
Sepasang kekasih lebih tepatnya kekasih halal kini tengah duduk menikmati sarapannya di bangku kantin.
Tidak lupa dengan para penggemar mereka yang sedari tadi mengikuti merasa penasaran sampai ada yang memesan kembali makanan, bahkan ada yang sudah sarapan dari rumahnya kembali sarapan di kantin, ada juga yang minumannya di awet awet hanya untuk melihat pemandangan bak drama favorit yang sering mereka tonton.
Grace merasa risih sebab sedari tadi di perhatikan oleh para penggemar mereka baik itu para kaum adam tapi lebih dominan kaum hawa.
Grace menghela napas kasar seraya menatap wajah Leo dengan serius.
"Bisa gak sih lo tuh gak usah setampan ini"
Ucap Grace kesal, sementara Leo menahan tawanya dan mengerutkan kedua alisnya meminta lebih penjelasan dari Grace.
"Gue risih kalo bareng sama lo.. berasa bareng seleb.. "
Ucap Grace kembali.
"Kaya lo gak banyak fans alay aja.. " ucap Leo santai
"Gue udah biasa sama para kumbang kamprett, mereka juga gak berani macem-macem sama gue.. Bisa gue gibeg.. "
Ucap Grace nyerocos, sementara Leo menggeleng terkekeh.
"Lo pake topeng ke.. Apa ke.. Kalo perlu lo itemin muka lo ampe cemong, noh di bengkel banyak semir.. "
Grace kembali nyerocos.
"kenapa sayang.. kamu cemburu ya..? "
Goda Leo mengusap lengan Grace yang mengepal.
"Cih.. Gue gak habis pikir aja, ada pawangnya masih pada berani ngikutin lo, lo ke toilet pada ngikutin gak tuh..? "
tanya Grace penasaran di angguki oleh Leo santai.
Grace mendengus kesal
"Ini gak bisa dibiarin.. "
Kesal Grace seraya menancap sosis yang masih utuh dengan garpunya.
Sontak Leo melongo menelan ludahnya bergidik ngeri.
"Udah biarin.. lagian mereka bukan tandingan lo.. Lo itu spesial di hati gue.."
Bujuk Leo seraya mengambil garpu yang tertancap, Ia membayangkan jika pusaka miliknya bernasib sama dengan sosis di hadapannya.
"Biarin biarin... lo keenakan, gue kesiksa sialan.. "
Ucap Grace kesal sementara Leo terkekeh seraya mengacak gemas pucuk kepala Grace.
"as long as you love me... " Bisiknya menggantung,
"Lo gak usah khawatir.. entar juga mereka bosen apa lagi liat pawangnya sesempurna lo.. "
ucap Leo kembali menenangkan Grace yang mulai posesif terhadapnya.
"Cih.. Lo gak tau emang mereka sampe bikin Fanbase di Ige.. banyak poto candid lo sama gue.. "
Ucap Grace masih belum puas.
"Ya ampun.. Kalo ada elonya disitu, apa yang lo khawatirin..? jelas mereka tau siapa pemilik hati ini.. udah biarin aja selama sikap mereka gak ngebahayain lo.. "
Sungguh Leo merasa frustasi dengan sikap Grace yang terlalu cemburu.
"Gimana kalo entar poto yang ada guenya di edit pake muka mereka.."
" Stop Grace..!!! Makin ngelantur kalo lo lagi cemburu.. abisin makannya keburu masuk"
Ucap Leo seraya menyuapi Grace,
Gracepun menurut mengunyah makanannya. Ia sendiri tak habis pikir bisa cemburu buta tidak seperti biasanya.
"Sorry.. Gue terlalu berlebihan.. "
Lirih grace di tengah kunyahannya.
Leo mengangguk pelan
"It's okey.. Gue suka lo cemburu.. "
ucap Leo tersenyum semanis mungkin seraya mengusap lembut pipi Grace.
Jangan lupakan para penggemar yang berdecak kagum dengan pemandangan yang tersuguh di hadapan mereka, tak lupa mereka memotret setiap adegan yang di lakukan oleh Leo terhadap Grace.
_____
Waktu pulang di percepat karena jam pelajaran terakhir semua guru mengadakan rapat membuat semua murid riuh kegirangan.
"Kuylah nongkrong.. "
ajak Silvie diangguki Megan
"sorry guys gue kayanya gak bisa.. "
ucap Grace melas, Ia sendiri sebenarnya merindukan kebersamaan bersama kedua sahabatnya.
"Iya gapapa grace.. Santai aja.. sekarang kan lo punya Leo.. "
Ucap Megan terkekeh sambil menepuk bahu Grace.
"Bukan gitu.. gue mau pindahan, tadinya mau kemaren.. tapi bokap gue masuk rumah sakit.. "
Jawab Grace merasa tidak enak.
"Bokap lo sakit Grace.. Gimana keadaannya sekarang..? "
__ADS_1
Tanya Megan cemas.
"Udah siuman sih.. cuma gue belum tau pasti keadaannya sekarang.. "
Jawab Grace
"Emmh.. Yaudah mudah-mudahan bokap lo cepet sembuh Grace.."
Ucap Megan menepuk bahu Grace.
"Aamiin.. Thanks guys.. "
Grace memeluk kedua sahabatnya.
"Oh ya btw.. Ko lo mau pindah.. Pindah kemana emang..? "
Tanya Silvie penasaran.
"Cih, gue pikir cowok lo pada ngasih tau lo bedua.. ternyata maen lo masih kurang jauh bestie.. "
Ledek Grace kepada kedua sahabatnya.
"Si anjir tinggal jawab aja pake ngledek kita segala.. "
Ucap Silvie tak terima, sementara Megan terkekeh.
"Gue mau pindah ke rumah yang baru di bangun si Leo.. lo tau gak Si Leo bangun tuh rumah dari hasil jerih payahnya sendiri, dia selama ini punya usaha sendiri bengkel sama cafe.. "
Ucap Grace bangga sengaja mengompori kedua sahabatnya.
"Gila.. Lo serius..? "
Tanya Megan di angguki oleh Grace.
"Yaudah Grace kita maen kerumah lo sekalian bantuin apa ke.. "
Ucap Silvie semangat.
"Gue sih boleh aja.. tapi gue ijin dulu sama suami gue ya.. "
Jawab Grace.
"Anjay.. Suami.. "
Ucap Silvie cekikikan mendapat toyoran dari Megan.
"Udah yuk cabut.. "
Ajak Grace semangat.
____
Sesampainya di parkiran Grace menghampiri Leo yang setia menunggu di mobilnya.
"Lama banget.. Abis ngapain sih.. ?"
"Abis tepetepe sama cowok.. "
Goda Grace santai.
"Oh ya..? Berani bener lo ..? "
Ucap Leo kesal membuang mukanya, sementara Grace terkekeh.
"Canda sayang.. " bisiknya di kuping Leo membuat Leo mencubit gemas pipi Grace.
"Aww.. Sakit tau.. " Grace meringis berlebihan membuat Leo langsung mengusap lembut pipinya.
"Sorry.. " Lirih Leo di angguki oleh Grace.
"Oh ya, boleh gak temen gue ikut maen ke rumah.. katanya sih mau bantuin kita pindahan.. "
Ucap Grace melepaskan tangan Leo dari pipinya lalu menggenggamnya dengan erat.
"Boleh.. tapi gue mau ajak dulu ke suatu tempat.. "
Ucap Leo santai.
"Kemana??? " tanya Grace penasaran
"Udah ayo ikut aja, temen lo biar naik mobil si Exel.. "
Timpal Leo seraya menaiki mobilnya.
"Kuy..!!!!"
Ajak Grace kepada kedua sahabatnya menunjuk mobil Exel dimana didalamnya sudah ada Ari.
Sontak Silvie dan Megan melongo tak percaya. merekapun langsung menaiki mobil Exel dengan semangat.
____
"Le.. Lo mau ajak kita kemana sih..? " tanya Grace semakin penasaran.
"Udah lo tidur aja, biasanya juga gitu kan? "
Ledek Leo santai.
"Ih.. Resse lo.. Jangan bawa kita ke tempat macem-macem.. Awas aja.. "
Ancam Grace ketus, sementara Leo terkekeh.
"Bodoh.. Mana ada gue ngajak lo ke tempat macem-macem, di rumah juga bisa, apalagi sekarang bebas berdua.. " ucap Leo santai menaikturunkan kedua alisnya membuat Grace bergidik.
"Ih apaan si lo.. " ucap Grace kesal.
__ADS_1
"Udah lo tidur aja.. perjalanan cukup jauh, entar kalo nyampe gue bangunin.. "
titah Leo mengusap lembut tangan Grace.
Gracepun hanya mengangguk pasrah memejamkan matanya. benar saja tak lama Gracepun terlelap.
____
Mereka telah sampai di tempat tujuan. Gracepun terbangun dari tidurnya karena mendengar teriakan dari Silvie.
"Daebak... pemandangannya indah banget.. sejuk.. betah gue.. " Ucap Silvie merentangkan kedua tangannya.
"Ayo turun.. "
Ajak Leo membukakan sabuk pengaman Grace.
Grace melongo tak percaya Leo mengajaknya ke panti asuhan di daerah kota hujan.
"Bang Leo.. Bang Exel.. Bang Ari.. "
Panggil anak-anak panti yang tengah bermain di halaman panti. mereka langsung menghampiri Leo cs dan berebut memeluknya.
"Udah jago maen basketnya yah.. ? "
Ucap Leo mengusap satu persatu kepala para anak panti.
"Iya dong bang, kan bang Leo yang ngajarin.. " ucap salah seorang anak panti.
"Hmm.. Ibu mana??? "
Leo menanyakan keberadaan Ibu panti sementara Exel dan Ari langsung berhambur main bersama anak yang lain.
Grace cs melongo tak percaya dengan Leo Cs yang biasanya terlihat dingin , namun kali ini mereka begitu hangat tertawa lepas dengan para anak panti.
"Oh ya bang, mereka siapa..? Ceweknya Abang sama Bang Exel bang Ari? "
tanya Anak panti sambil cengegesan.
"Hmm.. kenalin, yang cantik cantik ini temen abang sama bang Exel bang Ari.."
Ucap Leo menunjuk Silvie dan Megan.
"Anjir.. Mimpi apa gue di bilang cantik sama babang tampan.. "
Bisik Silvie mendapat sikutan dari Megan.
"Nah.. Yang paling cantik ini milik abang.. "
ucap Leo menarik tangan Grace membuatnya bersemu.
"Hi.. kenalin, Kak Grace.. nama kamu siapa? "
Tanya Grace gugup seraya mengulurkan tangannya.
"Wahh bener kayak bidadari bang.. nama aku farhan kak.. "
Ucap farhan menyambut uluran tangan Grace.
"Ternyata dari yang cantik ada yang lebih cantik.. "
Sarkas Megan pada Silvie yang masih melongo.
"Anjay so sweet banget sih babang tampan.. "
"Nak Leo... Udah lama..?"
Sapa Siti pengurus panti tersebut.
"Ibu.. Baru nyampe bu.. "
Ucap Leo seraya mencium tangan Siti di ikuti oleh Grace dan kedua sahabatnya.
"Yang mana istri kamu..? " tanya Siti penasaran.
"Yang paling cantik bu. " timpal Leo bangga melirik Grace.
"Semuanya cantik.. pasti neng ini ya.. "
tebakan Siti benar menunjuk Grace sebab Grace yang paling salah tingkah juga bersemu merah. Gracepun mengangguk mengiyakan.
"Sebentar bu.. "
Ucap Leo meninggalkan Siti dan Grace cs hendak menghampiri Exel untuk membuka bagasi mobilnya.
"Bu maap.. saya boleh tanya gak..? "
Ucap Grace gugup.
"Boleh neng.. sok atuh mau tanya apa? "
Jawab Siti antusias.
"Leo sama temen-temennya sering kesini ya..? "
Tanya Grace kembali gugup.
"Iya Neng mereka memang rutin kesini kalo ada waktu luang, yang paling sering sih si kasep Leo, udah kayak anak sendiri Ibu mah sama mereka teh.. "
Jawab Siti bangga dengan nyerocos tanpa jeda, sementara kedua sahabat Grace terkekeh.
"Sekarang juga katanya mau syukuran rumah barunya nak Leo sama ngajak anak-anak buat doa'in kesembuhan bapaknya si eneng.. "
Jelas Siti semakin bangga terhadap Leo.
Grace menutup mulut tak percaya, kedua matanya berkaca-kaca penuh haru. Ia tak menyangka jika Leo suami yang menurutnya sangat menyebalkan ternyata berhati mulia.
__ADS_1
Begitupun dengan Megan berdecak kagum dengan Leo cs, sementara Silvie saat ini ingin sekali mengumumkan keseluruh penjuru dunia jika tiga pria tampan yang dingin mempunyai hati yang hangat.