
Tak terasa waktu bergulir begitu cepat.
Lika-liku rumah tangga pasangan muda Leo dan Grace di lalui dengan penuh cinta, terlebih keduanya akan di hadirkan buah hati nantinya, tentu menambah kadar cinta di antara mereka.
Namun tetap saja seharmonisnya hubungan keduanya pasti ada saja drama yang membumbui kehidupan pasangan absurd tersebut.
Sebelumnya Grace merasa kesal saat melaksanakan Ujian Nasional , pasalnya bukan hanya berambisi mendapatkan nilai yang sempurna bersaing dengan suaminya sendiri yang sama cerdasnya itu,
Grace juga di buat kesal sekaligus risih dengan para adik kelas yang notabene sebagai penggemar yang seharusnya belajar di rumah, malah dengan sengaja masuk sekolah hanya untuk menjaga
" calon keponakan sejuta umat ".
terlebih para murid laki-laki yang berjaga-jaga di sekitaran sekolah dengan peralatan lengkap seperti walkie talkie yang di pegang masing-masing bak komplotan mafia.
Semua kembali lagi atas instruksi Yang Maha Lebay Leonard dan Exel.
ya.. ya.. yang punya sekolah mah bebas..
...****************...
Hari ini hari pengumuman kelulusan.
Riuh suara kegembiraan seluruh murid kelas dua belas yang semuanya dinyatakan lulus.
tak terkecuali dengan Grace dan Leo yang mendapat nilai tertinggi , bahkan keduanya mendapatkan penawaran beasiswa dari berbagai Universitas ternama di luar maupun dalam negeri.
"Ck.. Lo ama bini sendiri aja gak mau ngalah.. "
ucap Grace ketus sebab nilai Leo sama sempurnanya dengan nilainya.
"Gak bisa sayang.. " goda Leo santai meraih tangan Grace.
" Dah lah males.. " timpal Grace memalingkan wajahnya membuat Leo terkekeh mengacak dengan gemas rambutnya.
" Gue mau ajak lo ke suatu tempat.. " ucap Leo setelah menerima pesan singkat di ponselnya.
Grace menaikan kedua alisnya,
"Kemana.. ? "
Leo enggan untuk menjawab pertanyaan Grace, Ia malah menarik lengannya ke pelataran sekolah dimana di sana sudah ada ketiga kelompok sekaligus dengan motor sportnya.
" Hi suhu... " kekompakan yang hakiki.
Grace menggeleng jengah dengan kelakuan mereka yang selalu membungkukkan badan jika berhadapan dengannya. Jika di mata orang atau lebih tepatnya para penggemar, tentu itu terlihat keren, tetapi tidak bagi Grace yang merasa itu hanya membuatnya terkesan angkuh sebab dirinya seperti Dewa saja harus di sembah.
"Gila lo semua.. Mau pada tawuran sama sekolah mana nih..? "
ucapnya ketus berdecak pinggang menatap para anggota dengan tajam.
Ya, mengingat hari ini kelulusan sudah jadi tradisi untuk tawuran, begitu pikirnya.
Grace dibuat semakin kesal sebab tak ada yang menyahutinya, mereka malah kembali mengenakan helmnya masing-masing.
"Kuy.. !!! " ajak Ari di angguki semuanya.
Grace menghela napas lega setelah melihat para sahabatnya ikut bersama mereka, dan itu membuatnya membuang jauh-jauh pikiran negatifnya menuduh Leo dan yang lainnya akan melakukan aksi tawuran.
dasar Grace masih bodoh saja tidak bisa merasakan perubahan Leo cs selama ini terlebih sejak kabar kehamilannya, sudah pasti mereka akan menjadi lebih baik menjalani kehidupan,
ya.. walaupun ribut masih okeh ( tergantung situasi ).
Semua melajukan motor sportnya beriringan keluar dari pelataran sekolah, terkecuali Leo yang mengajak Grace menaiki mobil mengingat perutnya kini terlihat semakin membuncit.
Grace masih memasang wajah cemberutnya kesal sebab hanya dirinya juga Leo yang hanya menaiki mobil tak seperti yang lain membawa motor sport saat konvoi.
Seketika wajahnya sumringah saat Leo membuka atap mobil mewahnya, Leo cukup mengerti dan peka dengan perasaan Grace.
Grace kini berdiri membentangkan kedua tangannya menikmati semilir angin membuat rambut indahnya terkibas kesana-kemari dengan wajahnya yang ceria, dan itu membuat Leo semakin terpesona terhadapnya.
Mobil sport Leo memimpin iringan motor para anggota di belakangnya yang memenuhi badan jalanan membawanya ke arah utara Ibu kota. dan itu membuat Grace yakin Leo akan membawanya ke pantai.
__ADS_1
meskipun Leo senang melihat Grace yan terlihat ceria saat ini, tetapi dirinya juga tak ingin membiarkan Grace dengan posisi seperti itu.
" udah sayang duduk.. " ucapnya lembut meraih tangan Grace.
Gracepun menurut duduk kembali sebab merasa sudah puas dan tentunya juga merasa pegal jika terus berdiri.
"Le.. Ko jalanannya kosong begini..? "
tanyanya heran sebab sedari tadi hanya rombongannya yang melintas dan tidak ada satupun kendaraan yang lain.
"Jangan bilang ini semua ulah lo.. ? " ucapnya kembali penuh selidik.
"Sama yang maha Lebay Exel juga.. " sahut Leo santai.
"Cih.. Sama aja lo lebay juga.. " timpal Grace ketus,
"No.. tuh anak yang lebay, gue keren.. " ucap Leo tidak terima.
"Serah lo dah.. "
timpal Grace malas meladeni Leo.
...****************...
Merekapun tiba di kawasan pantai utara Ibu kota.
Grace mengerutkan dahinya merasa heran dengan keadaan sekitar, sebab dia tidak bisa melihat apapun selain kain hitam yang menjulang tinggi dan membentang menutup seluruh kawasan tersebut.
Grace di buat kembali bingung saat Leo mengajaknya memisahkan diri dari yang lainnya. seseorang yang berpenampilan formal dengan logo pengelola kawasan pada pakaian yang di kenakan menghampiri keduanya.
"Mari ikuti kami nona.. "
ucap seorang pengelola membungkukkan badan pada Grace membuatnya semakin bingung.
Grace menoleh kearah Leo meminta penjelasan, namun Leo hanya menganggukkan kepala menyuruh Grace untuk ikut saja bersama orang tersebut.
Kini Grace berada di suatu ruangan untuk di rias. setelah sempat memberontak menolak, Gracepun akhirnya pasrah mengikuti para perias sebab mereka memohon dengan alasan nasib pekerjaannya ada di tangan Grace. padahal itu akal-akalan dari Leo yang sudah antisipasi jika Grace akan menolak.
Grace terhenyak, matanya terbelalak ketika seluruh kain hitam yang menutupi kawasan tersebut terbuka bersamaan dengan kehadirannya.
Kawasan pantai yang disulap oleh pengelola menjadi tempat pesta bertemakan outdoor dengan penambahan bangunan berupa rumah kaca berdesain minimalis tak mengurangi daya tarik keindahan alam sekitar.
Grace berjalan melangkah perlahan dengan mata yang berbinar untuk menghampiri Leo yang sudah sedari tadi menunggunya.
Penampilan Leo dengan setelan jas modern semakin memancarkan karisma dengan ketampanannya yang terlihat gagah dan dewasa.
Terlihat seluruh anggota juga para sahabatnya berdiri turut menyambutnya.
Grace semakin terharu melihat kehadiran orangtuanya yang lengkap beserta kedua mertuanya.
Leo meraih tangan Grace seraya menatapnya dalam-dalam,
" Lo suka..? " ucap Leo pelan,
Ia ingin membayar perasaannya juga Grace dulu dimana acara pernikahan mereka terasa hambar mengingat keduanya menikah karena perjodohan.
sementara Grace hanya bisa mengangguk tak mampu berkata, jantungnya terasa berdetak lebih kencang melihat perlakukan Leo terhadapnya.
Kini keduanya tengah berdiri berhadapan menatap satu sama lain.
Rumah kaca yang begitu memanjakan mata dengan langit-langit yang ditutupi beberapa fairy lights memberikan kesan dreamy. tak lupa kesan romantis terwakilkan dengan rangkaian bunga-bunga tulip putih yang segar di setiap sudut melambangkan kemurnian dan kesucian.
Sekali lagi Grace terbelalak saat MC menuturkan maksud dan tujuan acara tersebut yang tak hanya merayakan kelulusan dan keberhasilan keduanya mencapai nilai sempurna, melainkan juga mengumumkan jenis kelamin anak yang dikandung Grace atau sering di sebut "gender reveal party"
Selama ini memang keduanya belum mengetahui jenis kelamin anak yang dikandung Grace, mengingat keduanya sering memperdebatkan masalah tersebut. sengaja dokter kandungan Grace tidak memberitahunya atas perintah dari kedua orang tua mereka yang turut jengah jika Leo dan Grace sering membahas dan memperdebatkan jenis kelamin anaknya.
Menuju puncak acara, Leo menuntun Grace keluar dari rumah kaca tersebut diikuti seluruh anggota yang setia berdiri dengan gagah, tak lupa dengan para sahabat yang terlihat anggun turut tersenyum bahagia.
suara baling-baling helikopter di atas pantai menjadi pusat perhatian semuanya. tak lama terlihat seorang pendamping pilot melambaikan tangannya,
MCpun mengajak semuanya untuk menghitung mundur,
__ADS_1
tiga..
dua..
Leo dan Grace saling menggenggam merasa degdegan dengan hasilnya
"Boy or girl..? "
satu..
" Yeeeee...!!! "
Riuh para anggota juga yang lainnya saat pendamping pilot mengibarkan bendera berwarna biru bertaburan holy powder yang berwarna sama.
"Leonard Junior.. "
"Yeee baby boy.. "
Sorakan dari para anggota yang turut bahagia dengan hasil yang selama ini dirahasiakan.
begitupun dengan Grace yang menghambur memeluk Leo kegirangan, Ia memang menginginkan bayi laki-laki dengan alasan hanya dirinya yang selalu cantik untuk Leo titik!
dan Leopun menyambut membawa Grace kedalam dekapannya. Leo sangat merasa bahagia melihat Grace begitu senang dengan hasilnya. selama ini dirinya memang tidak pernah mempermasalahkan jenis kelamin calon anaknya, hanya saja Ia senang menggoda Grace yang sangat berharap jika anaknya berjenis kelamin laki-laki, tentu Leo kebalikannya, itu membuat keduanya sering berdebat, dan Leo suka itu.
"Le.." ucap Grace dengan lirih di dekapan Leo.
Leo membelai lembut rambut Grace, "Hmm.. Kenapa sayang..?"
ucapnya pelan.
Grace mendongak menatap Leo penuh arti,
"Gue seneng kalo anak kita cowok, berarti.. "
" Lo selalu cantik Grace.. " timpal Leo memotong ucapan Grace membuatnya tersenyum merekah.
_____
Sebelum menikmati makan malam bersama keluarga dan para sahabat juga seluruh anggota, Grace dan Leo menyempatkan diri menikmati senja, menyambut langit biru keunguan di garis pantai.
Jantung Grace benar-benar terasa mau meledak. untuk saat ini nyalinya menciut tak bisa berkutik.
Lelaki yang selalu menyebalkan , kini memperlakukannya dengan lembut dan romantis.
Leo mengajak Grace untuk berdansa diiringi alunan musik biola yang menambah suasana syahdu nan romantis.
keduanya saling menatap satu sama lain dengan hangat,
"Grace.. " ucap Leo dengan lirih menatap Grace penuh arti,
dan Grace tak kalah menatapnya dengan lekat, memang sedari tadi Grace tak pernah lepas memandang Leo yang terlihat begitu tampan.
" Gue mau lo selalu ada di samping gue.. selamanya.. " ucap Leo kembali dengan lembut.
meskipun ungkapan barusan sering di dengar oleh Grace dan akan di tanggapinya dengan kata " lebay ", tetapi kali ini terkesan berbeda bagi Grace, dan lagi-lagi Grace hanya bisa mengangguk tak mampu berkata.
Grace terhenyak saat Leo meraih dagunya, wajah keduanya semakin mendekat mengikis jarak di antara mereka, tatapan tajam nan hangat mampu membuat Grace terhipnotis memejamkan matanya. Bibirnya kini menjadi mangsa, dengan lembut Leo mel*m*tny* .
Adegan ciumanpun berlangsung cukup lama, membuat semua sahabat yang sedari tadi memperhatikan dan memotret keduanya secara candid kini hanya bisa melongo dan mengumpat kesal melihat kedua insan yang tengah dimabuk asmara tersebut.
" Gila.. kayak baru nemu aja.. " ujar Megan menggeleng.
" Anying.. dunia udah kayak milik berdua , yang laen pada ngontrak.. "
timpal Ari sama kesalnya,
" Anjir.. bisa-bisa kita khilaf ini.." timpal Silvie cekikikan.
" Tutup mata lo sil.. Lo mau setelah ini gue lamar lo.. ? "
sahut Exel dengan datar dan dingin membuat semuanya terkejut terlebih Silvie yang mulai gugup saat Exel meraih tangannya,
__ADS_1
" Eh.. "