Malu Malu Kucing

Malu Malu Kucing
part 46


__ADS_3

Di tengah perjalanan Leo kembali merasa mual, rasanya sesuatu ingin keluar dari dalam perutnya. Iapun mencoba menahannya menunggu keluar dari jalan bebas hambatan.


Tak lama setelah keluar dari jalan bebas hambatan Leo kembali merasa ingin muntah,


Leo menghentikan mobilnya secara mendadak membuat Grace terbangun dari tidurnya menanyakan ada apa dengannya, namun Leo diam tak menjawab rasanya benar-benar sudah tidak tahan untuk mengeluarkan isi perutnya, Leo langsung bergegas keluar setelah menepikan mobilnya


Buru-buru membungkukkan badannya untuk muntah seolah tidak perduli dengan keadaan sekitarnya.


Namun lagi-lagi nihil, tak ada yang keluar dari mulutnya hanya sedikit air yang keluar membuat Leo geram.


Grace melihat gelagat Leo yang aneh langsung menghampirinya, Ia merasa tidak tega dengan suaminya yang terlihat tersiksa dengan rasa mual namun tak kunjung keluar saat sengaja di muntahkan oleh Leo.


"Leo.. Lo kenapa? masuk angin..? "


tanyanya seraya memijit pelan tengkuk leher Leo yang menunduk.


Leo hanya menggeleng tidak tahu dengan kondisi badannya sendiri. keringat dingin mulai keluar di dahinya, kembali Ia merasa mual, namun lagi lagi hanya sedikit cairan yang keluar dari mulutnya.


Grace yang tidak tega akhirnya membawa Leo kembali masuk kedalam mobilnya, Grace juga mengambil alih untuk mengemudi.


"Sabar ya Le.. bentar lagi nyampe.. " ucap Grace dengan lirih seraya mengelus lembut tangan Leo yang diam menahan mual.


hening..


Ingin sekali rasanya Grace mengomel sebab teringat sebelum pulang Leo belum makan karena terlalu banyak memakan rujak buah. Ingin sekali Ia mengejek Leo yang tidak mau berbagi rujaknya, menurutnya ini karma Leo yang instan. akan tetapi rasa tidak tega terhadap Leo yang sedari tadi menahan ingin muntah mengalahkan egonya untuk mengomel.


"Stop Grace..!! " ucap Leo membuyarkan lamunan Grace sampai menepikan mobilnya


"kenapa..? mau muntah lagi?'' tanya Grace heran dan penuh kecemasan, namun Leo diam tak menjawab seraya membuka pintu dan keluar.


Kali Ini Grace diam tidak mengikutinya, sebab melihat Leo yang mulai baik-baik saja.


Grace memicingkan matanya melihat Leo membeli buah mangga dengan jumlah banyak .


Leo kembali masuk dengan wajah yang sumringah menenteng kantong besar berisikan buah mangga.


Grace menghela napas kasar, "Le.. lo ngapain beli buah mangga? mana masih muda lagi..


Noh lo gak liat tadi ada yang ngasih mangga segitu banyaknya udah mateng tinggal lo makan.. "


ucap Grace nyerocos tanpa jeda seraya melajukan kembali mobilnya. bisa bisanya Leo membeli sesuatu yang jelas sudah ada. jika saja Grace yang melakukannya, tentu Leo akan mengatainya pemborosan.


Leo hanya menaikan kedua pundaknya tak meladeni ocehan Grace.


"Aneh lo.. Okeh gue tau lo peduli sama pedagang tadi.. Tapi gak harus beli mangga juga kan.. beli buah apa ke.. " ucap Grace tanpa jeda menatap Leo dengan kesal.


lagi lagi Leo memilih diam tak menghiraukan ocehan Grace, dirinya sendiri merasa bingung dengan keinginannya tiba tiba membeli mangga muda.


___


Hari sudah gelap keduanya kini telah sampai di rumah.


Leo bergegas pergi ke kamarnya dengan sekantong mangga yang setia menggantung di genggamannya. sementara Grace mengeluarkan isi bagasi mobilnya di bantu oleh Lilis.


"Non banyak banget oleh-olehnya? " tanya Lilis terkagum.


"Hmm.. Iya bi, ini semua boleh dikasih sama warga sana..


Grace gak enak kalo nolak.. "


Jawab Grace seraya masuk kedalam


Setelah selesai Grace bergegas ke kamarnya menghampiri suaminya.


Grace terkekeh melihat sekantong mangga tergeletak di atas nakas samping tempat tidur dimana Leo sekarang tengah duduk bersandar fokus dengan laptop di pangkuannya.


"Le.. Ngapain tuh mangga dibawa masuk? "


ucap Grace tak habis pikir dengan kelakuan random suaminya.


"hemmm.. " hanya itu yang keluar dari mulut Leo masih fokus dengan aktivitasnya.


Gracepun bergegas membersihkan diri agar merasa segar dan fresh.


Selepas mandi dan mengenakan pakaiannya Grace menghampiri Leo yang masih sibuk dengan Laptopnya.


"Le.. "


"Hemm"


"Masih mual..? "


"Sedikit..Sini, tolong pijitin bentar.. " ucap Leo menepuk-nepuk pundaknya.

__ADS_1


Gracepun menurut memijat Leo sebab Ia merasa tidak tega dengannya. toh Ia sendiri merasa lebih segar setelah mandi barusan pikirnya.


Grace memulai memijat bagian pundak Leo, Ia bertumpu dengan lututnya sementara Leo masih bergelut dengan Laptopnya.


"Masih sibuk ya Le?" tanya Grace membuka obrolan.


"gue lagi pelajarin tentang perusahaan...."


"Sorry.. " lirih Grace memotong ucapan Leo, Ia merasa tidak enak dengan Leo mengingat Ayahnya yang membebankan perusahaan kepada Leo kelak setelah mereka lulus, padahal Hendri saja membebaskan Leo mengambil keputusannya sendiri walaupun sudah jelas siapa penerus perusahaannya kelak.


"Gapapa sayang.. Ini sangat menarik.. "


timpal Leo seraya melipat laptopnya menenangkan Grace.


Grace hanya terdiam kembali melanjutkan aktivitas memijatnya.


"Grace.. "


"Hmm.. Kenapa..? "


"Lo bisa bikin bumbu rujak kan? "


"Hah.. Gue..? Bisa sih.."


" Yaudah sekarang bikinin.. "


"Ya gak sekarang juga bambang.. Lagian ini udah malem, Lo juga belum makan.. "


Grace mengencangkan pijatannya sebab meras kesal terhadap Leo.


"Yaudah gak usah.. " timpal Leo ketus membuat Grace terkekeh.


Setelah selesai dengan aktivitas memijatnya Grace mengajak paksa Leo untuk makan malam.


Kali ini Grace menurunkan egonya melihat Leo kurang bernafsu untuk makan, dengan telaten grace menyuapinya.


Leopun menurut perlahan membuka mulutnya untuk menerima suapan dari Grace.


Kini keduanya tengah bersiap untuk tidur sebab merasa lelah setelah menempuh perjalanan yang cukup jauh.


"Leo.. sonoan dikit.. Gue gerah.. " ucap Grace pada Leo yang mencoba merapatkan tubuhnya seraya memeluk Grace.


"Dingin begini.. Lo bilang gerah.. " timpal Leo melingkarkan lengannya diperut Grace.


ucap Grace memindahkan dengan kasar lengan Leo dari perutnya.


Leo mendengus kesal seraya mengacak rambutnya secara kasar. lagi lagi Grace bertingkah aneh.


"Huhh.. Yaudah gue tidur di sofa.. Awas aja kalo nyamperin.. "


Ucap Leo ketus seraya bangkit dan pindah ke sofa membawa bantal dan selimut.


"Dih.. Pedegile lo.. tuh selimut ngapain dibawa..? "


"Lo gerahkan? " sarkas Leo seraya membaringkan dirinya di sofa.


"Ok fine.. " timpal Grace ketus


Keduanya kini benar-benar terlelap dengan posisi saling memunggungi.


___


Dini hari Grace terjaga sebab dirinya kembali merindukan dekapan Leo.


Grace membuka matanya mengedarkan pandangan ke arah sofa namun tak mendapati keberadaan Leo di sana.


Iapun mencari keberadaan Leo ke kamar mandi, ke balkon namun hasilnya nihil.


Grace bergegas turun kebawah memastikan keberadaan mobil dan motor Leo di garasi, Ia takut jika Leo meninggalkannya.


Namun langkahnya terhenti ketika mendapati Leo sedang duduk di meja makan.


Grace terbelalak mendapati Leo tengah asyik makan mangga yang dibelinya tadi ditepi jalan.


Grace tidak habis pikir dengan suaminya yang tidak tahu waktu,


"Leo.. Lo ngapain makan mangga malem-malem? Ini lagi nih berantakan gini sih.. "


Ucap Grace melihat meja dapur berantakan, seperangkat alat untuk membuat bumbu rujak berserakan di sana.


"Sorry.. Gue gak bisa bikin bumbu rujak, udah tutorial tapi gak bisa.. ternyata di cocol pake garem doang enak.. Gue janji bakalan beresin lagi.. "


Leo mendadak bawel membuat Grace terkekeh geli.

__ADS_1


"Ya ampun.. Lo masih ngerasa mual ? " tanya Grace terkekeh, namun dengan cepat Leo menggeleng.


"temenin bentar.. "ucap Leo santai masih ayik memakan mangganya.


"Hmm.. "


Grace bergidik ngilu melihat Leo begitu rakus makan mangga muda diwaktu dini hari.


Merekapun kembali kekamar setelah Leo merasa puas dengan mangga mudanya.


Leo membaringkan tubuhnya merapat dengan Grace, sebab Ia sudah paham dengan sifat Grace yang mudah sekali berubah pikiran.


"Sayang.. Peluk.. " ucap Grace manja tanpa dosa


Leopun membawa Grace kedalam dekapannya.


"Le... "


"Hemm.. "


"Besok kerumah mamah ya.. Gue kangen mamah.."


"Besok kan malam tahun baru Grace.. "


Leo sudah membayangkan menghabiskan malam pergantian tahun hanya berdua bersama Istrinya.


"Justru itu.. gue mau ngrayain disana , kalo perlu ajak temen kita.. Boleh ya.. "


Grace membayangkan indahnya merayakan malam tahun baru bersama mertua juga kedua sahabatnya.


bukannya Grace tidak ingin mengajak Ayahnya, namun Grace masih merasa canggung dengan kehadiran Ibu sambungnya.


"Yaudah terserah, udah tidur lagi.. sorry gue udah ganggu tidur lo.. "


Ucap Leo seraya mengelus lembut rambut Grace


"Hemm.. Le.. Lo gak minta..? " bisik Grace menggoda Leo.


"Boleh..!" timpal Leo dengan semangat menyibak selimut dan melemparkan ke sembarang arah.


Permainanpun panas akan segera dimulai.


____


Sore hari Keduanya baru bisa berangkat ke kediaman orangtuanya setelah istirahat yang cukup lama akibat permainan yang di lakukan berulang kali.


Tak lupa Grace membawa buah tangan untuk mertuanya yang didapatnya kemarin.


Kini keduanya telah tiba di kediaman Hendri juga Deti, terlihat disana kedua sahabat Grace juga sohib Leo telah sampai sedari tadi.


"Kang telat.. baru dateng.. " ucap Ari cengengesan


"Biasa.. tugas mulia.. " timpal Grace santai.


"Anjay... berapa tanjakan bestie? " timpal Silvie cekikikan.


"Secret.. "


Grace melengos menghampiri kedua mertuanya melepas rasa rindunya, tak lupa Grace juga memberikan buah tangan yang dibawanya.


Hari sudah gelap, kini semua berkumpul di halaman belakang.


Hendri dan Deti sengaja mengadakan pesta barbeque untuk menghangatkan suasana menyambut pergantian tahun.


Suasana semakin hangat tatkala semua saling melempar candaan juga guyonan.


Leo merasa bahagia melihat Grace tertawa begitu lepas seperti tidak ada beban.


Ini yang sangat di inginkan oleh Leo, senyum dan tawa Grace adalah energi untuk jiwanya.


___


Tak terasa kini tinggal menantikan detik-detik pergantian tahun, semua berdoa dengan khidmat dalam hatinya masing-masing, meminta kepada Sang Pencipta kebaikan di tahun tahun yang akan datang


Kedua sohib Leo juga para pegawai rumah Hendri kini telah siap dengan kembang api yang akan segera dinyalakan.


hitungan mundur dimulai, semua kompak menghitung dari angka sepuluh.


Tiga.... Dua.. Sattt..


bluggghhh


"sayang.. bangun...!!! "

__ADS_1


__ADS_2