Malu Malu Kucing

Malu Malu Kucing
part 17


__ADS_3

Hari telah berganti, Leo bersiap berangkat sekolah, tidak dengan Grace.


Leo melihat Grace masih terlelap, bahkan Ia mengendap-endap takut istrinya bangun.


Leo telah menyuruhnya untuk tidak sekolah dulu sampai Grace benar-benar merasa lebih baik.


Namun bukan Grace namanya jika Ia harus berlarut-larut dalam kesedihan.


Di tengah perjalannya menuju sekolah, tepatnya ketika mobil berhenti di lampu merah,


"Loh.. Den bukannya itu Non Grace..? "


Ucap sang supir ketika melihat Grace tengah menyalip beberapa kendaraan di lampu merah.


Leopun segera turun dari mobil


"Geser pak.. Biar saya yang bawa..! "


Titah Leo pada supirnya.


Setelah lampu hijau menyala, Leo tancap gas mengikuti Grace, Ia menyeimbangkan laju kendaraannya dengan motor Grace.


"Tumben tuh anak bawa motor pelan begitu.. Apa jangan-jangan masih gak enak badan? "


Gumam Leo masih terdengar oleh supirnya.


"Kayanya Non Grace bawa motor sambil dengerin musik den.. "timpal sang supir


Benar saja Grace begitu santai membawa motornya, sesekali kepalanya mangut mangut seirama dengan musik yang didengarnya.


Leo menggeleng melihat tingkah Grace yang nyeleneh, dirinya merasa bodoh mengambil alih kemudi dari supirnya, takutnya Grace kebut-kebutan membawa motor apalagi kondisinya masih berduka, namun sayang sekali pikirannya melesat.


___


Sesampainya di sekolah, Grace memarkirkan motornya di parkiran, setelahnya ia berjalan menuju lokernya untuk mengenakan seragam lengkapnya.


Semua siswa yang berpapasan dengannya mengucapkan bela sungkawa atas kepergian Ibunya.


Gracepun menanggapinya dengan senyuman.


Dari sekian siswa yang perduli dengan Grace ada saja yang berulah.


Linda, murid kelas IPA dua lebih tepatnya satu kelas dengan Leo merupakan gadis yang sangat iri terhadap apa yang dimiliki Grace.


"Grace.. Beneran bokap lo bangkrut..? "


Tanya Linda yang termakan hoax


Grace masih santai enggan  menanggapinya, Iapun bergegas keluar dari ruang lokernya.


Linda tak tinggal diam Ia segera mengejar Grace yang tengah berjalan di sebuah lorong sekolah.


"Jangan-jangan bokap lo bangkrut gara-gara mama baru ya.. "


Ucap mulut jahat Linda.


Grace menghentikan langkahnya, Ia mencoba tetap tenang, dirinya sadar siapa ayahnya, tentunya Grace harus siap dengan keadaan seperti ini, dimana lambat laun kabar itu pasti akan menyebar juga.


Grace menghela nafas, membalikan badannya dan menatap tajam ke arah Linda.


"Sayangnya gue gak peduli tuh.."


Ucap Grace santai menghampiri Linda yang berdiri menyilangkan kedua tangan didada dengan gaya sombongnya.


"Jaga diri lo bae bae, sebelum kasus bokap lo.. "


Belum selesai Grace membisikkan,


tangan Linda terangkat ingin menampar Grace, namun tindakannya di cekal lengan kekar Leo.


Leo mengibaskan tangan Linda, kemudian Ia menggenggam tangan Grace meninggalkan Linda yang berdiri mematung dengan mengepalkan telapak tangannya.


"Lo gak papa..? "


Tanya Leo dengan wajah yang khawatir.


Grace menyunggingkan sudut bibir atasnya.


"Gue..? Emang gue kenapa..? "


Bukannya menjawab, Grace malah balik bertanya.


"Itu tadi Cewek.. Ngomong yang engak engak.. "


Tanpa Grace sadari sedari tadi Leo mengikutinya dan mendengar percakapannya dengan Linda.


Grace terkekeh


"Menurut lo gue harus jambak jambakan gitu sama si Linda..? Gak banget gue harus ngeladenin mulut julid kek begitu.. Kalo adu di ring sih gue oke, tapi menurut gue dia bukan lawan yang sepadan sama gue.. Kalo kaya lo baru lawan sepadan di ring.."


Ucapanya tanpa jeda.


"Di ring apa di ranjang..??"


timpal Leo santai dengan nada memancing membuat wajah Grace seketika langsung merah bak tomat matang, Itulah yang di inginkan Leo melihat Grace yang salah tingkah.


Grace menghela nafas mencoba tenang.


"Lagian lo ngapain ngikutin gue sih..? "


Tanya Grace heran.


"Dasar keras kepala.. gue bilang kan lo gak usah sekolah dulu.. "


timpal Leo so care.


"Kenapa..? Lagian gue baik-baik aja..


Oh.. Jangan-jangan lo mau bebas sama cewek-cewek keganjenan yang suka godain lo..cih jangan harap.. "


Grace tersadar dari ocehannya, ia segera menutup mulutnya.


"Bodoh.."


Gumamnya.


Leo memicingkan matanya meminta penjelasan.


"Udah ah gue cabut dulu.. " Lagi-lagi grace salah tingkah.


"Oh ya.. Mana uang jajan gue.. ?"

__ADS_1


Grace menengadahkan tangannya ke arah Leo bak tukang palak.


Leopun mengeluarkan uang dari dompetnya dan menyodorkan Selembar uang biru dan selembar uang ungu.


Grace mendengus kesal


"Hah.. Gila.. di tambahin ceban doang.. "


Grace enggan mengambilnya.


"Lo gak bilang mau ditambahin berapa kan..? "


Ucap leo santai , senang sekali rasanya membuat Grace kesal.


"Ya gak ceban juga bambang.. Minimal dua kali lipat lah.. Dompet mahal, bejejer duit cepean.. Ama bini sendiri pelit lo.. " Ucap Grace mengoceh kesal seraya membuang mukanya.


Leopun mengganti uang ungu dengan uang biru


" Yaudah nih.. Dua kali lipat kan? "


Ucapnya masih stay cool menyodorkan kembali uangnya kepada Grace.


Grace melirik dengan skor matanya lagi-lagi dirinya dibuat kesal oleh Leo.


"Sial.. Kenapa gak ngomong sepuluh kali lipat.. Ah Grace lo emang bodoh.. "


Akhirnya Gracepun meraih uang yang disodorkan Leo, tak hanya uang yang Grace raih melainkan tangan Leo juga diraihnya seraya mencium punggung tangan Leo membuatnya terkejut tapi membiarkannya.


"Bye suamiku.. "


Bisik grace di telinga Leo yang kini terpaku, Grace pun berlalu meninggalkannya.


Leo tersenyum merekah melihat kepergian Grace, niat hati ingin menjahili Grace malah dia yang salah tingkah.


"Jantung gue. . "


___


Sesampainya di kelas, Grace disambut semua teman sekelasnya.


Semua mengucap bela sungkawa padanya.


"Lo ko udah masuk sekolah Grace..? "


Tanya Silvie heran.


"Bosen gue.. "


Jawab Grace singkat seraya mendudukkan diri di bangkunya.


"Gue tau lo itu kuat Grace"


Megan menimpali menepuk bahu Grace.


"Grace, gue mau nanya sesuatu deh sama lo.. Si Megan juga penasaran.. Iya gak Me.."


Silvie mengedipkan matanya ke arah Megan.


"Anjir bawa-bawa gue.. "


Timpal Megan ketus.


"Lo pada mau tanya tentang si Leo kenapa dia ada di pemakaman nyokap gue..??? "


Grace sudah menduganya.


"Tau aja lo.. Seriusan gue penasaran , kenapa babang tampan bisa ada disono.. "


Silvie nyerocos penuh semangat.


"Ntar gue jelasin, bentar lagi bel "


Ucap Grace malas.


***


Telah tiba waktu istirahat,. Grace cs pun pergi ke kantin.


"Le.. Bini lo noh.. "


Ucap Exel menyikut Leo.


"Pinter juga lo milih cewek."


timpal Ari cengengesan.


Leopun menatap tak suka kedua sohibnya.


"sekali lagi bahas beginian di sekolah, gue pastiin ini makan terakhir lo pada.. "


Ucapanya kesal dengan nada mengancam membuat keduanya bergidik.


"Anjir.. Emang kita ngomong apaan yaa"


Bisik Ari keheranan.


Di bangku lain,


"Grace buruan, gue penasaran nih.. "


Ucap Silvie gak sabaran.


Grace menghela napas, keringat dingin di dahinya


"Sebenarnya... Leo itu.. "


"Itu apa.. Cowok lo..? "


Timpal Silvie mengira-ngira.


"Suami gue.. "


Bisik Grace yang gugup.


"Haahh..!!!"


Keduanya kompak terkejut, Silvie sampai berdiri membuat semua yang ada di kantin menoleh ke arah meja Grace Cs tak terkecuali Leo Cs.


"Duduk be..ge.."


Megan menarik lengan Silvie.

__ADS_1


"Ko bisa Grace? Sejak kapan..? "


Tanya Silvie masih tak percaya.


"Gue di jodohin, pas abis ujian akhir, gue nikah sama dia.. "


Ucap grace pelan.


"Ko lo mau si Grace? Bukannya lo gak suka sama dia..? "


timpal Silvie penasaran.


"Itu permintaan nyokap gue, gue udah nolak, tapi nyokap gue malah makin parah, Sialnya gue gak tau kalo dia yang jadi suami gue, gue aja baru tau pas hari Ha.. "


Jelas Grace mulai santai.


"Yah.. Gue bisa apa Grace, gue mundur bestie.. " timpal Silvie cekikikan.


"Eh.. Tapi lo sukakan sama dia..? "


Tanya Megan penasaran.


"Mana gue tau.."


Jawab grace pasrah.


"Tapi lo udah ngelakuinnya kan?"


Tanya Silvie cengengesan mendapat toyoran dari Megan.


"Ngelakuin apaan..? "


Tanya Grace heran.


"Gak usah sok polos deh.. Itu begituan.."


timpal Silvie cengengesan menaikturunkan alisnya penuh arti.


"Begituan apaan gue gak ngerti.. "


"Jangan bilang lo bedua belom ngelakuin..??? "


"Apaan si gue gak ngerti? "


"Anjir.. Urusan begini lo emang bodoh Grace, Maksud gue, lu udah ngelakuin hubungan badan belom sama dia? "


Grace hanya menggelengkan kepalanya malas.


"Hah serius lo belum.. ? "


"Ya belum.. "


"Kalo ciuman? "


"Belum.. "


"Hahh.. Parah lo.. Makannya jangan nonton Gp mulu, sekali-kali lo nonton drakor, minimal lo bisa ciuman. "


Kali ini Silvie merasa geregetan.


"Ya mau gimana..? Dia aja diem aja gak minta.. "


Ucap Grace santai.


"Hedeuhh.. Jaman sekarang cewek harus peka, emansipasi.. "


timpal Silvie sok tahu.


"Anjir lo bawa-bawa emansipasi.. "


timpal Megan cekikikan


"Gue heran Si Leo bisa bertahan, gak tersiksa gitu.. Lo bedua tidur sekamar kan? "


Tanya Silvie


"Iya.. Bahkan seranjang"


Grace keceplosan.


"Seranjang..? Tapi gak ngapa-ngapain..? Gila .. Dosa lo Grace udah nyiksa suami lo.. "


" Nyiksa apaan..? "


"Bego.. Bego.. Emang lo pikir barang si Leo gak berontak apa kalo tidur seranjang sama lo..? "


"Mana gue tau, gue kan merem kalo tidur.. "


"Nah ini nih makin bodoh, ya semua orang tidur pasti merem markonah..


Eh gue penasaran Si Leo ilfil gak sih sama lo kalo lagi tidur, lo kan gocan kalo molor gak bisa diem.. "


Silvie cekikikan.


"Sialan lo.. Udah yu ah cabut, bentar lagi masuk.. "


"Lo inget pesen gue Grace, jangan nyiksa suami lo, dosa.. "


"Iya.. Iya..So bijak lo.. "


ting..


hubby:


"Udah ngasih tau mereka ya.. Heboh begitu.. "


mine :


"Iya udah.. Gue pikir lega.. Eh malah di ceramahin. "


hubby :


"Di ceramahin apaan? "


mine :


"Kepo.. "


"Anjay.. Hubby Me.. Hubby"


Ledek Silvie yang melirik layar ponsel Grace.

__ADS_1


__ADS_2