
" kenapa gak sekalian naik mobil aja sih Grace.. " bujuk Leo untuk kesekian kalinya. namun Grace masih setia menunjukkan wajah cemberutnya.
" yaudah lo aja sono, biar gue sendiri yang bawa motor.. " sahut Grace kesal. apa-apaan Leo ini, bukannya semalam Dia sudah menyepakati bahwa hari ini dirinya akan mengendarai motor bersama Grace, kenapa tiba-tiba berubah pikiran?
Leo menggeleng terkekeh melihat wajah Grace di tekuk seperti itu. wanita itu sedang merajuk dengan memalingkan wajahnya asal, tak lupa bibirnya cemberut bak anak kecil. namun entah mengapa Leo malah suka itu, sungguh menggemaskan.
yaps Grace merajuk, namun membiarkan Leo melakukan hal apapun padanya. seperti saat ini Leo tengah melakukan kepangan di rambut Grace sambil melihat wajah merajuk istrinya di pantulan cermin.
" lagian jarang kan kita boncengan, pengen gitu romantis romantisan.. " gumam Grace namun terdengar jelas oleh Leo hingga pria itu terkekeh.
" yaudah iya.. kita naik motor bareng.. " ucap Leo sok pasrah, padahal Dia memang sengaja menggoda Grace, hanya karena ingin melihat wajah menggemaskan istrinya pagi ini.
mendengar itu, Grace lantas mendongak dan menuding wajah Leo dengan jari telunjuknya,
" beneran ya.. kita boncengan..? " ucapnya memastikan.
Leo mengangguk mengiyakan sambil tangannya menangkap jari Grace yang menunjuk wajahnya. dan dengan tanpa permisi, Leo mencuri untuk mengecup bibir Grace hingga wanita itu terbelalak kaget.
" Leonard sialan.. lo abis makan ketoprak.. " teriak Grace berlagak mengelap bibirnya secara kasar. sayangnya Leo melenggang masuk ke dalam kamar mandi dengan tanpa dosanya.
" gue makan ketoprak malem ya, bukan barusan.. " teriak Leo dari dalam kamar mandi membuat Grace mengepalkan tangannya geram.
" ya tetep aja gue enek, lo kan kalo makan ketoprak bawang putihnya suka gak kira-kira.. "
selang beberapa menit kemudian Leo keluar dari kamar mandi dengan mengenakan setelan ala bikers dan Iapun langsung melemparkan jaket tepat mengenai wajah Grace hingga istrinya itu mendengus kesal.
Grace terbelalak kala melihat jaket yang dilemparkan Leo barusan, sama alias couple dengan yang Leo kenakan. itu berarti suaminya itu lebih siap daripada dirinya bahkan lebih antusias darinya mengenai berboncengan.
" lo udah nyiapin jaket couple..? " tanya Grace seraya menaikan sebelah alisnya dan langsung diangguki oleh Leo dengan bangganya berharap Grace memberikannya apresiasi.
sialnya Grace malah terlihat kembali kesal dan langsung memukulkan jaket itu ke badan Leo tanpa ampun.
" kamprett lo emang.. tau mau boncengan, ngapain pake sosoan ngajakin naik mobil segala.. " ucapnya kesal, ya.. benar-benar kesal. bisa-bisanya sepagi ini moodnya rusak gara-gara Leo.
" udah buruan pake gak usah lebay.. yang laen pasti pada nungguin.. " sahut Leo yang sudah berhasil terlepas dari siksaan Grace, kemudian Ia langsung melarikan diri keluar kamarnya.
" awas lo yah..!!! "
...**...
Hari ini Leo akan mengadakan acara untuk menyenangkan para anggotanya terutama Ari, sohib yang mengusulkan acara tersebut dengan dalih bentuk rasa syukur atas siumannya Grace dari koma setahun silam. ingat ketika Grace siuman ada momen apa yang Ari alami?
yaps, kelahiran baby Ray bertepatan dengan siumannya Grace waktu itu. dan si paling bersahaja Ari mengusulkan acara tersebut sekalian ulangtahun putranya.
dan Leo, dia sangat mengerti akan ada udang dibalik batu. tapi tak mengapa, Dia malah senang jika itu membuat keluarga sohibnya bahagia apalagi untuk keponakannya.
" lo sama si El bener-bener ogah rugi.. kagak mau keluar modal-modal acan, anniv aja pada nempel sama pesta ultah anak-anak gue.. " ucap Leo kala itu yang sok kesal, namun kedua sohibnya hanya cengengesan tanpa dosa menanggapinya.
" Tuhan emang udah nakdirin buat bikin kejadian di waktu yang sama diantara kita.. " timpal Ari so bijak di angguki setuju oleh Exel.
" iya dah, bisa banget lo nyari-nyari momen yang samaan sama lahirnya Ray.. " sahut Leo membuat Ari nyengir kuda.
" yoi.. kan biar kagak perlu keluar modal lagi.. "
" bacott.. "
suatu kebetulan yang berharga memang. momen pernikahan Exel dan Silvie berlangsung bersama pernikahan Ari dan Megan. di hari yang sama pula lahirlah si kecil Lucio, dan di tahun berikutnya di tanggal yang sama, lahirlah si mungil baby Gwen.
apakah akan ada kebetulan yang lainnya..? entahlah, yang pasti si cerdik Ari sudah berhasil membujuk Leo agar sohibnya itu mengadakan acara bentuk syukur siumannya Grace setahun silam sekaligus ulangtahun baby Ray putranya.
setelah merayakan ulang tahun kedua anaknya secara sederhana, Leo akhirnya mengabulkan keinginan Ari mengadakan acara untuk baby Ray juga yang berkedok syukuran Grace itu.
" it's okay.. duit lo juga gak bakalan abis ini kan? " ucap Grace kala Leo meminta pendapat darinya mengenai keinginan Ari tersebut. bagaimanapun juga Leo menghargai perasaan istrinya. dan Dia merasa sangat beruntung karena pemikiran Grace searah dengannya. semoga saja sifat murah hati dan dermawan istrinya itu bisa tertanam juga pada kedua anaknya.
...***...
keduanya sudah siap untuk segera berangkat dengan mengenakan helm favorit masing-masing.
__ADS_1
" hah mampus, nah kan apa gue bilang, ini yang gue khawatirin.. " ucap Leo saat baru saja menyalakan mesin motornya dan melihat mobil miliknya belum melaju juga.
dimana didalam mobil tersebut si kecil Lucio nampak menepuk-nepuk kaca bersama Gwen adiknya, mereka ingin ikut naik motor bersama mami papinya.
" udah lo serahin aja sama gue.. " sahut Grace seraya turun dari motornya dan masuk kembali ke dalam rumah.
tak lama Grace keluar dengan membawa mainan kesukaan kedua anaknya yakni boneka kelinci. kemudian Ia menghampiri mobil dimana kedua anaknya berada.
" mami ikut.. " rengek Lucio kompak dengan Gwen yang mengerjapkan matanya lucu membuat sang Ibu terkekeh gemas.
" kalo abang sama ade ikut mami terus bunny siapa yang jaga hemm? kan gak muat kalo naik motor..? " ucap Grace lembut sambil menggoyang-goyangkan boneka ditangannya.
Lucio menggelengkan kepalanya seolah tidak tega dengan bonekanya, begitupun dengan Gwen yang lagi-lagi mengikuti tingkah sang kakak.
" hmm, gini deh.. gimana kalo kita balapan.. kalo abang sama ade nyampe duluan, entar mami kasih hadiah.. "
" ice-cream mami.. " sorak Lucio diikuti Gwen tidak mengerti.
Gracepun mengangguk setuju sambil mengusap lembut kepala kedua anaknya bergantian.
" ye.. ice-cream.. "
" bisa banget ya nyogoknya.. " ceketuk Deti yang duduk di samping kemudi dan disusul kekehan dari Hendri.
" harus dong mah, kan demi nikmatin momen pacaran.. kan dulu belum kenal udah main kawinin aja.. " timpal Grace santai namun berhasil membuat kedua mertuanya tergelak.
" jadi ceritanya nyesel nih..? " goda Hendri dan sialnya diangguki Grace hingga membuat pria tua itu menyerit heran.
" nyesel banget, kenapa gak dari dulu aja kenal anak kalian.. " ucap Grace enteng.
" bisa-bisa kebablasan.. "
" ya enggak lah mah, kalo halal dari dulu maksudnya.. udah ah.. Tuan Leonard entar jamuran.. bye.. hati-hati kalian.. "
kedua mertuanya hanya menggeleng terkekeh melihat tingkah Grace. sementara Lucio turut melambaikan tangan ke arah mami papinya dan diikuti oleh Gwen.
" bye-bye mami.. bye papi.. "
" lo janjiin apaan sama mereka? " tanyanya pada Grace, Dia sudah bisa menebak jika antengnya kedua anaknya pasti kerena sudah dijanjikan sesuatu oleh Grace.
" ice-cream.. " sahut Grace santai.
" itu mulu.. "
" ya apa? masa gue janjiin kecebong lima ton.. "
" ck.. gak lucu.. "
" ya terus apa? "
" seenggaknya jangan ice-cream mulu lah, gak baik kalo sering-sering_"
" lo mau jalan, apa gue aja yang bawa..? " sela Grace malas. dia tidak ingin moodnya rusak hanya karena meladeni perdebatan itu.
Leopun melajukan motornya keluar dari area halamannya dengan tujuan kedai milik Ari. sementara mobil kedua orangtuanya melaju langsung ke tempat tujuan, mengingat mereka juga membawa ketiga pegawai rumah yang nantinya akan membantu menyiapkan konsumsi di sana.
setibanya Leo dan Grace di kedai milik Ari, mereka langsung di sambut oleh para anggota yang membungkuk hormat dengan kompak.
mereka tentu sangat senang dengan ajakan tiba-tiba dari leadernya, mengingat aktivitas ini sudah jarang mereka lakukan karena kesibukan masing-masing. dan istimewanya, tidak ada satupun dari mereka yang membawa pasangan, padahal tidak ada aturan sama sekali, bahkan Leo membebaskannya. tak terkecuali Ari sohibnya yang berlagak seperti bujangan hari ini.
" yang punya hajat akhirnya datang juga.. " celetuk Ari merangkul Leo sok akrab membuat sohibnya itu mendengus kesal. bukannya si cerdik Ari yah yang punya hajat? ck..
" anak bini lo mana? " tanya Leo heran sebab tidak melihat kehadiran keponakan yang akan di buatkan acara olehnya itu.
sementara Exel, Dia absen untuk tidak mengikuti kegiatan hari ini. mengingat keadaan Silvie yang tengah hamil besar bahkan ini sudah bulannya. dan memang sejak kehamilan istrinya, Exel lebih sering menghabiskan waktu di rumah selain kuliah dan bekerja di bengkel. apalagi sekarang usaha toko kelontongnya sudah ramai sehingga membuatnya harus membantu Silvie untuk melayani para pembeli.
" udah jalan duluan dari tadi sama bonyok gue, ade gue juga ikut.. " tutur Ari cengengesan.
__ADS_1
Leo mengangguk mengerti, kemudian tanpa ingin membuang-buang waktu lagi, Iapun menginstruksikan yang lainnya agar berdo'a terlebih dulu sebelum berangkat ketempat tujuan.
Leo, setiap akan melaksanakan kegiatan apapun atau membeli barang apapun, Dia tidak lupa selalu menyisihkan sebagian rejekinya untuk orang yang bernasib kurang beruntung darinya. Dia selalu melakukannya dalam diam tanpa sepengetahuan siapapun terkecuali Grace istrinya.
semuanya mulai melajukan motornya beriringan dengan tertib membelah jalanan yang lenggang. dimana motor Leo yang terdepan dengan Grace yang diboncengnya.
" gue jadinya cewek sendiri dong.. lagian anak-anak ngapa gak bawa tentengan sih.. "
" gak papa, jadinya lo paling cantik Grace.. " sahut Leo santai namun berhasil membuat Grace kesal.
" iyalah bego.. namanya cewek sendiri.. "
" ck.. muluttt.. "
" biarin.. lo ngatain mulut gue, tapi kang nyosor.. "
baik Grace maupun Leo sama-sama menggunakan intercom helm, sehingga membuat keduanya terus berdebat sepanjang perjalanan. dan itu benar-benar membuat Grace kehilangan moodnya, pasalnya dia sudah berekspektasi tinggi untuk romantisme, namun sialnya ada saja ucapan Leo yang memancing kemurkaannya.
...****...
Disini lah sekarang meraka berada setelah menempuh perjalanan cukup jauh. panti asuhan tujuan mereka. semua anak panti berlari menyambut sosok yang mereka jadikan panutan yang tak lain adalah Leo.
" gimana kabar kalian..? " sapa Leo sambil mengusap kepala mereka satu persatu.
" baik bang.. " sahut mereka dengan kompak.
senyuman terukir di kejauhan, kedua orangtua Leo tersenyum bangga melihat interaksi anaknya bersama para anak panti. mereka tidak pernah menyangka jika putranya memiliki sifat yang hangat dan juga dermawan.
" itu sebabnya segala urusanmu selalu dipermudah nak.. "
Begitupun dengan para anggota yang menatap kagum terhadap pemimpinnya. tidak ada penyesalan sama sekali dari diri mereka yang sudah masuk circle itu karena leadernya selalu mengajak ke arah kebaikan, ya walaupun ribut juga masih oke..
.
.
.
setelah berbincang-bincang sebentar dengan pengurus panti, merekapun langsung ke inti acara termasuk inti acara ulangtahun baby Ray. dimana tak lupa Leo selalu mengikutsertakan pemuka agama untuk memimpin doa supaya lebih afdol dan khidmat.
" ayo Ray.. make a wish.. " ucap Leo seraya mengusap lembut kepala baby Ray yang sedang dalam gendongan Dila adik Ari.
" good boy.. " lagi-lagi Leo mengusap kepala baby Ray kala anak itu berhasil meniup lilinnya.
lalu kemana sosok ayahnya? apa tidak merasa excited dengan ulangtahun pertama baby Ray?
ah sudahlah, Ari sedang sibuk mengabsen para anggota yang sedari tadi mencuri-curi pandang dengan adiknya. sepertinya Ia akan memberi perhitungan dengan para pelaku, ck..
setelah acara inti selesai, kini semuanya menikmati apa yang sudah Leo sediakan. dari mulai jamuan, game dan juga hiburan yang lainnya.
tetapi sepertinya para anggota lebih tertarik dengan hiburan tak terduga yang sudah Leo sediakan. dimana Leo mengajak mereka untuk memancing di kolam yang sangat luas yang berada di belakang panti tersebut. sama halnya dengan yang punya hajat bahkan sudah mengganti pakaian saja dan tak lupa topi ala pemancing handal.
" yang dapet ikan paling banyak gue kasih doorprize.. " ucap Leo mantap membuat yang lainnya tersenyum sumringah. mereka tau betul pasti hadiahnya tidak main-main.
" ajip nih bos.. " celetuk salah satu anggota diangguki yang lainnya.
semuanya sudah berjejer rapih ditepian kolam dengan memegang jorannya masing-masing. begitupun dengan Leo yang nampak serius sambil memangku si kecil Lucio. dan Grace lagi-lagi wanita satu-satunya yang ikut serta di sana, sebab Megan dan yang lainnya tengah asyik berbincang dengan pengurus panti.
" woyy si Iyan udah pro.. " celetuk Ari tercengang melihat iyan yang lagi-lagi strike sementara kail miliknya tak kunjung nyangkut juga.
" iya dong bos, gue kan suka ngintilin babeh mancing.. "
" ck.. pantesan emak lo murka mulu.. "
semuanya tergelak terkecuali Grace yang jengah dan bosan sebab kail miliknya tak kunjung menyangkut juga.
" anjirr kelamaan.. " gumamnya kesal, dan..
__ADS_1
byurrrr...
" Cio.. kuy ikut mami nangkep ikan.. "