Malu Malu Kucing

Malu Malu Kucing
part 23


__ADS_3

Jam pelajaran telah usai, semua murid berhambur keluar dengan semangat untuk pulang terkecuali seorang gadis yang nampak kebingungan setelah keluar dari ruang guru.


"Grace.. Nih tas lo.. gimana amankan..? "


Tanya Silvie.


"Aman pala lo.. Nih liat.. "


Jawab Grace kesal menyodorkan selembar surat panggilan orangtua.


"Hahh.. Ko bisa si Grace..? "


Tanya Silvie keheranan.


"Tau.. Sialan emang si Lindayy.. pake fitnah gue segala.. "


Jawab Grace.


"Lah emang gak ada saksi gitu Grace..? "


Tanya Megan.


"Ya ada.. Itu dayang-dayang curuttt.. "


Jawab Grace sebal.


"Ngajak ribut emang tu kunti... perlu dikasih pelajaran.. "


Ucap Silvie ikut kesal sambil berlagak menyingsingkan jaketnya.


"Dah lah anjir.. Percuma... Bikin tangan kotor aja.. "


Timpal Grace diacungi jempol oleh Megan.


"Grace bokap lo...?"


Tanya Silvie gugup


ting..


Hubby :


"Pulang sendiri gapapa kan? Gue ada urusan. "


Grace menghela napas kasar, sebenarnya ingin sekali pulang bersama Leo.


Mine:


" it's okay.. "


"Guys gue cabut duluan ya.. "


pamit grace pada kedua sahabatnya selepas membalas pesannya.


"Loh.. Gak bareng si Leo..? "


Tanya Megan.


"Gak, dia ada urusan... "


Jawab Grace.


"Udah bareng gue aja.. "


Ajak Megan.


"Lo kaya gak tau si Grace aja Me.. Ogah pamer paha... "


Timpal Silvie cengengesan.


"Udah ah gue cabut.. Taksinya udah dateng... Bye guys. "


Gracepun berlalu meninggalkan kedua sahabatnya.


____


Sepanjang perjalanan Grace termenung menatap kosong ke luar jendela,


menghela napas kasar seraya memasukan kembali selembar kertas ke saku seragamnya yang sempat Ia baca.


"Neng ini mau kemana dari tadi muter-muter terus.. "


Tanya supir taksi yang melirik Grace sekilas lewat kaca spion depan.


"Jalan Anggrek pak.. "


Jawab Grace masih menatap keluar jendela.


Taksi yang ditumpangi Grace kini memasuki kawasan Elit dimana kediaman orang tua Grace sebagai tujuannya.


"Stop dulu pak.. "


Titah Grace pada sang supir.


Grace membuka sedikit kaca jendela mengedarkan pandangannya ke arah kediaman orangtuanya.


senyumnya mulai terukir tatkala mendapati sang ayah tengah duduk santai di kursi taman depan rumahnya.


"Miss you Dad.. "


Grace bergegas ingin keluar menghampiri ayahnya, namun langkahnya terhenti saat melihat seorang wanita paruh baya menghampiri ayahnya dengan membawa nampan berisikan dua cangkir teh.


Senyuman yang mulai terukir kini pudar seketika, Grace merasa kecewa dan juga terluka. bagaimana tidak, kebiasaan kedua orangtuanya berbincang di sore hari menikmati secangkir teh hangat adalah momen yang paling dikenang olehnya.


pasalnya momen tersebut menjadi waktunya untuk mengadu keluh kesahnya di sekolah. Namun kini posisi sang Ibu dengan mudahnya terganti dalam waktu yang cukup cepat pikirnya.


Grace menghela napas kasar.


"Putar balik pak.. "


Titah Grace pada sang supir.


Selama perjalan Grace kembali termenung memikirkan ayahnya yang terlihat bahagia bersama pendamping barunya.


"Secepat itu Dad.. Secepat itu Daddy melupakan Mommy.. "


Batin Grace menahan tangisnya.


Ditengah perjalanan pulangnya, Grace menajamkan penglihatannya ketika melihat seseorang yang Ia kenali tengah berbincang bersama seorang gadis seumurannya.


"Hhh.. Ini yang lo maksud ada urusan....."


gumamnya seraya menyunggingkan bibirnya.


Sementara di tempat lain Leo terlihat tengah menunggu seseorang di suatu Cafe outdoor.


"Loh.. Leo.. gimana kabarnya..? "


Tanya seorang gadis yang menghampirinya dan langsung duduk dihadapannya.


"Sangat baik.. "


Jawab Leo acuh seraya memainkan ponselnya.


"Lo berubah Le.. "


Ucap Gadis tersebut terus menatap Leo.

__ADS_1


Namun Leo diam tak menanggapinya sampai Ia tak berani bertanya lagi dan pamit undur diri yang diangguki oleh Leo.


Sesampainya dirumah, Grace menghampiri Ibu mertuanya yang tengah menonton televisi di ruang keluarga.


"Loh.. Sayang.. Ko tumben jam segini baru pulang? Leo mana..? "


Tanya Deti kepada menantunya.


"Leo ada urusan mah.. "


Jawab Grace.


"Emh.. Kirain kalian malmingan .. "


Goda Deti terkekeh.


"Iya si kamprett malmingan sama cewek lain.. "


Batin grace.


"Tadi Leo bilang ada urusan mah.. Grace kalo gak bareng Leo lupa jalan pulang mah.. "


Ucap Grace melas.


"Kamu nyasar.. Ko bisa..? "


Deti terkekeh.


"Grace lupa.. Malah pulang ke rumah Daddy.. "


Jawab Grace lemas.


"Kamu abis ketemu Daddy ..? Gimana kabarnya..? "


Grace menggelengkan kepalanya.


"Baik mah.. Sangat baik malah.. Sampe grace gak enak takut ganggu mereka.."


Ucap Grace sambil menundukkan kepalanya.


"Sayang..."


Deti membelai rambut menantunya. Ia terenyuh mengerti keadaan hati Grace.


"Grace mau masak mie mah.. Laper.. Mamah mau gak??? "


Tanya Grace yang mudah merubah moodnya.


"Nggak sayang.. Kamu aja.. Inget jangan sering-sering makan mie instan, gak baik.. "


Ucap Deti.


"Siap mah.. "


***


Leo baru pulang kerumah setelah selesai dengan urusannya.


"Leo.. mamah mau bicara sebentar.. "


Ucap Deti yang tengah menyiapkan makan malam. Leo pun menghampirinya.


"Ajak istri kamu makan, dari tadi ga keluar kamar, tadi sih makan mie.. "


Titah Deti kepada putranya, Ia pun menceritakan bahwa Grace sedang tidak baik-baik saja.


Leopun mengangguk mengerti, Kemudian bergegas ke kamarnya.


Ceklek...


Leo memasuki kamarnya, menghampiri Grace yang tengah tertidur pulas di sofa dengan posisi tak beraturan.


Leo menghela napas menggelengkan kepalanya.


"barbar.. "


Ucap Leo seraya mengambil sapu dan mulai membersihkan sampah yang berserakan.


Matanya memicing ketika mendapati gumpalan kertas yang tergeletak di sudut sofa, merasa penasaran Leopun membuka kertas tersebut.


***


Hari minggu pagi Grace kembali terlelap setelah sejenak terbangun tak mendapati Leo disampingnya.


Ekspetasi tak sesuai realita, Grace berangan menghabiskan akhir pekannya bersama Leo, mengayuh sepeda, jalan-jalan, nonton. tapi semuanya sirna,


Ia menghabiskan waktunya seharian di kamar bermain game sesekali turun ke bawah untuk makan, sementara Leo tak diketahui keberadaannya, Grace mengira Leo tidak pulang dari kemarin. Ia pun enggan menanyakannya pada kedua mertuanya.


Grace benar-benar menghabiskan waktunya dikamar, Leopun pulang kembali larut malam saat dirinya sudah terlelap.


Keesokan harinya, Hari Senin memulai aktivitas sebagai pelajar kembali.


Grace tergesa-gesa menuruni tangga .


"Pelan-pelan sayang.. "


Ucap Deti.


"Hee iya mah.. Grace berangkat dulu ya.. "


Pamit Grace.


"Sarapan dulu.... Gak bareng Leo..? "


Tanya Deti heran.


"Gak mah.. Leo masih mandi, Grace ada piket.. "


Jawab Grace mencari alasan untuk menghindar dari suaminya.


"Hmm yaudah hati-hati.. Semangat belajarnya.. "


Deti menyemangati menantunya


____


Disekolah.


Seorang Grace mampu menyembunyikan perasaan terpukulnya, Ia begitu ceria terlebih saat jam pelajaran olahraga praktik Bola basket yang merupakan olahraga kesukaannya.


Disaat semua teman perempuannya kelelahan dan beristirahat di pinggir lapangan, tidak dengan Grace yang masih asyik bertanding dengan para teman Laki-lakinya.


Sementara dikelas lain Ari yang baru saja dari toilet tergesa-gesa menghampiri Leo dan Exel di kelasnya.


"Bro.. Gila bro.. Gila.. "


Ucap Ari ngos-ngosan.


"Elo yang gila.. Gak jelas "


Exel menimpali.


"Itu si Grace maen basket ama para cowok.. Anjir.. Gue baru tau dia jago begitu.. "


Ari sengaja mengompori Leo yang  sedari tadi terdiam.


Dan benar saja kuping Leo terasa panas, tangannya mengepal, terlebih saat Ari mengatakan saat Grace bermain basket terlihat begitu sexy.

__ADS_1


***


Bel jam istirahat berdering.


Grace cs berjalan menuju kantin, mereka terhenti ketika seseorang berteriak memanggil grace dan melambaikan tangannya.


"Daebak.. Mertua lo Grace, gila.. Modis bener.. "


Ucap Silvie melongo disikut oleh Megan.


Ketiganyapun menghampiri mertua Grace yang berdiri bersama Leo.


"Mamah.. "


Grace melongo tak percaya.


"Hi tante.. "


Silvie dan Megan kompak.


"Sayang.. kenapa gak cerita sama mamah.. ?"


Ucap Deti sembari memeluk dan membelai rambut Grace.


Semua pemandangan tersebut tak luput dari perhatian seluruh murid yang berada disekitarnya yang kini saling berbisik.


"Itu nyokapnya Leonard.. Gila cakep bener.. "


"Ko bisa meluk si Grace gitu.. Beneran mereka pacaran? "


"Gila si Grace udah deket aja sama camernya.. "


"Belum tentu camer.. Siapa tau tar jadi camer gue.. "


Bisik-bisik dari mereka terus saja tak berhenti mengagumi atau sekedar penasaran.


Grace mengurai pelukan seraya mendongak menatap nanar Ibu mertuanya


"Mah.. Grace gak ngelakuinnya ko.. dia yang mulai duluan.. "


Ucapnya membela diri.


"Mamah tau sayang kamu anak baik.. yaudah anterin mamah ke ruang bk yuk..


Sekalian mamah juga mau ketemu temen mamah.."


Ucap Deti merangkul menantunya.


"Biar saya yang anter tante.. "


Ucap Silvie mengedipkan matanya diangguki oleh Deti.


Selepas kepergian Mertua dan sahabatnya Grace berniat kembali ke kantin bersama Megan, tapi langkahnya terhenti saat lengannya dicekal oleh Leo.


"Apaan si lo.. "


Tanya Grace ketus.


"Hebat lo ya.. asyik maen basket sama anak cowok.. "


Ucap Leo bersidekap dada.


"Kenapa.. Lo mau tanding juga sama gue? "


Grace menantang Leo karena kesal pasal tempo hari melihatnya tengah berbincang dengan seorang gadis tanpa menjelaskan alasannya bermain dengan teman laki-laki karena memang teman perempuan kurang jago main pikirnya.


"Okeh.. Ayo kita duel satu lawan satu.. "


Tantang Leo menyunggingkan senyuman.


"Okeh.. Siapa takut.. "


Gracepun menyanggupi., mata mereka saling menatap sinis dengan jarak dekat.


"Kalo lo kalah.. Abis lo tar malem.. "


Bisik Leo dikuping Grace membuatnya seketika kaku.


Dan terjadilah duel sengit antara Grace dan Leo, sontak hampir seluruh warga sekolah antusias menonton sambil menyoraki.


Leo disoraki para siswi sementara Grace disemangati oleh para siswa.


"Gokil emang tuh bedua.. "


Ucap Exel menggeleng.


"Gila.. Gesrekk parah anjir.. Gimana kalo di ranjang.. "


Timpal Ari yang hanya terdengar oleh Exel karena berisik suara riuh sorakan penghuni sekolah.


Tak sedikit yang mengabadikan momen tersebut dan menjadi tranding topik di berbagai laman sosial media.


Leo menyunggingkan senyuman menatap Grace


"Sengaja lo tebar pesona..?"


Ucapnya disela dribblingnya.


Grep..


Grace berhasil merebutnya.


"Gak begitu juga.. Semua terpesona sama gue.. "


Ucap Grace bangga


Grep..


"Cih.. Blagu.. "


Timpal Leo kembali merebut bola.


"Oke juga selera lo.. "


Ucap Grace santai membuat Leo menaikan kedua alisnya bingung sampai tak sadar bolanya sudah ditangan  Grace kembali.


"Cewek yang di cafe kemaren.. "


Ucap Grace setelah memasukkan bola ke ring.


"Sial.. "


Leo ingin mencoba menjelaskan tetapi terhalang oleh Grace ,


"Leo Stop.. !"


Ucap Grace menatap tajam Leo merasa dirinya akan kalah.


"Why..? "


Leo heran.


"Gue laper.. "


Ucap Grace meninggalkan Leo dilapangan.


Leo pun melepaskannya, karena dia tahu memang Grace belum makan sedari pagi.

__ADS_1


Leo melemparkan bola sekenanya memikirkan bagaimana Grace bisa tahu tentang kejadian hari kemarin.


"aaarrrgghh.. sial. "


__ADS_2