
Pagi beraktivitas kembali.
Grace tergesa-gesa melangkah keluar rumah mengejar Leo.
"Leo.. tungguin.. "
teriak Grace ketika mobil leo mulai melaju dan berlalu begitu saja.
"Sialan gue ditinggalin.. "
"Non, ini dari Den Leo.. "
ucap seorang penjaga menyodorkan sebuah kunci motor lengkap pada Grace
"Oke.. Makasih pak.. "
Jawab Grace.
"Gila.. tau gitu gue pake celana.. Lo mau main-main ma gue.. Okeh.. "
Grace kembali masuk mengganti setelannya, kemudian bergegas menuju garasi.
"Waw.. Oke juga.. "
Gumamnya seraya menaiki motor trail milik Leo.
___
Diperjalanan Leo mengemudikan mobilnya dengan kecepatan sedang.
Ia bergelut dengan pikirannya, bagaimana tidak selama ini Leo menahan gejolak yang membuat kepalanya terasa nyeri.
Disisi lain Ia tak ingin memaksa Grace untuk siap melayaninya terlebih tidak ada perasaan cinta satu sama lain.
Leo juga memikirkan menjaga jaraknya dengan Grace di sekolah, seperti yang dikatakan Grace terhadapnya untuk bersikap seperti biasanya.
"Ahhrrgg.. "
Leo kesal sembari memukul kemudi.
ngreng.. ngreng.. ngreng...
Leo terkejut ketika sebuah motor menyalip mobilnya sambil menggeber tepat di sampingnya, yang tak lain pelakunya ialah Grace.
Grace membuka kaca helm fullfacenya sembari mengacungkan jempol dengan posisi terbalik ke arah Leo.
Seringai di wajah Leo, Ia merasa tertantang dengan tingkah istrinya.
Brum.. Brum..
Leo tancap gas membalas menggeber kemudian menyalip motor Grace.
Adegan saling menyalip bak pembalap profesional berlangsung sampai ke sekolah.
Sesampainya di sekolah semua murid yang melihatnya menyoraki mereka seperti pembalap yang mencapai garis finis.
Leo membuka kaca mobilnya, begitupun dengan Grace membuka kaca helmnya.
Keduanya saling memberi tatapan sinis menyunggingkan bibirnya.
Kedua Sohib Leo menghampiri mobilnya.
"Gokil.. "
Exel bertepuk tangan.
"Lo bedua emang gila.. "
Ari menimpali seraya bergidik.
Sementara disisi Lain kedua sahabat Grace yang menghampirinya merasa heran, pasalnya baru hari kemarin mereka melihat keharmonisan antara Grace dan Leo.
"Lo bedua gak bareng..? "
Tanya Megan.
"Itu mereka bareng.. Nyampenya.. "
Ledek Silvie cekikikan.
"Be.. Ge.. Maksud gue ga semobil.."
Timpal Megan sambil menoyor kepala Silvie.
"Tau.. Lo bedua kenapa sih..?perasaan kemaren romantis.. "
Tanya Silvie heran.
Grace tak bergeming, Ia memikirkan sikap Leo terhadapnya.
"Cowok kalo ngambek kasih apaan ya..? Masa iya gue kasi coklat, iihh gak banget.. "
Ucap Grace bergidik geli.
"Si Leo ngambek grace..? "
Tanya Megan penasaran.
"Tau.. Gak jelas banget, gue yang pms, dia yang ngambek uring uringan dari semalem sampe ninggalin gue.. Kampret emang.. " Umpat Grace kesal.
"Be.. Ge.. Lo emang bodoh Grace kalo masalah beginian.. "
Timpal Silvie.
"Sialan lo sil.. "
Grace tak Terima dikatain bodoh.
"Lo emang bodoh Grace, gimana si Leo gak uring-uringan, mau unboxing lonya lagi pms.. "
Timpal Silvie gemas diacungi jempol oleh Megan.
"Sotoy lo.. Udah ah gue mau ganti baju dulu.. "
Grace berlalu meninggalkan kedua sahabatnya.
***
Tiba waktu istirahat.
"Anjir.. Pelan-pelan grace.. Lo kaya seminggu gak makan.. "
Ucap Silvie merinding melihat grace makan dengan lahap semangkuk soto beserta nasi yang baru di sajikan.
"Tau lo grace.. Gak panas? "
Tanya Megan tak kalah heran.
"Gue laper banget.. gak sempet sarapan gara-gara si kampret "
Timpal Grace sambil mengunyah makanannya.
"Maksud lo Leo? "
Tanya Megan di angguki oleh Grace.
"Gue udah pake seragam lengkap dandan seanggun mungkin, eh malah ditinggal.. Sialan emang... "
Grace masih nyerocos sambil mengunyah.
Kedua sahabatnya terkekeh melihat tingkah Grace.
"lo mulai suka sama Leo..? "
tanya Megan kembali .
__ADS_1
"jangan ditanya Me.. ya jelas suka lah.. Kalo gak, mana mungkin Si grace ngasih first kissnya sama si Leo.. "
timpal Silvie cekikikan.
"tadinya si iya.. sekarang ogah.. "
Timpal Grace.
"Alah.. Ogah ogah.. tapi mau"
Ledek Silvie di angguki Megan.
"Sotoy emang lo bedua.. "
timpal Grace tak terima.
"Oh ya lo pada mau dateng ga ke acara birthday si Dafa..? "
tanya Megan.
"Dateng lah.. Si Dafa kan kalo ngadain party udah kaya Sultan dubai.. Ngundang banyak .. "
Silvie cengengesan.
"Gue udah tau tujuan lo Sil.. Tepe Tepe sama cowok.. "
timpal Megan.
"Nah itu tau.. Kan banyak cogan cogan dari sekolah laen juga.. "
Jawab Silvie penuh semangat
"Emang kapan sih.. ? "
tanya Grace.
"Minggu depan.. lo dateng gak.. ?"
Megan.
"Dateng lah.. Sama babang tampan.. Gue yakin lo bedua best couple.. "
Timpal Silvie.
" Tau ah.. Liat aja ntar.. "
Ucap Grace.
Sementara di tempat lain di sudut kantin.
"Busett tu bini lo makan udah kaya orang kesurupan Le.. "
Ucap Ari menujuk ke arah meja Grace Cs.
"Lo ada masalah Le..? "
Tanya Exel.
"Palingan gak dikasih buka segel.. "
Timpal Ari cengengesan.
Leo mentap tajam Ari.
"Wey santai bro.. Becanda.. "
Ari mengacungkan dia jarinya membentuk huruf V.
"Le.. Si Grace tadi pake motor Lo..? Udah lama kan tu motor gak lo pake.. "
Tanya Exel di angguki oleh Leo.
"Hebat juga bini lo bawa motor. Sekali-kali ajak nge track lawan Astro.. "
Ucap Ari.
"Anjir perasaan gue salah mulu dah.. "
Ari bergidik ngeri.
"Oh ya lo pada dapet undangan dari si Dafa ga..? "
Tanya Exel mengalihkan.
"Dapet lah anjir.. Dia ngundang banyak.. Kuy lah dateng anak Karya bakti juga pada di undang.. "
Jawab Ari dengan semangat.
"Oke tuh sekalian reuni.. "
Timpal Exel sama semangatnya.
"Lo dateng Le.. Si Grace juga pasti di undang, kan sekalian gitu gue bisa pedekate sama temenya.. Siapa tau bisa sandingan.. "
Ari cengengesan.
"Udah gue duga.. "
Timpal Exel.
"Lah.. Kaya lo engga aja.. Noh temen si Grace ada dua cantik-cantik anjir.. "
Ucap Ari menunjuk meja Grace Cs.
"istri gue paling cantik.. "
Leo baru membuka suara.
"Iya deh paling cantik.. Tapi barbar.. "
Ari cengengesan disikut oleh Exel.
"Eh sorry sorry.. Lagian lo bedua gesrek.. Pagi-pagi atraksi .. Gila.. "
Ucap Ari songong.
"Udah cabut.. Kenyang gue.."
Ucap Leo bangkit diikuti kedua sohibnya.
Langkahnya terhenti ketika Ari menghampiri meja Grace Cs.
Leo melirik sekilas ke arah Grace, begitupun dengan Grace yang sedari tadi curi-curi pandang terhadapnya. keduanya saling menatap dengan tatapan tajam bak iblis.
"Grace.. Grace.. Bagi nomer temen lo dong? "
Bisik Ari sambil menunjuk Megan dengan dagunya.
"Usaha sendiri..jangan jadi cowok pengecut"
Sarkas Grace tatapan matanya masih ke arah Leo.
"Lah gak asik lo.. Minta nomer hape doang.. "
Ucap Ari tak di jawab oleh Grace melainkan di pelototi.
"Anjir.. Cabut cabut.. "
Ari berlalu di ikuti Leo juga Exel.
Grace dan kedua sahabatnya terkekeh melihat Ari yang ketakutan.
"Tunggu.. "
Panggil Silvie sembari menghampiri Leo Cs.
__ADS_1
"Nih.. Gue kasih nomer si Megan.. Gue bagi nomer doi.. "
Silvie menyodorkan ponselnya kepada Ari seraya melirik Exel.
"Exel.. Namanya Exel.. Kasih ga El..?"
Timpal Ari menepuk-nepuk bahu Exel di angguki oleh Exel mengiyakan.
"Ah.. Thanks bang El.. "
Ucap Silvie kegirangan, sementara Leo menggeleng melihat tingkah Silvie yang berlalu kembali.
"Ga ketuker lo pada..?"
Sarkas Leo yang merasa Silvie cocoknya bersama Ari yang sama bawelnya, sementara Exel bersama Megan.
"Ye.. Emangnya elo sama bini lo.. Sama-sama gesrek.."
Timpal Ari mendelik, sementara Exel terkekeh.
"Saling melengkapi bro.. "
Ucap Exel menepuk bahu Leo.
***
Bel berdering waktunya pulang, Leo mengedarkan pandangannya disekitar parkiran mencari seseorang tapi tak kunjung datang.
"Woy.. Malah bengong.. "
Exel menepuk bahu Leo.
"Nyari bebeb kali.. "
Timpal Ari di angguki Exel.
"Gue cabut duluan ya.. "
Pamit Leo kepada kedua sohibnya.
"Belum kelar Le..? "
Tanya Exel.
" Sekitar Duapuluh lima persen lagi.. "
Jawab Leo sambil menaiki mobilnya.
"Hebat lo Le.. "
Puji Ari
"Bangga gue punya sohib kaya dia"
Ucap Exel menatap kepergian mobil Leo.
"Anjir.. Sama gue nggak?"
Tanya Ari memelas.
"Sial mulu yang ada. "
Ledek Exel.
"Sialan lo.. El noh bidadari.. "
Ucap Ari menunjuk ke arah Grace Cs yang berjalan menuju kendaraannya.
"Ah.. Bang El... "
Silvie melambaikan tangan ke arah Exel dan Ari.
Exel menanggapi dengan senyuman.
"Usaha lo Sil? "
Ejek Megan.
"Yoyoy.. "
Jawab Silvie.
"Guys Gue cabut duluan yah.. "
Pamit Grace.
"Yah.. Mentang-mentang Leo gak ada.. Maen cabut aja.. Kuy lah nongkrong"
Ajak Silvie.
"Males gue.. Capek.. "
Timpal Grace seraya mengenakan helmnya dan berlalu meninggalkan kedua sahabatnya.
___
Ditengah perjalanannya Grace mampir ke sebuah pengisian bahan bakar.
"Full ya mbak.. "
Titah Grace pada seorang pegawai.
Grace melirik ke arah antrian mobil.
Ia menajamkan matanya ketika melihat sebuah mobil yang di kenalinya.
"bagus.. berbahagialah.. "
Gumam Grace seraya menghidupkan motornya dan berlalu.
"Kak kembaliannya.. "
teriak pegawai.
Grace hanya menanggapi dengan melambaikan tangannya ke belakang kemudian Grace melajukan motornya dengan kecepatan tinggi.
___
Sesampainya di rumah Ia berlari menuju kamarnya dan menjatuhkan diri di tempat tidur.
Air matanya jatuh tanpa aba-aba, seketika Ia langsung mengusapnya.
"cengeng Lo Grace.. Lo itu harus kuat.. "
Gumamnya bangkit menuju kamar mandi untuk membersihkan diri.
___
Malam semakin larut.
Leo baru pulang kerumahnya setelah urusannya selesai.
Ceklek...
Leo membuka pintu kamar dengan perlahan, Ia mendapati Grace meringkuk tertidur pulas dengan headset yang masih melekat di telinganya.
Leo menghampirinya, melepaskan headset yang melekat.
"Hmm. Masih nyala.. dasar ceroboh.. "
Leo menatap wajah Grace, lalu terhenti saat melihat sedikit air mata dipelupuknya.
"Are you okay. .? "
Ucap Leo sembari mengusap pucuk kepala Grace, grace hanya menggeliat tanpa membuka matanya.
__ADS_1
Leopun mengecup kening Grace sebelum Ia bergegas membersihkan diri dan tidur di samping Grace dengan mendekapnya membiarkan ketenangan untuknya.