Malu Malu Kucing

Malu Malu Kucing
part 42


__ADS_3

Waktu berlalu begitu saja.


Kehidupan Grace semakin berubah, perlahan Grace mulai menerima kehadiran Ibu sambungnya tanpa rasa ingin tahu alasannya, walaupun Grace masih gengsi tetapi Ia ada rasa peduli terhadapnya.


Kesehatan ayahnya yang semakin membaik membuat Grace merasa bersemangat menjalani hidupnya. tak lupa dengan mertuanya yang semakin menyayanginya,


Sesekali Grace bersama Leo berkunjung dan bermalam di sana, terkadang Grace mengajak suami dan juga mertuanya mengunjungi makam mendiang ibunya.


Grace juga mulai ikut kunjungan rutin ke panti asuhan bersama Leo, Ia merasa bahagia dan terharu sebab setiap berkunjung ke sana pasti nama Grace dan Leo selalu terselip di setiap Do'a yang di panjatkan oleh para anak panti.


Dalam diamnya terselip do'a yang selalu Ia panjatkan pada Sang Pencipta yang ingin sekali dikabulkan.


Masalah kehidupan rumahtangganya semakin harmonis.


Grace begitu mencintai Leo dengan semakin posesif, begitupun dengan Leo terhadapnya yang merasa takut kehilangan.


Walaupun cinta keduanya semakin melekat tetap saja yang namanya Drama tetap ada terlebih usia mereka masih Labil .


****


Penghujung tahun merupakan waktu berlibur panjang setelah bergelut dengan ujian akhir semester yang cukup menegangkan, terlebih dengan Grace juga Leo yang berambisi mendapat nilai sempurna, tidak ada kata suami istri jika mengenai posisi peringkat di sekolah. Grace benar-benar bersaing dengan Leo, lebih tepatnya dirinya merasa tersaingi oleh suaminya sendiri.


"Gue yakin peringkat gue gak ke geser.. '' ucap Grace bangga alias kepedean.


"Udah tidur.. Besok gue mau ajak lo.. " titah Leo seraya membawa Grace kedalam dekapannya. merasa malas jika harus meladeni ocehan Grace yang bisa tidak ada ujungnya.


"Leo ini masih sore.. lo gak minta..? " bisik Grace di dekapan Leo. mencoba menggodanya, entahlah memang akhir-akhir ini dirinya lebih menginginkannya daripada Leo.


Leo menggeleng dengan cepat, "Pagi-pagi lo harus bangun Grace.. " ucap Leo mulai memejamkan matanya seraya mengelus rambut Grace.


Gracepun diam tak banyak bertanya seraya bersembunyi di ketiak Leo yang menjadi candu untuknya.


****


Pagi sang fajar masih malu-malu menampakkan dirinya.


Leo sedang bersiap setelah sebelumnya membangunkan Grace untuk segera membersihkan diri.


"Le.. Kita mau kemana? Gue masih ngantuk .. Pake mobil aja.. " Ucap Grace selepas mandi telah disiapkan baju beserta jaket oleh oleh Leo.


"entar lo juga tau.. Udah ayo.. " Timpal Leo tak ingin bertele tele membuat Grace langsung diam menurut patuh.


Mereka kini bergegas pergi setelah sebelumnya sarapan bersama dahulu.


"Cih.. Lebay banget lo nyuruh gue pake baju lengkap gini.. " gumam Grace saat melihat jalur perjalanan menuju bengkel Leo.


Grace melongo tak percaya saat tiba di bengkel mendapati seluruh anak Astro juga Geng Leo tak lupa dengan kedua sahabatnya Silvie juga Megan bahkan Linda cspun ada disana menyambut kedatangannya.


"Pagi suhu.. " kekompakan yang hakiki berlagak menyembah kepada Grace membuatnya memutar bola mata jengah dan rasanya ingin muntah saja.


Grace membuka helmnya tanpa bantuan dari Leo, kemudian menatap semuanya penuh selidik, "jangan bilang lo pada mau tawuran.. ! " ucapnya dengan sorotan tajam, tetapi bukannya semua takut malah terkekeh,


"tradisi suhu.. " goda anak Astro dan geng Leo membuat Grace merasa geram.


"Cih.. Mentang-mentang baru kelar ujian.. Bubar lo pada!!! "


ucap Grace yang kini bertolak pinggang, rasanya ingin sekali melemparkan helm yang berada di genggamannya ke arah anak Astro juga geng Leo sebab mereka semua malah menanggapinya dengan tergelak berhasil membuat Grace semakin kesal.


"Udah pada sarapan kan? " tanya Leo mencoba mengalihkan keadaan dimana Grace sudah benar-benar geram ingin menghajar mereka semua yang tergelak.


"Udah bro.. Thanks.. "


Sony mewakili semua anak Astro berterimakasih atas kebaikan geng Leo yang menerima perdamaian terlebih dengan Leo yang suka rela menyiapkan sarapan untuk mereka.


"Yaudah berati udah pada siap kan..? " tanya Exel di angguki semuaya secara kompak terkecuali Grace yang menautkan kedua alisnya masih belum paham.


"Siap..!!! " jawaban yang kompak.


"Siap-siap.. Doa dulu woy.. " Iyan menimpali ala emak membuat Grace menoleh ke arahnya teringat akan sesuatu,


"Eh bocah.. emak lo gak nyariin..? " tanya Grace mengingat kejadian di kantor polisi, Sontak semua kembali tergelak kecuali Leo yang menggeleng dengan kelakuan random sang istri.


"Le.. Kita mau kemana? " ucap Grace menatap Leo.


"Kita mau tour sayang..." jawab Leo seraya mengelus pipi Grace membuat semua iri saja.


Grace menutup mulut tak percaya,


Tour konvoi motor memang keinginannya sejak dulu yang tidak pernah kesampaian mengingat Ia harus menjaga Ibunya yang mulai sakit sakitan. tetapi sekarang Leo merealisasikan impiannya. sungguh ini kejutan yang spesial dari Leo untuk seorang Grace yang patut di acungi jempol.


Kini semua anggota melajukan motornya setelah sebelumnya memanjatkan do'a untuk keselamatan bersama selama perjalanan.

__ADS_1


Grace memeluk erat Leo dari belakang. perasaannya saat ini sungguh sangat bahagia,


Suara kenalpot motor yang beriringan bergemuruh memenuhi jalanan, tidak lupa pengawalan dari polisi di depan dan belakang rombongan, lambaian tangan dari anak kecil yang berjajar disepanjang jalan dibalas senyuman olehnya.


****


Exel mengahalau rombongan agar mampir di sebuah rest area, semua menepikan motornya dengan tertib.


"Kuy.. Istirahat dulu.. " Ajak Ari


"Ayo pada makan dulu.. " titah Exel.


Exel memang penanggung jawab kegiatan tersebut.


Semuanya masuk dengan tertib kedalam resto yang sangat luas, semua anggota memang takluk dengan Exel yang berekspresi dingin.


"Le .. Gue ke toilet dulu ya.. " ucap Grace seraya menyerahkan helm miliknya kepada Leo.


"Gue temenin.. " timpal Leo santai menaikturunkan kedua alisnya.


"Apaan sih lo.. Ada Silvie sama Megan juga.. " timpal Grace ketus.


"hemm" Leo sok pasrah.


Gracepun bergegas ke toilet ditemani kedua sahabatnya,


"Ko lo pada gak bilang gue sih kalo mau tour? "


Ucap Grace seraya mencuci mukanya karena merasa ngantuk.


"Laki lo yang nyuruh.. Kejutan kejutan.."


Ucap Silvie cengengesan.


"Sayangnya gue gak terkejut tuh.. " ucap Grace melengos.


"Si anjirr.. Songong emang.. "


Ucap Silvie kesal seraya menyusul Grace.


Grace terbelalak melihat anak Astro yang  duduk bergabung dengan Geng Leo saling menimpali candaan di meja yang panjang mereka duduk dengan rapih.


Leo melambaikan tangannya seraya tersenyum kearah Grace yang mematung


Gracepun menghampiri Leo lalu duduk disampingnya.


"Mau makan apa..? " tanya Leo seraya menunjuk makanan yang terhidang sungguh menggugah selera terlebih setelah menempuh perjalanan yang cukup jauh pasti akan merasa lapar, tetapi tidak dengan Grace yang menggeleng menolak membuat Leo kebingungan.


"Gue ngantuk Le.. " ucap Grace menyandarkan kepalanya dibahu Leo.


"Hmm.. Sabar ya.. Bentar lagi nyampe.. Mau jus..? " ucap Leo mengusap lembut rambut Grace.


"hemm"


"Yaudah gue pesenin.. "


Leo beranjak berdiri namun Grace langsung mencekalnya, "Leo.. Lo disini aja.. " ucap Grace dengan suara yang manja menyuruh Leo untuk duduk kembali.


Leo menghela napas mencoba sabar,


"Ri tolong..


" jangan nyuruh Ari Le.. "


Ari yang tadinya malas sebab tengah asyik makan dengan Megan kini bernapas lega, slamet slamet, begitulah pikirnya.


Leo mengerutkan dahinya bingung.


"Suruh tuh bocah.. "


Grace menunjuk Iyan anak Astro dengan dagunya, entah mengapa Grace terobsesi dengan Iyan.


"Grace .. jangan aneh-aneh.. " ucap Leo pelan masih sabar.


"Gak mau.. pokoknya lo suruh tuh bocah.. " timpal Grace yang asyik bergelendotan di lengan Leo.


Leo mendengus kesal "Lo udah kenal dia..? Lo ada hubungan sama dia..? "


Leo menatap Grace penuh curiga.


"Gak usah lebay.. " timpal Grace tidak bercermin. dirinyalah yang lebay.

__ADS_1


Leopun memanggil Iyan menyuruhnya memesankan jus untuk Grace, Iyanpun dengan sigap menurut patuh sementara yang lainnya melongo keheranan, tidak ada angin tidak ada hujan Leo tiba-tiba menyuruh salah satu anak Astro,padahal sudah jelas anggota Leo juga masih banyak dan tentu akan bersedia menuruti permintaan Leo.


Tak lama iyan membawa nampan berisi segelas jus buah segar,


"Ini suhu.. " Iyan menyodorkan gelas tersebut di hadapan Grace dengan gugup.


Leo mengangguk seraya mengibaskan tangannya menyuruh Iyan segera pergi.


"Tunggu!!!"


Teriak Grace menatap tajam ke arah Iyan, sontak semua menghentikan aktivitasnya hening tanpa suara, terlebih seluruh anak Astro yang saling menyikut, kesalahan apa yang dilakukan Iyan pada Grace sampai Grace menatapnya tajam, begitupun dengan Leo yang tak kalah tajam menatap Iya, habis kau nanti Iyan.


Iyan menoleh dengan gemetaran langsung menunduk tak berani menatap pasangan suami istri yang gila itu


"Mak lo udah balikin sapu lidi polres belom.. ? "


Gubrak..


Semua tergelak tertawa lepas,  sementara Leo memijat pelipisnya malu dengan tingkah Grace tetapi Ia juga merasa semakin gemas dengan Istrinya.


***


Mereka kini tengah bersiap melanjutkan kembali perjalanannya.


Grace merengek meminta dirinya yang mengemudi, jelas Leo tidak mengizinkan mengingat Grace sedari tadi menahan kantuknya.


"Leo please..! "


"Gak..!!! "


"Gue udah gak ngantuk .. "


"Gak. "


"Yaudah kalo gitu gue mau pinjem motor tuh bocah.. "


Lagi-lagi Iyan menjadi korban,


"Grace.. Lo beneran suka sama tuh anak..? " selidik Leo kembali curiga.


"Kalo iya.. Lo mau apa.. ?" ucap Grace dengan nada menantang.


"Gue pastiin tuh anak balik tinggal nama.. " ucap Leo santai tetapi tatapannya dingin lurus kedepan.


"Aish.. "


Leo meringis menahan sakit di kakinya yang kembali menjadi korban injakan maut Grace.


"Gak usah ngadi ngadi.. Buruan keburu ketinggalan.. Pokoknya motor gue yang bawa titik.. "


"Terserah..!!! "


Ucap Leo sok berteriak, padahal Leo pasrah sebab kakinya benar-benar sakit sementara Grace tertawa penuh kemenangan.


Grace melajukan motornya bersama Leo dibelakangnya menyusul rombongan yang sedari tadi melaju duluan.


Grace menambah kecepatan menyusul rombongan.


 semua terbelalak melihat keduanya ingin menertawakan Leo yang tampak seperti pecundang dibonceng oleh Grace, sungguh tidak ada wibawanya sama sekali.


"Anjirr.. Peluk Le peluk.. " teriak Ari yang langsung kepalanya di tepak oleh Megan.


Leo diam tak menyahuti, tetapi sorot matanya sangat membunuh saking tajamnya, begitupun dengan Grace yang meninju kearah Ari membuat semuanya bergidik merining tidak jadi menertawakan pasangan gila tersebut.


Grace melajukan motornya memepet motor Iyan sambil menggeber tepat di sampingnya membuat ketakutan muncul kembali pada diri Iyan.


Leo menggeleng ada ada saja dengan tingkah Grace, "Lo ada masalah apaan sih ama tuh anak.. " teriak Leo


"Haha kenapa..? " Grace pura-pura budek.


Jangan lupakan Silvie yang kegirangan dibonceng oleh Exel asyik dengan Live streamingnya.


***


Kini mereka telah sampai di suatu tempat yang menyuguhkan pemandangan pantai yang indah menyejukkan mata.


Tak lama Mobil box besar datang setelah semua menepikan motornya, Leo cspun menghampiri mobil box tersebut, dimana di dalamnya terdapat beberapa paket sembako dan keperluan sekolah.


Exel menginstruksikan seluruh anggotanya menyebar untuk membagikan paket tersebut kepada warga disekitar pesisir pantai.


sementara Grace cs dan Linda cs diperintahkan memberikan donasi untuk rumah ibadah dan juga sekolah yang berada di sana.

__ADS_1


Exel menyerahkan beberapa amplop berisikan uang donasi pada Grace.


Grace memang sudah tidak heran dengan kebaikan Leo cs, tetapi untuk saat ini Ia kembali merasa terkagum, bukan hanya ingin bersenang-senang tujuan mereka disini tetapi juga berniat menebar kebaikan untuk semua warga di sana. mulia bukan?


__ADS_2