
Sejak kejadian nahas yang menimpa Exel, sekarang tidak ada lagi kejadian atau aksi teror untuk Grace maupun Exel.
terlebih penjagaan terhadap keluarga kecil Grace semakin di perketat oleh Exel yang menginstruksikan para anggotanya.
Seperti hari ini, walaupun Grace berangkat ke kampus bersama Leo, tetap saja mendapat pengawalan dari para anggota.
" sampe kapan sih mereka ngawal kita.. " ucap Grace merasa risih.
Leo menaikan kedua bahunya tak tahu, " tanyain aja sama abang lo.. " sahutnya santai.
" gue agak risih aja kalo kemana-mana di kawal gini, lagian gue gak enak, mereka juga pasti punya kesibukan sendiri kan.. "
" mereka gantian Grace, yang ngawal sekarang berarti gak ada kegiatan.. "
" lo paham bener Le, berarti selain si El ini rencana lo juga dong.. "
" ya begitulah.. "
" ck.. lebay lo berdua.. pake kawal kawal segala, udah gak mampu jaga istri sendiri boss.. "
chiiitttt.. motor yang ditumpangi oleh Leo dan Grace tiba-tiba berhenti mendadak, hingga posisi motor menungging bak adegan freestyle, membuat para anggota yang di belakangnya turut berhenti.
" Leonard, kamprett.. lo bikin gue jantungan tau, mau jadi duda lo..?" ujar Grace seraya memukul keras bahu Leo.
namun Leo diam tidak menanggapi, Ia malah memanggil salah satu anggota untuk menghampirinya.
" ada apa bos..? " tanya salah satu anggota tersebut.
" Lo pada bubar, mulai sekarang gak usah ada lagi pengawalan.. " timpal Leo dingin.
" tapi.. "
" gue bisa jaga bini gue sendiri.. "
tanpa menunggu anggukan dari para anggota, Leopun melajukan motornya kembali dengan kecepatan tinggi.
Sementara Grace hanya bisa mengeratkan pelukannya seraya komat-kamit dengan aksi gila suaminya saat ini.
Setibanya di parkiran kampus, Leo masih bersikap dingin, bahkan dirinya enggan membukakan helm di kepala Grace seperti biasanya.
sialnya Grace menanggapinya dengan kekehan, merasa gemas dengan tingkah suaminya yang baperan saat ini.
Leo benar-benar tak mengatakan sepatah katapun untuk Grace sebelum berpisah ke fakultasnya masing-masing.
dan tidak hanya Grace yang Leo acuhkan, melainkan kedua sohibnya juga terlebih pada Exel yang mencoba merangkul bahunya malah ditepis kasar.
" gara-gara lo.. " ucap Leo seraya melengos membuat kedua sohibnya saling bertatap tak mengerti.
" kenapa sih tuh anak, dateng dateng kagak jelas..? " celetuk Ari heran.
" lagi dapet tamu bulanan kali.. " sahut Exel santai.
sontak Aripun melayangkan pukulan dipundaknya,
" lo ngedadak tolol sejak kepala lo celaka El, mana ada cowok dapet tamu bulanan.. "
" ya maksud gue bininya yang lagi dapet.. " timpal Exel yang kini mendapat toyoran dari Ari.
" apa susahnya bilang gak dapet jatah.. ribet lo.. " ucap Ari geram.
" gue mau beda aja.. " sahut Exel santai, sementara Ari berdecak kesal terhadapnya.
" El.. tunggu..!!! " teriak Grace membuat langkah keduanya terhenti.
" ada apa ade manis..? " goda Ari langsung mendapat tendangan tepat pada tulang keringnya,
" El.. adek lo galak banget.. auto mundur orang yang mau pedekate sama dia.. " ucap Ari meringis berlebihan.
" bacot lo.. " sahut Grace kesal.
" ada apa Grace..? " sela Exel mengalihkan Grace yang hendak menendang Ari kembali.
" gue mau ngomong bentar sama lo El.. " ucap Grace diangguki Exel.
" ngapain lo ngikut..? " tanya Grace kepada Ari.
" gue cuma gak mau ada fitnah buat lo berdua.. gak baik seorang perempuan yang udah bersuami berduaan sama laki-laki lain, apalagi suami orang.. lo berdua tau kalo berduaan ada yang ketiga..? "
" iya itu lo setan.. " sahut Grace kesal menanggapi Ari yang sok bijak itu. sementara Exel terkekeh melihat raut wajah sohibnya yang ditekuk.
" lagian gue ngomong di tempat terbuka.. udah sono lo cabut.. " ucap Grace kembali seraya mengibaskan tangannya.
" iya.. iya.. untung sayang, awas lo ada setan beneran.. gue gak tanggungjawab.. "
timpal Ari sebelum akhirnya lari terbirit-birit kala melihat Grace hendak melayangkan helm yang masih berada di genggamannya itu.
" ada apa Grace..? "
tanya Exel kembali seraya duduk di bawah pohon yang berada di area tersebut, sementara Grace memilih mendudukkan dirinya di salah satu motor yang terparkir disana dengan menaikan sebelah kakinya bak preman.
Grace menghela napas dalam-dalam sebelum berucap, sekarang saatnya Ia bercerita apa yang di alaminya selama ini karena merasa sudah aman hingga membuatnya siap membuka suara pada Exel.
Gracepun bercerita dengan detail tanpa ada selaan dari Exel yang setia mendengarkan.
sebelumnya Exel bernapas lega, akhirnya Grace datang dengan sendirinya dan sudi bercerita padanya.
" kenapa lo baru cerita Grace..? "
terlihat gurat kecewa sekaligus khawatir di wajah Exel.
" ini yang gue gak mau liat El, lo aja yang baru denger.. muka lo udah kek gitu, apalagi suami gue.."
sahut Grace.
__ADS_1
" lo gak percaya sama suami lo sendiri Grace..? " tanya Exel seraya menaikan sebelah alisnya.
sontak Grace pun menggeleng dengan cepat,
" gak gitu El.. gue gak mau aja dia khawatir, ujung-ujungnya kebebasan gue ditangguhkan.. "
" asal lo tau Grace.. gue yang bukan suami lo aja khawatir banget sama lo, apalagi ini menyangkut keamanan keluarga kecil lo.. anak lo.. "
" tapi sekarang udah aman El.. " sela Grace dengan lirih seraya menunduk tak berani menatap Exel yang jelas kecewa terhadapnya.
" apa itu alasan lo baru bercerita Grace..? " tanya Exel dingin membuat Grace hanya mampu mengangguk.
" dan lo ngerasa bakal aman terus? "
lagi, Grace hanya bisa menganggukkan kepalanya.
" Grace.. gue bukan nakuti-nakutin lo, tapi gue yakin ada rencana lain dibalik hiatusnya orang itu.. bisa jadi dia akan bertindak lebih.."
Sontak Grace pun mendongak mendengar itu,
" maksudnya gimana El..? "
" apa yang lo alamin selama ini, gue juga ngalamin Grace.. orang itu sama nyuruh gue buat jauhin suami lo, gue juga gak tau tujuan dia apa.. "
Exelpun menceritakan apa yang diterimanya dari orang yang sudah menerornya selama ini, dan Ia meyakini jika pelaku pemukulan itu adalah si peneror.
" gue harap suami gue jangan tau dulu El.. " ucap Grace lirih seraya menatap Exel penuh permohonan.
sementara Exel menaikan alisnya belum paham.
" lo tau El, gue serius anggap lo abang gue sendiri.. "
ucapan Grace terjeda saat Exel bangkit dari duduknya lalu berdiri dihadapan Grace yang menunduk.
lantas Exelpun mengusap kepala Grace layaknya kakak terhadap adiknya,
" gue janji bakal cari siapa orang itu buat lo.. sekarang lo balik ke kelas lo gih.. entar lo kena hukuman dosen killer lo.. "
mendengar itu Grace langsung melotot teringat sesuatu,
" mampus.. sekarang jadwalnya pak Wilson.. " ucapnya seraya menepak dahi,
sementara Exel terkekeh melihat tingkah Grace.
" kalo tuh dosen ngasih gue hukuman, lo bales ya bang.. "
pinta Grace dengan wajah yang dibuat gemas itu.
" eh gue gak ikut campur yah.. " timpal Exel terkekeh.
" Pak Wilson kan takut sama lo bang.."
" mana ada kayak gitu..? "
ucap Grace ketus melengos meninggalkan Exel yang menggeleng terkekeh.
...----------------...
Grace berlari menuju kelasnya, setibanya di depan kelas Ia mendapati pintu tertutup rapat, sudah dipastikan dosen sudah ada di dalam.
glek.. Grace menelan ludah kasar mendapati tatapan dari semua teman sekelasnya.
" duduk.. " titah Wilson dengan suara khasnya yang terkesan dingin.
" bapak gak hukum saya..? " gumam Grace yang hanya terdengar oleh Wilson.
" duduk atau saya berubah pikiran.. "
buru-buru Grace mendudukkan dirinya di bangku.
" lo kemana aja sih..? " bisik Silvie heran.
" abis pacaran sama laki lo.. " sahut Grace santai membuat Megan tak kuasa menahan tawa melihat Silvie melayangkan pulpen ke arah Grace.
" anying.. terang terangan lo.. "
" yoi.. definisi pacaran antimenstrim.. " goda Grace membuat Silvie kesal hendak melayangkan buku pada Grace kembali, namun terhenti saat Wilson menatap mereka dengan sorotan tajam.
Exel sialan.. umpat Wilson setelah sekilas membaca pesan yang dikirim oleh Exel untuk kedua kalinya.
🌿🌿🌿
semua mata tertuju pada Grace yang kini berjalan di sekitar gedung jurusan manajemen dimana Leo cs belajar disana.
" curang banget.. gue gak boleh makan mie instan, lo enak banget makan sebanyak itu.. "
ucap Grace yang tiba-tiba datang di tempat tongkrongan suaminya.
sontak merekapun terkejut terlebih Leo yang langsung tersedak.
" rasain.. itu karna lo bikin gue ngiler.. " sahut Grace tersenyum sinis. sialnya Leo masih diam melanjutkan kembali aktivitas makannya.
Grace tampak menelan ludah benar-benar sangat menginginkan makanan yang tengah dimakan oleh Leo.
" aaa.. " Grace membuka mulut berharap Leo mau menyuapinya. sialnya yang menyuapinya malah Ari.
" Ari sialan.. ogah gue bekas lo.. "
umpat Grace sok kesal tapi di kunyah juga.
" ck.. harus gitu abang El yang nyuapin lo.. " timpal Ari sewot kala melihat Grace tengah disuapi oleh Exel.
" buka mulut lo.. " titah Leo dingin membuat kedua sohib saling menyikut menahan tawa sebab sukses membuat Leo kesal.
__ADS_1
" ogah.. gue udah gak selera.. " sahut Grace ketus seraya membuang mukanya.
" kuy besok Sunmori.. " ajak Ari diangguki Grace antusias.
" gue boleh ikut..? " tanya Aldo membuat mereka beralih menoleh ke arahnya.
" boleh.. siapa aja boleh ikut.. " sahut Leo.
" tapi gue saranin nih bang.. ajak cewek lo, buat lo bonceng kaya kita-kita ini.. niscaya Sunmori lo berkesan.. " celetuk Ari songong.
" gue gak punya cewek.. " sahut Aldo dingin.
" gak punya satu kali ah.. " goda Ari cengengesan.
" serius gue gak punya.. "
" ck.. masa cowok sekeren lo gak punya cewek.. " sahut Grace tanpa menghiraukan Leo yang berdehem.
" bingung kali Grace, banyak yang ngantri.. " sahut Ari santai.
" kalo emang beneran gak ada.. gue ada kak. . "
ehem.. lagi-lagi Grace tak menghiraukan Leo yang berwajah masam.
🌿🌿🌿
Leo baru pulang ke rumah setelah hari sudah gelap. walaupun merasa lelah, Leo tampak sumringah memasuki rumahnya dengan menenteng kantong yang berisikan Mie instan yang tidak pernah ada di dapurnya.
Leo menghela napas kasar sebab tak mendapati Grace yang biasanya akan menyambutnya di sofa ketika dirinya baru pulang.
ceklek.. Leo memasuki kamarnya.
terlihat Grace bersandar di tempat tidur tengah asyik bermain game di ponselnya tanpa menoleh sedikitpun, sementara si kecil tidur di kamarnya bersama Anita yang menginap di sana.
" Grace.. gue bawa sesuatu yang pasti lo suka.. " ucap Leo setelah berhasil mengecup kening Grace.
namun Grace diam, sama sekali tidak minat menanggapinya.
" gue masakin yah.. " ucap Leo kembali seraya menunjukkan mie yang dibawanya membuat Grace antusias menoleh kearahnya.
tanpa menunggu tanggapan dari istrinya, Leopun bergegas ke dapur hendak memasak mie untuk Grace dengan masih mengenakan pakaian kantornya.
tak lama Leo kembali ke kamarnya dengan membawa nampan berisikan semangkuk mie untuk Grace. sialnya Grace malah sudah berbaring dengan mata terpejam.
menghela napas, Leo mencoba bersabar menghadapi Grace. sebab karena dirinya lah mungkin Grace bersikap seperti ini.
setelah meletakkan nampan tersebut di atas nakas, Leopun ikut berbaring di samping Grace yang memunggunginya.
Leo tahu jika Grace belum benar-benar terlelap.
" Grace.. mienya udah mateng.. " bisiknya seraya mencoba membalikkan badan Grace menghadap ke arahnya.
betapa terkejutnya Leo melihat pipi Grace sudah basah, jarang sekali Leo melihat Grace menangis.
" sayang.. kenapa nangis..? " tanyanya seraya menyeka air mata yang hendak turun kembali.
" gue mau mienya tadi Leonard.." sahut Grace terisak bersembunyi dibalik dada Leo.
Leo menangkup wajah Grace untuk ditatapnya, merasa heran terhadap istri yang selalu kuat dalam masalahnya itu, kini menangis hanya karena mie instan.
" kalo gue dewa, gue mau ubah waktu sekarang ke waktu tadi siang.. " ucapnya begitu terdengar lembut.
sementara Grace kembali menyembunyikan wajahnya di balik dada Leo dan lagi-lagi terisak.
" lo jahat Leonard.. gue mau ngambek sama lo.. "
Leo berusaha menahan tawanya mendengar ucapan Grace yang terkesan tidak sinkron dengan tindakannya yang malah memeluk dirinya begitu erat.
Gemas, itu yang dirasakan olehnya terhadap Grace, bisa-bisanya mau ngambek bilang dulu.
" apa yang buat istri cantikku ngambek hemm? " tanyanya seraya mengelus lembut rambut indah Grace.
" kenapa tadi lo senyum sama kak Viola temen gue.. "
" yang mana..? "
" itu yang tadi gue ajak Sunmori biar bisa boncengan sama Kak Aldo.. "
entah mengapa kali ini Leo senang melihat air mata Grace. tangisan cemburu atas kesalahannya yang tersenyum untuk perempuan lain.
Ia sendiri heran kenapa Grace tiba-tiba lemah seperti ini.
" biasanya juga enggak kan.. " lanjut Grace kembali.
cup.. Leo tak tahan mengecup bibir ranum istrinya.
" maaf... maafkan kesalahan suamimu ini.. "
" kok nyubit sih..? " Leo meringis mendapat cubitan di dadanya.
" biasanya juga sorry.. "
salah lagi..
" dimakan mienya, keburu gak enak.. " ucap Leo segera bangkit.
" mau kemana..? " Grace mencekal lengan Leo yang hendak pergi.
" mau mandi dulu.. "
" suapin.. "
Leo benar-benar gemas dengan Grace saat ini yang manja tidak membiarkan dirinya beranjak sampai Grace benar-benar terlelap baru Leo bisa ke kamar mandi.
__ADS_1
" huhhh.. benar-benar gak bisa ke tebak.. "