
" Tuh anak kalap makan nangka Grace.. "
Silvie, wanita itu baru saja tiba di kediaman sahabatnya. sebelumnya dia tidak tahu jika Grace sudah berada di sana juga. Dia mengumpulkan keberanian terlebih dulu ketika melihat mobil Leo terparkir di depan rumah tersebut.
Jantungnya terasa penuh ketika Grace menatapnya cukup lama. Sahabatnya itu nampak seolah tidak percaya dengan kehadirannya, tetapi Silvie bisa memaklumi juga menerimanya.
" Dia siapa..? " celetuk Grace menunjuk ke arah Silvie sambil melirik sekilas ke arah Megan.
sontak semuanya tercengang termasuk Leo, bagaimana bisa istrinya itu tidak mengingat Silvie. dan ini membuat Leo merasa khawatir dengan kondisi Grace, dia takut jika istrinya itu belum benar-benar sembuh, mengingat bagian kepalanya yang terluka parah hingga tidak bisa mengingat sepenuhnya.
sementara Silvie, wanita itu tersenyum ketir kala Grace tidak mengingatnya sama sekali. tentu saja dia khawatir dengan kondisi Grace, Dia ingin sahabatnya mengingat semua tentangnya, walaupun sikap jahatnya sekalipun tak mengapa.
" gue pulang aja yah.. " Silvie kemudian membalikkan badan memilih pergi dari sana. Dia tidak ingin memaksa Grace untuk mengingat dirinya walaupun sekedar nama saja. dia terlalu takut itu akan membuat sahabatnya tertekan.
" Sil.. " panggilan dari Grace membuat langkah Silvie tertahan dan langsung membalikkan kembali badannya.
Silvie terkesiap ketika Grace langsung memeluknya begitu erat. Ia memejamkan mata dan membalas pelukan itu tak kalah eratnya.
" maafin gue Grace.." hanya itu yang bisa keluar dari mulut Silvie sambil terisak. Dia tidak mampu berkata-kata lagi, padahal sebelumnya Dia sudah mempersiapkan semuanya, namun semua seolah hilang begitu saja karena saking terharunya.
Grace mengurai pelukannya, kemudian Dia mengangguk tersenyum. Dia tidak perlu kalimat panjang dari Silvie, cukup mendengar dan melihat ketulusan sahabatnya itu membuat Grace yakin dan melapangkan kembali hatinya.
" lo gak amnesiakan Grace..? " celetuk Silvie di tengah isakannya. Dia belum yakin jika Grace mengingatnya bahkan memaafkannya. bisa saja sahabatnya itu sekedar mengingat namanya saja, sebab Grace hanya menanggapinya dengan anggukan kepala.
" gak usah ngadi-ngadi anying.. lagian barusan gue cuma bercanda " sahut Grace sewot dan langsung menoyor kepala Silvie dengan gemasnya hingga membuat wanita itu terkekeh.
" gue percaya sekarang.. " timpal Silvie cengengesan, ya hanya dengan Grace menoyor kepalanya, itu cukup membuat Silvie yakin jika Grace tidak melupakan kebiasaannya.
" gue percaya woy.. " teriak Silvie kala Grace memiting kepalanya di balik ketiak dengan tak hentinya mendapat jitakan di kepalanya.
" Me, si kermi enaknya di apain nih..? " celetuk Grace menoleh ke arah Megan sambil menaikturunkan kedua alisnya. tak lupa tangannya masih mengunci kepala Silvie.
" gue percaya woy, percaya.. lo panggil gue kermi, udah cukup bukti kalo lo gak lupain gue sialan.. " sahut Silvie membuat yang lainnya terkekeh.
" lepasin Grace, kalo dia kenapa-napa, siapa yang jagain anak gue.. " celetuk Megan membuat Grace langsung melepaskan Silvie dan menatap heran kedua sahabatnya secara bergantian.
" wait wait.. ni anak jagain bayi lo..? " tanya Grace tak percaya seraya menuding kepala Silvie.
Silvie berdecak sebal menatap Megan yang tampak terkekeh mengejeknya, bisa-bisanya wanita itu menyelamatkannya hanya karena alasan siapa yang akan menjaga baby Ray.
" ck, emangnya salah? sekalian training keless, lagian gue cukup mahir jagain bayi-"
__ADS_1
" nyebokin gimana..? bisa-bisa lo bolak-balik menipedi.. " sela Grace terkekeh mengejek membuat Silvie memajukan bibirnya sebal.
" jangankan buat menipedi, AC aja baru mau masang.. " celetuk Megan ikut menimpali.
" iya gue gak mampu, sekarang gue kere.. puas lo..? " sahut Silvie sewot.
" ck, baper bu..? " ejek Megan belum puas membuat Silvie benar-benar cemberut.
" lo tiba-tiba seger Me kalo ledekin orang.. " ujar Silvie masih sewot.
" ya kan kalo ngeliat formasi lengkap gini, penyakit gue auto ilang.. "
" ck, bego mah bego Me, lo saking cintanya sama si kunyuk, penyakit aja lo sama samain.."
" gak gitu anying.. gue emang kegoda aja liat si Dila makan nangka.. "
" cih, calon dokter tapi bego.. kagak tau kandungan zat buah nangka.. " celetuk Grace diangguki Silvie setuju membuat Megan kini langsung cemberut sebal.
" lo bedua juga bego, you know baby blues? orang yang baru lahiran itu jangan banyak di bawelin, bisa stres.. "
" alah.. gak berlaku buat lo mah.. " sahut Grace dan Silvie terkekeh mengejek dengan kompaknya hivi.
obrolan pun berlanjut dengan Megan yang jadi bahan roastingan kedua sahabatnya. sejujurnya Megan sama sekali tidak keberatan jika mereka terus meledeknya. Dia malah bahagia sekarang, dimana mereka bisa berkumpul dan bersenda gurau tampa membahas yang sudah-sudah.
" yang anteng yah bang.. gak papa berantakan, uncle Ari gak bakalan marah.. " ucap Leo kepada si kecil Cio.
Leo sudah menggelar karpet di ruang tv untuk si kecil Cio bermain dengan mainannya yang dibawa dari rumah.
" biarin aja mami, ibu-ibu kalo udah ngumpul lupa semuanya.. " ucapnya sewot sambil menatap pintu kamar Megan yang tertutup itu.
Tiba-tiba Leo menggeleng terkekeh pelan kala mendengar gelak tawa didalam sana. ada perasaan lega sekaligus haru di hatinya. rupanya semudah itu Grace memaafkan bahkan melupakan sikap Silvie selama ini.
Namun ada perasaan heran juga yang di rasakan Leo. kenapa Grace mudah berbaur dan bersikap hangat kembali dengan orang lain termasuk Silvie yang jelas-jelas banyak salah. lantas mengapa hanya kepada dirinya saja Grace bersikap acuh, sefatal apa kesalahannya? bahkan Leo sendiri tidak tahu apa kesalahannya.
" ck.. curang.. gue harus bikin perhitungan sama lo.. "
...****...
waktu menunjukkan pukul sebelas siang. waktunya untuk Grace pulang, Dia merasa sudah cukup hari ini bertemu dengan kedua sahabatnya.
" beneran kayak dipinjemin kodam lo Grace, lo tau sendiri kan nyali gue gimana.. "
__ADS_1
kalimat Silvie ketika sedikit bercerita kejadian tempo hari yang membuat Grace terkekeh mengingatnya. dan mengenai masalah yang membuatnya mendiamkan Leo? sekarang sudah terjawab oleh cerita Silvie.
rupanya ada seseorang yang memanfaatkan momen di mana Leo mendorong kursi roda Silvie kala keluar dari ruang perawatan. seseorang yang mengirimkan poto kepada Grace, dimana poto tersebut sengaja menyoroti Leo dan Silvie saja, padahal di sampingnya ada Exel dan Ari juga. sepertinya orang itu berharap Grace akan cemburu, pikirnya.
sayangnya bukan itu yang membuat Grace mendiamkan Leo. Dia kesal dengan Leo karena suaminya itu tak kunjung mempertemukan dirinya dengan Silvie. sementara di poto nampak sekali keakraban sahabat dan suaminya itu, tidak dengannya yang harus berlama-lama menunggu momen itu.
setelah mendengar penjelasan baik dari Silvie maupun Megan, jika niat Leo hanya tidak ingin Grace tidak merasa tertekan, dan itu semua demi kesembuhannya. sekarang Grace bertekad akan meminta maaf kepada Leo setelah kedua sahabatnya meyakinkannya. dia juga akan membuang gengsinya dulu demi maaf dari suaminya.
" Ya ampun.. " Grace terkesiap saat keluar dari kamar Megan. Dia disuguhkan dengan pemandangan yang sangat menyentuh. dimana ketiga orang yang disayanginya tertidur pulas hanya dengan beralaskan karpet saja.
kedua anaknya terlelap dengan posisi menghimpit Leo. Pria itu terlihat kelelahan dengan mulut sedikit menganga, tak lupa sebuah botol susu masih berada digenggamnya.
tanpa aba-aba, air mata Grace keluar begitu saja. Dia merasa tertampar melihat itu. Dia bersalah karena sudah mengabaikan ketiganya. padahal tadi Megan juga Silvie sudah mengingatkannya untuk segera pulang atau minimal menghampiri anak juga suaminya.
" laki lo pasti kerepotan, samperin sono.. " Silvie.
" ck mentang-mentang lo gak nyusuin, jadi keenakan.. " Megan.
" maaf.. " lirihnya kala menatap wajah teduh Leo. suami yang sudah diabaikannya tanpa kejelasan.
Grace akhirnya harus menunda kepulangannya, bagaimana bisa Ia tega membangunkan ketiganya. apalagi harus membangunkan Leo, bisa-bisa suaminya itu tidak fokus mengemudi karena masih ngantuk. Grace sendiri tahu jika Leo kurang istirahat akhir-akhir ini, terlebih sekarang pasti lelah akibat permainan semalam.
mengingat itu, Grace langsung terkekeh pelan. tadi Dia sempat memamerkan hasil karya Leo di lehernya pada Silvie setelah melihat di leher sahabatnya juga terdapat jejak tersebut.
" banyakan gue.. nih itung.. abang El emang gak ada tandingannya.." Silvie.
" banyakan gue lah, ada yang baru rilis juga.. jam terbangnya Leonard gak bisa di raguin lagi.." Grace.
" ck, lo berdua malah adu mekanik-"
" yang lagi puasa mah diem aja, kalo mau kan berabe.. "
" sialan.. "
Lagi-lagi Grace terkekeh mengingat percakapan yang berbau sensitif tadi. Grace juga sudah berkarya di leher Leo yang saat ini sedang di tatapnya. ya, di dekat jakun itu terlihat sangat jelas membuat Grace menelan ludahnya kepayahan.
Grace masih setia menyusuri setiap inci wajah Leo yang sialnya semakin tampan itu. Dia terhenti dan berlama-lama kala menatap bibir yang sering bertautan dengan bibirnya.
entah setan apa yang membuat Grace berani mengecup bibir itu. Dia menempelkannya cukup lama dengan mata terpejam dan jantung yang tak karuan takut-takut Leo akan bangun dari tidurnya.
" emang lo doang yang suka maen nyosor.. gue juga bisa keles.. "
__ADS_1
seketika Grace langsung terbelalak ketika mata Leo sudah terbuka entah sejak kapan, hingga membuat jantungnya berdetak lebih kencang. Dia malu, sangat malu.
" ehemmm... "