Malu Malu Kucing

Malu Malu Kucing
part 31


__ADS_3

Keesokan harinya Grace dan Leo bangun lebih pagi karena harus mempersiapkan keperluan untuk pindah ke rumah baru mereka.


"Udah selesai..? " tanya Leo yang sedang mengerikan rambutnya dengan handuk kecil.


"Harus banget ya hari ini..? " Ucap Grace yang tengah mengemas bajunya kedalam koper.


"Hmm.. nanti pulang sekolah langsung ke sana."


Ucap Leo santai, sementara Grace menghela napas pasrah dengan keputusan suaminya.


Deti melongo melihat anak dan menantunya membawa koper, Ia tak menyangka jika putranya akan mengambil keputusan untuk segera pindah dari kediamannya. pasalnya Deti sendiri tahu jika suaminya hanya menggertak putranya sebab masih terlibat tawuran.


"Loh nak.. Gak nunggu hari libur aja..?" Tanya Deti heran, sementara Leo diam tak menjawab.


"enggak mah.. nanti pulang sekolah langsung ke sana." jawab Grace gugup, dirinya merasa tidak enak dengan mertuanya.


"Hmm.. Okeh kalo itu keputusan kalian, tapi inget, harus saling jaga ya.. Jangan ribut terus.. Sesekali main kesini, kalo bisa segera kasih mamah cucu.. "


Ucap Deti cengengesan seraya menyiapkan sarapan untuk anak menantunya.


"Siap mah.. "


Kini Leo bersuara lantang ketika mendengar kata cucu, berbeda dengan Grace yang salah tingkah seraya menginjak kaki Leo, sementara Deti terkekeh dengan tingkah anak menantunya.


____


Di perjalanan menuju sekolah hanya hening yang tercipta sebab Grace tertidur karena rasa lelahnya melayani hasrat suaminya yang berulang kali melakukannya membuat Grace hanya bisa tidur sebentar.


"Dasar *****.. "


Ucap Leo setelah melirik Grace disampingnya


"Gue denger itu Leonard..!!! " Ucap Grace masih terpejam membuat Leo terkekeh.


"Gue ngantuk gara-gara lo sialan.. " umpat Grace kembali yang masih mempertahankan matanya untuk terpejam.


"Please.. Touch me.. Please.. Baby.. Please.. "


Sarkas Leo terkekeh memperagakan rengekan Grace semalam. sungguh Leo tidak ada wibawanya ketika berucap seperti itu dengan gaya menye-menye.


Grace terbelalak tak percaya mendengar sindiran dari Leo.


"Bumbu...mana ada gue ngomong kek gitu..? " elak Grace.


"Oh ya..? Lain kali kita rekam okeh.. "


Timpal Leo santai.


"Gak usah ngadi ngadi.. Lagian bisa gak sih semalem aja lo gak minta.." ucap Grace kesal.


"Gak bisa sayang, gak inget mamah minta apa?"


Goda Leo terkekeh menaikturunkan kedua alisnya, sementara Grace mendengus kesal membuang mukanya menatap jendela.


Sesampainya di sekolah Ari menghampiri mobil mereka.


"Kenapa..? "


tanya Leo kesal sebab Ari sudah mengganggu ritualnya dengan Grace.


"Minjem ban serep le.. " Jawab Ari Santai.


"Cih.. Anak Sultan darimananya lo..? " umpat Leo kesal.


"Yaelah bro.. Urgent ini.. "ucap Ari melas.


"Emang gak bisa entar aja? belakang noh.."


Timpal Leo menunjuk bagasi belakang mobilnya.


Aripun membuka bagasi belakang, matanya langsung melongo


"Gila.. Lo diusir le..? " tanya Ari melihat beberapa keperluan Leo dan Grace termasuk koper koper besar.


"Rumah gue udah kelar.. " Jawab Leo malas


"Wihhh.. Hebat lo, bebas kiwkiw dong?"


Ucap Ari frontal sambil cengengesan membuat Leo dan grace kompak menatapnya tajam.


"Ampun.. Ampun.. " ucap Ari gugup menelan ludahnya bergidik kemudian bertingkah menyembah pada Leo juga Grace.


Mereka sama sekali tak menanggapinya hanya menahan tawa dengan tingkah Ari.


_____


Waktu istirahat seperti biasa Grace cs memilih berbincang di kantin sambil icip icip makanan.


"Inget Me, jangan sembarangan makan lagi.. " ucap Silvie mengingatkan Megan yang baru sembuh dari sakitnya.


"Tau Me, biasanya dia yang sembarangan makan.. " timpal Grace menunjuk Silvie dengan dagunya.


"Anjirr.. Sama aja lo Grace.. segala macem di makan, kalo ada oseng baut pasti lo makan.. "

__ADS_1


timpal Silvie cekikikan mendapatkan toyoran dari Grace.


"Eh grace gimana..? "


tanya Silvie menggantung.


"awalnya sakit sih, tapi kesananya ya.. Lo tau sendiri lah.. entar lo juga ngerasain kalo udah merried.. "


Bisik Grace dengan hati-hati.


Sontak Silvie dan megan terbelalak..


"Be.. Ge.. Gue nanya gimana masalah lo sama si Leo! wait.. wait.. segel lo udah di buka grace..? '


Tanya Silvie penasaran, sementara megan terkekeh melihat Grace yang kini salah tingkah.


" Anjay.. Cerita dong Grace... "


rengek Silvie menggoyang goyangkan lengan Grace.


"Bocil di larang keppooo.. "


Ucap Grace kembali menoyor kepala Silvie.


"Lah anjirr.. Guekan mau tau gimana rasanya pas pertama... " timpal Silvie cemberut.


"Lo mau tau gimana rasanya..? "


Bisik Grace seraya merangkul kedua sahabatnya untuk menunduk, keduanya pun mengangguk semangat.


"Rasanya anjim banget..!!! "


Grace dengan suara lantangnya sambil menggebrak meja membuat kedua sahabatnya tersentak kaget, tak terkecuali dengan orang-orang yang berada disana semua menatap heran ke arah meja Grace cs.


"Ehemm.. "


Suara deheman dari belakang yang tak lain ialah suara Leo yang berjalan bersama kedua sohibnya melewati Grace cs.


Ketiganya langsung salah tingkah dengan kehadiran Leo cs, sementara Ari dan Exel terkekeh mengikuti langkah Leo menuju mejanya.


"Kira-kira yang anjim banget apaan ya?"


Goda Ari sok polos diangguki oleh Exel, sementara Leo diam tak menghiraukan.


"Le.. katanya lo mau pindah? Emang rumahnya udah rampung? " Tanya Exel.


"Hmm.. Ini semua berkat om lo.. " ucap Leo santai


"Lo hebat Le, udah mandiri. Iri gue sama lo.. "


Di meja lain.


"Guys tau gak kemaren tuh cewe neguk karbol anjir.. " ucap Silvie mulai mengibah.


"Gila tuh cewek nekat bet caper ma laki lo grace.. Lo kudu hati-hati grace.. "


timpal Megan di angguki oleh Silvie.


Sementara Grace diam tidak memperdulikan ucapan Megan setelah menerima pesan dari pelayan di kediaman ayahnya memberitahukan jika ayahnya tengah dirawat di rumah sakit karena terkena serangan jantung.


Grace merasa khawatir dengan keadaan ayahnya, bagaimanapun juga Grace sangat menyayangi Ayahnya, meskipun dirinya merasa kecewa tetapi Grace tidak mau kehilangan orang yang Ia sayangi untuk kedua kalinya.


"Woyyy..!! malah ngelamun lo.. " ucap Megan menepuk bahu Grace.


"Lagi mikirin ayang takut diambil orang" timpal Silvie cekikikan.


"Cih.. Sayangnya gue gak takut tuh.."


ucap Grace santai menyembunyikan perasaan cemasnya.


"Anjay.. pedegile lo, emang si Leo udah nyatain perasaannya sama lo..? "


tanya Silvie terkekeh mendapatkan toyoran dari Megan.


"Be.. Ge.. Si Grace gak mungkin bilang anjim banget kalo si Leo gak ada rasa sama dia.. "


timpal Megan gemas sementara Grace terkekeh.


"Anjir.. Tumben lo peka selangkah dari gue masalah begituan.. "


Silvie menimpali.


"Ngeres otak lo berdua.. Cabut yuk.." ajak Grace di angguki keduanya.


___


Sepanjang jam pelajaran Grace kurang konsentrasi dengan penjelasan dari Guru, lagi-lagi Ia memikirkan kondisi Ayahnya.


"Grace.. Bisa kerjaan soal yang ini..? "


Ucap guru di depannya melihat Grace melamun tidak memperhatikan penjelasannya.


Grace menghela napas mencoba tetap tenang,

__ADS_1


"Baik bu.. " ucap Grace seraya maju ke depan, beruntung Grace bisa mengerjakan soal tersebut, semua teman sekelasnya berdecak kagum kemampuan Grace memang tidak bisa diragukan.


"Anjir.. Ngelamun aja ngerjain soal bisa bener begitu, wow emang si Grace.. "


Bisik salahsatu teman Grace.


____


Jam pelajaran telah usai, waktunya untuk pulang.


"Grace noh ayang udah nungguin aja.. "


Goda Silvie menunjuk Leo yang t


sedang berdiri di samping mobilnya.


Grace diam tidak menanggapi seraya meninggalkan kedua sahabatnya untuk menghampiri Leo.


"Si anjir, kalo udah bucin maen pergi aja.. "


ucap Silvie kesal sementara Megan terkekeh.


Grace menghampiri Leo dengan langkah yang lunglai.


Leo mengacak rambut atasnya dengan gemas sementara Grace menunduk diam mematung tak bergeming membuat Leo merasa heran dengan sikap Grace yang tak seperti biasanya.


"are you okay..? " tanya Leo seraya menaikan dagu Grace dan menatap wajahnya.


Grace masih diam akan tetapi kedua matanya mulai berkaca-kaca, melihat itu Leo langsung membawa grace kedalam pelukannya agar Grace tidak menahan airmatanya.


"Menangislah.. jangan lo tahan, Gue selalu ada buat lo.. "


Ucap Leo seraya mengusap lembut rambut Grace.


benar saja Grace sudah tak mampu menahan airmatanya lagi, tangannya melingkar memeluk Leo dengan erat.


"Lo udah liat kan kelemahan gue waktu nyokap gue ninggalin gue selamanya? Gue gak mau itu terjadi lagi, gue gak mau kehilangan lagi.. "


Ucap Grace sesegukan di dekapan Leo sampai membuat baju Leo basah karena airmatanya.


Leo mengerutkan dahi kurang mengerti apa sebenarnya yang terjadi, Iapun mengurai pelukannya lalu meraih wajah Grace dan mengusap airmatanya dengan Ibujari.


"No grace.. Lo selalu kuat.. " ucapnya seraya merapikan rambut grace menyelipkan di daun telinganya.


Pemandangan itu tak luput dari perhatian para murid disekitarnya.


"Daebak.. berasa nonton drakor anjirr... "


"Mereka beneran pacaran gak sih? kadang pada ribut, sekarang romantis begini.. bingung gue.. "


"Kalo mereka pacaran lo mau apa..? "


"tadinya gue mau bunuh cewek yang deket sama kak Leo.. tapi kalo itu Kak Grace gue mundur bestie.. mundur.. "


"Mereka bedua emang cocok.. "


Bisikan-bisikan para siswi yang melihat adegan romantis Leo juga Grace membuat kedua sahabat Grace terkekeh.


"Eh tapi Si Grace keliatannya nangis deh, samperin yuk.. "


Ucap Silvie seraya melangkah ingin menghampiri Grace namun dicekal oleh Megan yang menarik bajunya.


"Bege.. gak usah kelles kan ada si Leo, yang ada lo ngerusak momen anjirr.. "


Ucap Megan menoyor kepala Silvie.


"Gue kan penasaran si Grace kenapa.. "


Ucap Silvie kesal.


"Gak usah.. mungkin itu urusan rumah tangga mereka, buktinya si Grace gak mau cerita sama kita kan..? "


Ucap Megan mengingatkan.


Silvie menghela napas pasrah.


"Hmm yaudah.. beruntung si Grace ada buat bersandar, Lah gue..?"


Ucap Silvie membuat Megan terkekeh.


"Berjuang terus bestie.. "


____


"Yaudah kita kesana.. Lo mau kan? " tanya Leo seraya menggenggam tangan Grace.


Gracepun mengangguk mengiyakan.


"Thanks ya Le.. "


Ucap Grace mulai tersenyum ke arah Leo.


Leo pun mengangguk seraya mengacak pucuk kepala Grace.

__ADS_1


"Ayo..! "


__ADS_2