
Hari ini adalah hari pertama masuk dunia perkuliahan setelah kurang lebih sepekan menjalani kegiatan Ospek yang sangat menguras tenaga dan mental tentunya.
Tiga pasangan muda atau enam sekawan memilih berkuliah di kampus yang sama tetapi berbeda kejuruan.
Grace cs memilih fakultas kedokteran bukan berarti mereka memiliki cita-cita sebagai dokter, akan tetapi ketiganya sangat malas berpindah haluan dari apa yang di dapat selama belajar di kelas IPA dulu.
entahlah, masalah cita-cita ketiganya begitu santai ingin menjadi istri dan ibu yang baik dalam rumah tangga, itu saja..
akan tetapi mereka tetap berprinsip mengejar pendidikan seperti pepatah mengatakan
" tuntutlah ilmu sampai ke negri cina ". ah lebih tepatnya mereka tidak ingin terlihat bodoh.
Berbeda dengan tiga dara cantik, Leo cs memilih berpindah haluan dari apa yang mereka dapat dulu saat SMA, yups.. ketiganya memilih jurusan manajemen bisnis tentunya untuk memantapkan dan mempermudah bisnis yang dijalani oleh mereka.
terlebih Leo yang dituntut menjadi pimpinan perusahan milik mertuanya, dan pastinya Ia juga merupakan satu-satunya penerus perusahaan yang dimiliki ayahnya sendiri.
satu kesamaan dari enam sekawan itu, yakni mereka masuk dengan jalur prestasi.
ya, walaupun mereka merupakan anak dari kalangan berada, tetapi mereka memilih lewat jalur beasiswa.
dan itu membuat mereka tidak ingin sengaja menunjukan dari mana asal mereka begitupun dengan status pernikahan. biarkan nanti mengalir apa adanya.
cih.. tetap saja sesederhana apapun mereka, orang yang mengerti pasti akan paham siapa mereka dengan gaya pakaian dari brand ternama begitupun dengan motor sport yang mereka gunakan nantinya saat pergi ke kampus.
" kalo bukan hari pertama, gue milih bolos aja.." ucap Leo tak hentinya menggoda Grace yang sedang memompa ASI untuk si kecil Cio.
sementara Grace mendengus sebal malas menanggapi suami yang akhir-akhir ini lebih mesum itu.
Grace memilih bersiap dengan alat make upnya setelah selesai dengan aktivitas memompa ASInya.
berbekal ilmu dari menonton konten beberapa beauty vloger, Grace sekarang cukup mahir dalam merias wajah. tentu Ia tidak akan meminta Silvie mengajarkannya, gengsi dong..
" jangan cantik-cantik Grace.." rengek Leo seraya melingkarkan tangannya pada leher Grace.
jelas Leo tidak ingin kecantikan Grace dinikmati oleh orang lain, terlebih saat Ospek tempo hari istrinya itu menjadi objek para senior yang tak hentinya menggoda Grace tentu membuat dirinya cemburu dan geram.
Grace membuang napas kasar melihat Leo yang terkesan manja itu, julukan bayi besar memang pantas untuk Leo saat ini,
" ya udah.. nih gue cuma pake ini doang.. puas lo? " sahut Grace dengan ketus seraya mengacungkan sebuah lip balm tepat di depan wajah Leo.
Leo terkekeh dengan Grace yang terlihat menggemaskan jika sedang kesal itu, " mami gak pake apa-apa aja selalu cantik.." ucap Leo yang berhasil mencium pipi merah Grace.
" gembel.."
" jujur sayang.."
jujur, Leo memang jujur dengan ucapannya barusan jika Grace semakin cantik saat hamil dan setelah melahirkan aura kecantikannya semakin terpancar.
" curang banget lo.. gue gak boleh cantik, lo sendiri kenapa makin hari makin tampan..? lo seneng kan jadi inceran tante-tante girang kampus.."
ya Grace memanggil para senior yang mendekati suaminya itu dengan sebutan tante girang kampus.
hey.. Grace, kau tak sadar sudah memuji ketampanan suamimu yang sekarang sedang tersenyum merekah mendengarnya.
...----------------...
__ADS_1
keduanya menatap si kecil Cio dengan sendu sebelum berangkat, terlebih Leo yang nantinya akan menghabiskan waktu lebih lama di luar rumah, pasti sangat rindu si kecil.
" mbak.. titip Cio, jaga baik-baik yah.. " ucap Grace menepuk bahu Ratna baby sitter baru yang bekerja di sana.
" baik non.. " timpal Ratna menunduk sopan.
di rasa cukup mencium si kecil, akhirnya keduanya pun berangkat menuju kampus tentunya menggunakan Motor sport yang sudah lama Grace rindukan.
Kehidupan dan suasana baru dimulai, tentunya masalah baru pun pasti akan ada.
" gimana Le? boleh kan kalo gue bawa si Rosi.. Megan sama Silvie aja pada di bolehin bawa motor sendiri.." rengek Grace memohon untuk membawa motor sendiri itu.
Leo menghela napas panjang setelah membukakan helm yang melekat di kepala Grace, menatap sejenak wajah yang kini membuatnya gemas itu.
berat, ini memang berat, dimana nantinya mereka akan berbeda jadwal kuliah membuat keduanya tidak setiap hari berangkat bersama.
Jurusan yang berbeda pun membuat keduanya akan berjauhan, mengingat mereka berkuliah di kampus yang sangat elite nan luas, tentu akan semakin membuat pasangan tersebut berjarak.
Leo hanya mengangguk mengiyakan seraya tersenyum,
" yess..!!! makasih papi.. " ucap Grace dengan sumringah tersenyum sejuta watt.
" hmm.. lo gak mau meluk atau cium suami lo..? " goda Leo.
plak.. Grace memukul bahu Leo dengan keras.
" gak tau tempat.. " timpal Grace ketus.
" ngapa si, udah halal ini.. " sahut Leo meringis berlebihan.
ucap Grace melengos berlangganan meninggalkan Leo sendiri.
" belajar yang bener biar kata cita-cita lo bukan jadi dokter.. " teriak Leo melihat kepergian istrinya.
" shiitt.. jiwa bar-bar nya kumat.. " umpat Leo melihat Grace mengacungkan jari tengahnya.
sepanjang Grace melangkah menuju kelasnya tak sedikit Mahasiswa/i lain menatapnya penuh kagum, ada juga para mahasiswi yang menatap sinis ke arahnya.
" anak beasiswa kalo gak jadi ayam kampus ya gak makan.. " sarkas salah satu mahasiswi senior tepat saat Grace melewatinya membuat Grace menghentikan langkah dan tak segan menghampirinya.
Grace menatap sejenak si senior lalu tersenyum miring, " nyindir sama nyisir itu sama.. sama-sama butuh kaca.. " ucapnya dengan lantang.
Ya, Grace yang merasa tersinggung dengan ucapan seniornya tentu tak terima, terlebih penampilannya yang kontras dengan si senior.
dimana dirinya yang berpenampilan sedikit maskulin dengan celana jins beserta kaos hitam lengan panjang yang menutupi badannya, bagaimana bisa di katai ayam kampus, si senior lah yang pantas mendapat julukan tersebut sebab penampilannya yang terkesan seksi dengan rok mini nya.
merasa geram si senior melayangkan telapak tangannya hendak menampar Grace namun dengan sigap Grace mencengkram lalu menghempaskan dengan kasar.
" berani lo sama gue? gue tandain muka so cantik lo.. " umpat si senior penuh amarah meneriaki Grace yang malah melenggang pergi dengan melambaikan tangan kebelakang meremehkan.
semua yang melihatnya menggeleng dengan nyali Grace,
" gila.. lo berani sama si Siska.. " ucap seseorang sok akrab mengiringi langkah Grace dan tak segan merangkul bahunya.
" emang dia siapa.. gue harus takut sama tuh cewek.. " sahut Grace seraya menurunkan lengan yang ada di bahunya.
__ADS_1
" lo hati-hati sama dia.. dia itu primadona disini plus kesayangan para dosen.. " lagi-lagi mahasiswi tersebut sok akrab menepuk bahu Grace.
" gue gak peduli.. " timpal Grace santai seraya mempercepat langkahnya.
" kenalin gue Viola.. dua tingkat dari lo.. gue juga temen sekelasnya si Siska.. dan lo Grace kan.. " ucap Viola mengulurkan tangannya berharap Grace meraihnya. tantu dirinya tahu dengan Grace yang sepekan ini menjadi buah bibir karena digadang-gadang akan menjadi ratu kampus sebab kecantikan natural yang dimiliki Grace tidak ada duanya.
dengan malas dan terpaksa Grace pun menerima uluran tangan Viola, " okeh kak Viola.. semoga gue gak lupa nama sama muka lo.. gue orangnya pelupa soalnya.. " ucap Grace santai membuat Viola terkekeh.
ah ni anak emang menggemaskan.. pantesan cowok-cowok sampe gak ngedip..
...----------------...
" Grace gimana..? doi ngijinin lo bawa motor kan? " tanya Megan antusias menghampiri Grace yang baru masuk kelas.
Grace menanggapinya dengan anggukan seraya mendudukkan dirinya di bangku.
" muka lo kenapa kusut gitu Grace? aturan lo seneng dong di bolehin bawa motor sendiri.. " timpal Silvi di angguki Megan.
" sial.. gue dikatain ayam kampus sama tege.." ucap Grace cemberut membuat kedua sahabatnya terkekeh.
" sialan emang kagak ngaca tuh orang.. gue yang gak dandan sama sekali di katain begitu.. apalagi gue menor pake baju seksi kayak tuh jablay.. " umpat Grace belum puas.
" dandan dong bestie.. " ejek Silvie cekikikan.
" biasa.. papinya Cio gak mau kecantikan gue di nikmati cowok lain.." sahut Grace penuh bangga.
" cih.. Leonard si posesif.. " timpal Silvie ketus langsung mendapat toyoran dari Megan.
" anjir kagak ngaca lo.. yang Maha lebay Exel juga gak kalah posesif.. " timpal Megan.
" sama aja anjirr.. laki lo juga... " sahut Silvie membalas toyoran Megan.
" ck.. bedanya.. gue istri berbakti.. nah lo bedua? buka segel aja belum.. " ejek Grace meremehkan kedua sahabatnya.
" udah..!!! " sahut keduanya dengan meninggikan suara membuat yang lainnya menatap mereka dengan tajam.
" woy.. dosen masuk noh.. " ucap salah satu mahasiswa.
" lo bedua hutang cerita sama gue.. " bisik Grace pada kedua sahabatnya.
...----------------...
Grace cs kini sedang berada di kantin.
Megan dan Silvie saling menyikut di hadapan Grace yang terus menodongkan pertanyaan dengan tatapan penuh selidik itu membuat keduanya gugup.
Grace menaikan sebelah alisnya, " jadi siapa duluan nih yang cerita..?" ucapnya menatap kedua sahabatnya secara bergantian.
tidak pantas memang mereka menceritakan masalah rumahtangga yang terkesan intim tersebut. tapi bukan Grace namanya jika tidak penasaran, dan siapa suruh kedua sahabatnya berjanji akan menceritakan masalah pengalaman pertama itu pada Grace?.
brrakkk.. belum sempat kedua sahabat Grace bercerita, tiba-tiba meja mereka di gebrak dengan keras oleh Siska yang ditemani gengnya.
" heh.. siapa yang nyuruh junior makan di kantin.. "
sial.. ngajak war ni cabe..
__ADS_1