Malu Malu Kucing

Malu Malu Kucing
part 76


__ADS_3

Segelas susu hangat menemani malam Grace yang kini sedang duduk bersantai di meja makan sambil menunggu kepulangan Leo.


Baru satu hari menjadi asisten Wilson membuat Grace merasa lelah dengan sikap dingin nan arogan dosen tersebut. terlepas dari itu, terbesit kembali orang misterius yang membuntutinya lagi saat perjalanan pulang dari kampus. Sebenarnya apa tujuan orang tersebut berbuat seperti itu?


krek.. krek.. suara suatu benda seperti menggores kaca menghentikan Grace yang tengah melamun sambil mengaduk-aduk susu hangatnya itu.


deg.. Grace menajamkan penglihatannya tatkala mendapati sekelebat bayangan seseorang dibalik pintu kaca dapur yang mengarah ke kolam belakang.


" siapa disana..? " Grace memberanikan diri membuka pintu kaca tersebut untuk mengecek keadaan area belakang yang tiba-tiba gelap itu, sayangnya Ia tak mendapati siapapun.


" mba Lilis..? " panggilannya dengan gugup seraya melangkah waspada, namun lagi-lagi Ia tak mendapati sahutan.


" kalo rampok.. salah alamat lo.. " gumamnya mencoba tenang seraya melirik ke sana kemari. dalam situasi seperti ini pun Grace masih percaya diri bisa melawan orang tersebut sebab dirinya sudah menguasai beberapa taktik Muaythai olahraga beladiri yang baru di sukanya.


masa mba Ratna.. diakan udah tidur sama Cio.. ah bego lo Grace..


tuk.. tuk.. suara ketukan sepatu seperti orang sedang melangkah membuat Grace terkesiap langsung waspada dengan kuda kudanya.


suara tersebut semakin mendekat, semakin mendekat dan..


kretek..


" oh shiiit.. apa-apaan si lo Grace..? "


sakit, luar biasa tenaga Grace yang sigap memelintir pergelangan tangan seseorang yang menghampirinya dari belakang.


Grace ternganga sebab sudah membuat suaminya sendiri menjadi korban pelintiran mautnya.


" Leo.. so.. so.. sorry.. gue pikir maling.. " ucapnya tergagap.


" mana ada maling ganteng berdasi kaya gue.. kalo ada juga bukan mau maling di rumah kayak gini.." timpal Leo kesal seraya mendudukkan dirinya di meja makan.


Grace buru-buru mengambilkan minum untuk Leo, berharap mode maung suaminya itu pudar.


" ya sorry.. sakit ya..? " ucap Grace melas seraya meraih tangan yang menjadi korbannya itu, namun Leo langsung menipisnya,


" pake nanya lagi.. untung tulangnya gak patah.. lo tau.. ini tuh aset buat nafkahin lo.. " sahut Leo meringis berlebihan seraya mengacungkan tangannya.


" ck.. lebay.. " gumam Grace membuang wajahnya.


" apa lo bilang..? lebay.. lebay.. bisa gak sih bersikap anggun sedikit.. " sahut Leo sok kesal.


brakk.. Grace menggebrak meja tersulut dengan ucapan suaminya.


" gak bisa.. gue gak bisa anggun kayak cewek lain.. mau apa lo..? " ucap Grace menantang dengan raut wajahnya yang kesal, tentu Leo suka itu.


" ck.. bar-bar.. " gumam Leo yang terdengar jelas oleh Grace.


" betul banget tuduhan lo Leonard.. "


Leo yang sedang menye-menye menanggapi ucapan Grace barusan, kini hanya bisa menelan ludahnya kasar tatkala Grace mendekatkan wajahnya dengan menyeringai bagaikan iblis.


" lo bilang gue bar-bar kan..? sini, biar pro.. "


kretekkk.. " awwhh.. shiiit.. "


Grace berhasil memelintir pergelangan tangan Leo yang sebelahnya lagi, dan rasanya benar-benar sakit.


Grace menyunggingkan senyuman melihat Leo yang benar-benar meringis kesakitan dan dengan teganya Ia melenggang pergi begitu saja.


sebelum benar-benar menghilang dari pandangan Leo, Grace menoleh sejenak dan kembali menyeringai,


" gue mau tidur di kamar Cio.. "


" come on Grace.. lo tau dosa kan..? " teriak Leo.


" persetan dengan dosa.. cewek bar-bar kaya gue tau apa sih tentang dosa.. " sahut Grace dengan ketus.


" sial.. lo gak cuma nyiksa fisik gue.. mental gue ikut melemah.. " gumam Leo menatap kepergian Grace yang dengan sengaja menurunkan kerah pakaiannya hingga menampakkan bahu putih nan mulus itu. tentu saja Leo tersiksa dengan itu.


" ck.. rasain lo.. siapa suruh nyebelin.. lagian bukannya bersyukur punya bini kayak gue yang bisa jaga diri gak bikin dia ribet, malah ngatain gue bar-bar.. kamprett emang.. "


gumam Grace yang sudah memasuki kamar si kecil.


Grace menatap sekilas wajah yang terlelap tenang tanpa dosa itu,


" Cio.. bangga gak punya Ibu kayak mami..? " bisiknya terkekeh.


Grace menghela napas panjang sebelum akhirnya merebahkan dirinya di sofa sebab merasa tidak enak dengan Ratna yang sudah bekerja keras seharian menjaga Cio.


Tuhan.. lindungilah keluargaku.. yang tadi jangan di anggap ya hee.. pendosa sepertiku memang tak pantas memohon..


Sementara dikamar lain, Leo tengah uring-uringan. bagaimana tidak, tak hanya lengannya yang sakit karena pelintiran dari Grace, dirinya juga tersiksa sebab diharuskan tidur sendiri tanpa Grace yang sialnya sempat menggodanya dulu sebelum menghilang masuk kedalam kamar si kecil.


Niat hati ingin membuat Grace kesal supaya bisa melihat wajah menggemaskan itu, tapi kenyataannya emosi Grace malah ikut tersulut.


...----------------...


Pagi harinya Leo memaksakan bangun dari tidurnya yang kurang nyenyak sebab Grace tidak menemaninya malam tadi.

__ADS_1


Leo menatap bangga dengan si kecil yang sedang berada di gendongan babysitter itu.


kembali terngiang kata-kata absurd dari mulut Grace yang dulu terlontar bahwa si kecil Lucio merupakan hasil keperkasaannya membuat Leo terkekeh mengingatnya.


" Cio.. Mami kemana..? " ucap Leo pelan kepada si kecil yang belum bertemu dengannya sejak kemarin.


" mami Cio lagi berenang papi.. " sahut Ratna ala-ala anak kecil.


" ayo kita liat mami, sekalian berjemur.. " Leo mengambil alih si kecil dari gendongan Ratna.


" tangannya kenapa Tuan? " tanya Ratna penasaran sebab pergelangan kanan Leo terlihat bengkak.


Leo menggeleng seraya tersenyum tipis lalu bergegas ke belakang rumahnya.


" Cio harus kuat kayak papi ya.. " ucapnya pada si kecil dengan penuh bangga sebab bisa menggendong Cio hanya dengan tangan sebelah.


glek..


akh.. kalo ini gue gak kuat..


Leo dibuat terbelalak susah payah menelan ludahnya melihat pemandangan yang tersuguh di hadapannya, dimana Grace yang sedang berenang dengan mengenakan baju renang bikini membuat barang kelelakian Leo langsung berontak.


Leo tak lepas memperhatikan aktivitas Grace sampai Grace benar-benar menyudahi aktivitasnya.


" Cio.. mami sengaja godain papi " rengeknya berlagak mengadu pada si kecil tatkala melihat Grace naik ke tepian kolam dengan slow motion memperlihatkan lekukan tubuh yang terkesan seksi tentu membuat Leo semakin tersiksa.


mendengar itu, Grace menyeringai tersenyum devil, dengan sengaja dirinya mengerikan rambut tepat dihadapan Leo.


" kena lo.. solo karir .. solo karir dah.. " batinnya.


alih-alih menghindar berhadapan dengan Leo, Grace justru dengan sengaja melakukan sesuatu yang intim di depan mata suaminya.


seperti saat ini Grace sengaja memompa ASInya sambil duduk di ranjang tidur yang jelas bersebrangan dengan meja rias dimana Leo tengah mengolesi minyak pada rambutnya.


Leo yang melihat jelas melalui pantulan cermin tersebut dibuat mengacak rambutnya kasar merasa frustasi.


" hari ini bolos aja Grace.. " rengeknya seraya menatap Grace penuh arti. sayangnya Grace malah keluar kamar begitu saja.


Leo tak tinggal diam, Ia menghampiri Grace yang sedang asyik makan tanpa menunggunya terlebih dahulu.


" okeh Grace kita gak bolos.. berhubung hari ini jam kita bareng, berangkat juga bareng yah.. lo yang bawa tapi, kan tangan gue sakit.. " ucap Leo memelas.


modus.. bilang aja kalo mau puas meluk gue dari belakang.. sahut Grace yang hanya di dalam hati.


" ck.. makan sambil dengerin lagu, pantes gue ngomong gak disautin.. dasar bar.. " Leo langsung menghentikan gumamnya bertepatan dengan Grace yang menyudahi aktivitas makannya.


" cih.. lagu lo.. ya gak sambil makan juga kal.. "


brak.. lagi-lagi Grace menggebrak meja membuat Leo terkesiap.


" Lo sendiri udah tau lagi makan ngoceh mulu.. " sahut Grace langsung melengos hendak berangkat ke kampus.


" salah lagi.. " gumam Leo berdecak kesal.


...----------------...


Akhirnya Leo berangkat ke kampus bersama kedua sohibnya yang sukarela menjemputnya,


Ari dan Exel tergelak menanggapi curhatan Leo,


" jadi gara-gara maminya Cio lo gak bisa bawa motor.. " ejek Ari yang duduk di bangku belakang.


" ck.. susis lo berdua.. " lanjut Ari santai tanpa dosa,


" Lo sendiri ngapain kunyuk ikut nebeng kalo gak susis.. " timpal Leo tak terima.


" emang gue tadinya mau bareng si Megan, tapi bini gue terlalu ngertiin gue.. gak papa sayang kalo mau bareng temen-temen kamu.. " elak Ari,


" sama aja bego.. " sahut Exel datar.


" bedalah.. kalo bini gue bangga sama gue yang berjiwa solidaritas tinggi buat sohibnya.. lah lo El..? "


" bacot lo.. " sahut Exel di angguki Leo setuju.


Mobil yang dikemudikan Exel berhenti sebab lampu merah, Exel melirik Leo yang duduk disebelahnya,


" sakit Le..? " tanyanya seraya menunjuk pergelangan tangan Leo.


" bukan maen.. " sahut Leo.


" udah di obatin belom? " tanya Exel kembali.


Leo menggeleng " belum El.. "


" yaudah kita mampir dulu buat obatin tangan lo ya Le.. " ucap Exel seraya meraih tangan Leo yang bengkak tersebut. Leopun mengangguk patuh, sementara Ari menggeleng berlagak ingin muntah,


" mulai dah.. orang kalo yang gak tau , nyangka lo berdua kaum pelangi.. " ucap Ari bergidik.


" Bodo.. " sahut keduanya kompak.

__ADS_1


" najis.. "


...****************...


" baik teman-teman.. silakan kumpulan tugas kalian sama Grace.. " ucap Wilson seraya hendak keluar.


semua bernafas lega saat dosen muda tampan namun dijuluki killer tersebut keluar kelas, terkecuali Grace yang malas menghadapi Wilson di ruangannya.


tok.. tok..


" Masuk.. " sahut Wilson dari dalam ruangannya.


Gracepun masuk dengan membawa tugas teman sekelasnya.


Wilson menatap gadis yang berada dihadapannya seraya menggelengkan kepala,


merasa dirinya di perhatikan oleh sang dosen membuat Grace risih,


" saya permisi dulu.. " pamitnya hendak keluar, namun suara dingin sang dosen langsung menghentikan langkahnya,


" tunggu.. "


" iya Pak.. apa ada keperluan lagi..? " tanya Grace tersenyum malas.


" saya minta kamu kumpulkan data semua teman sekelasmu.. dan segera kirim lewat email saya.. " ucap Wilson diangguki Grace,


" baik Pak.. "


🍃🍃🍃


Setelah melaksanakan perintah dari Wilson, Gracepun bergegas ke kantin di ikuti kedua sahabatnya yang setia.


Pandangannya tak sengaja bertemu dengan Leo yang juga ada di sana bersama kedua sohibnya.


" gara-gara dua umat.. kita jadi gak bisa makan bareng ayang.. " ucap Silvie sok kesal mendapat sikutan dari Megan.


" emang kapan gue larang lo berdua nyamperin ayang ayang lo.. " sahut Grace enteng,


" anjirr baper.. " ucap Silvie cengengesan.


" udah sono lo kalo emang mau makan bareng laki lo.. "


ujar Grace kesal.


" sorry deh bestie.. " sahut Silvie pasrah sementara Megan terkekeh.


aww..


" woy.. mata lo udah empat masih gak liat aja.. " ucap Silvie geram memaki salahsatu Mahasiswi yang menyebabkan bagian bawah tubuh Grace tersiram kuah panas.


" maaf.. gue gak sengaja.. " ucap Mahasiswi berkacamata bulat tersebut.


" udah sono lo cabut, sebelum temen gue mode maung.. " ucap Silvie ketus menghempaskan tangannya.


" lagak lo Sil.. sejak kapan lo suka ngehina orang.." ucap Megan so bijak seraya menoyor gemas kepala Silvie.


" udahlah.. gue gak gapapa ini.. " sahut Grace menahan rasa perihnya.


" gak papa apanya Grace.. itu pasti perih.. lagian lo ngapa musti pake jins rombeng lagi sih.. jadi tembuskan kuah panasnya.. "


timpal Silvie nyerocos tanpa jeda.


" bawel lo.. " sahut Grace ketus.


ting.. pesan masuk dari nomor yang tidak di kenal


jauhin Leonard.. atau gue bikin hidup lo gak tenang..


ck. nih cewek belum tau siapa gue. batin Grace tersenyum kecut.


Grace merasa sudah biasa dengan pesan pesan seperti ini mengingat banyaknya perempuan yang menginginkan Leo. tetapi kali ini rasanya berbeda walaupun ancamannya sama.


Grace mengedarkan pandangannya ke seluruh penjuru kantin, namun tak mendapati seseorang yang mencurigakan. malah mendapat Leo yang hendak menghampirinya dengan raut wajah yang cemas.


no.. ucap Grace tanpa suara seraya menggelengkan kepalanya.


📩


Hubby


" sayang gak papa? "


📩


Mine


" I'm fine.. "


dikejauhan seseorang menyeringai mengangguk-anggukkan kepalanya

__ADS_1


__ADS_2