
Hari yang di tunggu sudah tiba. pesta ulang tahun si kecil Cio sekaligus pesta kehamilan Grace.
kali ini pasangan Leo dan Grace tidak perlu repot-repot mempersiapkan acara tersebut, sebab semuanya sudah di siapkan dengan matang nan sempurna oleh orangtua Grace.
Leo sudah mendandani Grace dengan sangat cantik nan anggun. Ya, Leo mengambil alih untuk mendandani Grace, padahal Bram sudah mengutus MUA kelas atas yang sudah tidak perlu di ragukan lagi hasilnya itu.
Bram sendiri adalah orang pertama yang melihat hasil karya Leo di wajah Grace. Dia berdecak kagum kala melihat penampilan Grace. dimana Grace mengenakan dress selutut berwarna soft sesuai dengan wajahnya yang hanya di rias dengan polesan tipis membuatnya terlihat semakin menawan.
" Daddy gak nyangka kalo kamu bisa bikin putri Daddy cantik begini.." ucap Bram menepuk bahu Leo dengan bangga.
" putri Daddy emang selalu terlihat cantik.." sahut Leo mendahului Grace yang hendak protes barusan. kini istrinya itu nampak langsung berseri karena jurus jitunya.
" menantu Daddy pandai gombal juga ternyata.." timpal Bram terkekeh.
" jujur Dad.." protes Leo membuat Bram manggut-manggut paham.
" yaudah, kalo gitu Daddy keluar duluan yah, tamu udah pada nungguin.."
" tunggu dulu Dad.." cegah Grace membuat Bram urung membuka pintu di depannya. Kemudian Pria itu membalikan badan menunggu apa yang akan di sampaikan putrinya.
" Daddy udah bayar MUA yang tadi kan..?" tanya Grace santai membuat Leo menyerit heran. untuk apa istrinya itu bertanya hal yang tidak penting menurutnya.
meskipun merasa bingung, Bram mengangguk mengiyakan.
" yang cancel aja di bayar kontan, gimana sama yang gantiin.." celetuk Grace santai sambil menunjuk Leo dengan dagunya.
" berhubung masih amatiran, gak papa separo juga.." lanjutanya seraya menaikturunkan kedua alisnya .
sontak saja Leo langsung melotot, " gak usah di denger Dad.." timpalnya melas.
sementara Bram menggeleng terkekeh, " gak papa, itu bisa di atur.. lagian hasilnya juga memuaskan.. Biar Daddy bayar penuh-"
" yess.. terimakasih Tuan.." sela Grace berlagak membungkukkan badan di hadapan Bram membuat pria itu tergelak, berbeda dengan Leo yang langsung menepuk dahi frustasi, ada-ada saja tingkah istrinya itu.
.
.
Setelah kepergian Bram, seketika Leo mengubah ekspresi wajahnya menjadi cemberut. sialnya Grace tidak perduli membuat Leo berdecak sebal.
" ck di kasih hati minta jantung.." sarkasnya membuat Grace menaikan sebelah alisnya tak paham.
" maksud lo..?"
" ya itu yang barusan lo minta bayaran, Daddy yang ngadain acara ini gede-gedean aja gue ngerasa gak enak.. lo malah nambah nambahin.." sahut Leo kesal. Pria itu bersedakap dada sambil membalikkan badannya membelakangi Grace.
Leo terlihat seperti anak kecil yang sedang merajuk membuat Grace terkekeh geli dan berniat menggoda suaminya itu.
" lah ngapa? bokap gue ini-"
" ya tapikan gue gak enak, kesannya gue ini nirfaedah.. "
" iya deh sorry.. lagian gue cuma bercanda.. " sahut Grace sok melas dan berhasil membuat Leo luluh seketika. pria itu membalikkan badannya dan langsung melangkah mendekati Grace.
" lain kali kalo mau bercanda cari bahan laen, bisa? " ucap Leo tegas membuat Grace mengangguk patuh.
Sial, Grace terlihat begitu lucu ketika bibirnya mengerucut seperti itu, membuat Leo tak kuasa menelan ludahnya. dan kini Pria itu tak segan menyambar bibir Grace dengan spontan.
Gracepun terbelalak dengan serangan tiba-tiba dari Leo. dengan refleknya Grace mendorong dada Leo membuat pangutan bibirnya terlepas begitu saja.
" gila lo maen nyosor aja.. "
" salahin aja bibir manis lo kenapa bisa bikin candu.. " sahut Leo santai tanpa dosa membuat Grace berlagak ingin muntah saja.
" ck.. bassi.. lo kudu tanggungjawab ya kalo lipstiknya luntur.. " ucap Grace kembali memajukan bibirnya sebal.
" noh coba liat, luntur gak..? " Leo memutar badan Grace agar menghadap ke arah cermin.
Grace pun langsung mengamati bibirnya hingga wanita itu cengengesan,
" beneran gak luntur, hebat juga si bapak.. " ucapnya sok memuji Leo, padahal Grace tentu tahu jika kwalitas lipstik yang dipakainya itu sangat bagus.
" boleh dong buat sampingan.. " lanjut Grace santai menaikturunkan kedua alisnya.
Leo yang sempat dibuat di atas angin karena pujian Grace, langsung melorot begitu saja. tetapi bukan Leonard namanya jika tidak bisa meladeni Grace.
Leo menyunggingkan senyuman,
" sampingan yah, boleh juga.. " Dia sengaja menjeda ucapannya sebab ingin tahu ekspresi Grace dulu.
Grace mengangguk antusias membuat Leo menyeringai bak iblis,
__ADS_1
" okeh, so.. menurut lo kira-kira yang cocok jadi customer gue nanti, modelannya harus kayak gimana? abege.. tante-tante.. atau-"
" bencong..!!!" sela Grace ketus. Dia sangat menyesali kekeliruannya yang menjadi bumerang kali ini. Jelas Grace tidak sudi jika suaminya harus melakukan pekerjaan yang Ia sarankan barusan. membayangkannya saja Grace tak kuasa, apalagi harus mengalaminya.
Leo tergelak melihat ekspresi wajah Grace, sesuai dengan tebakannya, istrinya itu langsung cemberut kesal. Leo senang sekali karena kali ini dia menang dari Grace.
" belum kering bibir gue bilangin lo, kalo mau bercanda cari bahan laen-"
" itu juga bahan laen.. "
" yang antimainstream dong.. "
setelah puas saling melempar candaan dimana Leo selalu menjadi pemenangnya, kini keduanya memutuskan keluar dari kamar dengan raut wajah yang terlihat segar juga ceria.
Grace menggandeng lengan Leo ketika melangkah menghampiri orangtuanya yang sudah menunggu sedari tadi.
" mamah, papah, udah lama..? " tanya Grace santai tanpa dosa sambil memeluk Hendri dan Deti satu persatu. Leo mengikuti Grace, melakukan hal yang sama seperti istrinya.
" hmm, anak mamah selalu cantik.. "
" ehem.. " Leo berlagak membetulkan kerah kemejanya mengisyaratkan sebab dirinyalah Grace bisa terlihat lebih cantik saat ini.
" iya, mamah tau.. anak mamah yang satu ini juga hebat, mamah like pokoknya.. "
Setelah berbincang-bincang sebentar, kemudian mereka keluar menuju halaman tempat dimana acara itu di gelar.
Leo tercengang ketika melihat begitu banyaknya tamu undangan yang hadir di sana, termasuk seluruh anggota gengnya yang turut hadir.
" lo yang undang mereka semua..?" bisik Leo pada Grace dan langsung di angguki dengan santainya oleh istrinya itu.
" kenapa? Lo mau bilang aji mumpung lagi..?" sahut Grace sewot. " lagian apa salahnya sih ngajak mereka senang-senang.. " lanjutnya membuat Leo menggeleng berdecak.
" bukan gitu Grace, gue kan udah ngerencanain party khusus bareng mereka.."
" yaudah sih sekalian aja.. gak usah di bikin ribet deh.." sahut Grace mendelik membuat Leo menghela napas pasrah.
" gak usah bikin mood gue rusak, bisa..?" lanjut Grace menirukan gaya bicara Leo saat tadi di kamar.
Leo mengangguk terkekeh pelan, " okeh sayang.." sahutnya sambil menoel dagu Grace membuat wanita itu memutar bola matanya malas.
.
.
.
Leo menyampaikan kalimat demi kalimat dengan apik dan tenang. Dia tidak boleh mempermalukan ayah mertuanya yang sudah membanggakannya kepada para rekan bisnisnya tadi.
Setelahnya, Leo mengajak istri beserta anaknya menemani di sampingnya untuk memulai inti acara tersebut.
Seorang pemuka agama memimpin do'a untuk kebaikan keluarga yang tampak bahagia itu.
harapan untuk si kecil Lucio yang kini berada di gendongan Leo, agar menjadi anak yang hebat dan rendah hati seperti kedua orangtuanya. tak lupa harapan besar untuk kelancaran persalinan Grace yang di amini semuanya.
Tidak sedikit orang yang mengabadikan setiap pergerakan keluarga kecil itu menggunakan kamera pribadinya.
" gemes banget sih mereka.." puji beberapa tamu yang menatap kagum kepada keluarga itu.
apalagi kala si wajah Lucio yang di apit Leo dan Grace yang mencium pipinya kompak, itu adalah spot terbaik bagi mereka yang memotretnya sedari tadi. sungguh perpaduan yang sempurna.
...***...
Hari sudah sore bertepatan dengan usainya acara itu, para tamu satu persatu mulai meninggalkan tempat itu.
" jadilah orang yang hebat seperti ayahmu.. jadilah orang yang kuat seperti ibumu.. dan jadilah orang yang dermawan seperti mereka.."
Siti, pengurus panti yang selalu mendapat donasi dari Leo dan Grace. Wanita paruh baya itu tak hentinya memanjatkan do'a dihatinya sambil mengusap kepala si kecil. kemudian Ia beralih menatap Leo dan Grace sambil tersenyum,
" semoga semuanya di permudahkan, semudah tangan kalian ketika membantu orang kesusahan.."
" Ibu mah cuma bisa do'ain kalian di beri kesehatan.." hanya itu yang bisa di ucapkan oleh Siti kepada mereka, selebihnya biar Dia dan Tuhan yang tau.
Leo dan Grace mengangguk tersenyum mengamini do'a Siti. kemudian keduanya mengajak si kecil menghampiri para anggota yang masih ada di sana.
para anggota tampak masih menyantap hidangan penutup sambil menikmati alunan musik. seketika mereka langsung menghentikan aktivitasnya kala melihat siapa yang menghampiri ke sana. Grace dan Leo, pemimpin tertinggi Circle tersebut.
sontak saja mereka langsung membungkuk hormat seperti biasanya membuat keduanya berdecak kompak. beruntung tamu yang notabenenya rekan bisnis juga jajaran penting kampusnya sudah pulang. dengan begitu mereka tidak perlu menjaga image lagi.
" woah..bos kecil.." mereka berbondong-bondong ingin menggendong si kecil. dan Soni anak Astrolah pemenangnya.
" happy birthday bos kecil.. kadonya bentar lagi datang.. " bisik Soni pada Lucio.
__ADS_1
semuanya terkekeh melihat si kecil berceloteh sambil memukul-mukul wajah Soni hingga pria itu pura-pura meringis.
" generasi suhu.. " celetuk salahsatu anggota di angguki setuju oleh yang lainnya.
kini Lucio bermain bersama para anggota dengan gembira. Lucio malah tidak tampak kelelahan, padahal anak itu belum tidur lagi sedari pagi. bahkan sekarang Lucio semakin gembira kala mendapat banyak hadiah dari para anggota. salahsatunya mobil mini bertenaga listrik pemberian Soni Astro yang baru saja tiba dan langsung di naiki si kecil di temani para anggota yang mengasuhnya.
" bos, selamat yah.." celetuk Ari membuat Leo dan Grace mendengus kesal.
" udah gitu aja..? " sahut Grace.
" lah apalagi..? " timpal Ari songong membuat pasangan itu kembali mendengus kesal.
" oh, hadiah yah.. tenang, gue udah siapin khusus buat keluarga lo.."
" bukan itu anying.. " Leo menimpali sambil menoyor gemas kepala sohibnya. " Lo gak ada kata-kata laen gitu? minimal lo pura-pura do'ain anak gue sialan.. "
" tau lo.. giliran ngoceh ngejekin orang aja lancar jaya.. " timpal Grace sewot.
" ck.. do'amah tiap helaan napas, itu do'a gue buat kita semua.. " sahut Ari santai.
sementara Grace dan Leo berlagak ingin muntah membuat Ari mendelik sebal.
" gue gak butuh kalian buat percaya.. " lanjut Ari tak kalah sewotnya. " lagian yang gue butuh, Tuhan yang gue percayai bisa denger do'a gue.. "
" anjay.. Lord Ari.. " celetuk Leo cengengesan sambil merangkul Ari yang berlagak merajuk itu.
Grace dan Megan menggeleng terkekeh melihat kelakuan dua pria di hadapannya sekarang. dimana Ari ogah-ogahan menolak Leo yang hendak memeluknya.
" woah, si bos nolak pelukan gue.. gak mau ketularan tampan yah.. "
" najis.." sahut Ari ketus dan sukses membuat yang lainnya tergelak.
" oh ya Grace, gue do'ain biar lo lancar nanti pas lahiran.. " ucap Megan sambil mengusap pelan perut Grace.
Grace mengangguk tersenyum, kemudian Ia melakukan hal sama dengan sahabatnya.
" Lo juga Me, ini pertama buat lo.. semoga semuanya di lancarin. yang ngandung, yang di kandung mudah-mudahan di beri keselamatan "
" semoga kalian secepatnya dapet momongan lagi.. " lirih Grace dalam hatinya. Wanita itu memang sedari tadi mencari keberadaan keluarga Exel. Dia berharap penuh, walaupun sudah tahu jika mereka tidak mungkin hadir di sana.
kali ini Grace berhasil menyembunyikan semuanya di balik wajahnya yang tampak segar dan ceria sepanjang acara tersebut.
...***...
Sementara di tempat lain,
Exel tampak murung sedari pagi karena tidak bisa menghadiri acara ulang tahun Lucio, anak yang selalu Dia anggap seperti anaknya sendiri.
Exel mengalah kepada Silvie yang berusaha mencegahnya dengan beberapa alasan yang tidak masuk akal seperti saat ini. dimana Ia diminta untuk membetulkan atap yang jelas-jelas tidak bermasalah.
Exel pasrah menurut. setidaknya istrinya itu masih bertahan untuk melanjutkan hidup dengannya. terlebih kala Silvie mengalami kecemasan berlebihan ketika Ia menyuruhnya kembali ke orangtuanya, membuat Exel tidak kuasa melihatnya.
" gue gak gila.. gue gak mau di bawa ke psikiater lagi.. "
kalimat itu yang terus terlontar saat Silvie sedang meracau parah, membuat Exel mau tak mau harus mengalah.
.
.
.
hari mulai gelap, Exel sudah mantap sekaligus nekat untuk menemui Lucio. pria itu tidak bisa menahan keinginannya terlebih setelah melihat potret si kecil dari postingan salah satu anggotanya yang nampak bahagia itu.
" uncle gak mau ngelewatin ulangtahun pertama anak uncle Cio.. "
Exel benar-benar pergi meninggalkan Silvie dengan alasan ada urusan di bengkel. Pria itu membohongi istrinya demi bertemu Lucio.
telepathy yang kuat. dimana Grace merasa harus dan wajib untuk bertemu dengan Exel dan Silvie. padahal tidak ada ikatan darah diantara mereka, namun entah mengapa Grace juga nekat akan pergi menemui dua orang itu apapun hasilnya nanti. Dia juga bahkan berdusta kepada pasangannya dengan alasan ingin menghabiskan waktu di luar sendirian.
" inget.. jangan rusak mood gue.. " pamitnya pada Leo. wanita itu juga menolak tawaran suaminya yang ingin mengantarnya.
Grace benar-benar pergi sendirian dengan menggunakan taksi online.
.
.
.
" cabut Sil.. gue bilang cabut cepetan..!!! "
__ADS_1
bughhh..
bersambung..