
Keduanya kini telah tiba di kediaman orangtuanya Grace.
Para pegawai menyambut kedatangan Grace bersama Leo tak terkecuali dengan Surti yang merasa rindu dengan anak majikannya.
"Bi.. Gimana kabarnya?" tanya Grace seraya memeluk Surti.
"Baik non.. non sendiri gimana..? "
"Jangan tanya.. Grace selalu baik-baik aja..''
Jawab Grace cengengesan.
"Sayang.. Udah dari tadi? "
Bram menghampiri Grace dan Leo.
"Baru nyampe dad.. "
Leo menimpali sebab Grace melongo melihat kondisi ayahnya yang sudah membaik.
"Kita boleh nginep disini kan Dad?''
Ucap Grace seraya mencium tangan Bram di ikuti oleh Leo.
"tentu.. Boleh sayang inikan rumahmu juga.. "
Jawab Bram dengan sumringah.
"Daddy.. bener-bener udah sembuh nih..? "
Goda Grace bergelendotan di lengan Ayahnya.
"Belum.. " jawab Bram santai.
"Kenapa Daddy udah pulang kalo belum.. "
" Kan udah dibilangin.. Daddy bakalan beneran sembuh kalo kamu segera kasih cucu buat Daddy.. "
deg.
Grace kembali merasa tidak enak dengan permintaan sang ayah, berbeda dengan Leo merasa jika permintaan orangtua juga mertuanya membuat Grace terbebani dan tertekan.
"Jadi karna ini lo semalem minta.. " batin Leo.
Leo menghela napas,
"Kita sedang proses Dad.. "
Ucapnya tenang, sementara mata Grace membola seraya langung menginjak kakinya.
"Lo gila..? " bisiknya di telinga Leo.
"Memang kita sedang proses kan..? "
Jawab Leo santai sementara Bram terkekeh.
"Daddy percayakan sama kamu nak.. "
Ucap Bram menepuk bahu menantunya.
Leo hanya mengangguk tersenyum.
"Grace mau makan laper.. "
Ucap Grace melengos pergi ke dapur meninggalkan Leo beserta Bram.
"Kenapa balik lagi..? " tanya Bram terkekeh.
"mau ajak Leo makan.. "
Ucap Grace seraya menggandeng paksa lengan Leo, padahal sebenarnya Grace merasa canggung sebab di dapur ada Anita.
Leopun menurut pasrah mengikuti Grace.
"Makanlah yang banyak biar ada stamina.. "
Teriak Bram menggoda anak dan menantunya.
Grace menjulurkan lidahnya ke arah Bram, sementara Leo menggeleng dengan tingkah istri beserta mertuanya.
Grace menyendok sepiring nasi beserta lauknya tanpa menghiraukan kehadiran Anita yang sedari tadi bergelut di dapur.
"Sepiring berdua aja biar romantis.. "
Ucap Grace menirukan gaya Leo tempo hari di panti seraya menyuapi Leo.
"Iya.. tapi yang banyak biar ada stamina.. "
Timpal Leo santai mengunyah makanannya.
Grace memutar bola matanya jengah,
Ia tak ingin membahas hal yang berbau negatif terlebih di sana ada Ibu sambungnya.
_____
Selepas makan keduanya bergegas ke kamar Grace untuk membersihkan diri.
Grace menjatuhkan dirinya ditempat tidur, berguling ke sana kemari membuat Leo menggeleng melihat tingkah Grace seperti anak kecil.
"Ehem.. Gue mau mandi.. " ucap Leo.
"hemm"
Grace yang tengah tengkurap dengan mata terpejam seolah tak peduli dengan kehadiran Leo.
"Siapin baju buat gue.. " ucap Leo kembali sedikit mengencangkan suaranya.
"Hemm.. " timpal Grace masih asyik ber tengkurap di kasur lamanya.
"Aww.. Lo gila? "
Grace meringis kesal sebab Leo menggit daun telinganya.
"Lo gak denger? Gue mau mandi.. !!!"
timpal Leo tak kalah kesalnya.
"Ish.. Napa..? Mau gue mandiin..? "
Timpal Grace menantang namun tak bersungguh.
Seringai di wajah Leo, bibirnya kini tersenyum seperti iblis.
"Boleh.. !"
tanpa basa-basi Leo menggendong Grace dan membawanya ke kamar mandi.
"Leonard lo bener-bener gak waras.. "
Ucap Grace seraya menutup mata dengan tangannya tatkala melihat Leo sedang menanggalkan seluruh pakaiannya.
"Kenapa..? Lo sering ngeliatnya kan.. " timpal Leo santai.
"Lo jangan macem-macem.. "
Ucap Grace masih menutup matanya.
"Lo gak sabar banget.. Nanti malam kan bisa.. Gue cuma mau mandi bareng.. "
Ucap Leo dengan nada mengejek.
"Janji.. Cuma Mandi bareng..? "
Ucap Grace gugup seraya mengacungkan jari kelingkingnya.
Leo menaikan kedua alisnya
"Tergantung.. " bisiknya ditelinga Grace.
Grace mendengus kesal
"Yaudah gue keluar.. Minggir!!! "
Ucap Grace segera beranjak keluar namun dengan sigap Leo mencekal tangannya
"Iya janji.. Mandi doang.. " timpal Leo terkekeh.
untuk pertama kalinya mereka mandi bersama, walaupun Grace selalu memalingkan mukanya dari daerah intim suaminya, berbeda dengan Leo seolah tidak ingin melewatkan kesempatan melihat tubuh polos Grace.
"Le.. Lo suka luluran? semut kalo lewat disini bakalan kepleset.. "
Ucap Grace polos seraya menggosok punggung Leo yang putih bersih.
"Hmm.. Gosok yang bener.. "
Timpal Leo santai membuat Grace mencakar kosong ke arah Leo sebab kesal.
"kanan dikit.. Nah.. itu atasnya.. " titah Leo seenaknya.
"Shittt.. gila lo.. "
Ucap Leo kesal sebab Grace menggigit pundaknya bak drakula memangsa korbannya.
"Elo yang gila.. Enak banget nyuruh-nyuruh''
Timpal Grace seraya melemparkan spons sekenanya ke arah Leo.
"Mau gantian..? " ucap Leo dengan nada menggoda.
"Ogah..!!! "
Jawab Grace ketus seraya bergegas membersihkan dirinya dan pergi meninggalkan Leo.
____
Selepas membersihkan diri bersama Leo yang penuh drama Grace bergegas mengenakan pakaiannya tak lupa Ia menyiapkan pakaian untuk Leo kenakan, tak lama Leopun keluar dari kamar mandi.
"Nih.. pake.. "
Ucap grace menyodorkan kaos dan kolor miliknya yang berukuran besar tak lupa dengan ****** ***** yang sempat Ia beli.
Leo mengulum senyuman melihat ****** ******** ternyata model dan ukurannya sesuai dengannya.
"ternyata lo tau selera gue.. "
Diruang keluarga Grace bercengkrama bersama suami juga ayahnya sampai lupa waktu menunjukkan pukul sepuluh malam.
Grace menguap untuk kesekian kalinya.
"Dad.. Kita tidur duluan ya.. "
Ucap Grace menarik tangan Leo.
"tunggu.. Daddy mau bicara sebentar dengan suamimu.. "
Ucap Bram serius.
"Okeh.. Kalo gitu Grace naik duluan ya.. Daddy juga istirahat.. Jangan ajak Leo begadang.. "
__ADS_1
Grace mengingatkan ayahnya, pasalnya Ia mengetahui kebiasaan buruk ayahnya yang suka sekali bergadang.
"Hmm sepertinya anak Daddy gak mau tidur sendirian.. "
Goda Bram terkekeh sementara Grace memutar bola matanya jengah.
"Leo kan besok sekolah Dad.. "
Jelas Grace , Ia tak ingin dirinya juga Leo terlambat pergi ke sekolah.
Walaupun sudah jelas Leo merupakan anak pemilik Yayasan tetap saja pihak sekolah tidak pernah membeda-bedakan setiap siswanya.
"Iya bentar doang.. Udah sana kamu duluan.. Ini urusan lelaki.. "
Timpal Bram masih terkekeh.
Gracepun berlalu begitu saja, sifat kekanak-kanakan masih melekat pada dirinya terlebih saat bersama orang-orang yang Ia sayangi.
Sekitar setengah jam Leo berbincang dengan mertuanya, Iapun bergegas ke kamar untuk beristirahat.
Pikirannya kembali terganggu saat mengingat setiap ucapan Bram terhadapnya, dimana salah satunya membahas pasal cucu.
Sekali lagi Leo merasa tidak enak terhadap istrinya yang terbebani perihal keinginan orang tua juga mertuanya, Ia masih mengingat ucapan Grace dengan nada tertekan bahwasanya dia merasa belum siap sebab masih bersekolah.
Berbeda dengan Grace, Ia menyerahkan semuanya pada sang Pencipta, dirinya sudah siap kapanpun waktunya tiba.
Leo masuk dengan langkah pelan, Ia mendapati Grace tengah berbaring meringkuk dengan matanya yang sudah terpejam tak lupa headset yang melekat di telinganya.
Leopun segera menghampirinya sedikit tidak suka dengan kebiasaan Grace yang suka membiarkan musik masih menyala ketika tidur.
Leo mencabut headset di telinga Grace lalu mematikan musik di ponselnya.
Dahinya mengerut ketika melihat beberapa poto mendiang ibu mertuanya yang sempat Grace lihat sebelum dirinya terlelap.
Leo menghela napas, merasa terenyuh dengan sikap Grace yang pandai sekali menyembunyikan dukanya.
Di balik sikapnya yang selalu menjengkelkan ada sesosok Gadis yang merindukan belaian sang Ibu.
Leo kembali merasa kagum terhadap Grace yang dengan mudahnya memaafkan ayahnya tanpa membahas apapun alasannya.
Leo mengusap lembut rambut Grace seraya mengecup keningnya membuat Grace menggeliat seraya membuka matanya.
"Hmm.. Sorry gue gak nungguin lo.. Gue ketiduran.. "
Ucap Grace pelan, pertama kalinya Grace meminta maaf sebab tak menunggu Leo untuk tidur bersamanya.
Leo hanya tersenyum dan membawa Grace kedalam dekapannya, kembali mengusap rambut grace.
"I love you. .. " bisiknya di angguki oleh Grace.
"to.. " bisik Grace dengan mata terpejam menahan kantuknya.
Kini Grace benar-benar terlelap di dekapan Leo.
Leo pun melepaskannya begitu saja tidak meminta untuk melayaninya walaupun sedari tadi Ia menginginkannya.
...****************...
Pagi drama dimulai, seolah lupa dengan keharmonisan semalam.
"Leo bangun.. !!!"
teriak Grace kesekian kalinya.
"Hmm.. "
"Wah.. Gak malu lo dirumah mertua bangun kesiangan.. "
Ucapnya meledek.
"Iya gue bangun.. mau mandi bareng lagi? "
Goda Leo masih terpejam.
"Sayangnya gue udah mandi tuh.. "
Timpal Grace santai
Leopun bergegas ke kamar mandi dengan tergesa-gesa, sementara Grace tertawa geli.
Grace mengerutkan dahinya ketika sesuatu terjatuh saat Leo terburu-buru ke kamar mandi.
Tak lama Leopun keluar seraya mengeringkan rambutnya.
Grace menghela napas
"Le..lo sakit..? " ucap Grace dengan suara lirih
Leo menggeleng dengan cepat,
"Ini obat apaan? jangan bilang kalo ini obat terlarang.. "
Ucap Grace menatap mata Leo penuh curiga.
Leo menyunggingkan senyumannya.
"Itu dari Daddy.. " jawabnya santai sambil mengenakan seragamnya.
"Ngapain Daddy ngasih obat kalo lo gak sakit? Lo jangan bohongin gue Le.. Kalo sakit gak usah masuk.. Pantesan semalem lo gak minta.. "
Ucap Grace polos membuat Leo terkekeh.
"Kayanya Daddy ngeraguin keperkasaan gue.. "
Timpal Leo santai seraya mengenakan sepatunya.
"Maksud lo..? "tanya Grace heran.
"What.. "
Seketika Grace melempar obat tersebut ke sembarang arah.
Leo menaikan sebelah alisnya,
"Kenapa..? Lo mau gue minum tuh obat? "
ucapnya menunjuk obat tersebut dengan dagunya.
"No.. No.. No.. Lo udah kuat perkasa"
Sungguh pengakuan yang konyol.
Grace bergidik merinding membayangkan jika Leo meminumnya bisa-bisa Ia tidak tidur sama sekali.
Memang benar tanpa minum apapun Leo cukup tangguh dalam setiap permainannya.
Leo terkekeh mengacak rambut atas Grace
"Iya.. Sorry. . Gue nerima itu gak enak sama Daddy.. "
Ucap Leo menenangkan Grace,
sebelumnya Ia merasa bangga dengan pengakuan Grace, namun Ia tak ingin mengoloknya mengingat Grace sekarang seperti terkena serangan panik.
"Yaudah buang.. "
"hmm.. "
___
Keduanya bergegas berangkat sekolah setelah sebelumnya sarapan bersama Bram.
Leo melajukan motornya dengan kecepatan sedang, beberapa kali Ia menepuk tangan Grace yang melingkar di perutnya.
"Lo ngantuk..? "
Tanyanya merasa heran sebab sedari tadi Grace hanya diam.
"Nggak.. "
"Lo sakit..? "
"Nggakk.. "
merekapun kini telah sampai disekolah.
"Lo kenapa dari tadi diem mulu..? "
Tanya Leo seraya membukakan helm yang melekat di kepala Grace.
"Gue gak papa Leo.. "
Jawab Grace meyakinkan seraya menundukkan kepala.
Leo menghela napas,
"Lo lagi mikirin omongan Daddy..? "
Tanya Leo menebak-nebak.
Grace diam tak menjawab membuat Leo meraih kedua tangan Grace hendak menenangkannya.
"Grace.. dengerin gue.. lo gak usah terlalu berat mikirin permintaan orang tua kita.. "
Ucap Leo dengan lembut.
"Tapi apa lo sama pengen cepet punya anak dari gue.. ? "
Ucap grace pelan masih menunduk.
Leo kini meraih dagu Grace seraya menatap wajahnya.
"Gue kan udah bilang Grace.. Gue siap mau kapan juga.. Udah kita serahin aja semua sama Tuhan.. Gue gak mau lo terlalu banyak pikiran..."
Jelas Leo seraya membelai rambut Grace.
Grace hanya mengangguk, memang tak pantas jika harus membahas masalah rumahtangga nya di lingkungan sekolah.
"Seger.. masih pagi ngeliat mereka akur.. "
"Ntar juga ribut lagi.. "
"Tapi gemas liat mereka.. "
Keduanya meninggalkan parkiran melangkah beriringan menuju kelas Grace setelah sebelumnya Leo mengantar Grace ke lokernya.
"Dah lo masuk.. belajar yang bener..! "
Ucap Leo seraya mengacak pucuk kepala Grace .
"Le.. "
"hmm.. "
"Lo ngerasa aneh gak sih sama istri Daddy.. ? "
Grace merasa heran sebab Selama mereka menginap Anita selalu mengasingkan dirinya.
"Takut kali sama lo.. "
__ADS_1
Goda Leo mengalihkan pikiran Grace.
"Ih.. Resse lo.. "
Timpal Grace kesal.
"Udah sono masuk.. "
Titah Leo mengacak gemas rambut atas Grace.
Gracepun menurut masuk kedalam kelasnya menghampiri kedua sahabatnya yang sedari tadi memperhatikannya bersama Leo didepan kelas.
"Anjay.. tumben dianter nyampe kelas..?"
Ledek Silvie.
"Takut si Grace ilang kali Sil.. "
Timpal Megan terkekeh.
"Yoi.. Saking gak mau kehilangan gue.. "
Timpal Grace sengaja mengompori.
"Bucin akut.. "
Silvie menimpali diacungi jempol oleh Megan.
____
Grace cs melangkah menuju kantin, tiba-tiba Grace terhenti,
"Sial.. Gue pake lupa lagi.. "
"Kenapa ..? " tanya Megan menepuk bahu Grace.
"Lo pada duluan deh.. "
Ucap Grace pergi begitu saja.
"Mau nyamperin ayang kali.. " Ucap Silvie diangguki Megan.
Grace melangkah menuju kelas Leo.
Tiba-tiba dengan sengaja Linda menghadang dengan kakinya tanpa Grace sadari sampai mau jatuh, beruntung seseorang dengan sigap menahan badan Grace membuat Linda langsung melarikan diri.
deg..
deg..
"El... "
Suara bariton Leo menghampiri Grace yang tengah tertahan oleh lengan kekar Exel, sontak keduanya terkejut.
"Aishh.. "
Exel meringis saat kakinya diinjak oleh Grace, sementara Ari menahan tawanya.
"Ngapain lo megang megang bini gue..? "
Tanya Leo penuh curiga pada Exel.
"Lo tanya sendiri sama bini lo.. "
Exel masih meringis kesakitan sementara Ari terkekeh.
"Gimana rasanya El..? " ledek Ari.
"temen laknat Lo.. "
Timpal Exel masih meringis.
"Lo mau juga..? "
Tanya Grace pada Ari. sontak Ari menggeleng menolak bergidik,Ia membayangkan rasa sakit saat diinjak oleh Grace.
Leo dan Exel yang lebih kuat darinya saja sampai bisa meringis.
Exel terkekeh mengejek Ari,
"Rasain lu.. sakit banget anjirr.." bisiknya pada Ari, Lagi-lagi Ari bergidik ngeri, sementara Leo kini menahan tawanya.
"Lo nyangka gue main serong sama temen lo..? "
tanya Grace pada Leo.
Leo menggeleng
"Gue percaya sama lo bedua. .. " Ucapnya santai.
"Si anjirr.. Lo udah tau percaya ngapain pake nanya Si El.. noh liat jadi korban "
Ucap Ari tak terima, sementara Exel terkekeh seraya menyikut lengan Ari.
Leopun tak menghiraukannya.
"Ngapain kesini..? "
tanya Leo seraya menyeka rambut Grace yang menghalangi wajahnya.
"Mau minta duit.. " Jawab Grace santai.
Leo menghela napas
"Ayo makan bareng aja.. " Ucap Leo menarik lengan Grace.
Gracepun menurut mengikutinya.
tak lupa kedua sohib Leo turut serta mengikuti Leo juga Grace.
kedua sahabat Grace melongo tak percaya dengan kehadiran Leo cs bersama Grace yang kini duduk satu meja bersama mereka.
"Me.. Udah pada makan? " tanya Grace
"ud.. "
" Belom belom Grace.. " Silve menimpali.
"hemm yaudah lo pada pesen.. bos mau traktir... Iya kan sayang...? "
Ucap Grace mengusap lembut tangan Leo membuat yang lainnya menahan tawa.
"hemm"
Hanya itu yang terucap dari mulut Leo
____
Tiba waktu pulang.
Grace menghampiri Leo yang sudah menunggu di parkiran. Ia memasang wajah seimut mungkin berharap Leo mengajaknya malam mingguan.
"Lo pulang sendiri.. Gue ada urusan.. "
Ucap Leo menyodorkan kunci motornya.
"Urusan apaan.. ? Dimana? " timpal Grace cemberut seraya mengambil kuncinya.
"Mau ke bengkel.. " jawab Leo santai.
"Lo gak mau ajak gue..? "
Grace memasang wajah sedih membuat Leo terkekeh
"Besok yah.. Kan mau ngedekor disana." bujuknya membelai pipi Grace.
"Gue mau ikut Leo.. "
Grace merengek seperti anak kecil.
"Sebentar doang.. entar disana banyak anak karya bakti.. "
Ucap Leo tak ingin jika Grace menjadi pusat perhatian temannya.
"Lo gak lagi ngerencanain tawuran kan..? "
Ucap Grace penuh curiga.
"Nggak sayang.. mereka mau pada nyervis motornya.. sekalian ngumpul bareng.. "
Jelas Leo.
"Yah.. Gue gimana dong..? Pengen gitu diajak malmingan sama ayang.."
Ucap Grace manis manja penuh harap.
Leo menghela napas
" Yaudah lo boleh jalan sama temen-temen lo.. " Ucapnya menenangkan.
"Gak perlu.. Gue maunya sama lo Leo.." timpal Grace melas.
"Lain kali ya.."
"Yaudah gue pulang kerumah mamah aja boleh kan..? "
Leo terkekeh,
"Iya sayang.. boleh.. entar kesana nyusul.. Yaudah duluan ya.."
Ucap Leo seraya mengusap lembut kepala Grace lalu bergegas pergi menghampiri Ari juga Exel yang sedari tadi menunggunya.
Tak lama kedua sahabatnya menghampiri Grace.
"Grace.. Kuy lah nongkrong.. Malmingan.. "
Ajak Silvie diangguki oleh Megan.
"Males.. Gue mau malmingan sama ayang aja.. "
Timpal Grace seraya menaiki motornya.
"Si anjirr.. songong.. Mentang-mentang punya Ayang.. "
Ucap Silvie kesal melihat Grace berlalu begitu saja dengan motornya, sementara Megan terkekeh.
__
Ditengah perjalanan Grrace menepikan motornya di tempat yang sepi sebab bahan bakarnya habis.
"Ah.. Sial.. Si kampret lupa apa gak ngisi bensin? mana gue ga megang duit lagi, ahh.. ni hape pake mati segala"
Grace mendengus kesal seraya menendang motornya.
"Ehemm.. ada yang bisa di bantu.. "
Suara yang tak asing dari belakang membuat Grace menoleh.
Deg..
__ADS_1
Seketika Grace langsung tak sadarkan diri.