Malu Malu Kucing

Malu Malu Kucing
part 36


__ADS_3

Kini sepasang kekasih yang penuh dengan drama tengah duduk berhadapan menikmati eskrim di salah satu foodcourt dengan posisi menghadap ke luar jendela.


"gimana udah gak gerah...? "


Goda Leo seraya menyuapi sesendok eskrim ke mulut Grace.


"Gimana enak zamanku toh? "


Sarkas Grace ditengah kunyahannya dengan gaya menye-menye.


Leo terkekeh mengacak gemas pucuk kepala Grace


"Gak boleh gitu.. gak bagus.."


Ucap Leo mengingatkan Grace pasal tindakannya yang sengaja menaruh beberapa botol cairan pembersih lantai pada troli Nadia yang masih kosong.


"Cih.. belain aja dia.. ternyata enak jamannya.. "


Timpal Grace cemberut memalingkan mukanya ke arah jendela kaca dengan bersidekap dada.


Leo mengacak rambutnya secara kasar, Ia merasa frustasi jika Grace sedang cemburu.


Leo menghela napas, Ia harus segera menenangkan perasaan Grace.


"sayang.. "


Leo mencoba meraih tangan Grace yang masih menyilang.


Gracepun membiarkannya, Ia menoleh dengan pelan menatap Leo tanpa menyahuti panggilannya.


"Sekarang mau pake ini gak. .? " ucap Leo meletakkan sebuah cincin di telapak tangan Grace.


Grace membulatkan matanya menutup mulut tak percaya melihat cincin pernikahannya yang hilang karena kecerobohannya sendiri.


"Sorry.. bukannya gue gak mau pake, tapi gue lupa naro sumpah.. ✌"


Ucap Grace sejujurnya. dari awal dirinya memang tidak pernah main-main dengan pernikahannya.


"Sebelumnya gue gak suka make perhiasan, nih .. nih.. Lo liat kan? mangkanya pas make tuh cincin gue sempat risih, Gue lepas .. Eh lupa dah tuh naronya d imana "


Lanjut Grace menunjukan telinga dan lehernya pada Leo, Ia tidak ingin jika Leo salah paham terhadapnya.


Leo terkekeh dengan tingkah Grace yang menggemaskan,


"Sekarang mau pake gak..? " tanya Leo pelan, sebelumnya Ia berpikir jika Grace merasa ragu dengan pernikahannya.


Grace mengangguk mengiyakan. Leopun menyematkan cincin tersebut pada jari manis Grace, kemudian Leo mencium punggung tangan Grace dengan lembut.


Wajah Grace kini berbinar melihat tindakan Leo terhadapnya, Jantungnya lagi-lagi berdetak tak beraturan.


"Le.. " lirihnya menatap manik mata Leo.


"Hmm.. kenapa sayang..? "


Leo membalas menatapnya seraya mengelus lembut tangan Grace.


"Jantung gue mau meledak.. Berasa di lamar.. "


ucap Grace gugup dengan wajahnya yang bersemu merah.


Leo menghela napas dalam-dalam,


"Seandainya gue kenal lo lebih dulu, Gue pasti ngelakuinya lebih dari ini.. dengan senang hati gue ngelamar lo buat jadi pendamping hidup gue.


but.. Tuhan punya cara sendiri ...."


" Stop Le... jantung Gue beneran mau meledak ini.. "


Grace memotong ucapan Leo, Ia tak tahan dengan kata-kata manis yang terucap dari mulut Leo.


Leo tersenyum lagi-lagi Ia senang sekali mengacak gemas rambut atas Grace.


"Wait.. Lo nemuin cincin ini dimana? " tanya Grace penasaran.


"Gak penting.. udah abisin eskrimnya keburu meleleh.. "


Ucap Leo santai.


"Oh ya.. Punya Lo dipake juga .. ?" tanya Grace kembali penasaran.


"Always.. "


ucap Leo santai seraya mengangkat telapak tangan menunjukkan cincin yang melingkar di jarinya.


"What.. Lo serius? "


Tanya Grace tak percaya di angguki oleh Leo.


"Ih.. Ko gue gak ngeh sih? "


Grace meraih tangan Leo yang tersemat cincin di jarinya, kemudian memotret kedua cincin yang melingkar di jari mereka dengan ponselnya.


"Loh.. Ko tangan gue keliatan item ya? Huhh.. mulai sekarang gue harus pake sarung tangan kalo bawa motor.. Kayanya gue juga harus mulai perawatan, bisa kabur nanti ayang kalo gue dekil.. "


Ucap Grace nyerocos tanpa jeda membuat Leo menggeleng terkekeh,


"Lo selalu cantik Grace.. "


Ucap Leo menenangkan seraya mengelus pipi Grace, Ia malas jika harus meladeni Grace yang mulai meracau tidak karuan.


"Gombal.."


" Siapa yang gombal? Emang kenyataannya lo cantik.. Catat.. Lo selalu cantik.. "


Ucap Leo kembali meyakinkan Grace dengan menggenggam erat tangannya.


Pemandangan tersebut tak luput dari perhatian Nadia yang sedari tadi memperhatikan mereka dari kejauhan.


Nadia mengepalkan kedua tangannya tak menerima kenyataan di depannya.


_____


Mereka kini telah keluar dari pusat perbelanjaan tersebut.


"Sayang entar di depan kamu yang bawa ya.. "


Ucap Grace tersenyum semanis mungkin seraya melajukan mobil keluar dari parkiran khusus perempuan.


"Hmm.. mau tidur ya?" timpal Leo seraya mengelus pipi Grace.


"Tau aja ayang.. "


Ucap Grace cengengesan.


Tak lama Leopun mengambil alih kemudi setelah keluar dari pusat perbelanjaan tersebut.


"Mau langsung ke rumah sakit apa pulang dulu kerumah? "


Tanya Leo menoleh ke arah Grace yang asyik dengan ponselnya.


"Gue kangen mamah.. Main kesana bentar yah.. "


Ucap Grace melas, Leopun mengangguk setuju.


"Hmm.. Gue mau tau gimana reaksi fans alay lo kalo gue upload foto ini .. "


Ucap Grace seraya menunjuk foto dirinya bersama Leo yang tengah pamer cincin.


"hmm.. Lo coba aja.. "


Leo menimpali dengan pasrah.


"Hmm bisa di bunuh entar gue.. " ucap Grace bergidik merinding.


"Ngaco.. " timpal Leo ketus.


"Emh.. Minjem hape lo bentar.. "


Ucap Grace menengadahkan tangannya ke arah Leo.


Leopun memberikan ponselnya tanpa bicara, beruntung wallpapernya sudah di ganti berhubung sempat di perbarui ulang. bisa ngamuk kalau Grace tahu poto dirinya yang sedang tidur dijadikan wallpaper di ponsel Leo.


"Hmm hape gak di konci gini, Ige mana ige? Nih dia.. scroll....ternyata gak ada"


Grace berbicara sendiri asyik dengan ponsel milik Leo.


"Apanya yang gak ada..? " tanya Keo penasaran.


"Poto lo sama tuh cewek.. "


Jawab Grace santai masih asyik dengan ponsel Leo.


"Gue gak pernah poto sama cewek selain mamah sama anak anak panti.. "


Timpal Leo santai.


"Masa sih..? "

__ADS_1


Tanya Grace tak percaya di angguki oleh Leo.


"hmm.. Gue upload poto kita tadi di Ige lo boleh kan..? "


"Upload aja.. Gue juga jarang main sosmed.. "


Jawab Leo jujur, meskipun Ia memiliki banyak pengikut di sosial media, tetapi Ia jarang bermain apalagi mengikuti kembali para pengikutnya.


ting..


ting..


ting..


"What.. ??? Gila.. Baru gue upload padahal."


Ucap Grace menggeleng tak percaya dengan poto yang Ia unggah di akun Leo banyak yang menyukainya.


Grace menutup mulut tak percaya, matanya berbinar ketika membaca setiap komentar dari pengikut Leo semua berisikan doa dan dukungan atas hubungan mereka.


"Padahal gue gak kasih caption apa apa.. "


Lirih Grace seraya memberikan kembali ponselnya pada Leo.


Leo mengerutkan dahinya membaca setiap komentar di ponselnya.


"Ga jadi dibunuh..?? " Goda Leo terkekeh


"Kenapa ?Lo mau jadi duda.? aaaaa ada duren.. "


Timpal Grace dengan gaya menye-menye.


Leopun semakin gemas mengacak rambut Grace.


Tak terasa mobil mereka berhenti di persimpangan lampu merah.


Grace membuka kaca jendela,


" Woy..Cil.. sini "


Panggil Grace pada anak kecil yang tengah mengamen di lampu merah.


"Eh.. Kak Grace.. gak bawa motor kak..? takut ditilang lagi ya.. "


Ledek anak kecil tersebut sambil cengengesan.


"Suttt.. " Grace meletakkan jari dibibirnya, sementara Leo terkekeh.


"Nih.. bagi-bagi ya.. "


Ucap Grace setelah mengambil kantong keresek besar berisi makanan dan jajanan di bangku belakang lalu memberikannya pada anak kecil tersebut.


"Wah.. Makasih banyak ya kak.. "


Ucap anak kecil tersebut sumringah.


Grace mengangguk seraya mengajaknya hivi.


"Oh ya kak.. Pacar kakak ya? "


tanya anak kecil tersebut menunjuk Leo.


"Kepo lu.. " ucap Grace ketus.


"Ehm.. Nih kasih.."


Leo menyodorkan beberapa lembar uang merah pada Grace.


Grace pun memberikannya pada anak kecil tersebut


"Nih.. pake buat keperluan lu.. Awas entar ketahuan bos lu.. "


Ucap Grace mengingatkan pada anak tersebut


"Siap.. Makasih ya kak.. Bang.. "


Ucap anak kecil tersebut di angguki Leo dan Grace.


Mobil pun melaju sebab lampu hijau sudah menyala.


"Le.. Thanks ya.. " ucap Grace gugup.


sekali lagi Ia melihat kebaikan dari suaminya.


Leopum mengangguk mengulas senyuman, Iapun merasa terkagum dengan kebaikan hati Grace pada anak yang kurang beruntung nasibnya.


"Lo pernah ditilang ? Kenapa..? Katanya SIM lengkap.. "


Ejek Leo terkekeh.


"Kepoo.. Kalo gue kasih tau, lo masih cinta kan sama gue..? "


Timpal Grace membuat Leo semakin gemas mengacak rambutnya.


"Gak ada alasan buat gue gak cinta sama lo.. "


"Emh.. Gue waktu itu lawan arah.. Mana pake knalpot racing lagi.. "


Ucap Grace cengengesan mengingat kejadian sial yang Ia alami.


"Kapok gak.. ?"


"Kalo masalah knalpot gue kapok.. Kalo lawan arah yaa tergantung.. "


Timpal Grace cengengesan.


Cletak ..


Leo menyentil kening Grace.


"Bodoh.. Itu sama aja gganggu orang, ngebahayain orang lain dan elo sendiri.. "


Ucap Leo seriuss mengingatkan.


"Iya.. Iya.. Bapak demen banget Kdrt.. "


Timpal Grace seraya mengelus keningnya.


Leopun terkekeh seraya mengacak gemas rambut atas Grace.


___


Mereka telah sampai di kediaman orangtua Leo.


Terlihat esih tengah menyapu halaman, Gracepun menghampirinya. Jiwa jahilnya muncul ingin mengagetkan Esih yang punya kebiasaan latah.


Grace menepuk pundak Esih


"Dorrr..!!! Eman aylopyu.."


"Dor eh dor eman aylopyu eh aylopyu Eman eh.. "


Esih tersentak memegang dadanya seraya menoleh kebelakang.


Grace terkekeh sementara Leo menggeleng melihat kelakuan absurdnya.


"Eh si non teh ngagetin wae.. " Ucap Esih mengatur napasnya.


"Maap bi.. Mamah ada? "


Tanya Grace seraya menaikan dua jari membentuk huruf v.


"Ada non di dalam.. "


Grace mengangguk melangkah ke dalam, namun ia kembali mundur ke arah Esih sebab merasa belum puas.


"Anjay.. Eman.. "


Ledek Grace cengengesan membuat Esih menggeleng dengan wajahnya bersemu merah, sementara Leo menepuk jidat melihat tingkah Grace yang nyeleneh.


Gracepun masuk kedalam di ikuti Leo di belakangnya.


Leo menarik ujung baju Grace, Ia takut Grace melakukan hal pada ibunya sama seperti yang tadi dilakukan pada Esih.


"Apaan sih?"


tanya Grace heran. namun Leo malah menatapnya tajam tanpa melepaskan cengkraman pada baju Grace.


"mmuachh.. "


Grace mengecup pipi Leo, membuatnya terhipnotis seraya melepaskan cengkraman pada baju Grace.


Grace berlari menghampiri Deti yang tengah memasak di dapur.


"Mamah.. " Grace memeluk Deti dari belakang.


"Eh sayang.. Ngagetin aja.. " ucap Deti lembut.

__ADS_1


"Grace kangen.. Lagi masak apa mah? wanginya enak banget.. "


Ucap Grace seraya mengurai pelukannya.


"Mama juga kangen.. Papah minta dimasakin rendang.. Sini cobain.."


Ucap Deti seraya membuka penutup kuali.


Grace menggeleng membuat Deti mengerutkan dahinya sedikit kecewa.


"ada nasi gak mah?" ucap Grace pelan sambil cengengesan membuat Deti terkekeh gemas dengan menantunya.


"Duduk sayang.. ajak Leo.."


Gracepun dengan senang hati duduk patuh.


"Suit.. Suit.. "


Grace memanggil Leo yang tengah bersandar di dinding tengah serius dengan ponselnya.


"Sayang... Sayang."


Panggil Grace mengencangkan suaranya membuat Deti menggeleng.


Leopun menoleh kemudian menghampiri keduanya.


"Sayang.. mau makan gak..? Aku sendokin ya.. "


Grace yang pandai berkamuflase didepan mertua.


Leo menggeleng menolak,


"Mau ke bengkel dulu.. " ucap Leo seraya mengelus lembut pipi Grace.


"Loh aku gimana..? " Grace meraih tangan Leo yang masih menempel di pipinya.


"Udah makan aja dulu.. entar bawa mobil ya.. "


Bujuk Leo dengan suara lembut.


"Terus kamu gimana..? "


Grace benar-benar so imut.


"Hmm.. Bawa motor, katanya suruh ambil motor.. "


Leo mencoba menenangkan, sungguh Ia tak tahan dengan Grace yang memasang wajah imut juga anggun.


" Yaudah hati-hati sayang.. "


Grace menekankan kata sayang meraih tangan Leo lalu menciumnya.


Leopun mengangguk seraya mengusap pucuk kepala Grace juga mencium keningnya, Lalu menghampiri Deti yang sedari tadi menahan tawanya berasa jadi obat nyamuk di antara anak menatunya.


"Leo pergi dulu ya mah.. "


Ucap Leo mencium tangan Deti.


"Ia sayang hati-hati.. "


Ucap deti.


____


Gracepun pamit setelah lama berbincang dan melepas rasa rindunya dengan Ibu mertuanya.


Tidak lupa Ia berterimakasih pada mertuanya yang telah bersedia menjaga ayahnya.


Grace bergegas melajukan mobilnya menuju rumah sakit menemui ayahnya. sesampainya di rumah sakit ia buru-buru menghampiri sang ayah yang sedang disuapi oleh Anita.


"Dad.. "


Grace memeluk Bram tanpa memperdulikan kehadiran Anita.


"Sayang.. Leo mana? " Ucap Bram mengelus rambut Grace.


"Leo lagi ada urusan di bengkelnya.."


Ucap Grace seraya bangkit dari pelukan Bram.


"Oh ya Dad.. Leo hebat tau udah punya usaha sendiri.. Grace juga sekarang udah pindah ke rumah yang di bangun Leo, hebat kan dad? "


Grace nyerocos membanggakan Leo.


Bram terkekeh,


"Udah cinta sama suamimu nak? " tanya Bram memastikan.


Gracepun mengangguk mengiyakan.


"Pilihan mommy memang tepat " lirih Bram.


"tapi kadang Leo ngeselin.. " Elak Grace.


"Kamunya kali.. " Goda Bram terkekeh.


"Ih daddy.. Sama aja ngeselin.. " timpal Grace bersidekap dada membuat Bram semakin gemas dengan putrinya.


"Cepet sembuh dong Dad.. Biar main ke rumah Grace.. "


Ucap Grace menyemangati ayahnya.


"Iya sayang, tapi sepi ah maen kesana.. coba ada anak kecil.. Biar Daddy gak kesepian.. "


Goda Bram membuat Grace mengerutkan dahinya tak paham.


"Apa udah ada tanda-tanda kehadiran cucu Daddy..? " tanya Bram serius.


Grace menggelengkan kepalanya.


"Kalo ada cucu.. Apa Daddy bakalan sembuh..? "


tanya Grace polos, Ia merasa trauma setelah kehilangan ibunya.


Bram terkekeh,


"Tentu sayang.. Daddy akan baik-baik aja.. Daddy kan kuat "


Ucap Bram seraya menunjukkan otot di lengannya, Ia mengerti perasaan Grace.


"Iya Grace tau Daddy kuat.. tapi Daddy harus sembuh dulu.. Grace jagain ya.. "


Ucap Grace menggenggam tangan Bram.


"Gak usah sayang.. Daddy baik-baik aja, temenin aja suami mu.. Daddy kan ada yang jagain.. "


Ucap Bram seraya melirik kearah Anita.


"Baiklah Dad.. Grace juga lupa di mobil ada bahan keperluan dapur takut pada busuk.. "


Grace bangkit dari duduknya seraya mencium tangan Bram.


"Cepet sembuh ya Dad.. "


Tak Lupa Grace menghampiri Anita yang sedari tadi berdiri mematung.


Grace meraih tangannya lalu menciumnya.


"Jagain Daddy baik-baik" lirihnya.


Anitapun mengangguk seraya mengusap kepala Grace tanpa penolakan darinya.


____


Grace telah tiba dirumahnya, Ia bergegas mengeluarkan barang belanjaan di bagasi mobilnya dibantu oleh Lilis.


Setelah semua selesai Ia bergegas pergi kamarnya membersihkan diri berendam di bak mandi dengan aroma terapi untuk menghilangkan rasa lelahnya.


Grace kembali memikirkan perkataan ayahnya pasal cucu. sekali lagi Grace tak ingin kehilangan orang yang Ia sayangi untuk kedua kalinya, tak lupa dengan Deti yang sempat membahas cucu saat berbincang dengannya.


____


Malam semakin larut, Leo baru sampai di rumahnya setelah selesai mengurus beberapa masalah di bengkel dan cafe miliknya.


Dengan langkah lunglai Ia masuk ke kamarnya, kemudian menjatuhkan dirinya bersandar di sofa sudut kamar.


Leo memijit kedua pelipisnya merasa lelah dengan semua urusannya. seketika Leo terkejut dengan kehadiran Grace yang menghampirinya dengan baju tidur yang tak biasa dia kenakan.


Grace duduk di pangkuan Leo menghadap kearahnya tanpa berucap, kemudian membuka satu persatu kancing seragam Leo dengan lembut.


Leopun menahan tawanya melihat sikap agresif Grace, namun Ia membiarkannya.


Rasa penatnya seolah hilang seketika.


"mau ngapain..? " tanya Leo dengan suara berat pura-pura polos.


Grace mendekatkan wajahnya dan berbisik

__ADS_1


"Mau bikin anak.."


__ADS_2