Malu Malu Kucing

Malu Malu Kucing
part 75


__ADS_3

" lo denger gak sih bini lo curhat.. "


Grace mengerucutkan bibirnya sebab tidak mendapatkan tanggapan dari Leo.


Leo menghela napas seraya menutup laptopnya. Ia jelas mendengar cerita sang istri yang mengalami hari buruk saat di kampus. hanya saja Leo sedang mengurus beberapa hal untuk besok rapat penting di kantornya.


" hmm.. gue denger ko, terus lo gak lawan tuh..? " tanya Leo seraya membaringkan tubuhnya dan menjadikan paha Grace sebagai bantalan. sungguh indah menatap wajah Grace yang sedang kesal itu.


" lo kayak gak tau gue aja.. males lah gila.. gue harus adu bacot sama cewek, hmm kalopun iya adu jotos, gue juga pilih lawan kali.. mereka terlalu cetek.. " ujar Grace mengepalkan tangannya.


Leo meraih tangan Grace yang masih mengepal itu, lalu meletakkannya di kepala. Grace yang pahampun mengusap kepalanya. ini yang dibutuhkan Leo, usapan dari tangan lembut Grace mampu menghilangkan rasa penatnya.


" ternyata punya wajah cantik mulus itu berbahaya.. " ucap Leo dengan mata terpejam menikmati usapan dari Grace.


" no.. yang bikin gue bahaya tuh ketampanan lo Leonard.. jelas mereka tadi terang-terangan nyuruh gue jauhin lo karena liat kita berangkat bareng tadi.. "


kenapa jadi pada memuji sih..? 😆


Leo memijat pelipisnya, tampak berpikir. baru hari pertama Grace berkuliah sudah mendapat siraman air minum dari seniornya. Ia tahu sifat Grace yang tak suka jika harus adu mulut terlebih sesama cewek. dan Grace juga lebih suka adu otot, itupun jika lawannya sebanding lebih tepatnya memilih berkelahi dengan cowok.


di sisi lain Leo juga menginginkan Grace sedikit bertingkah anggun, apalagi dirinya sudah menjadi seorang Ibu.


" okeh.. ini perkara junior gak boleh makan di kantin kan? " tanya Leo yang mengerti jika Grace menginginkan keadilan untuk teman seangkatannya.


" hmm.. bukan itu juga sih.. eh tapi ngomong-ngomong soal kantin nih, tadi kan sebelum tuh tege nyerang gue.. si Silvie sama si Megan cerita.. "


Grace mejeda ucapannya lalu menghela napas sejenak,


" ceritain kalo mereka udah unboxing.. " bisiknya begitu ambigu membuat Leo yang tadinya terpejam langsung membelalakkan matanya.


" lo harus tanggung jawab Grace " ucap Leo dengan suara mulai berat menatap Grace penuh arti.


" apaan sih.. udah ayo tidur.. besok kan lo ada meeting pagi.. "


sahut Grace cari aman dan menyesal sudah membangunkan singa lapar itu.


" sekali ya Grace.. please.. janji gak nambah.. " ucap Leo memohon ijin, tapi tangannya mulai nakal masuk kedalam pakaian Grace untuk menemukan mainan kesukaannya.


kali ini Leo menang dari si kecil Cio yang tampak terlelap dengan tenang tanpa dosa itu. jadi Leo tidak perlu berbagi mainannya dengan si kecil.


...----------------...


Grace dibuat kesal dengan Leo yang tidak menepati janjinya.


selalu saja Leo meminta lagi dan lagi membuat Grace muak kenapa harus ada janji di awal jika terus mengulanginya. beruntung hari ini Grace masuk kuliah sekitar jam sepuluh, jadi tidak masalah jika harus bangun kesiangan, tapi tetap saja dirinya dituntut harus bangun lebih pagi untuk mengurus si kecil Cio dan bayi besar Leonard yang hendak rapat pagi itu.


" pasangin sayang.. " rengek Leo seraya mengasongkan dasi kepada Grace.


" ogah.. lo bisa pake sendiri kan? " sahut Grace ketus.


" ck.. masih ngambek.. yaudah deh gue minta tolong mba Ratna aja.. " goda Leo berlagak melengos ke luar kamar, berharap Grace mencegahnya.


" jangan ngadi-ngadi lo.. " sahut Grace langsung menyambar dasi tesebut dari tangan Leo.


Leo terkekeh sebab sukses membuat Grace cemburu. wajah menggemaskan itu membuat dirinya lebih bersemangat untuk beraktivitas hari ini.


" sial.. ini yang bikin gue ogah pasangin dasi buat lo.. vibes CEO bikin gue meleleh.. " batin Grace yang sempat beradu tatap dengan Leo membuatnya susah payah menelan ludah.


begitupun dengan Leo yang menaikturunkan jakunnya tak tahan dengan wajah polos khas bangun tidur yang berada di hadapannya.


cup.. Leo berhasil mencium bibir yang membuatnya candu.


" kasih gue penyemangat.. " ucapnya hendak meraih tengkuk Grace dan..


" Cio.. ganggu papi aja.. " ucap Leo sok kesal meraih tubuh si kecil yang menangis dan mengganggu aktivitasnya.


sementara Grace menggeleng terkekeh melihat kedua bayinya.


memang sikap Leo begitu kontras, dimana kesehariannya saat di luar terkesan cool dan datar, nyatanya jika di rumah Leo menunjukkan sikap hangat dan tentunya manja mengalahkan si kecil.


" entar hati-hati bawa motornya.. " ucap Leo seraya mengecup kening Grace dan beralih pada si kecil.

__ADS_1


" papi berangkat dulu ya Cio.. jangan kangen.. biar mami aja yang kesiksa.. " ucapnya kembali terkekeh.


" idih.. pede gile lo.. yang ada elo yang kangen berat sama gue.. " sahut Grace tak terima.


Leo mengacak gemas rambut Grace, " itu sudah pasti sayang.. " timpalnya lalu menoel dagu Grace.


" jaga hati lo.. terutama jaga mata lo dari sekertaris baru itu.. gue gak mau yah denger ada skandal CEO sama sekertaris seksi.. "


ucapan Grace terjeda saat Leo meletakkan jari di bibirnya.


" gini nih kalo fans drakor musiman, kemakan cerita halu.. gue lebih setuju lo mantengin bola, gp, kalo gak acara MMA, daripada kemakan cerita halu.. "


" bapak sotoy.. kapan seorang Grace nonton drakor..? " elak Grace.


" ck.. entar gue pasang layar gede di kamar mandi.. biar lo anteng berendem.. " sarkas Leo terkekeh.


bluss.. wajah Grace langsung merah salah tingkah,


" udah sono lo cabut.. " ucapnya ketus.


sekali lagi Leo mengacak rambut Grace yang menggemaskan itu.


" bye.. istriku.. "


" hmm.. "


...****************...


" hmm gue kangen sama lo Rosi.. " ucap Grace mengelap sebentar motor kesayangannya.


" berangkat.. "


Grace melajukan motornya keluar dari pelataran rumah.


sepanjang perjalanan menuju kampus, pandangan Grace terganggu tatkala mendapati sebuah motor yang mengikutinya.


sedikit perasaan was-was, tetapi Ia enggan untuk melaporkan pada suaminya. Grace tidak mau jika nantinya Leo tidak mengizinkan dirinya untuk bebas membawa motor lagi atau bahkan hal gila seperti saat dirinya tengah hamil yang akan mendapatkan pengawalan dari para anggota itu.


" turun lo.. " ucap Grace menantang menghampiri si penguntit. dan sialnya orang misterius tersebut malah pergi begitu saja.


" woy.. pengecut lo.. " teriak Grace menatap punggung si penguntit.


sial..


🍃🍃🍃


" anjay.. nyonya Leonard berdamage.. " sambut Silvie menghampiri Grace yang baru tiba di parkiran.


Grace yang kembali dengan style khasnya. dimana celana jins beserta jaket hitamnya, tak lupa helm fullface yang menambah kesan maskulin membuat semua orang tidak akan menyangka jika Grace sudah memiliki anak.


" si Megan mana..? " tanya Grace yang tidak melihat keberadaan salah satu sahabatnya.


" paling bentar lagi nyampe.. nah itu dia.. panjang umur tuh anak.. "


sahut Silvie cengengesan.


Grace menghela napas dalam-dalam, mencoba berekspresi seperti biasa tatkala mengingat kejadian diperjalanan tadi. tentu Ia tidak ingin bercerita kepada kedua sahabatnya yang nantinya akan mengadu kepada Leo.


Ia akan menyimpannya dalam diam selagi masih bisa mengatasinya sendiri, pikirnya.


riuh suara para mahasiswi tak terkecuali dengan Silvie tatkala dosen muda tampan memasuki kelas.


" bikin betah aja.. " ucap Silvie cekikikan langsung mendapat toyoran dari Megan.


" inget babang El woy.. " ucap Megan gemas diangguki Grace setuju.


" ehemm.. baik teman-teman.. kenalkan nama saya Wilson..


" teman.. saya ingin menjadi teman hidupmu pak.. " goda salahsatu mahasiswi diangguki yang lainnya terkecuali Megan yang bergidik geli juga Grace yang tidak minat sama sekali.


melihat Grace yang tampak tidak minat itu, Wilson malah menunjuknya " hey kamu.. "

__ADS_1


" Grace.. budek lo.. " sahut Silvie membuyarkan lamunan Grace.


" sa.. sa.. saya pak.. " ucap Grace menunjuk diri sendiri dan mendapatkan tatapan iri dari temannya.


" siapa nama kamu..? " tanya Wilson.


" Grace pak.. dan saya Silvie.." sahut Silvie antusias.


huhhhh...


" baik Grace.. saya minta kamu jadi asisten saya.. " ucap Wilson datar.


sontak Grace terbelalak mendengarnya begitupun dengan teman yang lainnya.


" saya boleh menolak pak? " ucap Grace begitu tegas, jelas Ia tidak ingin kerepotan nantinya. mau berangkat kuliah saja udah syukur.


" sayangnya saya tidak suka penolakan.. " timpal Wilson enteng.


ah sial banget.. aturan tadi gue ikut ganjen kayak yang lain.. batin Grace mengepalkan tangannya.


...----------------...


" Grace kalo gak mau.. gue mau ko gantiin lo jadi asdos.. " ucap Silvie cekikikan.


" sok silakan.. " sahut Grace enteng membuat Silvie sumringah.


" bego.. lo gak denger tadi pak Wilson ngomong apaan.. " timpal Megan menoyor Silvie.


Langkah ketiganya terhenti saat melihat keributan di depan kantin.


" ada apa nih..? " tanya Silvie kepada Vera salah satu teman sekelasnya.


" itu ada kantin khusus buat angkatan kita.. mana harga-harganya separo dari kantin biasa.. cocok lah buat kalian yang anak beasiswa.. " timpal Vera santai.


" serah lo mau ngatain kita anak beasiswa.. itu berarti lo ngakuin kalo otak kita lebih encer dari pada lo.. " sahut Silvie ketus seraya melengos diikuti kedua sahabatnya yang merangkul kompak.


" gue suka gaya lo.. " ucap Grace mengacak gemas rambut Silvie.


" eh ngomong-ngomong ini kantin siapa yang buat ya.. " ucap Megan penasaran.


ketiganya mangut-mangut menatap kagum seluruh penjuru kantin yang terlihat lebih luas , sejuk dan bersih dari kantin kemarin.


" hmm.. ekspres anjirr.. " ucap Silvie.


" apanya? " tanya Megan penasaran.


" Tuhan ngabulin do'a gue.. baru tadi pagi gue minta sama Tuhan jangan menghambat makan siang gue.. " ucap Silvie penuh percaya diri.


sementara kedua sahabatnya menggeleng terkekeh.


" oh ya Me.. gue tar mampir ke kedai lo ya.. lo mau ikut gak Grace..? " ucap Silvie.


" hmm boleh, entar gue bilang dulu sama pak bos..sebagai istri baik harus ijin dulu..iya gak.." timpal Grace bangga.


" ck..gue gak yakin laki lo ngijinin Grace.. " sahut Megan meremehkan.


" lah ngapa? gue bukan mau ke klub'.. "


" bias lo kerja disana.. " timpal Megan santai.


" apaan si gak danta pake bawa bias bias segala.. " sahut Silvie.


" si Iyan anak Astro.. "


" wah.. serius lo..? " tanya Grace sumringah diangguki malas oleh Megan.


" hay.. boleh duduk disini..? "


" lo gak baca tulisan didepan khusus buat junior.. " sahut Grace ketus.


" boleh-boleh ko kak.. apalagi buat kakak tampan.. " timpal Silvie antusias.

__ADS_1


" mulai deh mulai.. "


__ADS_2