
Sepanjang perjalanan Grace kembali merasa gelisah, Ia terus memilin milin seragamnya.
Leo meliriknya rupanya Grace belum juga bisa tenang. Leopun menepikan mobilnya kebetulan di depannya ada sebuah toko bunga.
"Tunggu bentar.. "
Ucap Leo seraya turun dari mobilnya. Grace mengerutkan kedua alisnya melihat Leo memasuki toko bunga tersebut.
Leopun keluar membawa dua buket bunga lalu bergegas masuk kembali ke dalam mobilnya.
"Nih buat bokap lo.. yang ini buat lo my sunshine.. "
Leo mengasongkan buket bunga matahari kepada Grace, membuatnya terbelalak dan wajahnya bersemu merah, tetapi Grace gengsi untuk menerimanya.
"Cih.. Kalo mau ngasih sesuatu sama gue tuh yang bikin kenyang.. Apaan beginian gak bisa dimakan, buang-buang duit tau gak lo? katanya mau mandiri.. "
Ucap Grace membuang mukanya, sementara Leo bukannya kecewa malah terkekeh dengan tingkah Grace.
" Masih gengsi aja.. "
Ucap Leo terkekeh seraya melajukan kembali mobilnya.
seandainya para fans fanatiknya mendapat perlakuan dari Leo tentu saja akan senang kegirangan dengan sikap Leo yang romantis.
Grace menoleh ke arah Leo, menatapnya dari atas sampai bawah tanpa berkedip. Leo yang merasa dirinya di perhatikan oleh Grace hanya melirik sekilas.
"Gak usah ngeliatin gitu, entar lo ngiler berabe.. bisa gak jadi ketemu bokap lo.. "
Ucap Leo santai.
"Dih.. Kepedean.. Lagian gue heran kenapa cewek-cewek pada klepek klepek sama lo? Kaya gak ada cowok lain aja.. "
Grace memiringkan badannya menghadap ke arah Leo dengan siku bertumpu pada sandaran bangkunya dan menatap Leo dengan serius.
"Emang lo gak klepek klepek sama gue..? "
Tanya Leo santai dengan nada menggoda.
"Gue..? Klepek klepek sama lo..? "
Grace bergidik geli sementara Leo menganggukkan kepalanya.
"Yups.. Rasanya Anjim banget.. "
Sarkas Leo terkekeh mengingat kejadian tadi dikantin.
Sontak Grace merubah kembali posisi duduknya dengan salah tingkah
"Apaan gue lagi ngomongin makanan.. "
Ucap Grace gelagapan memalingkan mukanya.
"Oh ya..? menurut lo harus gitu ngomongin makanan sambil mengerang .. "
Leo menimpali dengan nada memancing.
"Ngaco.. Mana ada gue mengerang, lagian gue gak mungkin ngomongin urusan begitu sama mereka.. Bisa ternodai kuping mereka.. "
Grace mengelak padahal sudah jelas Grace tadi sengaja mengompori kedua sahabatnya.
"Bagus kalo lo tau batasan gak cerita masalah begituan sama mereka apalagi lo cerita keperkasaan gue.. "
Ucap Leo terkekeh sementara Grace bergidik merinding.
"Kalo fans alay lo tau kelakuan lo sebenarnya.. Gue yakin famor lo bakalan turun.. "
Ucap Grace bergidik.
"Emang kenapa..? Gue ngelakuinnya sama istri sendiri, apa salahnya..? "
Timpal Leo santai, sementara Grace masih bergidik membuang mukanya.
Perdebatan terus berlanjut hingga tiba di rumah sakit.
sebenarnya Leo malas meladeni ocehan Grace, tetapi Leo ingin mengurai kecemasan pada diri Grace, tidak mengapa dirinya terlihat menyebalkan untuk Grace malah Ia sendiri terhibur dengan tingkah Grace yang menggemaskan pikirnya.
Sesampainya di rumah sakit Grace yang tadinya berjalan di depan Leo terhenti lalu menghampiri Leo dan berjalan sejajar dengannya.
"Katanya lo selalu ada buat gue.. "
Ucap Grace pelan.
Leo mengulum senyuman kemudian menggenggam tangan Grace, Ia tahu Jika Grace kembali tegang sebab mau ketemu Ayahnya.
"Ayo.. "
Ajak Leo di angguki oleh Grace.
Merekapun memasuki ruang VVIP di mana di sana Bram tengah di rawat.
ceklek...
"Dad.. "
Lirih Grace menghampiri Bram yang tengah berbaring lemah dengan mata terpejam.
"Maafin Grace Dad.. "
Ucapnya tak memperdulikan keberadaan Ibu sambungnya yang berdiri dibelakangnya.
"Nak.. "
Ucap Anita Ibu sambung Grace mengelus pundak Grace, namun Grace tak menghiraukannya.
"Dad.. makasih buat semuanya.. Grace bahagia di kelilingi orang-orang baik, mertua Grace sayang banget sama Grace, suami Grace juga sayang benget tapi kadang ngeselin.. "
Ucap Grace cekikikan dengan suara pelan seraya menggenggam tangan Bram.
"Ehem.. "
Suara Leo dibelakangnya tak Terima.
"Dad.. menantu pilihan Daddy hebat.. Bikinin Grace rumah, Grace juga seneng kalo harus hidup mandiri.. Nanti kalo Daddy udah sembuh wajib main ke rumah baru Grace.. "
Bisiknya di telinga sang Ayah.
"Permisi Nona.. Kami mau periksa Pak Bram dulu.. "
Ucap dokter yang di dampingi oleh perawat.
__ADS_1
Gracepun bergegas bangkit dari duduknya menghela napas dalam-dalam,
"Berbahagialah Dad, Grace udah bahagia.. "
Ucapnya menatap wajah sang Ayah yang masih terpejam tanpa memikirkan rasa kecewanya. Ia menyakini jika ada alasan mengapa Ayahnya mudah menemukan pendamping pengganti Ibunya.
Mendengar Ucapan Grace, Anita terenyuh, Ia merasa bersalah dengan gadis di hadapannya, sementara Leo mengulum senyuman dengan ucapan Grace yang sudah bahagia dengan kehidupannya, walaupun Grace selalu gengsi mengakui itu terhadapnya namun Ia membiarkannya sebab tingkah Grace yang gengsi membuatnya merasa semakin gemas.
Gracepun keluar di ikuti Anita dan Leo dibelakangnya.
"Nak.. Ibu ijin sebentar mau urus administrasi.. "
Ucap Anita tersenyum, sementara Grace tersenyum kecut melihat kepergian Anita.
"Cih.. Perempuan itu gak bisa jagain Daddy kayak Mommy. kalo gue masih tinggal sama Daddy.. udah abis tuh perempuan.. "
Ucap Grace kesal, sementara Leo bergidik ngeri membayangkan cerita dongeng ratapan anak tiri namun ini malah sebaliknya ratapan Ibu tiri, membayangkan Grace bertolak pinggang menyuruh Anita dengan telunjuknya.
"Ngapain lo bengong ? Mau kesambet lo.."
Tanya Grace melihat Leo bergelagat aneh.
"Iya.. Gue kesambet gadis barbar.. "
Ucap Leo terkekeh sementara Grace memutar bola matanya malas.
"Oh ya? Bar-bar mana ya sama yang neguk karbol.. "
sarkas Grace ketus.
Leo semakin gemas dengan tingkah Grace jika sedang cemburu. Leo terkekeh mengacak pucuk kepala Grace,
"Itu konyol namanya.. Makan dulu yuk.. "
Ajak Leo menarik lengan Grace, namun Grace dengan cepat menepisnya.
"Lo aja.. Gue gak laper.. " Ucap Grace masih mode cemburu.
"Walopun lo gak laper.. tapi lo harus isi perut lo, mau jagain Daddy kan..? "
Bujuk Leo dengan suara lembut membuat Grace bersemu ketika Leo memanggil Ayahnya sama sepertinya.
Gracepun mengangguk mengiyakan.
"tapi lo temenin gue ya.. "
Grace meminta agar Leo menemaninya menjaga ayahnya.
Grace merasa malas jika hanya dirinya dan Anita yang menjaga ayahnya, tentunya nanti akan canggung pikirnya.
cletak..
Lagi-lagi Leo menyentil kening Grace.
"Bodoh.. Gue kan udah bilang kalo gue selalu ada buat lo.. " ucap Leo gemas.
Kini Grace langsung berhambur memeluk Leo tak seperti biasanya Ia akan meringis berlebihan jika mendapatkan sentilan dari Leo.
"Makasih sayang.. " bisiknya seraya mencium pipi Leo yang kini memerah.
"Jangan goda gue Grace.. "
"Jantung gue.. "
____
Grace kini duduk berhadapan dengan Leo di salah satu bangku kantin Rumah sakit.
"Sayang.. Kamu mau makan nasi goreng seafood gak..? "
Goda Grace menaikturunkan kedua alisnya.
Leo menghela napas dalam-dalam, sungguh gadis yang berada di hadapannya benar-benar menggemaskan. seandainya bukan di tempat umum sudah habis Grace di terkamnya.
Memang Grace pintar sekali menggodanya tetapi tidak tahu tempat, sengaja mungkin pikirnya.
"Gue rela kalo alergi gue kambuh demi liat my wife my sunshine tersenyum begitu.. "
Ucap Leo santai, sementara Grace terkekeh.
"Bapak ngegombal..? "
Goda grace mendekatkan wajahnya dengan wajah Leo.
"Jangan coba goda gue Grace.. "
Ucap Leo kesal, sementara Grace makin terkekeh.
"Yaudah iya.. Mau makan apa..? "
"Hmm.. Samain aja.. "
"Okeh sayang.. "
Lagi-lagi Grace menggoda Leo membuatnya mendengus kesal.
____
Hari mulai Gelap Grace dan Leo membersihkan diri secara bergantian di kamar mandi ruangan tersebut.
Keduanya kini tengah sibuk mengerjakan tugas sekolahnya di sofa sudut ruangan saling tukar pikiran layaknya pelajar yang sedang bekerja kelompok.
Sementara Anita memilih tidak berada di sana karena merasa canggung dengan anak sambungnya.
"Lo tidur.. biar gue yang jagain daddy.. "
titah Leo seraya merapikan perlengkapan sekolahnya.
"Lo aja yang tidur, gue yang jaga.. Itukan bokap gue .. "
Ucap Grace kekeh melangkah menuju kursi di samping tempat tidur ayahnya, namun dengan cepat Leo menarik tubuh Grace hingga berbaring di sofa dan pahanya sebagai bantalan untuk Grace.
Seketika Grace terdiam menatap wajah tampan Leo, jantungnya berdetak lebih kencang ketika Leo mulai mengusap usap rambutnya.
tak terasa Gracepun terlelap dipangkuan suaminya, memang benar Grace mudah sekali untuk terlelap, terlebih tangan lembut Leo terus mengusap rambutnya dengan penuh kasih sayang.
cekrek...
Satu tangkapan dari ponsel Leo memotret wajah Grace yang terlelap langsung Ia jadikan Wallpaper di ponselnya.
__ADS_1
"hmm.. soksoan mau jaga.. "
Leo masih terjaga sampai dini hari dirinya tak bisa menahan kantuknya, Iapun ikut terlelap bersandar di sofa bersama Grace yang terlelap dengan paha Leo sebagai bantalan kepalanya.
Sebuah senyuman terukir dari bibir Bram yang baru membukakan matanya melihat pemandangan dari anak menantunya.
___
Malam berganti pagi. Grace terbangun saat mendengar gumaman dari tempat tidur ayahnya. Iapun membukakan matanya mendapati Bram tengah berbincang dengan Anita.
Grace langsung menghampiri Bram sementara Anita bangkit dari duduknya.
"Daddy udah siuman.. Syukurlah dad."
Ucap Grace memeluk Bram.
"Makasih sayang udah mau jagain daddy, Maafin Daddy nak.. " ucap Bram dengan lirih.
Grace menggelengkan kepalanya,
"No dad.. Ini memang seharusnya tugas Grace sebagai anak, Grace juga minta maaf ... " Lirihnya di pelukan Bram.
"Iya sayang.. mandi sana.. " titah sang ayah.
"Kenapa dad..? Emang Grace bau jigong..? Leo aja betah tidur di samping Grace"
Ucap Grace membuang napas di telapak tangannya membuat Bram terkekeh dengan tingkah Grace, benar Grace memang menggemaskan pantas saja Leo betah bersama anaknya.
"bangunin suami mu nanti telat, Biar gantian jaganya "
Titah Bram seraya melirik ke arah Anita.
"Okeh Dad.. "
Jawab Grace singkat, sebenarnya Grace ingin sekali menjaga ayahnya lebih lama, tetapi Ia juga tidak ingin meninggalkan pelajaran berhubung sudah kelas dua belas.
Grace bergegas membersihkan diri setelah sebelumnya membangunkan Leo.
Setelah keduanya bersiap mereka berpamitan kepada Bram tak terkecuali pada Anita, Ia terkejut ketika Grace meraih tangannya dan mencium punggung tangannya.
"Jagain Daddy baik-baik.. "
Ucap Grace membuang muka.
Anita hanya mengangguk gugup.
Bram tersenyum melihat pemandangan di hadapannya termasuk Leo.
"Terimakasih nak.. "
Hanya itu yang bisa di katakan oleh Bram kepada menantunya seraya menepuk bahunya.
Leopun hanya bisa tersenyum dan mengangguk.
Merekapun bergegas pergi bersekolah.
___
Sepanjang perjalanan hanya hening yang tercipta sampai Leo menepikan mobilnya membuat Grace terkejut.
"Ada apa..? " tanya Grace heran.
"SIM lo lengkap kan? " tanya Leo dengan wajah yang serius.
"Cih .. Ngeledek lo? Nih.. Lengkap gue.. BPJS yang gak ada.. "
Ucap Grace songong seraya menunjukkan isi dompetnya.
"Blagu.. "
Gumam Leo masih terdengar oleh Grace.
"Emang ngapa sih pake nanyain SIM gue? Lo mau nilang gue..? "
Tanya Grace keheranan.
"Gantian nyetir.. Gue ngantuk.. "
Ucap Leo sembari menggeser duduknya.
"Gila.. Bisa gak si keluar dulu gitu... Ribet banget.. "
Kesal Grace tapi nurut juga.
Kini grace duduk di belakang kemudi, Iapun melajukan mobilnya dengan kecepatan sedang, melirik Leo disampingnya yang tengah terpejam.
"Lo tidur nganga aja cakep.. "
Gumam Grace cekikikan.
"Thanks Le.. lo mau nemenin gue jagain Daddy sampe lo ngantuk begini. Gimana gue bisa ngebiarin lo diambil orang lain..? "
Batin Grace yang tidak rela siapapun merebut Leo dari sampingnya.
"Le.. Bangun.. udah nyampe.. "
Bisik Grace sambil menggoyangkan bahu Leo, namun Leo tak kunjung bangun dan mempertahankan matanya untuk terpejam.
Grace dengan ide jahilnya membuka kaca jendela, sontak Para fans Leo menjerit histeris.
"Aaa.. Leonard lagi tidur aja setampan itu.. "
"So cute.. "
"Thanks kak Grace.. aku padamu.. "
Leo segera membuka matanya sebab mendengar teriakan teriakan dari para penggemar, sementara Grace terkekeh.
"Rasain lo.. Siapa suruh susah di bangunin. . "
Ucap Grace terkekeh.
Leo mendengus kesal kemudian mencengkram lengan Grace membuatnya langsung terdiam. wajah Leo kini dekat sekali dengan wajah Grace, dan matanya menatap Grace dengan sorotan tajam tanpa memperdulikan teriakan dari para penggemar di luar. jika di lihat dari kejauhan, keduanya seperti hendak berciuman membuat yang menyaksikannya semakin berteriak histeris.
"Lo.. Lo.. Mau ngapain? " tanya Grace gugup memejamkan matanya menanti apa yang terjadi, lebih tepatnya menanti apa yang ada di benaknya yang tak lain ialah ritual penyemangat.
Fyuhhh... Leo meniup wajah Grace membuatnya langsung terbelalak.
"Ngeres.. Gue mau ngajak lo sarapan.. "
__ADS_1