
Wanita yang sebelumnya merajuk kini tengah meringkuk di balik selimut. menatap kosong ke arah jendela yang menampilkan hujan yang mulai reda bersamaan dengan usainya pertempuran barusan.
" gue sayang sama lo Grace.. " ucap Leo tiba-tiba seraya memeluknya dari belakang begitu posesif.
Grace mengangguk tersenyum, kemudian Ia membalikkan badannya berhadapan dengan Leo. kini keduanya saling menatap satu sama lain. situasi seperti ini memang sudah biasa untuk keduanya. dimana mereka saat ini sama sekali tidak mengenakan apapun, hanya selimut yang menutupi tubuh keduanya.
" Lo sayang juga kan sama gue? " tanya Leo.
" pertanyaan klise.. " sahut Grace seraya terkekeh pelan.
Leo tersenyum bahagia menatap Grace, Ia tidak boleh menyia-nyiakan kesempatan yang sudah di berikan oleh istrinya itu. Dia akan berusaha sebaik mungkin agar tidak mengecewakan lagi perasaan Grace.
Pria itu mengulurkan tangannya, mengusap wajah Grace. Dia suka sekali dengan pipi yang semakin berisi itu. Ia menyelipkan rambut Grace ke belakang telinga.
" jadi, gue udah di maafin apa belum nih..? " tanyanya seraya menaikturunkan kedua alisnya.
Grace mendengus sebal, "menurut lo? " ucapnya sewot. bisa-bisanya Leo masih menanyakan perihal maaf setelah apa yang mereka lakukan barusan. Tahu, Grace memang belum berucap bahwa dirinya sudah memaafkan Leo. tapi ayolah, setidaknya Leo peka jika istrinya itu memiliki gengsi tinggi.
" tinggal jawab aja sayang.. udah maafin suaminya apa belum? " ucap Leo dengan hati-hati. Dia hanya ingin memastikan saja.
Grace menghela napas pasrah, sepertinya suaminya ini memang tidak peka. " iya. gue maafin lo.. " ucapnya mantap.
" maafin gue juga.. " lanjutnya.
" untuk? " sela Leo seraya menaikan sebelah alisnya membuat Grace langsung memajukan bibirnya kesal. lagi-lagi Leo tidak peka juga.
" tau ah, pokoknya gue minta maaf juga karna udah jadi istri durhaka.. puas lo.. "
" ck.. yang ikhlas dong minta maafnya, gak mau jadi istri durhaka kan? "
Grace menghela napas dalam-dalam, merasa dongkol sebab Leo menggodanya.
" baiklah.. suamiku, maafkanlah istrimu yang penuh kekurangan ini, bimbinglah selalu istrimu agar tidak sesat.. "
sontak Leo tergelak dengan ucapan yang terdengar puitis itu keluar dari mulut Grace yang barbar. hingga akhirnya istrinya itu menyembunyikan wajah malunya pada dada bidang Leo.
" bisa gak tiap hari ngomongnya kayak barusan, auto betah dah.. " ucap Leo seraya mengusap punggung Grace yang bersembunyi di dekapannya.
" terus selama ini lo gak betah? " sahut Grace yang kini mendongak dengan tatapan horornya.
Leo menelan ludahnya kasar. dia lupa akan istrinya yang selalu sensitif itu.
" bukan gitu sayang, maksudnya bisa gak cara ngomong kita sedikit di ubah misalnya lo gue jadi aku kamu, terus manggil nama jadi-"
" ya mami papi, biar jadi panutan buat Cio sama adeknya nanti.. " sela Grace kembali sembunyi di dada Leo.
" itu pinter.. " ucap Leo.
" tapi susah Le.. "
" pelan-pelan aja sayang, lagian susahan mana sama kita yang akhirnya saling jatuh cinta.. "
" okeh, bisa di coba.. " sahut Grace cepat. Dia malas jika harus membahas masa lalu.
" pasti dikit lagi lo ngomong gue confess duluan "
Leo mengangguk mengulum senyuman mendengar kemantapan Grace. padahal baru saja Ia ingin menggoda istrinya yang dulu menyatakan perasaan cinta duluan. tetapi Grace begitu pandai menyela ucapannya.
krukk.. suara dari perut kelaparan membuat keduanya tersadar dari pikiran masing-masing.
" mau makan? " tanya Leo menatap wajah Grace yang kikuk.
sementara Grace mengangguk cepat sambil cengengesan " laper, lagian papinya Cio ngajakin olahraga jadi capek, laper lagi deh " ucapnya sedikit manja.
Leo terkekeh mendengarnya. kemudian Ia meraih ponsel di atas nakas.
__ADS_1
" mami mau makan apa? biar papi pesenin.. "
" oekkk.. " seketika Grace merasa mual mendengar kalimat asing barusan.
" geli Leonard sumpah, gue gak biasa.. "
Leo terkekeh mengacak gemas rambut atas Grace. sebenarnya apa yang di katakan oleh istrinya barusan Ia juga merasakan hal yang sama. Dia tidak ingin memaksa Grace. jika perlahan merubahnya pasti bisa dilakukan seiring berjalannya waktu.
" baiklah senyamannya aja.. " ucapnya pasrah. " buruan lo mau makan apaan? gue pesenin.. "
" anjirr, langsung buas lagi Tuan Leonard.. " sahut Grace cekikikan.
sementara Leo memajukan bibirnya sebal. niat hati ingin mendidik Grace agar sedikit berubah menjadi anggun, nyatanya Ia sendiri juga tidak nyaman.
suka-suka kalian lah.
...----------...
Lilis meneguk ludahnya kasar saat membuka pintu depan. di halaman rumah majikannya sudah berjejer beberapa ojek online. wanita paruh baya itu tidak aneh dengan banyaknya motor yang berjejer, dia sudah biasa dengan para anggota majikannya. yang membuatnya merinding ialah para driver tersebut masing-masing membawa dua kantong makanan.
" maaf Bu, apa benar ini kediaman Tuan Leonard? " ucap salah satu driver ojek online tersebut.
Lilis mengangguk, " betul pak.."
" silakan di taro disini saja pak.. " lanjut Lilis menunjukkan meja yang berada di teras tersebut.
para driverpun dengan tertib meletakkan kantong makanan secara bergantian ke atas meja yang di tunjukkan Lilis.
" tolong sampaikan ucapan terimakasih dari kami untuk Tuan Leonard Bu.. " ucap salah satu driver di angguki yang lainnya.
hari ini mereka merasa sangat bahagia juga bersyukur atas rejeki yang di titipkan melalui tangan Leo. dimana Pria itu memberikan tips lewat dompet digitalnya dengan jumlah yang sangat besar untuk para driver.
hujan deras membuat orderan mereka sepi dan sempat mengeluh. tetapi mereka tidak menyangka jika hari ini keberuntungan menghampiri. pria dermawan sudah menyelamatkan dapur mereka agar tetap ngebul. anak istri mereka pasti senang.
" baik, nanti saya sampaikan.. " ucap Lilis. Wanita itu tersenyum melihat raut wajah para driver yang terlibat bahagia. walaupun Dia tidak tahu apa yang di alami para driver tersebut, tetapi Ia yakin ada campur tangan majikannya hingga membuat mereka bahagia.
" makin betah kerja disini, walaupun rumah gak segede punya majikan dulu, yang penting majikan yang sekarang baik, bonusnya gak nanggung. eh, kalo dipikir, malah enakan rumah yang gak terlalu gede, jadi gak capek beresinnya.. " gumamnya cekikikan.
" santuy aja bi.. " kalimat dari Grace yang katanya penyemangat.
Lilis menatap beberapa kantong makanan di atas meja. Dia menggeleng menghela napas. siapa yang akan menghabiskan semua makanan-makanan ini.
kemudian Lilis membawa sebagian kantong makanan tersebut ke dalam sambil memanggil Ratna agar membantunya. kebetulan Ratna sedang tidak ada kerjaan mengingat si kecil tengah tidur.
" banyak banget bi, emang mau ada acara yah..? " tanya Ratna.
" si Non mau mukbang. you know mukbang? " sahut Lilis sewot.
sementara Ratna menggaruk kepalanya, kata yang sering Ia dengar tetapi Ia sendiri tidak tahu artinya.
" adek kakak sama mupeng.. " ucap Lilis ketus seraya menabrak bahu Ratna yang nampak tengah berpikir keras mencari jawaban. kemudian Lilis melengos begitu saja.
Ratna menghela napas panjang. susah payah dia memikirkan arti mukbang itu apa, nyatanya Lilis tidak perduli terhadapnya. ya Dia tidak bisa berbuat apa-apa jika Lilis selalu bersikap judes terhadapnya setelah kejadian itu.
Ratna pun tidak menyalahkan Lilis, karena pada dasarnya Ia yang memulai sebab sudah bersikap lancang mengoleksi album kegiatan intim majikannya. bisa melanjutkan pekerjaan di sini saja Dia sudah bersyukur.
masalah sikap Lilis yang selalu judes, biarkan saja. Dia tahu sebenarnya Lilis masih perduli terhadapnya. walaupun menunjukkan dengan caranya sendiri, Lilis tetap orang baik dan menjadi panutan bagi Ratna.
...***...
tok.. tok.. tok..
" Den.. Non.. "
ceklek..
__ADS_1
Lilis mengulum senyuman ketika pintu kamar majikannya terbuka. Leo dan Grace begitu romantis saling bergandengan keluar dari kamar tersebut.
" roman romannya udah baikan nih.. syukurlah.. "
" pesenannya udah nyampe yah bi? " tanya Grace seraya menepuk bahu Lilis yang tampak melamun itu.
" eh, iya non.. " sahut Lilis tergagap.
" kuy.. mukbang.. " ucap Grace seraya mengacungkan tangannya penuh semangat.
sementara Leo juga Lilis menggeleng melihat tingkah Grace yang seperti anak kecil.
.
.
.
.
Beberapa jenis makanan sudah tertata di atas meja makan. sebagian sudah di berikan kepada beberapa satpam komplek dan beberapa asisten rumah tangga yang merupakan teman Lilis di komplek tersebut.
" mau kemana? sini duduk, kita makan bareng.. " ucap Grace kepada Lilis dan Ratna yang akan beranjak pergi.
" gak papa non, sok silakan di makan aja.. " sahut Lilis di angguki Ratna.
" gak bisa, Grace mau kita makan bareng pokoknya.. " sahut Grace tegas.
" ayo Bi, mbak. jangan nunggu nyonya marah.. " Leo ikut menimpali dengan santai membuat Grace cemberut sebal.
" yaudah non kita makan juga deh.. " ucap Lilis seraya menyikut Ratna.
Ratna mengangguk, " iya non.. " ucapnya gugup.
" gitu dong, kuy.. duduk mari kita mukbang.. " Grace kembali ke mode aman lagi.
merekapun makan dengan khidmat, kecuali Ibu hamil yang selalu rakus menyantap makanan yang dirasa nikmat itu.
tak butuh waktu lama, Lilis dan Ratna mengacungkan bendera putih memilih menyerah dan pamit undur diri karena memang benar-benar kekenyangan. begitupun dengan Leo. padahal Pria itu hanya mencicipi satu menu saja yakni ketupat sayur. melihat Grace makan dengan rakus cukup membuat Leo kenyang.
" Le.. "
" hmm"
" gue gak papa kan gak nengokin si Ari.. "
" gak papa, si kunyuk cukup di tabok duit langsung mingkem paling.. "
Grace berdecak kesal mendengar tanggapan Leo.
" maksudnya tuh gue gak enak masa gak jengukin sohib lo sih.. "
Leo terkekeh " gak papa sayang, lagian si kunyuk udah tau kok, dia juga ngerti.. "
Grace manggut-manggut, " okeh deh entar kalo dia udah balik gue jengukin.. "
Leo menelan ludahnya paksa mendengar ucapan Grace. Dia belum memberitahu istrinya jika Silvie sudah pulang dari Rumah sakit sejak tadi pagi.
Leo tidak ingin membuat Grace kembali kecewa, mengingat tadi pagi Ia buru-buru ke Rumah sakit. meskipun tujuannya kepada Ari yang semakin kritis, tetap saja jika Grace mengetahui kepulangan Silvie pagi tadi, takutnya akan disangkut pautkan dengan terburu-buru dirinya ke sana.
" kenapa Le? gak boleh juga ya kalo jengukin entar udah balik.. "
Leo tersenyum, " boleh ko.. do'ain biar abang Ari cepet sembuh.. " ucapnya.
Grace mengangguk, " jangankan abang Ari, ayang Silvie aja gue do'ain terus biar cepet pulih, cepet balik. kali aja gue bisa jengukin dia.. "
__ADS_1
glek..