malah ikut mengompori.


Megan sebenarnya tak habis pikir dengan kedua insan di hadapannya yang tiba-tiba saja bergaduh masalah anak. padahal jika di lihat, tidak ada kesan buruk dalam cara mendidik anak-anak, ya walaupun caranya berbeda. namun Megan rasa mereka sudah berhasil. terbukti dengan keperdulian dan sikap solid dari anak-anak mereka yang terbilang cukup dini itu.


" udahlah.. gak asik tau gak, anak-anak lo pada hebat-hebat.. "


" yoi, hebat mancing emaknya jadi buas.. "


" Exel lo bener-bener ya mulutnya minta di sumpel.. "


nahkan, baru saja Ari berhenti dari sikap menyebalkannya. sekarang giliran Exel yang bersikap seperti itu, dan kali ini Grace yang harus menjadi korbannya.


.


.


.


rencana ingin menata warung Exel menjadi urung. bagaimana tidak? mereka malah menghabiskan malam dengan saling lempar roasting satu sama lain. dan yang paling sering menjadi korban adalah Grace.


" bukannya bininya dibelain.. "

__ADS_1


__ADS_2