Malu Malu Kucing

Malu Malu Kucing
part 63


__ADS_3

Senja dengan jingganya menggambarkan hati kedua insan yang tengah dimabuk asmara, menciptakan ketenangan kedamaian untuk keduanya yang saling merindukan satu sama lain.


Lantunan musik menemani mereka sepanjang perjalanan pulang .


"Gue yang bawa Le.. " rengekan Grace untuk kesekian kalinya dan tentu saja Leo melarangnya untuk mengemudi.


"No.. " timpal Leo masih fokus menyetir.


"Reese lo.. "


timpal Grace ketus mendelik.


melihat itu Leo dibuat terkekeh mengacak rambut Grace, seketika Ia terhenyak dengan Grace yang tiba-tiba mendekatkan wajahnya,


"ma...ma.. Mau ngapain? "


ucapnya gelagapan saat bibir Grace semakin dekat dan mengikis jarak diantara keduanya.


fyuhh.. satu tiupan dari Grace langsung menyadarkannya.


Grace menyeringai sebab berhasil membuat Leo salah tingkah, rupanya Ia ingin membalas kejadian tadi,


"Gak sabaran banget lo.. di rumah kan bisa. "


goda Grace santai mengambil kacamata yang Leo kenakan dan berpindah di wajah cantiknya.


"Awas patah, itu baru gue pake.. "


ucap Leo ketus kembali fokus mengemudi.


sementara Grace meliriknya sebal,


"Ketakutan banget lo..


Baru juga nyangkut di idung mancung gue.."


sahut Grace songong seraya mengganti genre musiknya dengan musik Remix Dj membuat mobilnya sedikit bergetar akibat dari bass sistem yang sangat kuat.


Leo mendengus kesal, sebab sedari tadi dirinya senang menikmati alunan musik klasik menambah kesan romantis dikala senja. dan dengan entengnya Grace mengganti genre musik tersebut.


"Dasar cewek aneh.. Bisa lo berasa dikelonin sama musik beginian.."


gumamnya melirik Grace yang mulai terpejam.


Perlahan Leo menurunkan volumenya mengingat Grace sudah benar-benar terlelap dengan kacamata yang melekat dan mulut yang sedikit menganga.


dan itu membuat Leo iseng memotretnya seraya mengunggahnya di akun instagram miliknya dengan caption


"don't disturb..!!! Macan lagi bobo"


Leo memang senang mencuri-curi untuk memotret Grace jika sedang bertingkah nyeleneh, tetapi baru kali ini Ia berani mengunggahnya.


Tak butuh waktu lama poto yang diunggahnya banyak yang menyukai sampai ribuan dalam waktu beberapa menit dari waktu pengunggahan, tak lupa dengan komentar dari para pengikut


"aaa... Ka Grace cute banget sih.. "


"Leonard.. So sweet😍😍😍"


"best couple, semoga langgeng.. "


Leo menggeleng tersenyum membaca sekilas beberapa komentar yang kebanyakan menebak-nebak jenis kelamin anak yang dikandung Grace.


Lantas Leopun menanggapi dengan memberikan satu komentar,


"Apapun jenis kelaminnya, yang penting sehat, kuat sekuat Ibunya.. "


dan tak butuh waktu lama para penggemar langsung membalas komentarnya kegirangan, seumur-umur Leo merespon komentar dari para penggemar.


Leopun merasa tersentuh dengan komentar para penggemar yang tiada hentinya mendoakan kebahagiaan keluarga kecilnya.


___


Keduanya kini tiba dirumah,


Leo merasa tidak tega untuk membangunkan Grace yang terlelap dengan wajah yang begitu tenang dan damai,


Ia pun menggendong Grace ke kamar tamu dan merebahkannya ditempat tidur .


Jam menunjukkan pukul delapan malam, Grace mulai terbangun dari tidurnya.


Mengedarkan pandangan melihat seisi kamar yang telah berubah, dimana semua barang yang berada di kamar atas kini berpindah dikamar bawah .


Grace mengucek matanya perlahan, dan langsung terbelalak melihat Leo yang tengah duduk di sofa sudut kamar dengan bertelanjang dada. dan itu membuat Grace merasakan mimpi tempo hari dimana Leo menyambutnya,


akan tetapi kali ini bukan sinar mentari yang menyoroti tubuh kekar Leo, melainkan cahaya dari layar laptop yang menyorotinya membuat Leo terlihat begitu gagah.


Grace semakin terpukau dengan Leo yang kini memasang wajah serius bergelut dengan laptopnya sebab terlihat begitu dewasa.


Gracepun menghampirinya dan mendudukkan diri disamping Leo seraya menyandarkan kepala dibahunya.


Leo terhenyak ketika Grace tiba-tiba mencium pipinya,


"Udah tidurnya..? "


tanya Leo kembali fokus dengan aktivitasnya.


Gracepun mengangguk seraya melingkarkan kedua tangannya di perut Leo,


"Lo gak capek..? " tanyanya dengan suara khas bangun tidur.


sekali lagi Grace begitu kagum dengan Leo yang pekerja keras. sebagai kepala keluarga Leo memang sangat bertanggung jawab berdiri di kaki sendiri diusianya yang terbilang masih muda.


Leo menggeleng mengulas senyuman,


"Semua demi keluarga kecil kita.. So.. Gue gak boleh malas-malasan.. "


timpalnya santai masih fokus dengan laptopnya.

__ADS_1


"Le.. Kenapa barang di atas pada ada disini..? "


tanya Grace keheranan,


"Sekarang kamar kita disini Grace.. Gue gak mau lo capek.. "


timpal Leo santai mengingat Grace saat ini tengah mengandung, merasa ngilu jika harus bolak-balik menuruni tangga.


Grace semakin terpana dengan Leo yang memperlihatkan hal sekecil apapun untuk kebaikannya.


Grace mendongak menatap belahan jiwanya,


"I miss you smell of your body.. "


bisiknya membuat Leo terpaku, kemudian menghentikan aktivitas sembari menutup laptopnya.


Ia pun membalas menatap Grace penuh arti seraya mendekatkan wajahnya dengan wajah Grace,


Keduanya memejamkan mata ketika bibirnya mendekat, semakin mendekat dan..


Brottttt...


Sontak keduanya membulatkan mata terkejut dan mengurungkan niat untuk berciuman.


Leo menghela napas kasar karena Grace sudah mengacaukannya.


"Sorry.. Kelepasan.. Mules gue.. "


ucap Grace cengengesan tanpa dosa berlalu meninggalkan Leo.


"Sekalian mandi Grace.. !!!"


teriak Leo pada Grace yang sudah masuk ke kamar mandi.


"Iyaaaa..!!!" timpal Grace tak kalah berteriak.


____


Selepas menunaikan aktivitasnya di kamar mandi, Grace keluar dengan membuka lebar pintu kamar mandi tersebut dengan wajah yang terlihat kesal.


Grace menatap tajam ke arah Leo yang kembali sibuk dengan pekerjaannya.


Leopun tersentak mendengar pintu terbuka dengan keras, Ia mendongak melihat Grace hanya mengenakan handuk di atas lutut membuat jakunnya langsung naik turun.


melihat raut wajah Grace yang garang, Leopun mencoba menetralkan pikirannya yang sempat jorok,


"Kebiasaan lo.. Boker bawa-bawa hape.. " ucapnya santai kembali fokus pada laptopnya.


Grace mengepalkan tangan geram dan menghampiri Leo dengan tatapan tajam,


"Leonard...!!! "


Grace melemparkan bantal kearah Leo.


"Kamprett lo.. ngapain upload poto gue lagi molor..? "


sementara Leo hanya tertawa dengan tingkah Grace yang terlihat begitu mengemaskan baginya.


Merasa tak puas sebab Leo malah menanggapinya dengan kekehan , Grace berniat hendak memukul dada bidangnya,


"Lo apus buruan..!!! pake ngatain gue macan lagi.. Sialan lo.. "


Grep


Dengan sigap Leo mendekap Grace membuatnya tak berkutik ketika Leo menatapnya lebih dalam,


"Mami Cantik.. " bisik Leo ditelinga Grace.


blush.. seketika Grace mati kutu, jantungnya berdetak tak beraturan susah untuk dikendalikan.


Seringai di wajah Leo melihat Grace yang gugup,


"I want you.. "


Ucapnya pelan dengan tatapan hangat penuh arti, membuat Grace susah payah menelan ludahnya.


Leo meraih dagu Grace lalu mendekatkan bibirnya perlahan seraya mel*m*tnya lembut, kemudian kembali menatap istri yang sudah lama Ia rindukan.


Grace yang mulai bisa mengendalikan detak jantungnya, kini beralih meraih wajah Leo dengan kedua tangannya.


Grace mulai agresif mencium bibir Leo dengan ganas, menumpahkan rasa rindu yang selama ini terpendam.


Keduanya berciuman cukup lama dari ciuman lembut menjadi ganas hingga Grace tak sadar Leo telah membaringkannya di tempat tidur.


Grace tak lepas memandang Leo, lelakinya yang sangat Ia rindukan.


Leo melepas handuk yang melilit tubuh Grace.


Grace begitu menikmati cumbuan dari Leo disekujur tubuhnya sampai tak sadar beberapa kali Ia melenguh terlebih saat Leo bermain dengan benda kesukaannya.


Kini keduanya kembali merasakan melepaskan hasrat yang cukup lama tak terlampiaskan.


🍃🍃🍃


Keesokan harinya Grace terbangun dari tidurnya dengan napas yang tersengal, dirinya kembali bermimpi kehilangan Leo.


Grace segera bangkit dan memakai pakaian sekenanya. Ia mencari keberadaan Leo yang sudah tidak ada di sampingnya.


"Leo.. Leonard.. "


teriak Grace seraya menyusuri seisi rumah.


"Den Leo lagi di depan non.. " timpal Lilis cengengesan menggeleng melihat majikannya terlihat berantakan.


Gracepun bergegas keluar tanpa menyahuti Lilis, dirinya benar-benar merasa paranoid takut kehilangan Leo.


Terlihat Leo sedang asyik mengurusi tanamannya dihalaman depan.

__ADS_1


Leo memang sangat senang dengan beberapa tanaman hias seperti jenis tanaman Aglonema juga Anthurium, terlebih dengan bonsai yang sengaja Ia bawa dari kediaman orangtuanya


"Leo.. "


Grace memeluknya dengan erat dari belakang.


"Lo gak nyiremin.. ? Nih liat pada kering.. "


ucap Leo pelan menunjukkan beberapa daun yang sudah kering.


"Males.. " timpal Grace santai tanpa dosa.


"Anak IPA gak suka tanaman. . "


ucap Leo kesal seraya menyentil kening Grace.


sementara Grace diam tak bergeming, namun matanya membola ketika melihat beberapa wanita tengah memperhatikan aktivitas Leo, dan itu sungguh membuatnya kesal.


"Leo.. ayo masuk.. " ucapnya pelan menarik lengan Leo.


"Kenapa..? " tanya Leo heran,


"Gue gak suka lo diliatin emak-emak komplek..


itu lagi , sejak kapan depan rumah jadi jalur jogging.. "


ujar Grace kesal melihat para gadis mondar-mandir disekitar rumahnya.


Leo terkekeh dengan tingkah Grace yang posesif.


"Ya udah ayo.. tapi mandi bareng.."


godanya merangkul Grace mengajaknya masuk.


___


Keduanya kini tengah berendam bersama di bathtub dengan aroma terapi,


"Le.. "


"Hmm.. "


"Cukur ya.. "


ucap Grace meraih dagu Leo yang sedikit berbulu sebab selagi berjauhan dengannya Leo benar-benar tak memperdulikan penampilannya.


"Kenapa..? Lo gak suka..?" tanya Leo heran, padahal dirinya sengaja membiarkan itu agar terkesan dewasa.


"Bukan gitu.. Gue geli.. "


ucap Grace ragu-ragu dengan suara pelan mengingat kejadian semalam.


Seringai di wajah Leo, Ia menarik tengkuk Grace untuk mendekat kearahnya. dan dengan rakus Leo menyusuri leher jenjang Grace, serta tak lupa tangan nakalnya bermain dengan benda kenyal kesukaannya.


"Geli apa enak? " godanya melihat Grace melenguh nikmat,


Leo melanjutkan aktivitasnya seolah tak membiarkan Grace untuk membalas perlakuannya.


Pergulatan panas pun terjadi lagi dan lagi dengan sensasi yang sangat luar biasa untuk keduanya.


___


Selepas melampiaskan hasratnya dan membersihkan diri kini keduanya sedang menikmati sarapan bersama.


"Le menurut lo anak kita cewek apa cowok..? "


tanya Grace ditengah kunyahannya.


"Mau cewek atupun cowok yang penting dia terlahir dari orang yang spesial buat gue.. "


timpal Leo sejujurnya.


"Ch.. Gombal.. Tapi gue maunya cowok Le.. "


ucap Grace menekankan.


"Emang kalo cewek kenapa..? Pasti cantik kaya lo.. "


timpal Leo merasa heran dengan kemauan Grace.


"Itu dia.. Gue maunya gue yang paling cantik buat lo.. "


timpal Grace enteng,


Leo menggeleng dengan tingkah Grace,


"Ya ampun Grace.. Lo ama anak sendiri bisa cemburu.. "


"Bodo.. Pokoknya gue mau paling cantik buat lo.. "


timpal Grace ketus membuat Leo merasa gemas hendak menciumnya.


Drett.. Drettt..


suara panggilan di ponsel Leo membuat niatnya terhenti.


"Hmm .. Kenapa pah..? "


"Kalian berdua segera kesini,................ "


"Hmm.. "


tut... panggilan pun terputus.


"Shiiittt.. " Leo mengumpat kesal seraya mengepalkan tangannya membuat Grace bingung.


"Kenapa Le..? "

__ADS_1


__ADS_2