Malu Malu Kucing

Malu Malu Kucing
part 72


__ADS_3

Sudah mau sebulan setelah Grace di perbolehkan pulang dari rumah sakit, kini dirinya tampak lebih segar.


Grace terbilang cukup cepat menjalani masa pemulihan setelah bersalin, terlebih istri sultan tersebut mendapatkan perawatan kelas atas yang lumayan mahal itu sehingga mampu membuatnya bisa berdiri bahkan berjalan sehari setelah bersalin.


sebagai seorang Ibu menyusui, Grace sangat menjaga pola makannya, Ia benar-benar menginginkan si kecil yang diberi nama " Lucio Grimes " itu mendapatkan asupan nutrisi dan gizi yang cukup.


terlepas dari itu, Grace masih berambisi untuk mengembalikan berat badannya seperti sebelum dirinya mengandung. dan Leo hanya bisa pasrah selagi Grace masih bersedia memberikan ASI ekslusif untuk anaknya tentu mendukungnya.


seperti pagi ini dua pasang pengantin baru di buat menggeleng cengo melihat pemandangan yang tersuguh, dimana Leo sedang berjemur di pinggir kolam belakang rumah bersama si kecil yang berada di dekapannya yang sama-sama bertelanjang dada. sementara nyonya Leonard asyik dengan samsaknya tengah melakukan teknik-teknik Muay Thai dengan style rambut di ikat tinggi, tak lupa hand wrap beserta ankle wrap membuatnya terlihat pemberani.


" anjay.. hot dady..'' ucap Silvie cengengesan langsung mendapat toyoran dari Megan juga tatapan tak suka Exel,


" ck.. istri-istri payah.. pada gak masak lo sampe mau nebeng sarapan disini.." ucap Grace menghentikan aktivitasnya membuat Leo yang sedari tadi turut terpejam bersama si kecil itu menoleh heran ke arah keempat sahabatnya.


" kita kangen baby cio.. enak aja dikata mau nebeng sarapan.." timpal Megan ketus.


" tapi itu juga bener Grace.. kita belom sarapan.." sahut Silvie cengengesan tanpa dosa membuat Grace dan Leo menggeleng terkekeh.


" El.. gue kata juga apa si kermi emang gak bisa di andelin.." ejek Grace seraya mengelap keringatnya.


semua terkekeh kecuali Silvie yang cemberut menyesal berucap yang membuat Grace mengejeknya saja, sementara Exel malas meladeni Grace, bukannya membela Silvie, Exel malah memilih menghampiri si kecil Cio yang masih berada di dekapan ayahnya.


" Cio.. sekarang mandinya sama uncle yah.." ucap Exel dengan suara lembut meraih si kecil dari dekapan Leo.


dan Leo tidak keberatan dengan itu, sebab Ia lebih percaya dengan Exel daripada Grace yang harus memandikan anaknya sebab Grace masih ragu dan takut dengan tubuh mungil si kecil, sementara Exel terlihat telaten memandikan si kecil bak baby sitter berpengalaman.


Ya, tak hanya Grace dan Leo yang excited dengan kehadiran Lucio, orang tua, sahabat dan para penggemar merasakan hal yang sama terlebih Exel yang antusias mempelajari seputar mengurus bayi yang baru lahir mengalahkan Leo yang katanya ayah siaga itu.


sejak kelahiran Lucio, setiap hari Exel pasti menyempatkan diri untuk memandikan Cio entah itu saat pagi ataupun sore membuat semua kagum terhadapnya termasuk Silvie.


" kayaknya gue gak perlu bayar baby sitter.." goda Leo yang sedari tadi setia mengamati Exel mengurus Cio.


belum ada baby sitter yang mengurus Cio, memang sengaja Leo dan Grace ingin mengurus sendiri si kecil Cio selagi menunggu waktu masuk kuliah. ah.. tetap saja ke empat sahabatnya turut andil mengurusi Cio.

__ADS_1


" ogah rugi banget lo.." sahut Ari cengengesan membuat Leo tak henti menjitak kepalanya.


" syutt.. ribut mulu lo berdua.. " ucap Exel setengah berbisik hendak meletakan si kecil ke dalam boksnya sebab sudah terlelap.


jika saja si kecil Cio sudah bisa membuka mata dengan jelas, ya minimal usia dua bulan lah. tentu dia akan kebingungan yang mana ayahnya mengingat saat ini tiga pria tampan sedang menatapnya yang tengah terlelap dengan excited.


sementara di tempat lain, setelah membersihkan dirinya Grace membantu Lilis untuk menyiapkan sarapan di dapur, tak lupa kedua sahabatnya turut serta di sana lebih tepatnya merecoki Lilis saja,


" gue dosa gak sih gak becus mandiin anak sendiri.. lo pada tau sendiri kan gue gendong Cio aja ngeri apa lagi mandiin.." ucap Grace dengan lirih disela aktivitas memotong bahan masakannya.


" lo jangan berkecil hati Grace, setidaknya lo masih bisa nyusui Cio.. banyak loh di luaran sana yang gak beruntung buat nyusui anaknya karena ASInya gak keluar.. malah ada Ibu yang sengaja gak mau nyusui anaknya demi karir dan penampilannya., sedengken lo Grace..? gue salut sama lo.." ucap Megan menepuk bahu Grace di angguki oleh Silvie.


" ih.. ko lo nangis sih Grace..?" Silvie hendak memeluk Grace namun langsung mendapat tolakan,


" bego.. gak liat gue lagi ngiris apaan?" ucap Grace kesal seraya menoyor kepala Silvie membuat Megan terkekeh begitupun dengan Lilis yang sedari tadi mendengar percakapan mereka hanya bisa menggeleng menahan tawanya,


" ya mana gue tau kalo bawang bombay bikin mata perih.." timpal Silvie santai membuat keduanya langsung menjitak kepalanya yang dirasa bodoh itu.


" biasa Me.. si kermi taunya cuma kutek doang.." sahut Grace terkekeh langsung diajak hivi oleh Megan.


" bodo.. yang penting abang El nerima gue apa adanya.." timpal Silvie enteng.


" justru lo jangan keantengan Sil.. lo gak malu apa ama laki lo sendiri yang udah keliatan jiwa kebapaannya.. sementara lo udah kek bocil yang baru masuk fandom kpop tau gak.. si El noh udah siap jadi bapak, lah elo masih aja anteng ama bias bias gak jelas itu.."


ucap Grace nyerocos tanpa jeda bak mama penagih sewa kontrakan membuat Megan terkekeh mengacungkan jempol sementara Silvie semakin mengerucutkan bibirnya,


" dih kalo ngomong kagak ngaca.. pake ngatain bias bias gue gak jelas, lo sendiri helm penyok aja di beli asal itu samaan kayak idol lo.. itu lagi kolor kebangaan lo kolor bang aga lo cuci kering pake itu.. lagian gue siap ko jadi Ibu.." Silvie tak kalah nyerocos membuat keduanya tergelak.


" gimana gue siap punya anak? di sentuh aja gue takut.." batin Silvie,


jelas Silvie tidak akan memberi tahu jika dirinya belum siap di jamah oleh Exel kepada kedua sahabatnya, terlebih pada Grace yang pasti akan mengejeknya sebab dirinya dulu mati-matian menasihati Grace yang harus memberikan haknya kepada Leo walaupun belum ada rasa cinta. sementara Silvie sendiri yang jelas mencintai Exel malah belum siap untuk itu, dan beruntungnya Exel bisa menerima dan menunggunya sampai siap.


entah mengapa Silvie bisa sampai belum siap, sudah jelas keduanya memiliki rasa cinta yang penuh, tetapi tubuh Silvie seolah menolak untuk di jamah oleh Exel. padahal Exel memperlakukannya dengan lembut, dan itu membuat Silvie hingga kini merasa berdosa terhadap Exel yang maha sabar itu.

__ADS_1


Ya.. Exel patut di acungi jempol dengan tingkat kesabarannya saat ini mengingat dirinya yang tergesa menikahi Silvie dengan alasan " takut kebablasan ", nyatanya Ia mampu bersabar akan hal itu.


🍃🍃🍃🍃🍃


aktivitas memasak yang heboh sebab perdebatan Grace cs pun selesai bertepatan dengan suara tangisan si kecil yang haus.


" udah lo pada makan duluan aja.." ucap Leo seraya melangkah menuju kamarnya dengan membawa nampan berisikan makanan dan juga minum untuk Grace.


ini yang mulai menjadi kebiasaan Leo, dimana Grace menyusui anaknya, disitu Leo akan menyuapi istrinya itu dengan dalih ingin mengganti nutrisi yang terkuras oleh si kecil.


" pasti mau paroan ama Cio itu.." ucap Ari cengengesan melihat Leo sudah masuk ke dalam kamarnya.


ke empat sahabat laknat terkekeh mengingat kejadian memalukan waktu di rumah sakit, dimana Leo terciduk sedang melakukan apa yang seharusnya Cio lakukan.


waktu itu Grace merasa nyeri pada area dadanya sebab bengkak hingga ke ketiak disertai meriang karena terlalu lama tidak menyusui si kecil yang tidur pulas semalaman. Grace yang masih polos malah membiarkan Cio tidur dengan alasan tidak tega jika membangunkannya. lebih tepatnya Grace malas bergadang, padahal Leo saja setia menemaninya. entah ide konyol dari mana Grace menyuruh Leo untuk menghisap ASI yang tersumbat itu, dan dengan bodohnya Leo menurutinya karena tidak tega melihat Grace kesakitan.


Leo beberapa kali menghisap lalu memuntahkan ASI tersebut pada kantong keresek yang entah sejak kapan sudah tersedia hingga Deti memergokinya dan langsung menjambak rambut Leo seraya mengomelinya membuat Ari dan Exel yang selalu setia berada di sana langsung terbangun.


tapi ajaibnya kekonyolan yang di lakukan oleh Leo itu malah membuat kondisi Grace langsung membaik.


" emang konyol mereka berdua, ngasih nama anak aja kagak ada bawa marga sama sekali.." ucap Ari melanjutkan ghibah di sela sarapan mereka, tentu mendapatkan anggukkan setuju dari yang lainnya.


memang pasal memberi nama anak saja pasangan absrud ini terdengar konyol sebab tidak membawa marga dari keluarga kedua belah pihak.


dan agar terkesan adil sebab baik Leo maupun Grace sama-sama merasakan penderitaan selama kehamilan anaknya, ( itu menurut mereka yang selalu berdebat pasal nama anak, catat! ).


keduanya memilih membagi dua dimana Grace memberi nama depan dengan inisial " L " , dan Leo memberi nama belakang dengan inisial " G "


Lucio Grimes.. " yang penting ada inisial kedua orangtuanya.." jawaban yang santai dari Leo dan Grace ketika orang bertanya mengapa memilih nama tersebut.


......


sedikit tambahan.. Grimes diambil penulis dari film serial The Walking Dead, Rick Grimes.. entah saya memang penonton setia serial tersebut dari season pertama hingga last episode 😄 dari jaman berburu kaset daerah mangga dua.. 😁

__ADS_1


__ADS_2