Malu Malu Kucing

Malu Malu Kucing
part 7


__ADS_3

Jam sembilan malam rasanya masih terlalu sore untuk tidur, namun tidak dengan Leo dan Grace, mereka berencana tidur lebih awal karena esok pagi harus berangkat ke luar kota.


Keduanya sama sekali belum benar-benar terpejam, terlebih saat kedua sahabat Grace melakukan sambungan panggilan Video lewat aplikasi hijau.


Drett.. Drett


Grace mengangkat panggilan grup tersebut


Suara cempreng Silvie sebagai pembuka


Silvie : " Grace...!!! "


Grace :" Ishhh..Lama-lama budek juga kuping gue.. "


Umpatnya sambil menggosok kupingnya.


Megan ; " Huhh udah gak aneh Grace.. "


Silvie ; " Gue kan kangen sama lo Grace, lagian lo kemana aja si libur sekolah malah libur kabar lo.. "


Megan :" Iya Grace lo kemana si gak ada kabar. . ?"


Grace :" Sorry guys gue gak maksud ngilang, cuma gue sibuk ngurusin keberangkatan nyokap berobat ke Singapur"


Silvie :" Ko lo gak ikut sih Grace ??? Kan lumayan sekalian liburan. "


Megan :" Nyokapnya Grace ke sono buat berobat be..ge.. Bukan liburan."


Silvie :" Hee iya Sorry.. Eh.. Eh.. Bentar bentar.. Kamar lo tumben rapih? "


Grace : " Emhh.. Gue lagi nginep di rumah sodara gue.. Kan nyokap gue gak ada "


Megan : " Segala begituan lo tanya Sil.. Sil.. "


Silvie :" Iya Sorry.. Tau nih otak gue makin lemot, apalagi pas ketemu babang tampan .. Ngeblank gue.. "


Megan : " Babang tampan siapa..? "


Silvie :" Itu yang waktu itu gue ceritain ke elo Me.. Ah elo sih Grace pake jual mahal segala. Jadi gak bisa kenalan kan sama babang tampan.. Lagian lo harusnya turunin sedikit ego lo jangan galak-galak napa ama cowok.. Masa cantik cantik jomblo akut hee.. "


Megan : " Ah elo Sil.. Kaya gak jomblo aja pake ledekin si Grace segala.. "


Silvie : " Lah lahh elo juga sama Me.. Tapi gue bentar lagi melepas status Jomblo gue, gue mau ngejar babang tampan."


Ukhukk.. Ukhukk..


Megan : " Lo gak papa kan Grace? "


Grace : " Gue gak papa cuma aus aja.."


Silvie : " Guys.. kuyyy.. Labuan bajo, mumpung libur sekolah nih "


Ukhukk.. Ukhukk..


Megan : " Lo istirahat aja Grace.. "


Silvie : " Tar dulu.. Lo pada mau gak ke sono, kan mumpung nyokapnya Grace lagi di luar, jadi bisa pergi jauhan dikit."


Megan : " Gue sih hayu aja.. Lo gimana grace?


Grace : " Apanya yang gimana..? "


Megan : " Ah elo ketularan lemot nya Silvie.. Maksudnya lo mau ikut kita liburan ke Labuan bajo ga???"


Ukhukk.. Ukhukk..


Megan : " Ah gak beres.. Udah lo istirahat aja.. Tar tambah lemot kaya Silvie.."


Silvie :"kok gue..???


Megan : " Bye grace.. "


Tut.


"Temen gak ada ahlak".


Gerutunya sambil meletakkan ponselnya di atas nakas.


Samar Samar suara tawa terdengar dibalik selimut, ya pelakunya adalah Leo.


Grace melongo tak percaya


"Lo belum tidur..? "


" Jomblo akut.. " Ledekan Leo terhadap Grace


"Dih.. Mereka belum tau aja kalo babang tampan udah jadi milik gue dan mengubah status jomblo gue. "


Grace kembali menutup mulutnya dan memukulnya berulang-ulang.


Ia langsung masuk ke dalam selimut menyembunyikan mukanya yang kini memerah.


Leo yang melihatnya pun hanya bisa menggeleng melihat tingkah Grace yang menurutnya menggemaskan.


Seperti biasa Leo terjaga dari tidurnya di sepertiga malam, Ia tak merasakan sesak melainkan kehangatan,


dan benar saja kini Grace tangah memeluknya dengan menyembunyikan kepala di dada bidangnya dengan kaki menindih pahanya dan tangan memeluk erat tubuhnya, mungkin menurut Grace Leo adalah sebuah guling.


Kali ini Leo tak membetulkan posisi kaki dan tangan Grace, kerena semakin di gerakan Grace semakin memeluknya erat.


Mungkin di dalam mimpi Grace sedang berebut guling, dan Grace tak ingin guling itu disentuh orang lain.


Leo hanya membetulkan sedikit kepala Grace yang terlalu terbenam di dadanya, Ia menatap lekat wajah Grace, kemudian menyingkirkan rambut yang menutupi sebagian wajahnya.


Leo mengusap setiap inci wajah istrinya yang terlelap tenang tanpa beban.


Cup..


Satu kecupan di kening Grace.


Grace hanya menggeliat tanpa terusik , malah semakin mengeratkan pelukannya .


Melihat tingkah menggemaskan dari istrinya, Leo mendekap Grace di dadanya dan mengelus rambut indah istrinya itu sampai ia ikut terlelap.


***


Sepasang pengantin baru telah sampai di sebuah penginapan jenis villa dengan fasilitas lengkap termasuk kolam renang pribadi yang menghadap langsung ke pantai menyuguhkan pemandangan hamparan pasir putih .


"Lo ko ikut masuk sih.. Kan gak ada bokap nyokap lo.. "


" Lo gak liat orang-orang suruhan bokap gue ngikutin kita tadi.. "


" Mana.. Gak ada.. ?"

__ADS_1


Pletak..


Lagi lagi keningnya menjadi korban sentilan Leo.


"Makanya.. Jangan tidur mulu.. "  Leo kesal sebab sepanjang perjalanan baik itu di mobil atau di pesawat Grace hanya tidur pundaknya.


"Ishh lo KDRT mulu sih.. Ngeselin.. " Umpat Grace seraya mengusap usap keningnya.


"Punya suami gak ada romantisnya.. Bukannya istrinya di say..


Ma ma mauu.. Ngapain lo.. Jangan macem-macem... Gue belom siap" Grace yang gugup tengah berada di dekapan Leo.


tak lama Leo mengurai pelukannya lalu berjalan sambil kepalanya celingak celinguk ke luar kemudian melangkah kembali  masuk menutup dan mencuci pintu.


Gerak gerik yang dilakukan Leo membuat Grace gugup dan ketakutan.


"Leo lo mau ngapain.. Gue belum siap Le.. " Lirih Grace dengan matanya yang terpejam.


Tak ada tanggapan dari Leo, Grace perlahan membuka matanya dan..


Ffyuhh..


Grace terkejut dengan tiupan yang dilakukan Leo tepat di wajahnya.


" Ngeress.. " Ledek Leo tersenyum penuh kemenangan.


" Tadi orang suruhan bokap gue sengaja lewat sini.. Mangkanya jangan berisik. "


Grace yang merasa malu dengan kebodohannya langsung melarikan diri masuk kedalam kamar mandi.


" Cewek barbar punya malu juga". Gumam Leo.


Sepanjang malam mereka memutuskan untuk tidak keluar dari Penginapan, Sampai Leo meminta ayahnya untuk tidak mengawasinya.


"Pah maaf.. Kalo boleh Leo minta gak usah awasin kita pah, Leo gak mau Grace merasa risih "


Pesan terkirim .


"Ok.. Tapi kamu harus jagain istri kamu"


"Oke.. "


Pukul setengah sembilan pagi Leo terbangun dari tidurnya karena terganggu dengan suara panggilan dari ponselnya.


Dengan malas ia bangkit seraya mengkat panggilan tersebut.


Ari :" Woyy Broo.. Kemana aja lo.. "


Exel : " Tau tuh ngilang gak ada kabar.. "


Leo: " Gue lagi di Labuan Bajo.. "


Ari : " Widihh yang lagi liburan.. Lo beruntung Le bokap lo bae bener.. Lah gue ama si Exel, kaga boleh keluar rumah. Tapi mendingan gue si dari pada si Exel lebih parah.. "


Exel :" Yoi Le.. Gue gak bisa pake semua fasilitas , duit aja gue kaga megang.. Semua di blokir sama bokap kejam.. "


Leo yang sedang mendengarkan curhatan para sohibnya, seketika kurang fokus karena melihat Grace yang tengah berdiri di depan cermin dengan mengenakan pakaian model jumsuit pendek motif bunga .


Jantung Leo terasa mau meledak dan beberapa kali ia menelan ludahnya ketika melihat Grace menaikan satu kakinya yang putih mulus nampak sampai paha di atas bangku rias.


Grace yang tengah asik mengolesi kakinya dengan lotion tidak menyadari dirinya diperhatikan oleh Leo.


Leo yang merasakan sesuatu mulai berontak ketika melihat Grace mengolesi lengannya hingga ketiaknya yang bersih putih mulus terangkat,


Ari :" Le.. Woyy.. Malah bengong lo..!!! "


Exel : " Lo sakit Le.. Muka lo pucet amet.. "


Leo :" Eh.. Mmm gak gue gapapa..


Lo tadi ngomong apaan Ri?


Leo mencoba menenangkan dirinya.


Ari :" Gue sama Exel mau bilang


makasih sama Bokap lo.. Bokap lo ada di sana kan? "


Leo : " Iya tar gue sampein.. "


Leo langsung mematikan sambungan panggilan video secara sepihak,


Ia bergegas ke kamar mandi mencoba menenangkan gejolak yang ada pada dirinya di bawah guyuran shower.


Selepas mandi Leo mengenakan kaos putih polos dengan kemeja yang sengaja tak di kancingkan.


"Le.. Makan di luar yuk.. Gue laper.. " Ajak Grace.


"Hmmm."


" Irit banget ngomongnya.. " Kesal Grace


Mereka berdua tiba di sebuah restoran tepi pantai,  dengan lahapnya Grace memakan makanan yang baru saja di sajikan oleh pelayan karena merasa sangat lapar sampai meninggalkan noda di sudut bibirnya.


Leo yang melihatnya dengan reflek menghapus noda tersebut dengan ibu jarinya membuat Grace terhenyak gugup terlebih keduanya kini saat saling menatap satu sama lain


Deg.. Deg.. Deg


Suara jantung keduanya berdetak lebih kencang dari biasanya.


Drett.. Drett..


"Makan kaya bocah blepotan.. "Ucap Leo memalingkan wajahnya


"Dih.. Ngomong irit, sekalinya panjang ngatain gue.. "timpal Grace nyerocos, namun Leo tak menghiraukan ocehannya.


"Iya mah.. "


"Eh gantengnya mama lagi makan ya.. Mana menantu kesayangan mama? "


Bukannya mengarahkan ponselnya ke Grace, Leo malah menggeser tempat duduknya hingga rapat dengan Grace.


" Hai ma.. Mama baik-baik aja kan..?


Mama udah makan belum mah..? " Grace yang pandai mengubah ekspresinya.


"Satu satu dong sayang.. Mama udah makan sayang, mama juga baik - baik aja ko, tapi.. "


"Tapi kenapa mah..? Mama gak kenapa napa kan? "


Kini Leo yang bicara dengan nada khawatir.


" Tapi mamah udah gak sabar dapet kabar cucu.. Hehe.. "

__ADS_1


Tutt..


Leo langsung mematikan ponselnya dengan kesal.


Grace yang melihat itu tertawa sambil menutup mulutnya, tetapi di balik tawanya Grace merasa bersalah, cemas dan tentu saja gengsi, dirinya takut hanya dia yang berharap terlebih melihat sikap dingin Leo terhadapnya.


Selepas makan, mereka memutuskan berjalan menyusuri pantai, dengan semangat Grace berlarian dikala ombak mengejarnya.


Grace tertawa lepas tanpa beban tanpa memperdulikan kehadiran Leo, dia pikir Leo juga acuh terhadapnya.


Ckrekk..


Satu tangkapan potret dari kejauhan.


"cantik .. "


Leo terus memotret istrinya yang tengah asik bermain dengan ombak,


Rambutnya yang indah tertiup hembusan angin menambah pesona Istrinya.


Setelah lelah bermain di pantai Grace menghampiri Leo yang tengah rebahan di kursi panjang yang berada di tepi pantai.


Leo yang terpejam dengan kacamata hitamnya membuat Grace berniat menjahili suaminya itu.


Degedeggg,. Degedeggg..


"Leo.. Bangun.. Ada gempa bumi.. "


Grace setengah berteriak sambil menggoyangkan kursi yang ditiduri Leo.


Leo yang baru mulai terlelap langsung bangun karena terkejut.


Cekrek..


"Ha.. Ha.. Ha.. Kena lo.. "


Grace tertawa melihat hasil jepretannya dimana muka linglung dan terkejut Leo tertangkap dengan jelas.


Leo mendengus kesal


" Hapus gak..!!!" titahnya sok geram


"Enak Aja.. Lumayan buat nakutin tikus.." Ejek Grace yang tidak mau kalah.


"Gue bilang hapus.. Ya hapus..!!! ". Kali ini Suara Leo naik satu tingkat.


" Iya.. Iya.. Gue hapus.. Lagian lo sendiri foto foto gue tadi, emang gue gak tau.. Hmm jangan-jangan lo mulai su.. "


"Nyokap lo yang minta.. "


Leo yang sudah mereda, sambil menyodorkan ponselnya ke arah Grace.


"Lo hapus aja.. Gue belom kirim itu ke nyokap lo ko.. " Lanjut Leo santai


Grep.


Grace menggenggam tangan Leo, sontak Leo terkejut dengan tindakan Grace


"Mau ngapain..?"


Leo bertanya ketika dirinya di tarik oleh Grace menuju pantai.


"Bodoh.. "


Satu kata terucap dari mulut Grace membuat Leo menaikan kedua alisnya tanda tidak mengerti.


"Lo gak baca pesan sampe habis..?


Itu maksudnya nyokap gue mau liat gue sama lo bahagia gak? "


Grace mencoba menjelaskan,


Sedangkan Leo malah semakin bingung.


"Huhh.. Gitu aja ga ngerti.. " Beo Grace meninggalkan Leo yang kebingungan


"Emmhh permisi kak.. Boleh minta tolong ga..??? "


Grace menghampiri dua perempuan yang tengah saling memotret .


"Boleh, minta tolong apa...? "


"Fotoin saya sama dia ya kak.. " Ucap Grace sambil menujuk ke arah Leo yang tengah berdiri masih kebingungan.


Grace kemudian menghampiri Leo di ikuti kedua perempuan yang kini berbisik bisik memuji ketampanan Leo.


Sesampainya Grace menghampiri Leo, ia membisikan sesuatu ke arah suaminya itu.


"Sekarang lo ikutin gue.. Gak usah protess!! " Titah Grace berbisik di telinga Leo.


Leo hanya mendengus kesal..


Grace kemudian menggandeng lengan kekar Leo, setelah menyodorkan ponsel kepada kedua perempuan itu.


Grep.


Leo kini sudah paham hingga meraih pinggang ramping istrinya.


Dan adegan - adegan romantis layaknya sepasang kekasih telah tertangkap jepretan ponsel Grace.


"Wah kalian serasi sekali.. "


Kedua perempuan itu melempar pujian kepada Leo juga Grace.


" Iya betul.. Kalo kalian udah nikah.. Terus punya anak perempuan pasti can.. "


"Cantik .. Istri saya memang cantik"


Leo keceplosan, namun tetap tenang dan santai.


Sementara Grace membulatkan matanya dengan wajahnya yang makin memerah karena malu.


"Istri.. "


Gumamnya dalam hati hingga Grace terdiam bingung.


"Tapi barbar.. "


Leo berucap sambil melangkah berjalan setelah kepergian kedua perempuan tadi.


Grace yang tadinya gugup, mengumpat kesal..


"Ihh dasar suami resse.. "

__ADS_1


Grace mengumpat sambil mengikuti langkah Leo.


__ADS_2