
Nadia adalah cinta pertama Leo, mereka menjalin hubungan sejak kelas tiga SMP.
Meskipun pergaulan Leo terbilang bebas, namun Leo sangat menjaga kehormatan Nadia sebagai kekasihnya. Akan tetapi Nadia menyalahartikan sikap Leo yang menurutnya dingin dan kaku, Ia berpikir jika Leo laki-laki yang payah dalam berhubungan tidak pernah melakukan kontak fisik, hanya sebatas mengajaknya jalan, makan, nonton dan yang lainnya tanpa melakukan kontak fisik sekalipun berpegangan tangan itu jarang sekali Leo lakukan.
Sampai Nadia merasa jenuh dengan hubungannya yang di rasa monoton, Iapun berpaling ke hati lain lebih tepatnya dengan Soni ketua geng Astro. tentu saja Soni menyambutnya terlebih Soni merupakan rival Leo. Soni memanfaatkan Nadia untuk kehancuran Leo.
Hingga satu waktu ketika hari kelulusan Nadia dengan sukarela memberi yang lebih kepada Soni.
Nadia sangat menyesali kebodohannya karena telah menyia-nyiakan cinta Leo. Nadia memilih mengasingkan diri untuk melupakan Leo dengan melanjutkan sekolah di luar kota.
Tetapi semakin ingin melupakannya semakin susah untuk melepaskan Leo begitu saja, Nadiapun memutuskan pindah sekolah ke SMA Karya Bakti, sayangnya Nadia tidak mengetahui jika Leo sudah pindah dari sekolah tersebut.
Pertemuan kembali dengan Leo semakin membuatnya bersikeras untuk meraih kembali cinta Leo. Sampai Nadia mengetahui jika Leo sudah menemukan penggantinya membuat Ia semakin nekat melakukan segala cara apapun untuk mendapatkan Leo kembali.
___
Leo mendengus kesal ketika mendapat pesan dari nomor yang tidak dikenal, pesan berupa kiriman poto dimana Nadia terbaring lemah di sebuah ruang rawat di rumah sakit.
Rupanya nomor tersebut merupakan nomor telepon Ibunya Nadia yang mengabarkan jika Nadia melakukan percobaan bunuh diri. Ibunya Nadia juga mengatakan jika sepulang dari pesta Nadia sering mengamuk histeris di kamarnya meracau memanggil nama Leo sampai Nadia nekad meneguk cairan pembersih lantai.
"Maafin tante Leo.. " Ucap ibunya Nadia merasa tidak enak sudah menyuruh Leo untuk datang, karena Ia sendiri tahu jika Nadia sudah tidak ada hubungan lagi dengannya.
Leo hanya mengangguk, Ia bergelut dengan pikirannya bisa saja Nadia berbuat lebih nekat dari ini kalau dirinya tidak menuruti Ibunya Nadia untuk menjenguk Nadia, sebab dirinyalah Nadia bertindak nekat. Namun Leo juga merasa tidak seharusnya ada disini, ada hati yang harus dijaga.
"Leo.. lo disini..? Gue tau lo masih peduli sama gue.. " ucap Nadia yang baru membuka matanya membuyarkan lamunan Leo. namun Leo hanya menanggapinya dengan tersenyum simpul dan pandangannya datar lurus ke depan.
"Sorry udah bikin lo repot ke sini.. " ucap Nadia dengan lirih, pandangannya tidak lepas ke arah Leo yang sangat di rindukannya.
"Lo seharusnya gak usah bertindak bodoh" ucap Leo dingin seraya memalingkan wajahnya.
"Gue gak bisa lupain lo Leo, Lo inget saat pertama kali lo nyatain perasaan lo ke gue? Gue masih inget lo bilang gue cahaya di hidup lo.. "
Leo diam tak bergeming, mengingat sekilas memorinya dulu jika Nadia adalah cahaya dalam hidupnya tetapi Nadia sendiri yang memadamkan cahaya itu.
"itu dulu saat lo terlihat gadis yang baik-baik di mata gue.. sialnya gue tertipu dengan keluguan lo".
Blug..
"Leo.. Lo ngapain disini..? " ucap Silvie melongo tak percaya, sementara Grace langsung bergegas pergi sebelum Leo melihatnya.
"Loh.. Grace..? kemana tuh anak? "
Silvie celingak celinguk ke belakang mencari keberadaan Grace.
Leo menghela napas kasar, Ia segera bangun dari duduknya untuk mengejar Grace tetapi tangannya langsung di cekal oleh Nadia.
"Leo lo mau kemana? Gue butuh lo.. " ucap Nadia dengan lirih. tentu saja itu menghambat Leo untuk segera mengejar Grace.
"Sorry gue bukan dokter yang bisa nyembuhin lo.. dan sekali lagi gue ingetin sama lo gak usah bertindak bodoh.. Karna gue gak bakalan perduli sama sekali, gue kesini karna masih ngehargain nyokap lo.. "
Ucap Leo seraya pergi meninggalkan Nadia, sementara Silvie yang mendengarnya tersenyum kecut ke arah Nadia membuat Nadia mengepalkan telapak tangannya dengan kuat.
"Gue ga bakal nyerah buat dapetin lo..!!gumamnya melihat kepergian Leo dan Silvie.
____
"Leo .. Leo.. Tunggu.. " ucap Silvie ngos-ngosan mengejar Leo.
"Ini HP si Grace.. tadi abis pesen taksi online mau kesini. kok lo bisa temuin tuh cewe sih..? " Tanya Silvie heran seraya menyodorkan ponsel Grace kepada Leo.
Leo menghela napas, kupingnya terasa pengang karena suara cempreng Silvie.
__ADS_1
"Dia abis minum Karbol.. " jawab Leo singkat seraya melajukan motornya. Leo tak ingin bertele-tele karena harus segera mengejar Grace.
"Cih.. Kenapa gak minum racun sianida aja sekalian.. " gumam Silvie seraya kembali masuk kedalam.
___
Hari mulai petang, sudah sekitar satu jam Leo mengitari jalanan mencari keberadaan Grace setelah menghubungi orang rumah untuk menanyakan Grace, tetapi Grace belum pulang.
Leo merasa frustasi mau kemana lagi dirinya harus mencari Grace sementara ponsel Grace ada padanya.
Leo menepikan motornya yang tadinya berniat pergi ke rumah mertuanya tiba-tiba orang bengkel menelponnya mengabarkan tidak enak mau tutup bengkel karena Grace berada di sana membuat Leo bernapas lega, Leopun bergegas menuju ke bengkelnya.
Sesampainya di bengkel Leo segera menghampiri Grace yang tengah berdiri di dalam melihat lihat sekeliling bengkel, kemudian langsung memeluknya dari belakang membuat Grace terkejut.
"Sorry.. " Lirih Leo.
"Emh.. Le ini enaknya disebelah mana ya? "
Ucap Grace memperlihatkan sebuah gambar desain seni mural seperti tidak terjadi apa-apa membuat Leo menguraikan pelukannya lalu membalikkan badan Grace dan memegang kedua pundaknya.
"Lo ga marah..? " tanya Leo heran seraya menatap wajah Grace.
Grace menggelengkan kepalanya.
"cih.. You're my sunshine. . " sarkas Grace memalingkan mukanya.
Leo terkekeh melihat raut wajah Grace.
"Lo cemburu..? " Godanya pada Grace.
"Pake nanya lagi, Ya jelas lah gue cemburu.. " timpal Grace cemberut membuat Leo mengacak gemas rambut atasnya.
"Lebay.. " ucap Grace ketus seraya menginjak kaki Leo membuatnya meringis berlebihan, sementara Grace kini terkekeh.
"Ayo pulang.. Udah mau malem.. " ajak Leo meraih tangan Grace.
"Katanya gue boleh dekor ini bengkel.. "ucap Grace menye-menye membuat Leo kembali terkekeh.
"Lain kali aja kalo libur.. " timpal Leo seraya menarik tangan Grace.
"Tapi makan dulu ya.. Gue laper abis liat suami gue sama sunshinenya.. " ucap Grace membuang mukanya.
Leo kembali mengacak gemas rambut atas Grace.
"Ayo.. Tar lo yang gue makan.. " bisiknya membuat Grace merinding mendengarnya.
Mereka telah duduk di salah satu meja di cafe sebelah bengkel.
"Mau makan apa..? " Tanya Leo mengusap lembut tangan Grace.
"Semuanya.. Nasi, sayur lodeh, ikan asin,sambel tumis kangkung " jawab Grace santai.
Leo terkekeh geli "Lo pikir ini warteg? "
"Kalo ada terong balado" ucap Grace menekankan kata terong sambil memperagakan tangannya memotong sadis terong membuat Leo bergidik menelan ludahnya.
"Serem gila.. Kalo lo lagi cemburu.. "
"apaan si lo bilang gue cemburu mulu.."
Grace mengelak, jelas Ia cemburu tapi tindakannya barusan karena dia kesal sebab Leo pasti meminta lagi malam ini.
__ADS_1
"Yaudah iya deh sorry.. Makan yang ada aja ya sayang.. "ucap Leo pasrah.
"hemm"
______
Selepas makan Leo dan Grace memutuskan untuk langsung pulang . Sesampainya dirumah mereka disambut oleh Hendri juga Deti.
"Kalian ko baru pulang? "tanya Deti.
"Kita dari bengkel dulu mah.. " Jawab Grace seraya mencium tangan keduanya di ikuti oleh Leo.
"Yaudah pada makan dulu sana.. " titah Deti.
"Kita udah makan mah, Grace ke kamar dulu ya mah mau mandi bau asem.. " timpal Grace cengengesan sambil melangkah ke kamarnya di ikuti Leo di belakangnya.
"Leo tunggu.. " Panggil Hendri dengan suara lantang.
Leo pun menghentikan langkahnya begitupun dengan Grace.
"Papah mau bicara sama kamu.. "
Ucap Hendri dengan muka tak seperti biasanya. Hendri merasa kecewa karena putranya masih saja terlibat tawuran.
"Lo kekamar duluan ya... jangan tidur dulu.. tungguin gue. " bisiknya di telinga Grace membuatnya gugup.
Leopun menghampiri Hendri diruang kerjanya, sementara Grace bergegas ke kamarnya untuk membersihkan diri.
Setelah urusannya selesai Leo bergegas menuju kamarnya, Ia langsung memeluk Grace yang tengah merapikan tempat tidur.
"Leo mandi dulu.. bau tau.. "
Ucap Grace sok menutup hidungnya padahal wangi badan Leo sama sekali tidak pernah luntur.
"hmm.. Iya gue mandi.. Awas lo kalo tidur duluan.. " Ucap Leo dengan nada mengancam seraya berlalu ke kamar mandi membuat Grace buru-buru loncat ke tempat tidur dan bersembunyi di balik selimut.
Selesai Mandi Leo sengaja bertelanjang dada hanya memakai kolor bokser dan membiarkan rambutnya tidak di sisir.
Seringai di wajahnya melihat Grace tengah meringkuk dibalik selimut. Iapun ikut masuk kedalamnya.
"Sayang.. " Goda Leo berbisik di tengkuk Grace sambil memeluknya membuat Grace bergidik merinding. susah payah Grace pura-pura tidur tetapi Leo menggodanya dengan tangannya yang mulai nakal.
Grace menggeliat mengurai pelukan Leo.
"Leo pake baju lo.. " ucapnya seraya mencubit tangan Leo yang benar-benar sudah nakal di daerah sensitifnya.
"Hemm.. " Leo malah mengencangkan pelukannya.
"Grace.. " Lirih Leo membuat Grace terpaku tak mampu menyahuti.
"Besok kita pindah kerumah baru.. Lo mau kan? "ucap Leo dengan suara berat.
Grace hanya mengangguk mengiyakan tanpa banyak bertanya.
"Lo udah siap kan? " tanya Leo kembali
"Iya gue siap Le.. " jawab Grace semangat, maksudnya Grace siap memulai hidup baru di rumahnya yang baru. karena memang Grace pernah mengatakan jika dirinya bersedia di ajak hidup mandiri bersama Leo.
Namun bukan itu yang di maksud Leo dari pertanyaannya. Kini Leo sudah berhasil mengukung Grace siap untuk menerkamnya.
malam yang panjang dan panas kini di mulai.
__ADS_1