Malu Malu Kucing

Malu Malu Kucing
part 49


__ADS_3

Sebelumnya saat Exel sedang mengeksekusi mangga di atas pohon , Ia tak sengaja menyenggol sarang semut ๐Ÿœ rangrang.


Exel mencoba tetap tenang meskipun semut telah menjalar ke lehernya,


Ia tidak tega melihat Leo yang merengek di bawah lebih tepatnya Ia senang melihat sohibnya yang begitu menggemaskan.


Sementara Ari terlihat mondar mandir celingak celinguk mengedarkan pandangannya takut ketahuan, dengan wajah yang berkeringat dingin Ia tengah berfikir akan mengganti mangga tersebut sepulang sekolah.


Seketika Ari terhenti saat mendengarkan teriakan yang punya rumah, sontak dirinya terkejut dengan wajah yang panik Ia menoleh rupanya kedua sohibnya sudah lari duluan meninggalkan dirinya sendiri dalam kepanikan.


Ari bergegas untuk melarikan diri, namun langkahnya terhenti tatkala melihat dua mangga yang tergeletak ditinggal kedua sohibnya.


Aripun mengambil mangga tersebut seraya memasukannya di balik seragam sekolah.


tidak lupa dirinya melemparkan batu kecil yang terbalut beberapa lembar uang merah ke arah rumah tersebut.


Ari berlari kencang dengan napas yang tersengal.


Seketika raut wajahnya menjadi masam, melihat kedua sohibnya tengah asyik beristirahat di sebuah warung dengan minuman Isotonik di tangannya masing-masing .


"Anying.. Lo bedua emang gila..!!! "


Ucap Ari ngos-ngosan.


"Sorry Bro.. Gue tadi digigitin semut rangrang.. "


timpal Exel dengan santai tanpa dosa.


"Ck.. Kalo bukan demi ponakan gue.. Ogah anying mungut ni mangga.. "


Ucap Ari seraya menyodorkan mangga dibalik seragamnya pada Leo. terlihat Leo sumringah menerimanya.


"buruan lo makan.. jangan dibawa kedalem tar fans lo pada pingsan tau lo ngidam.. "


Ucap Ari kembali seraya menyambar minuman Leo dan langsung meneguknya sampai habis sebab merasa benar-benar haus.


"Thanks uncle.. "


Ucap Leo seraya menaikturunkan kedua alisnya, Leo benar-benar menggemaskan.


"tings ingkil... "


Ari dengan gaya menye-menye sementara Exel terkekeh.


"Lo bilang si Leo ngidam ri..? Ko lo bisa tau? "


tanya Exel heran.


"Ya taulah gue.. Nyokap gue dulu lagi hamil si Dila malah bokap gue yang ngidam.. "


timpal Ari santai.


"Serius lo ..? "


tanya Exel.


"Iyalah anjirr gue serus..


Nyokap gue cuma terobsesi sama artis Nike Ardilla..


mangkannya ngasih nama anak ngirit bet Ari dan Dila.."


timpal Ari seraya menyambar kembali minuman di tangan Exel. haus haus ๐Ÿ˜‚


Leo mulai mencerna ucapan Ari, Ia membayangkan jika Grace tengah mengandung anak perempuan sama halnya dengan Ibunya Ari dulu.


Ia juga mulai paham mengapa Grace begitu terobsesi dengan Iyan anak Astro.


"Gue rela kalo harus ngidam begini.. kalo anak gue cewek pasti menggemaskan kaya si Grace.."


Ucap Leo santai seraya memakan mangganya dengan rakus membuat kedua sohibnya bergidik ngilu melihat Leo begitu menikmati mangganya yang sudah pasti rasanya sangat asam.


"tenang bro.. Gue ada buat lo.. "


Ucap Exel menepuk bahu Leo,


Ia juga membayangkan jika anak Leo nantinya perempuan yang menggemaskan seperti yang di lihatnya sekarang pada diri Leo.


"tenang tenang pala lo.. tadi lo ngibrit duluan lo.. anying emang lo bedua kagak ada ahlak.. "


timpal Ari kesal melihat kedua sohibnya seolah tanpa dosa.


"Nih lo liat baju gue kotor kena getah.. kalo bukan karna gue gak mau liat ponakan gue ileran, sumpah ogah bener gue mungut tuh Mangga.. "


Ucap Ari kesal masih belum puas mengomeli kedua sohibnya.


Leo diam tak menyahuti Ia masih asyik dengan mangganya, sementara Exel terkekeh mendengar Ari yang nyerocos tanpa jeda.


"Tar gue ganti baju lo.. Kalo perlu gue borong tuh koprasi.. "


timpal Exel masih terkekeh.


"Cih anying.. So Sultan loh.. Mangga lo colong.. "


timpal Ari ketus masih belum puas juga.


"Kan demi ponakan kita bro.. "


Ucap Exel santai menepuk bahu Ari yang sedang kini merajuk.


"Bikinnya diem-diem, Udah jadi ngeribetin.


gumam Ari masih terdengar oleh keduanya.


"Ari lo gak ikhlas.. Nih gak jadi.. "


timpal Leo dengan ketus melemparkan mangganya ke arah Ari membuat Exel semakin gemas dengan Leo yang mudah terbawa perasaan sementara Ari malah makin menjadi-jadi,


"Gak jadi apaan lo..? tinggal biji lo bilang gak jadi.. "


timpal Ari tak mau kalah.


"El.. "


"Hemm.. "


"Si kunyuk gak ikhlas.. Lo Ikhlas gak El..? "


Leo merengek memasang wajahnya yang cemberut.


Jika saja para penggemar melihat kelakuan Leo saat ini sudah pasti kejang kejang.


"Ri.. Lo denger kan? " ucap Exel menekankan.


"Hmm.. Iya iya.. Lo mau apa lagi? Gue jabanin.. Geli gue liat lo gada coolnya sama sekali.. "


Ucap Ari pasrah.


"Thanks uncle.. "


timpal Leo sumringah hendak memeluk Ari, namun dengan cepat Ari mendorongnya.


"Cih.. Gatel kuping gue.. "

__ADS_1


ucap Ari kembali seraya menggosok kupingnya.


"Nih lo liat.. Bini lo anteng bet makan lahap begitu.. Untung dah kagak dua-duanya ngidam.. "


Ucap Ari kembali seraya menyodorkan ponselnya kepada Leo.


"Kerja bagus.. Cewek lo bisa di andelin.. "


Timpal Leo santai, Ia bersyukur melihat Grace di kelilingi orang orang yang menyayanginya.


Sementara ditempat lain,


Grace tengah membayangkan jika anak yang dikandungnya anak laki-laki, mengingat suaminya yang merasakan nikmatnya ngidam.


Ia juga berdoa agar anaknya benar-benar laki-laki, Ia merasa akan tersaingi jika anaknya nanti perempuan.


Kembali membayangkan jika nanti Leo akan lebih perhatian terhadap anak perempuannya.


"aaaa.. Jangan sampe.. "


"Woy.. Ngapa lo..? "


tanya Megan heran melihat tingkah aneh Grace.


"Gapapa.. Guys gue kumel gak sih..? "


Tanya Grace kembali merasa tidak percaya diri,


"Lo selalu cantik Grace.. "


ucap Megan menenangkan persis seperti Leo yang selalu mengatakan itu setiap hari.


"Grace.. Apa yang lo takutin..?


Lo emang makin cantik Grace.. gue liat juga si Leo makin perhatian sama lo.. "


Timpal Megan sejujurnya membuat Grace terdiam.


___


Bel berdering tanda masuk kembali setelah Istirahat.


Kini Leo merasa lebih segar kembali setelah memakan amunisinya.


Kedua sohibnya pun merasa lega melihatnya.


begitupun dengan kedua sahabat Grace yang merasa lega melihatnya terlihat semangat menjalani aktivitas belajarnya.


Tiba waktu pulang,


Grace sudah menanti Leo di samping mobilnya bersama kedua sahabatnya yang setia menemani.


Tak lama Leo cs pun menghampiri mereka


"Gimana babang..? Enak mangganya..? "


Goda Silvie pada Leo.


Leo mengangguk mengacungkan jempol, sementara yang lainnya menahan tawa terkecuali Grace yang belum mengerti.


"Gemes gue liat laki lo Grace.. sering sering ngidam.. "


bisik Silvie pada Grace.


Grace membulatkan matanya, niat hati ingin merahasiakan perihal tingkah aneh Leo yang mengarah pada hal yang berbau ngidam, namun kenyataannya kedua sahabatnya kini sudah mengetahui bahwa Leo sedang ngidam.


"Mangga..? Leo lo makan mangga muda lagi..? "


Leo hanya mengangguk mengiyakan.


Grace menghela napas, "Dapet darimana lo..? Gue gak liat lo bekel dari rumah..? "


Tanya Grace menyelidik.


"Gu.. Gu.. Gue yang bawain Grace.. "


Ucap Ari gelagapan.


"Lo tau suami gue ngidam..? "


Tanya Grace bertolak pinggang menunjuk mata Ari.


Ari mengangguk pelan dengan wajah ketakutan


"terus .. Lo juga yang ngasih tau temen gue..? "


ucap Grace semakin menatap tajam ke arah Ari.


Ari menggeleng seraya menunjuk Exel yang sedari tadi terlihat panik.


"Ck.. Cowok lo sil, ketularan lemes kek lo.. "


ucap Grace menyunggingkan senyuman.


"Lo El.."


Grace menunjuk mata Exel namun ucapannya terpotong oleh Leo,


" Sayang.. Jangan marahin mereka.. "


Ucap Leo seraya menggoyangkan lengan Grace membuat semuanya terkekeh mendengar ucapannya sambil merengek.


tak terkecuali Exel yang benar-benar merasa gemas dengan tingkah sohibnya yang langka.


Gracepun menggeleng menahan tawanya membuat semua bernapas lega,


"Anjir.. Gimana kalo dia tau tuh mangga boleh nyolong.. "


Gumam Ari masih terdengar oleh semuanya.


"Apa lo bilang..? "


Grace kembali menatap tajam kedua sohib Leo.


"Nggak Grace.. Seumpanya, sumpah dah.."


timpal Ari mengacungkan jarinya membentuk huruf V mencoba menenangkan Grace lebih tepatnya Ari cari aman. mengingat Ia sempat berusaha mengganti mangga tadi dengan uangnya. Mudah-mudahan pemilik rumah bisa menemukan uang tersebut pikirnya.


"Awas lo pada kalo macem-macem.. gue beri lo.. "


Ucap Grace mengancam Ari juga Exel seraya ๐Ÿ‘Šmeninju ke arah mereka membuat keduanya bergidik.


"Sayang.." Leo kembali merengek.


" Stop Leo.. masuk lo.. biar gue yang bawa nih mobil.. "


timpal Grace seraya membukakan pintu untuk Leo.


Ia tak ingin Leo kembali merengek di hadapan temannya. jelas saja tidak ada wibawanya sama sekali.


Leo pun menurut patuh seperti anak kucing yang sangat menggemaskan.


Grace menancap gas sedikit menggeber tatkala melihat semua temannya ingin menertawakan mereka.

__ADS_1


Sontak semuanya langsung menunduk diam sampai kepergian mobil mereka.


"Hahhh.. "


Semua kompak bernapas lega melihat kepergian mobil mereka.


"Gila.. anying.. mereka enak asik bikinnya, kita ini yang ribet.. "


ucap Ari bertolak pinggang memperagakan Grace tadi.


"Udah sih Ri.. Jarang kita liat si Leo menggemaskan begitu.. "


timpal Exel merangkul bahu Ari.


"Cih.. menggemaskan..


trus Si Silvie kurang gitu..? "


"Shittt..


Ari meringis kesakitan mendapat injakan maut dari Exel yang tak kalah kuat dari injakan Leo pagi tadi.


" Nasib gue begini amat yaaa.. "


Ucap Ari meringis berlebihan membuat yang lainnya tega menertawakannya.


"Yaelah Bie.. Lo malah seneng liat cowok lo tersiksa.. "


Ucap Ari pada Megan.


"Iya sorry ayang.. " timpal Megan menenangkan.


___


Ditengah perjalanan


Grace melirik Leo yang diam memandang ke arah luar jendela.


"Leo.. "


"Hemm.. "


"Lo kenapa..? Mual lagi..? "


Grace mengusap lembut tangan Leo dengan perasaan cemas.


"Gak papa sayang.. "


timpal Leo menoleh kearah Grace menatapnya dari atas sampai bawah.


Ia kembali membayangkan jika anaknya perempuan akan berparas cantik seperti Istrinya, namun ada bayangan kejadian tadi dimana Grace menunjukkan sifat garangnya.


Ia menggeleng menepis bayangannya.


"Kenapa.. ada yang salah sama gue..? Gue dekil.. Kumel..? "


timpal Grace kembali heran dengan tingkah Leo.


Leo terkekeh seraya mengacak gemas rambut atas Grace,


"Lo itu selalu cantik.. Tambah cantik malah.. "


Ujar Leo sejujurnya.


"Ck... Bapak gombal.. "


"Jujur sayang.. "


"Oh ya.. Gue mau kemakan mommy.. boleh gak..? "


"Kapan? "


"Sekarang lah.. "


"Gak nunggu libur aja.. "


"Gue pengennya sekarang.. "


"Yaudah.. "


Grace sudah tidak sabar ingin mengadu perihal tingkah menggemaskan suaminya pada pusara Ibunya.


Tak lama Ia pun menepikan mobilnya di depan toko bunga. Leo buru-buru keluar ingin membukakan pintu untuk Grace namun Grace sudah duluan keluar.


"Gak usah lebay.. Gue baik-baik aja.. "


Ucap Grace melihat raut Leo yang khawatir.


Keduanya pun masuk ke toko tersebut.


Grace tengah asyik memilih bunga untuk Ibunya, tiba-tiba seseorang menghampiri suaminya.


"Ngapain tuh cabe ada disini..? "


gumam Grace.


Seketika Leo lebih mendekatkan diri dengan Grace seraya menggenggam tangannya.


"Lo gak mau kasih bunga buat tuh cewek? "


Goda Grace.


"Kasih aja bunga kuburan.. dia emang pantes .. "


timpal Leo santai.


"Cie.. Yang jelekin mantan.. Kalo mantannya jelek kenapa dulu disayang..? "


Goda Grace kembali membuat Leo mendengus kesal.


"Udah sayang ayo.. Tiba-tiba gue gerah.. "


Leo kembali merengek persis seperti Grace dulu.


Merekapun kembali masuk kedalam mobilnya setelah mendapatkan bunga yang dibeli untuk Ibunya.


Di kejauhan Nadia mengepalkan kedua tangannya , sedari tadi Ia menatap penampilan Grace yang dirasa berubah.


"Gue bakalan hancur hubungan Lo Leo.. "


Ucap Nadia melihat kepergian mobil mereka.


___


Keduanyapun telah tiba di pemakaman.


Grace sudah tidak sabar mengunjungi makam Ibunya dengan langkah yang tergesa-gesa membuat Leo merasa ngilu melihatnya.


"Sayang pelan-pelan.. " ucap Leo ngos-ngosan.


seketika Ia terhenti melihat Grace yang berdiri mematung seraya menjatuhkan bunga yang di genggamnya.


Terlihat seseorang tengah bersimpuh di pusara Ibunya sedang menangis sesenggukan.

__ADS_1


__ADS_2